RISE OF CHIMERA: The Beginning Of This Story

RISE OF CHIMERA: The Beginning Of This Story
~TEMPAT YANG MENYENANGKAN~


__ADS_3

“Uhm, aku akan coba.”


Kali ini Yoki tidak memegang gagang pistol, dia malah memegang moncongnya. Hanya pistol milik Kenichi, sedangkan pistol miliknya masih dipegang dengan benar. Dengan tangan yang memegang pistol Kenichi dia angkat.


“Kena kau!”


Yoki melempar pistol itu sekencang-kencangnya, karena pistol itu bukan milik Yoki maka sudah pasti timbul kejengkelan pada pemiliknya. Yoki pikir, dari tadi tidak ada yang memperhatikannya. Salah besar, karena dia menjadi tontonan ketiga temannya.


“Yoki, kenapa kau buang pistolku?”


“Jangan marah dulu Kenichi, lihat saja.”


Pistol yang berputar-putar di udara berhasil mengenai pencuri, membuat pencuri itu berkata, “Ouchhh!” dan menghentikan langkah. Ternyata berjalan sesuai kemauan Yoki, dia langsung menghujami punggung pencuri itu dengan tiga peluru.


“Terima kasih para pahlawanku, kalian memang benar-benar hebat!”


Bersamaan dengan tertembak pencuri terakhir, tiba-tiba sebuah suara yang berasal dari speaker muncul. Suara itu telah mengakhiri permainan yang kalau dibilang, hanya Yoki yang menikmatinya.


“Heh, apa maksudnya?”


Wajar sih kalau Gaia keheranan, dia serta Kenichi dan Haori hanya diam di tempat dan tiba-tiba permainan ini berhenti tanpa kejelasan. Makanya, dia harus menunggu Yoki datang dan memberikan jawaban.


“Akhirnya selesai juga.”


Setelah turun dari atas dinding, Yoki menghampiri mereka bertiga. Ini adalah saat yang tepat untuk bertanya.


“Kenapa tiba-tiba selesai Yoki?”


“Itu karena aku telah mengalahkan pencurinya tadi.”


“Hahaha … sudah kuduga, pasti alasan kamu naik ke atas untuk mengawasi para pencuri itu kan?”


“Hebat juga Kenichi, kamu bisa tahu rencanaku.”


“Heh! Ya-ya sudah, kita keluar saja.”


Gaia masih belum dapat menerima hasilnya, terlalu cepat dan bahkan Gaia tidak ikut terlibat di dalamnya.


Setelah keluar dan meminta tanda tangan penjaga loket, mereka bertiga akan pergi ke wahana berikutnya. Kata Haori tadi sih, mereka akan makan siang sembari menikmati wahana yang ketiga.


“Uhm, kita beli makan dulu kayaknya.”


Setelah pergi membeli makanan, mereka berempat langsung bergegas pergi ke wahana berikutnya. Wahana ketiga ini menyajikan sebuah pertunjukan, baik itu atraksi, sirkus, sulap, dan masih banyak lagi.


Tapi tidak semuanya ditampilkan, masing-masing memiliki jadwal tersendiri. Jadi, mereka berempat akan menonton pertunjukan yang memang sesuai dengan jadwal. Untuk siang ini, pertunjukan yang akan mereka saksikan adalah sirkus.


Pertunjukan hewan-hewan dan para pemain yang melakukan atraksi mengagumkan, tentu sudah menjadi ciri khas dari sirkus.


“Uwah, makanan di sini juga tidak kalah dengan wahananya.”


Semangat Yoki bahkan menular ke cara makannya. Matanya dikuncikan untuk menonton, sedangkan tangannya fokus pada makanan yang dia genggam. Pantas saja dia selalu tepat memasukkan makanan ke dalam mulut, walau matanya memandang yang lain.


“Hahaha … nafsu makanmu luar biasa yah.”


“Iya dong Haori, harus semangat!”


“Abis makan kita pergi mana?”


“Aku rasa ke … sky swinger.”

__ADS_1


Wajar kalau Haori harus berpikir lama untuk menjawab Kenichi, dari awal dia hanya merekomendasikan tiga wahana saja. Itu juga dia lakukan agar mereka bisa makan siang terlebih dulu.


“Ya sudah, kita istirahat dulu.”


Pandangan Kenichi dikembalikan ke depan, dia ingin menonton sambil melanjutkan makannya. Butuh waktu 15 menit untuk selesai, setelah cukup beristirahat mereka meneruskan perjalanan ke wahana selanjutnya.


“Sepertinya, itu akan menjadi wahana yang menegangkan.”


Begitulah argumen Yoki saat sampai. Sky swinger adalah sebuah ayunan yang tergantung di sebuah tiang yang berputar secara horizontal.


Orang-orang akan duduk di setiap kursi yang digantung di sebuah tiang besar, kemudian barulah tiang akan berputar dan mengayunkan para penumpang dengan cepat.


Yah mungkin terdengar menyeramkan, tapi tenang. Protokol keselamatan selalu dapat mengatasi masalah itu, jadi pihak taman sudah menjaminnya.


“Jadi, gimana caranya kita naik ayunan ini?”


“Itu sky swinger lah!”


Tiba-tiba saja Yoki diam, pasti dia memikirkan ucapan Kenichi. Tapi, dia memilih jalan yang salah untuk meluruskan kata-kata itu.


Dia malah menerjemahkan kata-kata ‘sky swinger’. Sky berarti langit dan swinger berarti raksasa. Benar-benar keliru bukan, sumbernya saja sudah jelas dari kata-kata yang dia terjemahkan.


“Jadi sky swinger atau raksasa langit ini akan mengapakan kita?”


Tunjukan tangan Yoki benar-benar menunjukkan maksud yang melenceng, dia pikir akan ada raksasa yang keluar dari dalam tiang itu. Memang sih tiang itu cukup besar untuk menampung raksasa, tapi tetap saja tidak mungkin.


Walaupun dia pernah menonton anime yang bisa memasukkan raksasa ke dalam dinding, tapi tetap saja itu mustahil. Bahkan raksasa pun hanya khayalan belaka di dunia ini.


“Bukan begitu konsepnya, kita tuh cuma naik ke kursi terus nanti akan diayunkan oleh tiang besar itu.”


Dengan tunjukan tangan Kenichi, dia berharap agar Yoki tidak melenceng lagi.


“Bukan raksasa woy! Makanya kalau nerjemahin bahasa inggris jangan pake mesin.”


“Ayo kita nikmati wahana ini.”


Ternyata tidak mempengaruhi Yoki, dia hanya pergi begitu saja dan menyisakan kekesalan di mata Kenichi.


“Sudah Kenichi, sudah ayo kita naik saja.”


Itu benar, mereka tidak perlu harus mengartikan atau mempelajari seluruh sistem dan mekanisme kerja dari wahana itu, itu terlalu … bertele-tele dan yang pasti boros waktu.


Jadi nikmati saja, lihat saja wajah mereka yang kegirangan. Tidak ada yang takut maupun mual saat naik wahana ini, ingat … Gaia hanya takut pada hantu dan tempat-tempat seram, jadi kalau wahana ini sih bisa dia atasi. Selain itu, untuk yang lain sepertinya tidak ada masalah.


Akhirnya, semua turun dengan kebahagiaan yang impas. Maksudnya bisa ditelaah dari wahana pertama yang mereka naiki, Gaia sangat ketakutan saat menjelajahi rumah itu bukan. Lalu untuk wahana yang kedua, sepertinya hanya Yoki yang menikmatinya. Kalau bicara tentang wahana ketiga, mungkin akan lebih tepat disebut sebagai waktu makan.


“Tadi itu sangat menyenangkan!”


Dari senyuman para pendengar Yoki, sudah dapat dipastikan kalau mereka semua setuju.


“Lalu kali ini kita kan pergi ….”


Haori nampak bingung, dia kehabisan ide. Wahana yang banyak justru membuatnya bimbang dalam memilih. Tangannya memegang denah taman hiburan, sedangkan matanya masih sibuk kesana-kemari. Terlalu banyak pilihan, sedangkan batas wahana mereka tinggal tiga.


“Ya ampun, tinggal satu lagi. Aku sudah merencanakan agar roaller coaster dan kincir ria menjadi wahana terakhir. Tapi, satu lagi apa yah ….”


Yoki, Gaia, dan Kenichi membiarkan Haori yang masih sibuk dengan urusannya. Sekarang mata mereka sedang terpesona oleh sebuah wahana.


Merasa aneh karena tidak diperhatikan, Haori pun melirik ke arah mereka bertiga. Dia heran, fokus dan pandangan mereka bertiga sama. Demi memuaskan rasa herannya, Haori pun menghampiri mereka.

__ADS_1


“Hei, apa yang kalian lihat?”


“Ahh, tidak-tidak. Kami hanya melihat pemandangan saja.”


Yoki berbalik untuk menutupi apa yang dia lihat tadi, namun Haori masih dapat tahu karena apa yang lihat Yoki sama dengan yang lihat Gaia dan Kenichi.


“Kalian mau main itu kah?”


“Ahh ngak-ngak, aku hanya mau naik wahana yang kamu pilih saja.”


“Hee, jangan berbohong.”


Di saat itu pula, Kenichi dan Gaia kembali berbalik.


“Lalu, selanjutnya kemana?”


“Ke situ.”


Langsung saja ditunjuk, karena wahana yang dipilih Haori adalah wahana yang dilihat mereka bertiga.


“Hee, kenapa kamu pilih wahana itu?”


“Tidak ada apa-apa, aku hanya mau main wahana itu saja.”


“Oke-oke.”


Wahana yang dibicarakan Yoki dan Haori adalah wahana bernama “bom bom car”. Yah, setidaknya begitulah pihak taman menamakannya.


Bom bom car, adalah wahana yang di dalamnya terdapat banyak mobil yang saling bertabrakan. Bukan mobil yang bertenaga bensin atau mobil yang dipake di jalan raya yah, tapi mobil yang dipakai di wahana ini adalah mobil bertenaga listrik.


Kecepatannya lumayan lambat, dan pasti kecelakaan yang dialami tidak memberikan dampak yang fatal. Bahkan terkesan tidak berarti.


Gambaran ini mungkin memberikan pandangan tentang bagaimana wahana di taman hiburan ini akan terlihat. Suasana begitu menyenangkan dan yang pasti, ramah bagi anak-anak. Sampai mereka bertiga masuk ke dalam wahana, gambaran tadi berubah 180 derajat.


Mobil yang mereka lihat saat masuk ke dalam adalah ….


“Tank!!!”


Ya, itulah jenisnya. Walaupun body dan bentuknya masih sama seperti bom-bom car, yang membedakan adalah moncong di bagian depan yang mirip moncong pada tank.


Biasanya ada sebuah peluru yang keluar dari moncong itu bukan. Boleh dibilang, ini adalah inovasi yang mengerikan. Khususnya bagi nama besar wahana yang bernuansa kekeluargaan ini.


“Y-yah, begitulah.”


“Yang bener aja.”


Ucapan Haori dibalas Gaia.


“Apa kalian tidak ada masalah dengan wahana ini?”


“Apa moncong tank itu bisa menembak?”


Tiba-tiba Kenichi menyerobot Haori dengan sebuah pertanyaan.


“Bisa sih, makanya ….”


“Kau bercanda, ini akan jadi wahana yang menyenangkan.”


Dan diakhiri dengan Yoki yang menjawab dengan semangat. Akhirnya, sudah diputuskan kalau mereka berempat akan bermain bom-bom car. Yah, mungkin namanya harus diganti oleh pihak taman. Jadi tidak menyesatkan orang yang hanya melihat nama wahana di depan pintu masuk.

__ADS_1


__ADS_2