Road To Immortality

Road To Immortality
Terkejut


__ADS_3

"Oh lihat ini, bukankah kau putri bungsu Xuan Fan?" ucap Fuan Yu begitu sudah dekat dengan Nang In dan yang lainnya, melihat Xuan Li di depannya, wanita tua itu tersenyum ramah.


"Benar sekali ah maaf, hormat kepada Tetua Fuan!" Xuan Li langsung memberi hormat kepada Fuan Yu, begitu pula dengan Qiau Mey dan Nang In. Mereka ikut memberi hormat meski tidak menyebutkan nama wanita tua itu.


"Tidak perlu kaku, lagi pula aku dan nenekmu berteman baik, jadi anggap saja aku sebagai nenekmu juga" Fuan Yu mengibaskan tangannya nampak tidak ingin terlalu formal.


"Ba - Baik Tetua" ucap Xuan Li dengan gugup.


Xuan Yu mengenal Fuan Yu sebagai pelanggan setia Star Alchemist Assosiasiation, Fuan Yu terkadang mengunjungi langsung kediamannya untuk membeli pill mulai dari tingkat rendah maupun tingkat tinggi untuk kebutuhan Frozen Island, selain itu Fuan Yu merupakan teman baik neneknya.


Ketika bertemu mereka terkadang menceritakan pengalaman kisah yang mereka lalui dulu ketika masih muda, tidak jarang Xuan Li dan kakaknya dipaksa untuk mendengarkan kisah mereka hingga bosan.


Selain itu neneknya Xuan Li sering memberikan pill kualitas tinggi secara sukarela kepada Fuan Yu, itu sebabnya Fuan Yu mempunyai utang budi yang sangat banyak kepada keluarga Xuan Li.


"Bagaimana kabar Nenekmu? ku dengar - dengar dia ingin menembus ranah Nascent Soul?" tanya Fuan kepada Xuan Li. Terakhir kali bertemu dengannya, nenek Xuan Li sampai di ranah Soul Wondering, namun setelah beberapa tahun terakhir, ia akan menjadi satu dari banyaknya jagoan Nascent Soul yang ada di Star Alchemist Assosiasiation.


"Benar sekali Tetua Fuan, nenek ingin menembus ranah baru" ucap Xuan Li dengan sopan.


"Kalau begitu aku akan sering - sering berkunjung ke rumahnya untuk membawa beberapa spirt herb" Fuan Yu mengelus dagu, lalu pandangan menuju Qiau Me, "Hmm jadi kau gadis yang mewakili Golden Sword Sect, siapa namamu?" tatapan Fuan Yu terfokus pada Qiau Mey.


Qiau Mey menunduk sopan, "Nama saya Qiau Mey, Tetua Fuan"


"Hmm kau gadis yang memiliki keterampilan pedang yang bagus" Fuan Yu menepuk pundak Zhou Luong, "Luo'er kau harus memperhatikan gadis ini ketika tampil, karena satu - dua gerakannya akan membuat keahlian berpedangmu bertambah"


"Baik Nek" ucap Zhou Luong dengan singkat, pemuda itu sangat patuh kepada neneknya.


Qiau Mey tersenyum canggung karena pujian dari Fuan Yu, padahal jika dibandingkan dengan Nang In dirinya bukanlah apa - apa.


"Sebelumnya perkenalkan dia adalah cucuku, Zhou Luong, sebenarnya dia adalah salah satu peserta turnamen, namun maju ke babak penyisihan begitu saja karena lawannya mengundurkan diri"


Mereka bertiga mengangguk, mereka tahu bahwa lawan Zhou Luong lebih memilih menyerah sebelum bertanding, lagi pula meski bukan termasuk 11 Golden Stars, nama Zhou Luong begitu terkenal dikalangan sekte aliran netral sebagai pemuda yang mempunyai ketrampilan yang baik dalam memainkan tombak.


"Aku sudah mengetahui nama dan latar belakang kedua gadis ini, tapi bagaimana denganmu anak muda?"' Fuan Yu tersenyum ke arah Nang In.


"Hormat kepada Tetua, perkenalkan namaku Nang In" ucap Nang In dengan hormat. Ia sedikit gugup karena bertemu dengan Fuan Yu secepat ini.


Hampir seluruh penduduk Pulau Es mengetahui jika Fuan Yu adalah orang yang sangat suka bertarung dengan Zhou Jin. Wanita itu sangat berambisi untuk menjadi yang terhebat dalam Cultivator pengendalian elemen es, meskipun berkali - kali dikalahkan wanita itu begitu keras kepala ingin mengalahkan Zhou Jin.


Hal itu yang membuat Zhou Jin meminta Nang In untuk berhati - hati jika bertemu dengan wanita tua itu, karena bisa saja dia langsung mengetahui jika Nang In adalah Heaven Seal Ruler Of Ice.


Pada saat melamun, suara Fuan Yu menyadarkan Nang In.


"Hmm entah kenapa aku merasakan aura yang sangat akrab terpancar dari dirimu anak muda, sebenarnya siapa dirimu?" ucap Fuan Yu dengan tatapan menelisik ke arah Nang In.


"Maaf Senior, aku sama sekali tidak mengerti apa yang anda katakan?" ucap Nang In dengan sopan.


"Basic spirit es, coba tunjukkan kemampuan es mu padaku" tanya Fuan Yu tanpa basa - basi.


"Mohon maaf Tetua, aku tidak mengerti apa yang-"

__ADS_1


"Tidak perlu berbohong" Fuan Yu menyela ucapan Nang In, "Aku tau kau Cultivator pengendali es, coba perlihatkan kemampuanmu padaku" ucap wanita itu dengan tatapan tajam.


Zhou Luong terkejut karena baru mengetahui jika Nang In mempunyai basic spirit es, lagi pula Cultivator setingkat dirinya tidak akan mampu untuk memprediksi basic spirit milik orang lain.


"Ayo perlihatkan kemampuanmu anak muda" pinta Fuan Yu.


Nang In tetap diam dan terlihat enggan untuk menunjukkan kemampuannya.


"Jika kau enggan menunjukkan kemampuanmu, bagaimana jika kau berlatih tanding dengan cucuku?" tanya Fuan Yu lalu Zhou Luong maju satu langkah dengan ekspresi serius diwajahnya.


Melihat Nang In tidak nyaman dengan ucapan Fuan Yu, Xuan Li dan Qiau Mey sama - sama ingin membantu, namun Nang In mencegahnya.


Menghela nafas panjang, Nang In akhirnya menciptakan uap dingin dari tangannya, sebuah pedang dengan ukiran naga muncul di telapak tangannya.


Melihat itu Zhou Luong melebarkan matanya, nampak terkejut karena ada Cultivator yang bukan berasal dari Frozen Island yang mempunyai basic spirit es, sedangkan ekspresi Fuan Yu bertambah serius.


"Selain menciptakan dalam waktu kedipan mata, kualitasnya tidak kalah dengan benda yang diciptakan oleh Luo'er!" gumam Fuan Yu dengan tatapan terkejut, karena melihat pedang es yang diciptakan oleh Nang In.


"Jika hanya menciptakan pedang tentu aku dengan mudah membuatnya, namun apa - apaan dengan ukiran berbentuk naga itu!?" gumam Zhou Luong dalam hati, apa yang membuat pemuda itu terkejut adalah ukiran naga yang tampak rumit di gagang pedang Nang In.


Sepintas memang sederhana, namun menciptakannya membutuhkan konsentrasi dan fokus yang luar biasa, Zhou Luong bahkan tidak cukup percaya diri untuk menciptakan pedang dengan ukiran rumit seperti yang dibuat oleh Nang In.


"Pertama Bai Luinha kemudian pemuda ini!" menggigit bawah bibirnya, Zhou Luong menatap Nang In dengan tatapan tajam, "Aku harus bertambah kuat!"


Mulut pemuda itu mengeluarkan uap dingin lalu dari kedua tangannya muncul hawa dingin yang membentuk sebuah tombak yang tajam dikedua sisinya, mengarahkan ke arah Nang In, pemuda itu berteriak.


"Aku ingin menantang-"


Nang In langsung menolak tantangan Zhou Luong sebelum ia menyelesaikan ucapannya.


"Maaf tapi aku tidak mempunyai kewajiban untuk berduel denganmu" Nang In melanjutkan ucapannya sambil menangkupkan tinjunya. Ia sebisa mungkin untuk menolak dengan sopan namun hal itu sepertinya sulit dilakukan.


Zhou Luong justru mengarahkan tombaknya ke arah leher Nang In sambil menatap tajam pemuda berambut hitam itu.


"Kau memang berhak menolak tawaranku, namun aku juga berhak untuk memaksamu?!" tanya Zhou Luong dengan dingin.


Menghela nafas panjang, pemuda itu berkata pelan, "Sepertinya ini tidak akan berakhir dengan baik-"


Swosh!


Benar saja, tanpa aba - aba Zhou Luong langsung mengincar leher Nang In, beruntung pemuda itu dapat menghindar tepat waktu, jika tidak, maka serangan itu dapat memisahkan tubuh dengan lehernya.


Nang In memundurkan langkah berusaha menjauh agar Qiau Mey dan Xuan Li tidak terkena serangan, Zhou Luong dengan cepat mempersempit jarak mereka dengan melakukan tusukan bertubi - tubi' dan membuat Nang In terpaksa bertahan menggunakan pedangnya.


Xuan Li meminta bantuan Fuan Yu agar menghentikan perbuatan Zhou Luong, namun wanita tua itu justru membiarkannya.


"Bukankah aku bilang tidak ingin bertarung denganmu?" ucap Nang In sembari menghindari serangan Zhou Luong dengan mudah. Ia sebisa mungkin untuk tidak menyerang agar tidak ingin pemuda itu terprovokasi.


"Apa hanya ini kemampuanmu? cepat tunjukkan padaku!" Zhou Luong bertambah kesal ketika Nang In terus menghindari semua serangannya.

__ADS_1


"Ayolah kenapa harus bertarung, bukankah lebih baik berbicara dengan baik - baik?" Nang In terus menghindari serangan yang mengarah ke arahnya, meski sedikit kesulitan namun pemuda itu dapat bertahan dengan baik.


Swosh!Klang!


Keduanya terpental beberapa meter ke belakang!


"Berhenti bermain - main kepadaku! jika tidak, akan ku lukai kedua gadis ini!?" teriak Zhou Luong sembari mengarahkan tangan kirinya ke arah Qiau Mey dan Xuan Li.


Sebuah bola es yang terbentuk dari hawa dingin tercipta, udara disekitar seakan tersedot di dalamnya.


"Dengan ini, kau mungkin akan bertarung serius melawanku!" ucap Zhou Luong sambil menyeringai, entah kenapa ambisi gila neneknya ingin menjadi pengendali es terkuat diwariskan kepada cucunya.


Qiau Mey nampak waspada jika benar Zhou Luong ingin menyerangnya, sedangkan Xuan Li meskipun tidak terlalu pandai dalam bertarung gadis itu memakai sebuah cincin dengan permata berwarna biru cerah di jari manisnya.


Melihat Zhou Luong yang berniat menyakiti teman - temannya, ekspresi Nang In berubah menjadi dingin.


"Bagus, apa sekarang kau memutuskan untuk serius melawanku!?" ucap Zhou Luong dengan senyuman diwajahnya, namun ekspresi itu tidak berlangsung lama karena merasa ada sesuatu yang salah, "Ba - Bagaimana bisa kau mempunyai aura pembunuh seperti ini!?"


Nang In berjalan pelan ke arah Zhou Luong dengan tubuh yang diselimuti aura merah gelap.


Hal itu membuah Zhou Luong tanpa sadar memundurkan langkahnya, Fuan Yu nampak terkejut begitu juga dengan Qiau Mey dan Xuan Li.


Mereka tidak menyangka jika pemuda yang tampak pendiam di depannya mempunyai aura pembunuh yang mirip seperti Cultivator aliran hitam.


"Kenapa harus membawa - bawa temanku!?" Menatap dengan nafsu membunuh, Nang In berkata kepada pemuda di depannya, "Kalau kau ingin sekali melawanku, akan ku kabulkan?"


Setelah mengatakan itu Nang In menghilang dari tempat kemudian muncul di depan Zhou Luong sambil mengayunkan pedangnya.


Slash!


Tebasan Nang In menciptakan udara dingin yang memotong apa pun dengan cepat dan rapi di depannya.


"Cih meleset!"


Pada saat asap dingin menghilang terlihat Fuan Yu yang menjauh bersama Zhou Luong.


"Jika aku telat sedikit saja, pemuda itu akan membunuh Luo'er!" gumam Fuan Yu dengan ekspresi serius, wanita itu langsung bergerak setelah merasakan aura pembunuh yang keluar dari Nang In.


Sedangkan Zhou Luong nampak begitu syok, pemuda itu sangat terkejut karena ternyata kemampuan Nang In lebih hebat dari yang ia kira.


"Hey bocah bukankah itu berlebih-"


Swosh!


Belum sempat menyelesaikan perkataannya, Fuan Yu terkejut melihat udara dingin menerpanya, membekukannya dengan bongkahan es raksasa.


Crack!


Detik kemudian dari bongkahan es raksasa muncul retakan kecil yang perlahan membesar, diiringi suara ledakan yang begitu keras, bongkahan es seketika hancur. Memperlihatkan Fuan Yu dan Zhou Luong yang baik - baik saja meski sudah dibekukan.

__ADS_1


"Jadi bocah ini yang kau pilih" Fuan Yu tersenyum kecil memandang langit biru di atasnya.


__ADS_2