Road To Immortality

Road To Immortality
Demonic Core


__ADS_3

Nang In menyilangkan kedua tangannya bersiap menghadapi benturan yang akan datang, namun ia terkejut ketika Fire Monkey menghentikan pukulannya.


"Apa yang terjadi?"


Nang In merasa heran, sekujur tubuh Fire Monkey bergetar hebat, keringat dingin bercucuran deras dari atas hingga bawah, dari arah samping kanan terdengar suara langkah kaki melangkah, siluet muncul dari gelapnya hutan, sosok wanita tua sambil berjalan santai dengan kedua tangannya yang ditaruh dibelakang punggung.


White Monkey, Red Monkey bahkan Fire Monkey tiba - tiba bersujud di tempat dengan ekspresi wajah yang penuh ketakutan.


"Gu - Guru...." Nang In terkejut ketika Lin Yue datang menghampirinya.


Lin Yue melihat puluhan bangkai White Monkey yang berserakan lalu tersenyum, namun setelah melihat kondisi muridnya yang terluka parah, ekspresi Lin Yue berubah menjadi dingin.


"Jadi kalian yang sudah melukai Murid kesayanganku?" Lin Yue bertanya dengan ekspresi dingin.


Fire Monkey dan semua pasukannya bergidik ngeri, mereka seperti ditimpa batu raksasa, sama sekali tidak bisa bergerak.


Lin Yue menjentikkan jari, seketika ratusan panah yang terbuat dari listrik melayang di sekitarnya, detik kemudian, panah listrik itu bergerak sangat cepat menghujani semua Demonic Beast kera yang ada disekitarnya.


Nang In yang sudah kehilangan banyak darah hanya sekilas melihat Lin Yue lalu tidak sadarkan diri.


**


"Ughkk kepalaku!" ketika membuka mata Nang In secara reflek langsung terbangun, sakit kepala langsung menyerangnya.


"Sebaiknya kau tetap berbaring"


Menoleh ke arah samping ia menemukan Lin Yue yang sedang meracik sebuah obat di botol giok.

__ADS_1


"Terima kasih Guru"


"Tidak masalah, minum ini" Lin Yue memberi sebotol giok, Nang In pun dengan sigap meminumnya, "Aku sudah memberi hukuman kepada Tua Bangka itu karena membiarkan kau berburu seorang diri"


"Uhhuukkk-"


Mendengar hal itu Nang In langsung tersedak.


Nang In mengingat bagaimana Fire Monkey dengan tinggi 9 meter dibunuh hanya dengan sekali serang membuat bulu kuduknya merinding. Meskipun Lin Yue tidak akan sekejam itu, namun ia sedikit merinding jika membayangkan hukuman apa yang diberikan Lin Yue kepada Zhou Jin.


Dan kejadian tadi memberi peringatan keras kepada Nang In agar tidak boleh membantah perintahnya, apalagi membuatnya marah!


"In'er, untuk sekarang kau fokus kepada kesehatanmu, jika perlu apa - apa kau bisa memanggilku" setelah mengatakan itu Lin Yue keluar dari rumah.


"Baik Guru"


Hampir seluruh tubuh Nang In terbalut oleh perban putih, termasuk setengah wajahnya, menghadapi puluhan Demonic Beast yang bisa memuntahkan api tentu resikonya adalah terkena luka bakar, bahkan bisa saja mati terpanggang.


Setelah tiga hari, Nang In membuka perban, ia ingat betul jika ia menerima banyak luka sayatan dan luka bakar, tetapi sekarang, tubuhnya benar - benar bersih dari goresan, bahkan setengah wajahnya yang terkena luka bakar telah sembuh dalam waktu singkat, hal ini terjadi karena yang merawatnya adalah Tabib nomor satu di Benua Surga Utara.


Nang In keluar dari rumah, mentari pagi langsung menyilaukan kedua matanya, di dekat Laut, Lin Yue sedang memanggang sate berukuran jumbo, di sampingnya terlihat Zhou Jin yang wajahnya tertutupi oleh lebam.


Tampaknya Lin Yue benar - benar memberikan layanan khusus kepada Pria Tua itu!


Nang In menghampiri keduanya, Lin Yue memberi Nang In banyak daging untuk memulihkan tenaganya, sedangkan Zhou Jin, ia dipaksa Lin Yue untuk meminta maaf kepada Nang In, Pria Tua itu pun menurutinya.


"Nak muawafkan Akuw"

__ADS_1


Mulutnya yang tertutupi lebam membuat Zhou Jin kesulitan untuk berbicara, setidaknya Nang In masih mengerti jika Zhou Jin sedang meminta maaf.


Duag!


"Berhenti berbicara, kau membuat telingaku sakit!" Lin Yue menambahkan satu benjolan di kepala Zhou Jin.


Padahal yang meminta Zhou Jin bicara adalah Lin Yue, namun ketika bicara ia malah kena pukul, Pria Tua itu hanya bisa pasrah dengan sikap labil istrinya, tampaknya masih marah karena telah membahayakan nyawa Nang In.


Melihat tingkah laku Gurunya, Nang In tertawa kecil, benar - benar suasana yang menyenangkan.


"In'er, Suamiku sudah menyimpan semua Demonic Core milik White Monkey yang telah kau bunuh di dalam cincin ini"


Lin Yue memberi Nang In sebuah space ring, "Setelah makan, pastikan kau menyerap habis Demonic Core yang ada di dalam cincin itu"


"Baik Guru" Nang In menerima cincin tersebut lalu memakainya di jari telunjuk.


Selain daging dan organ tubuhnya yang mempunyai khasiat bagus untuk tubuh, kulit dari Demonic Beast bisa digunakan sebagai pakaian, taringnya bisa dijadikan sebagai senjata dan bagian yang paling berharga dari Demonic Beast ialah Demonic Core.


Demonic Core merupakan tempat inti dari Demonic Beast dalam menyimpan qi. Demonic Core umumnya berbentuk cristal biru terang, semakin kuat Demonic Beast tersebut semakin banyak pula qi yang tersimpan di dalamnya, biasanya seorang Cultivator meningkatkan tingkat Kultivasi dengan menyerap Demonic Core.


**


Selesai makan, Nang In pergi ke Danau Langit Biru, di bawah pohon besar yang rindang, tepatnya di atas sebuah batu, Nang In duduk bersila sambil memiringkan wajahnya.


"Apa benar aku membunuh Kera Putih sebanyak ini?"


Nang In menggaruk kepala, di depannya terpampang jelas Demonic Core yang begitu banyak hingga membentuk sebuah gunung kecil. Nang In memang membunuh banyak White Monkey , namun ia sedikit ragu jika hasil buruannya bisa mendapatkan Demonic Core sebanyak ini!

__ADS_1


Tidak ingin mengambil pusing, Nang In mulai menyerap Demonic Core satu persatu. Beberapa waktu telah berlalu, Nang In selesai menyerap semua Demonic Core tanpa sisa, kini tingkat Kultivasinya naik hingga ke tingkat...


Qi Gathering tingkat 5.


__ADS_2