Road To Immortality

Road To Immortality
Berita Duka


__ADS_3

Keesokan paginya di Kota Green Sky terjadi kejadian yang begitu membingungkan, hanya Kota Green Sky satu - satunya kota di Kekaisaran Black Sun yang mengalami musim dingin yang lebih cepat dari biasanya, menurut para penduduk di sana hal ini disebabkan oleh badai es kemarin dan ledakan besar yang terjadi di tengah hutan.


Sementara di Southern Spear Sect digemparkan dengan berita duka karena kematian tiga Tetua bersama belasan Cultivator Qi Gathering, termasuk tewasnya Bao Yu dan pengkhianatan Miang Hao, para Cultivator di sana tidak habis pikir bahwa pemuda paling jenius di sekte harus bergabung ke dalam organisasi aliran hitam.


Hal ini membuat Patriack Southern Spear Sect selaku orang tua Miang Hao merasa marah dan sangat kecewa, bahkan dituduh memiliki hubungan dengan sekte aliran hitam, namun tuduhan ini dipatahkan begitu saja karena memang ia tidak mempunyai hubungan apa pun dengan sekte aliran hitam.


Di tengah cuaca yang berhembus dingin, para Cultivator Southern Spear Sect sedang mengadakan acara pemakaman bagi mereka yang tengah gugur dalam pertarungan sebelumnya, terbunuhnya tiga Tetua dapat menjadi pemantik yang bagus bagi Southern Spear Sect untuk memulai perang kepada Dark Orphanage, tentu mereka tidak akan tergesa - gesa karena mengetahui bahwa Dark Orphanage bukanlah organisasi biasa.


Diantara kerumunan Cultivator yang sedang berkabung itu terlihat Jun Hei dan Mei Yin yang tengah berdiri di depan makam Bao Yu dengan ekspresi sedih.


"Hei-gege apa yang akan kau lakukan selanjutnya?" Mei Yin bertanya dengan mata yang lebam karena berlebihan menangis.


Jun Hei menggenggam erat tangannya, "Aku akan terus berlatih hingga bertambah kuat!" kedua mata Jun Hei berubah menjadi pupil berbentuk persegi yang berputar, "Lalu membalas dendam untuk kematian Yu'er!"


Setelah itu ia meninggalkan Mei Yin yang sedang terdiam, peristiwa sebelumnya membuat Jun Hei dan Mei bertekad untuk menjadi kuat hingga mampu melindungi dirinya dan orang - orang yang berharga bagi mereka.


Jun Hei berjalan di sekitar sekte menghiraukan para murid yang menatapnya dengan tatapan sinis, tidak sedikit dari para murid dan tetua yang menyalahkan dirinya karena tidak mampu membujuk Bao Yu untuk kembali, pemuda itu tidak mempermasalahkan karena sudah terbiasa dengan situasi seperti ini.


Masuk ke dalam ruang rawat, di dalamnya ia bertemu dengan seorang pria paruh baya yang sedang terluka parah.


"Tuan Alchemist yang terhormat!" Jun Hei bersujud di depan pria tua itu, "Kumohon ajak aku untuk melihat dunia Cultivator bersamamu! aku berjanji tidak akan merepotkanmu!"


Pria tua itu mengelus jenggotnya mempertimbangkan keputusannya, "Tentu saja boleh anak muda, namun aku tidak dapat menjamin keselamatanmu jika kau ikut denganku" ucap pria tua itu.


"Tentu tidak masalah tuan, aku akan berusaha keras agar tidak merepotkanmu!" ucap Jun Hei.


"Baiklah kalau begitu tiga hari kemudian kita akan berangkat menuju Kota Blackrock, selain untuk mencari keberadaan guru, aku harus mengikuti ujian seleksi Alchemist di kota itu"


"Tentu Tuan, terima kasih banyak sebelumnya!" Jun Hei bersujud tiga kali di depan pria tua didepannya.


Pria tua itu beranjak duduk lalu mengeluarkan segala peralatan untuk membuat pil, ekspresinya menjadi lebih serius dan mulai meracik, pria tua itu adalah Gong Mu.

__ADS_1


Karena badai es yang begitu dahsyat Gong Mu terhempas hingga keluar dari hutan, namun beruntung ketika sadar ia menemukan Jun Hei dan Mei Yin di dekat lokasinya, ia pun langsung membawa mereka ke Southern Spear Sect untuk diobati lebih lanjut sekaligus memberitahu tentang kabar duka tersebut.


**


Sementara itu di tengah hutan yang tertutupi salju, terlihat dua orang yang saling berhadapan satu sama lain.


"Pengawal putra Madam Dark Orphanage memang tidak bisa diremehkan!" ucap seorang pemuda bertopeng dengan kedua belati di ditangannya, orang itu adalah Shaosheng, pemuda yang diperintahkan organisasi Cursed Of Revenge untuk memburu Nang In.


"Kau berani mengatakan itu setelah mengeroyokku dengan para bawahanmu, apa kau tidak merasa malu?" ucap pria berambut panjang mendengus dingin, ia mengenakan pakaian yang terbuat dari kulit hewan, pria itu bernama Syaoran, sekilas rupanya mirip dengan Luoyu dan Genjou karena mereka merupakan kakak beradik.


"Shao-ge! kapan kau akan menyelesaikannya?!"


Di belakang Shaosheng terlihat seorang gadis cantik berambut hitam yang tengah mengomel tidak jelas, gadis itu bernama Yuan Yua.


"Bisakah kau diam, aku tengah berkonsentrasi!" Shaosheng mendengus kesal karena sedari tadi gadis di belakangnya begitu cerewet.


Di sekeliling mereka terdapat beberapa mayat pembunuh bertopeng harimau yang beberapa waktu lalu menyerang Heaven Moon Sect dan Golem Hyena yang berserakan di tanah yang bersalju, kedua belah pihak bertarung sangat serius hingga menyebabkan banyak korban jiwa di keduanya.


"Cih, itu bukan urusanmu!" Syaoran mendengus dingin.


Alasan dia bersama para saudaranya mengawal Liiu Xingsheng ke Kekaisaran Black Sun adalah untuk menangkap Cultivator yang mencuri salah satu manual milik Dark Orphanage, Kaibo dan dirinya diperintahkan untuk mencari pencuri tersebut di Kota Green Sky, namun ketika pencarian berlangsung mereka ditemukan oleh penguasa setempat dan setelah pertarungan yang cukup panjang keduanya terpisah.


Pada saat terjadinya badai es, Syaoran merasakan qi milik saudara - saudarinya di tengah hutan, ia menunggu badai reda lalu mulai mencari keberadaan mereka, saat di perjalanan ia bertemu dengan Shaosheng dengan enam Pembunuh bertopeng harimau sebagai bawahannya.


Syaoran merupakan Tamer Cultivator yang mengendalikan Golem Hyena untuk menyerang Kota Green Sky, tujuannya untuk mengalihkan perhatian para Cultivator di sana agar tidak menyadari keberadaannya, sementara Kaibo akan ditugaskan untuk mencari pencuri tersebut lebih dalam, namun rencana itu gagal karena mereka lebih dulu ditemukan oleh Cultivator Southern Spear Sect


"Aku sangat tertarik dengan Tamer Cultivator, kenapa kau tidak bergabung ke dalam kelompokku, aku akan memperlakukanmu lebih baik dari madam memperlakukanmu" Shaosheng menyodorkan tangannya, mengundang Syaoran masuk ke dalam kelompoknya.


"Tentu saja aku menolak! sampai mati pun aku tidak akan pernah mengkhianati orang yang telah menyelamatkanku!" Syaoran mengeluarkan kerang lalu mulai meniupnya, dua ekor Golem Hyena muncul dari balik semak bersalju lalu bergegas ke arah mereka.


"Roar!"

__ADS_1


Mata Shaosheng berkilat dingin lalu bergerak cepat muncul di belakang due ekor Golem Hyena, detik berikutnya dua ekor Demonic Beast tersebut langsung terbelah menjadi dua bagian.


"Sesuai julukan kau memang sangat cepat, tapi bagaimana dengan ini!" Syaoran kembali meniupkan kerang, seketika enam Golem Hyena kembali muncul lalu mulai menyerang.


Memutar kedua belatinya Shaosheng menghilang, tiba - tiba keenam Golem Hyena seperti terkena sayatan di berbagai tubuhnya dengan sesuatu yang sangat cepat hingga tidak dapat dilihat oleh mata.


"Black Wind Art - Night Slice!"


Shaosheng tiba - tiba muncul dari udara lalu mengibaskan belatinya berkali - kali menciptakan bilah angin bewarna hitam yang memotong habis enam Golem Hyena menjadi beberapa bagian.


"Jadi itu masih belum cukup! bagaimana dengan-"


Jleb!


Ucapan Syaoran tercekat karena melihat sebuah belati menembus tenggorokannya, menoleh ke belakang ia melihat Shaosheng yang meliriknya dengan ekspresi dingin.


"Bagaimana bisa kau?"


"Apa kau lupa, kalau aku adalah Cultivator tercepat di Benua ini?!"


Shaosheng mencabut belati yang tertancap lalu mendorong tubuh Syaoran hingga terjatuh dan akhirnya tewas.


"Ayo kita lanjutkan misi!" dengan tatapan dingin Shaosheng menoleh ke arah gadis di belakangnya.


"Kita masih akan melanjutkan?" Yuan Yua memiringkan wajahnya, "Bukankah kita telah kehilangan banyak pembunuh bertopeng, apa kita tidak berhenti sejenak lalu-


"Tidak usah membantah!" Shaosheng menyela ucapan Yuan Yua, "Jika ingin kembali, kembalilah, aku tidak peduli! karena aku tetap akan mencari keberadaan pemuda itu!"


"Hmmmp dasar pemarah! baiklah - baiklah tunggu hey!"


Yuan Yua hendak marah namun melihat Shaosheng yang berjalan meninggalkannya membuat gadis itu menelan kekesalannya. keduanya berjalan masuk ke dalam hutan menuju Kota Green Sky untuk mencari keberadaan Nang In.

__ADS_1


__ADS_2