Road To Immortality

Road To Immortality
Pertarungan di Eternal Flame Clan V


__ADS_3

"In'gege! bertahanlah!" teriak Qiau Mey sambil bergegas ke arah Nang In yang sedang ditusuk oleh Bong Lu.


"Ada apa bocah? di mana kepercayaan dirimu Hahahaha!" Bong Lu tertawa gila sembari mengeluarkan basic spirit petir dari tangannya lalu menyambarkannya kepada Nang In.


"Bagaimana apa kau merasa sakit? biar ku tambahkan rasa sakitmu!" Bong Lu mengalirkan basic spirit petir pada tubuh Nang In membuat pemuda itu mengejang.


Qiau Mey yang melihat itu justru menghentikan langkahnya, entah sejak kapan kabut dingin kembali muncul di sekitar arena, butuh beberapa saat hingga Bong Lu menyadari adanya kabut es.


"Kabut?" Bong Lu melihat ke arah sekitar yang mulai tertutupi kabut, wanita itu menyadari sesuatu lalu melihat ke arah pemuda di depannya dengan tatapan terkejut, "Kau! bagaimana bisa-?!"


Tubuh Nang In yang berlubang karena tusukan Bong Lu perlahan merapat dengan es, wanita itu terkejut karena tubuh Nang In membiru dan berubah menjadi patung es, ketika hendak menarik tangannya kembali kabut es sudah menutupi pandangannya.


Swosh!Crack!


Di tengah kabut es itu muncul bongkahan es yang menjulang tinggi ke angkasa membekukan Bong Lu, Nang In menampakkan dirinya sesaat lalu kembali menyatu dengan kabut es. Qiau Mey yang sudah mengetahui rencana Nang In bergerak menuju tempat kursi penonton, di sana terjadi pertarungan antara Cultivator aliran hitam dan anggota Klan Song.


"Aku mulai di sini, Mey'er lakukan sesuai rencana!" Nang In muncul dari kabut es yang perlahan memudar sembari menyerang Cultivator aliran hitam yang berada di kursi penonton.


"Baik In'gege!" Qiau Mey melakukan hal yang sama, gadis itu melumpuhkan setiap musuh yang ada disekitarnya dengan mudah tanpa menggunakan banyak gerakan.


"Kerja bagus Mey'er!" setelah Qiau Mey melemahkan mereka semua, Nang In membunuh mereka dengan cepat, dalam hitungan detik Nang In sudah membunuh sebagian Cultivator aliran hitam yang berada di kursi penonton.


"Bunuh bocah itu!"

__ADS_1


"Jangan biarkan dia berlaku semena - mena!"


"Halangi! Siksa dia!"


"..."


Para Cultivator aliran hitam yang melihat rekan - rekannya dibunuh dengan kejam oleh Nang In mulai menargetkan pemuda itu, bukannya merasa takut atau gentar Nang In justru menyeringai lebar.


"Seharusnya kalian merasa bangga karena akan digunakan sebagai tumbalku!" gerakan Nang In makin cepat setiap saatnya, pemuda itu dengan gesit membunuh banyak musuh dalam kedipan mata.


Mayat musuh yang menggenang di sekitar kursi perlahan mengeluarkan qi merah lalu merasuki tubuh Nang In, mata pemuda itu semakin memerah, gerakannya menjadi semakin cepat dari sebelumnya.


"In - In'gege!" Qiau Mey terkejut karena Nang In dapat membunuh musuh - musuhnya dengan kejam, yang membuatnya lebih terkejut adalah Nang In melakukan pembunuhan sembari tersenyum bahagia.


Qiau Mey tidak lagi terfokuskan pada Nang In karena bongkahan es raksasa yang membekukan Bong Lu hancur memperlihatkan wanita itu yang mengeluarkan qi berwarna biru di tubuhnya. Basic spirit petir menari - nari di kedua tangannya.


"Bocah! kali ini kau membuatku-" belum sempat Bong Lu menyelesaikan ucapannya ia terkejut karena melihat Nang In hampir membunuh sebagian besar pasukannya, terlebih lagi Pemuda itu membunuh dengan ekspresi bahagia di wajahnya.


"Jadi bocah itu mempunyai sisi seperti ini? menarik!" Bong Lu menyeringai lebar, "Aku semakin ingin membunuhmu" pedang besar di tangannya digenggam erat, wanita itu melesat ke arah Nang In dengan cepat. Namun sebelum wanita itu mengenai Nang In, Qiau Mey menyerangnya dari sisi samping.


"Jurus Pedang Emas - Tebasan Cahaya!"


Slash!

__ADS_1


Qiau Mey menciptakan dua bilah cahaya dari tebasannya, Bong Lu mengayunkan pedangnya menciptakan hembusan angin yang menghancurkan serangan Qiau Mey, tidak berhenti dengan satu jurus, Qiau Mey memperpendek jarak dengan jurus langkah kilat kemudian menyerang dengan salah satu jurus Heaven Moon Sect.


"Lemah!" Bao Lu kembali mengayunkan pedangnya, menghempaskan Qiau Mey dengan mudah hingga terpental jauh, "Sepertinya sebelum mengakhiri pemuda itu aku harus membunuhmu terlebih dahulu gadis kecil"


Bong Lu menyeringai lebar mendekati Qiau Mey, namun sebelum wanita itu sampai sebuah es yang berbentuk jarum terbang ke arahnya.


"Cih mengganggu!" Bong Lu memutar tubuhnya lalu menghancurkan jarum - jarum es dengan mudah, wanita itu melihat ke arah tertentu, lebih tepatnya melihat ke arah seorang gadis cantik berambut putih. Gadis itu adalah Bai Luinha.


"Bukankah kau?" Qiau Mey terkejut dengan kedatangan Bai Luinha, gadis itu bahkan tidak pernah berbicara dengannya sebelumya.


"Aku tidak tau kenapa kau rela mengulur waktu untuknya, tapi mengingat kau begitu nekat ingin melawan wanita itu seorang diri, sepertinya dia mempunyai rencana" ucap Bai Luinha lewat telepati, gadis itu menebak bahwa Qiau Mey sedang mengulur waktu untuk Nang In agar dapat mengalahkan Bao Lu, "Apa yang dia rencanakan?"


"In'gege memintaku untuk mengulur waktu agar dia bisa mengurangi jumlah musuh!" jawab Qiau Mey lewat telepati.


"Lalu apa yang terjadi jika dia dapat mengurangi jumlah musuh?" Bai Luinha kembali bertanya.


"Itu hal yang sulit dijelaskan dalam waktu yang singkat, tapi dengan itu In'gege dapat mengalahkan wanita itu!" ucap Qiau Mey lewat telepati.


"Baiklah kalau begitu aku akan membantu, lagi pula sepertinya ini menarik!" Bai Luinha tersenyum lebar, gadis itu sepertinya merasa tertantang dengan lawan yang ada di depannya, "Namamu Qiau Mey bukan? ayo kita tahan dia, tidak! akan lebih baik jika kita bisa mengalahkannya"


"Benar kita bisa mengalahkannya!" Qiau Mey tersenyum kemudian kembali memasang kuda - kudanya.


"Kalian ingin membunuhku? Hahahaha konyol sekali! apa kalian pikir kalian mampu!?" ucap Bong Lu dengan nada mengejek, karena kemampuannya yang lebih tinggi dari Bai Luinha dan Qiau Mey membuat wanita besar kepala.

__ADS_1


"Baiklah ayo mulai!" Bai Luinha dan Qiau Mey berseru secara bersamaan, mereka berdua berlari ke arah Bao Lu.


__ADS_2