
'Tidak mungkin Mey'er menyadari keberadaanku kan?"
Nang In terkejut ketika Qiau Mey melirik ke arahnya sekejap lalu duduk di tempat khusus peserta, selain menggunakan topeng, jarak keduanya begitu jauh, jika bukan karena kemampuan matanya mustahil bagi Qiau Mey untuk menyadari keberadaannya, kecuali jika Qiau Mey sudah mencapai ranah Soul Wondering maka akan dengan mudah merasakan hawa Keberadaan seseorang.
"Ekhem indahnya masa muda~" Niiu mengejek Nang In yang sedari tadi melirik ke arah Qiau Mey dengan waktu yang cukup lama.
Menyadari Niiu mengejeknya, Nang In langsung tertegun, "Ini tidak seperti yang anda pikirkan Senior, dia hanyalah temanku"
Niiu tersenyum sambil menutupi mulutnya dengan telapak tangan, "Fufu benarkah teman?~"
"Hey aku serius, dia hanyalah temanku!" Nang In kembali menegaskan namun Niiu menggelengkan kepala sama sekali tidak percaya dengan ucapannya.
"Siapa dia?!" tanya Xuan Li tanpa menoleh ke arah Nang In.
Pertanyaan tiba - tiba dari Xuan Li membuat Nang In dan Niiu terkejut, keduanya saling memandang kemudian melihat Xuan Li yang memasang ekspresi canggung, wajah gadis itu merah merona karena malu.
"Tunggu! sejak kapan kau penasaran dengan-"
"Siapa dia! jawab saja!"
Xuan Li langsung memotong ucapan Nang In, pemuda itu menghela nafas sebelum berkata, "Dia gadis yang aku temui ketika pertama kali masuk ke Kekaisaran Black, namanya Qiau Mey putri dari Patriack Heaven Moon Sect"
Setelah mendengar jawaban Nang In, Xuan Li langsung terdiam tidak lagi bertanya apa pun tentang Qiau Mey, hal itu membuat Nang In lega, sedangkan Niiu memasang ekspresi terkejut lalu wanita itu tersenyum lembut ke arah Xuan Li.
Menyadari senyuman Niiu, Xuan Li langsung mengerutkan keningnya, "Apa ada yang salah Niiu?"
Niiu menggeleng ringan lalu mencari topik pembicaraan lain, "Ngomong - ngomong Heaven Moon Sect bukankah sekte kecil yang berada di perbatasan Kekaisaran Black Sun dan Kekaisaran Blue Diamond?" ucap Niiu, ia mengetahui jika sekte itu terletak di daerah perbatasan. Daerah tersebut kerap menjadi jalur peperangan ketika kedua kekaisaran berperang satu sama lain.
__ADS_1
Meski rumornya Kekaisaran Black Sun ingin mengeklaim tanah yang ditempati Heaven Moon Sect sebagai tanah milik mereka, namun hal itu tidaklah mudah, karena banyaknya sekte aliran hitam yang dekat dengan sekte tersebut, jika sedikit saja pihak kekaisaran melakukan sedikit kesalahan, maka ada kemungkinan jika peperangan akan kembali terjadi.
"Tetapi bagaimana bisa dia bergabung ke dalam Golden Sword Sect, apakah dia sangat berbakat sampai sekte sebesar Golden Sword Sect menginginkannya?" tanya Niiu, jika ada cultivator yang berpindah sekte, biasanya menggunakan jalur belakang atau memang cultivator tersebut memiliki bakat yang bagus sehingga mengundang minat sekte lainnya.
Karena banyak kasus di mana cultivator yang berasal dari sekte kecil di undang masuk ke dalam sekte menengah atau sekte besar karena mempunyai bakat yang baik.
"Ceritanya sangat panjang, namun Mey'er dapat bergabung ke dalam Golden Sword Sect bukan karena bakatnya yang hebat, melainkan karena usaha dan keinginannya yang kuat" ucap Nang In sambil tersenyum di balik topengnya.
Mendengar ucapan Nang In, Niiu dan Xuan Li menebak keduanya memiliki hubungan yang sangat dekat, karena mereka baru pertama kali ini mereka mendengar Nang In memuji orang lain.
Bahkan ketika Niiu memuji Nang In untuk mengungkapkan identitasnya, Nang In sama sekali tidak terpancing untuk menceritakan asal - usul tentang dirinya, namun Niiu tau jika Nang In bukanlah pemuda biasa, jika bukan karena memiliki sekte atau guru yang hebat dibelakangnya, Nang In tidak akan tumbuh menjadi cultivator yang begitu jenius pada usianya yang sekarang.
Setelah beberapa waktu dan tidak terasa bahwa sudah banyak pertandingan yang mereka tonton, sepasang cultivator beradu kemampuan bertarung, ada pertarungan yang membosankan hingga cukup menarik untuk disaksikan.
Beberapa pertandingan telah berlalu naiklah seorang pemuda dengan tongkat emas yang sangat mencolok, pemuda itu adalah Jian Long berasal dari Great Monastery. Keberadaannya di arena membuat para penonton menjadi pusat perhatian karena Jian Long terkenal karena kejeniusannya.
"Benar sekali! bahkan pemuda itu salah satu dari lima Golden Monk?!"
"Maksudmu kelima biksu yang dilatih secara langsung oleh Golden Master?!"
Jika Eternal Flame Clan mempunyai Flame Warrior sebagai penjaga Phonix Master, maka Great Monastery mempunyai Golden Monk. Mereka adalah kelima biksu yang dilatih langsung oleh Golden Master untuk dijadikan sebagai pilar yang menguatkan kekuatan Great Monastery.
Golden Master merupakan cultivator terkuat ketiga dalam urutan Six Master. Keenam cultivator terkuat aliran putih - netral ini mempunyai karakteristiknya masing - masing, termasuk Golden Master yang mempunyai sifat paling penyabar diantara keenam Six Masters.
"Tongkat yang dipegang biksu itu memancarkan aura yang tidak biasa" Niiu memberikan pendapat.
Nang In mengangguk, jika diperhatikan secara teliti memang benar jika ada qi tipis yang keluar dari tongkat itu. Meski Jian Long tidak menyalurkan qi miliknya.
__ADS_1
"Jian Long dari Great Monastery" Jian Long tersenyum sambil membungkuk hormat.
Sedangkan yang akan menjadi lawannya adalah seorang pemuda jangkung dengan kedua golok yang nampak mencolok karena berwarna merah darah. Pemuda itu menjulurkan lidahnya bermaksud meledek Jian Long.
"Lowaou dari Sekte Night Dagger Sectl!"
Setelah keduanya telah siap, Zihan Shi memulai pertandingan, Lowaou berlari lebih dulu lalu melancarkan tusukan secara bertubi - tubi sedangkan Jian Long hanya menghindar dengan gerakan sederhana, sebagai balasan Jian Long memutar tongkat emasnya menghempaskan Lowaou begitu jauh.
"Saudara Lowaou, bukan bermaksud merendahkan, namun demi keselamatan anda sebaiknya menyerah sekarang juga" ucap Jian Long sambil membungkuk.
"Kenapa aku harus menyerah sementara aku punya kesempatan untuk menang?!" Lowaou memiringkan kepalanya, kedua goloknya memancarkan aura merah yang begitu pekat, "Jika ada orang yang harus menyerah, seharusnya itu kau bocah naif..!"
Lowaou menebaskan kedua belatinya menciptakan dua bilah qi yang berwarna merah.
"Baiklah jika itu keputusanmu!"
Jian Long memutar tongkat emasnya kemudian qi berwarna hijau merembes keluar dari tubuhnya, Jian Long mengarahkan ujung tongkatnya ke depan lalu dengan cepat tongkat itu memanjang hingga menghilangkan serangan Lowaou dan menghempaskannya hingga keluar dari arena.
"Tongkatnya bisa memanjang!?" Xuan Li begitu terkejut ketika spirit tool yang digunakan Jian Long dapat memanjang hingga belasan meter.
"Benar, tongkat itu bukan spirit tool biasa, dirumorkan tongkat itu adalah spirit tool yang dulu dipakai oleh Golden Master ketika masih muda" perjelas Niiu.
"Pemenangnya adalah Jian Long dari Great Monastery!"
Para penonton bersorak ria namun ada hal yang sangat unik yaitu, para biksu Great Monastery tidak memberikan sorakan melainkan menempelkan kedua telapak tangannya lalu bergumam seperti sedang berdoa.
"Kalau begitu pertandingan selanjutnya adalah Song Zixin dari Eternal Flame Clan melawan Xuo Duo dari Night Dagger Sect!"
__ADS_1
Mendengar nama Song Zixin para penonton berteriak dengan sangat meriah, mereka tidak sabar menyaksikan pertandingan sosok yang dikatakan sebagai jenius dari Eternal Flame Clan, Song Zixin.