
"Beraninya orang itu menyerang Tuan muda!" raut wajah Genjou berubah menjadi gelap melihat Nang In melepaskan serangan ke arah tuannya, Genjou langsung bergerak ke arah Nang In namun saat itu juga sebuah tombak menembus perutnya.
Jleb!
"Apa kau merasa cukup hebat hingga kau mengalihkan pandangan dari lawanmu!" Mei Muo muncul dari belakang Genjou lalu menusuknya.
"Sialan! apa ini perbuatan dari aliran putih?!" Genjou menengok ke arah belakang dengan tatapan kebencian.
"Lucu sekali kau masih membicarakan itu disaat puluhan nyawa kau injak tanpa rasa bersalah!" Mei Muo menekan tombaknya membuat perut Genjou berlinangan darah berwarna ungu, "Kau harus membayar atas semua perbuatanmu! Southern Spear Art - Lightning Strike!"
Brat!
Tombak Mei Muo memunculkan petir lalu menyambar tubuh Genjou membuat pria setengah laba - laba itu berteriak kesakitan.
"Setelah membunuhmu, aku akan melakukan hal yang sama pada kakak dan tuanmu!" ucap Mei Muo membisikkan di telinga Genjou lalu menyeringai kejam, ekspresinya saat ini lebih mirip Cultivator aliran hitam yang harus darah dibandingkan Cultivator aliran putih.
Mendengar perkataan itu membuat Genjou teringat sebuah ingatan di mana tuannya yang telah menyelamatkannya dari dunia yang penuh dengan siksaan, sejak saat itu ia sudah bersumpah untuk terus mengikuti Liiu Xingsheng hingga akhir, menggertakan giginya ekspresi Genjou menjadi lebih dingin.
"Tidak ada pilihan lain!"
Ditengah sambaran petir yang menggeliat, qi bewarna merah tiba - tiba merembes keluar dari tubuh Genjou sontak membuat Mei Muo terkejut, ia ingin menjaga jarak namun sebuah energi yang begitu besar menghantamnya.
"Qi bewarna merah, kali ini apa lagi?" Mei Muo menjadi lebih waspada, terutama qi bewarna merah tersebut menelan habis petirnya.
Tidak lama dari itu tubuh Genjou membesar, kulitnya menghitam muncul urat - urat berwarna ungu, rambutnya memanjang dan matanya berubah menjadi warna merah bahkan air liurnya menetes selayaknya hewan buas, sosoknya kini terlihat lebih menyeramkan dari sebelumnya.
"Kali ini kau benar - benar akan ku bunuh tua bangka!"
Sepasang mata merah melirik ke arah Mei Muo dengan tatapan haus darah, qi bewarna merah langsung menyebar di sekitar area membuat tubuh Mei Muo bergetar hebat.
**
Sementara itu, serangan yang Nang In lepaskan dapat ditahan dengan mudah oleh Liiu Xingsheng.
"Tuan, anda seharusnya tidak perlu turun tangan, aku sanggu-"
"Tidak! kita akan terluka cukup parah jika terkena serangan itu!"
Liiu Xingsheng langsung menyela ucapan Luoyu, "Orang itu berbahaya, kau harus berhati-hati!"
__ADS_1
"Baik Tuan!"
Serangan yang sebelumnya Nang In lepaskan memerlukan qi yang lumayan banyak dan konsentrasi yang begitu besar karena mengompres petir disekitar lalu dilepaskan dengan cepat, hal itu cukup membuat Nang In kelelahan karena bagaimanapun ia masih belum terbiasa menggunakan basic spirit petirnya.
"Benda putih itu tulang?" Heng Luo mengerutkan keningnya ketika melihat benda putih raksasa yang menahan serangannya.
"Sepertinya begitu!" ucap Nang In sembari mengamati lebih jauh
"Luoyu kau urus pria tua itu" Liiu Xingsheng melirik ke arah Nang In tatapan haus darah, "Aku akan mengurus anak itu!"
"Sesuai keinginanmu Tuan" Luoyu dan Liiu Xingsheng bergerak cepat ke arah Nang In dan Heng Luo.
Nang In menciptakan sebilah pedang dari es sedangkan Liiu Xingsheng, ia menarik sesuatu dari balik punggungnya, benda putih bersih yang tampak tajam, benda itu seperti sebuah tulang namun dengan ujung yang mengerucut.
Liiu Xingsheng mempunyai kemampuan memanipulasi tulang yang ada di dalam tubuhnya, ia bebas mengeluarkan, memperbanyak, memperbesar tulang ditubuhnya, dengan kata lain seluruh kerangka yang ada di dalam tubuhnya merupakan senjata baginya.
KLANG!
Kedua senjata berbenturan, Nang In dan Liiu Xingsheng menyerang satu sama lain dengan ketrampilan berpedang mereka masing - masing.
"Kau punya senjata yang cukup menarik!" ucap Nang In sembari melancarkan serangan, keduanya bertukar serangan lebih dari puluhan gerakan. Tidak menjawab pertanyaan Nang In, Liiu Xingsheng justru memperumit permainan pedangnya membuat goresan kecil di beberapa bagian tubuh Nang In.
"Keterampilan berpedangnya lebih baik dariku, kalau begitu" gumam Nang In dalam hati lalu mempercepat ayunan pedangnya, Liiu Xingsheng pun melakukan hal yang sama, ia mempercepat gerakan berpedangnya namun gerakan Liiu Xingsheng lebih cepat darinya.
Nang In memperpendek jarak lalu kedua tangannya diletakkan di tanah, "Ice Magic - Ice Flush!"
Berawal dari Nang In sebagai pusatnya, puluhan es yang begitu runcing mengarah cepat ke arah Liiu Xingsheng.
Di depan tatapan terkejut Nang In, Liiu Xingsheng melakukan hal yang sama, ia meletakkan kedua telapaknya di tanah.
"Bone Magic - Clash of Fangs!"
Tulang belulang yang tak terhitung jumlahnya muncul dari dalam tanah melesat menghancurkan serangan es Nang In.
Nang In berdecak tidak puas lalu menciptakan busur dari es, melakukan gerakan memanah, panah yang tercipta dari petir ditembakkan secara beruntun, tidak hanya itu Nang In menembakkan panah berelemen api.
"Lightning Magic - Lightning Arrow!"
"Fire Magic - Fire Arrow!"
__ADS_1
"Bone Magic - Shoot Forefinger!"
Liiu Xingsheng menunjukkan jari telunjuknya ke arah serangan yang datang ke arahnya, lalu keluar benda kecil dengan kecepatan tinggi menghancurkan panah berelemen petir dan api milik pemuda itu bahkan membuat lubang kecil di bahu Nang In.
"Kau menembakkan tulang jarimu?!" Nang In melebarkan mata ketika mengetahui yang mengenainya adalah sebuah tulang jari!
Darah merah mengalir disekujur tubuh Nang In, segera ia menutupi lukanya dengan basic spirit es lalu bergumam, "Baik dari segi kecepatan, teknik maupun kekuatan, orang ini lebih kuat dariku, tapi bagaimana dengan serangan berskala besar!"
Tubuh Nang In tertutupi es, Liiu Xingsheng yang menebak bahwa Nang In ingin melancarkan serangan dalam skala besar langsung bergerak, sebelum Nang In mengayunkan tangannya untuk menciptakan badai es, sebuah taring panjang menembus perutnya.
Jleb!
"Sialan-" belum sempat Nang In berteriak karena kesakitan, Liiu Xingsheng memunculkan taring di bagian tubuh bagian atasnya lalu memanjangkan hingga menekan tubuh Nang In.
"Seharusnya dengan kemampuanmu yang sekarang kau sudah mampu bersaing dengan salah satu terbaik dari 11 Golden Star, tapi kenapa aku tidak pernah mengetahui tentangmu?" tanya Liiu Xingsheng tanpa mengubah ekspresi wajahnya.
Menurut Liiu Xingsheng akan aneh jika pemuda sekuat Nang In tidak terkenal dan tidak masuk dalam 11 Golden Star mengingat kekuatannya yang sudah mencukupi persyaratan itu, kecuali tingkat kultivasinya yang hanya sampai di Qi Gathering 12.
"Sungguh aku tidak mengerti!" dengan ekspresi menahan sakit, Nang In mencengkram bahu Liiu Xingsheng lalu dari tubuhnya mengeluarkan duri - duri es yang panjang , "Apa yang kau ucapkan!"
Jleb!Jleb
Seperti landak yang menembakkan duri ke arah musuh yang mengancamnya, Nang In melakukan hal yang serupa ia menembakkan duri - duri es ke arah pemuda di depannya membuat tubuh pucat Liiu Xingsheng terluka.
Meski sekujur tubuhnya penuh luka, Liiu Xingsheng sama sekali tidak merubah ekspresi wajahnya seakan ia tidak merasakan sakit, pemuda itu tiba - tiba menyodorkan tangannya ke arah Nang In, membuat pemuda itu terkejut.
"Kau kuat, bergabunglah denganku! penuhi ambisiku untuk melahap dunia ini!"
Liiu Xingsheng menatap Nang In dengan tatapan penuh keyakinan, sorot matanya menggambarkan tekad membuat tubuh Nang In sedikit gemetar.
"Pfffft! hahaha!"
Nang In tertawa lantang mendengar ucapan pemuda di depannya, sontak suara tawanya yang begitu keras membuat para Cultivator yang sedang bertarung melirik ke arahnya, mengira bahwa pemuda itu orang gila!
"Kau bilang ingin melahap dunia? hahaha jangan bercanda!" Nang In tertawa, ekspresi pemuda itu seperti sedang memandang rendah sesuatu yang sangat busuk, "Dunia tidak seindah kisah yang kau bayangkan sebelum ingin tidur, sadarlah orang naif! mimpimu itu tidak akan pernah tercapai!"
Dikalimat terakhir Nang In mengencangkan suaranya, menutupi wajahnya dengan telapak tangan, ia kembali tertawa lalu berkata, "Namun jika dimasa depan kelak kau mampu melakukannya, aku Nang In! orang pertama yang akan membunuh diriku sendi-
Jleb!
__ADS_1
Belum sempat Nang In menyelesaikan ucapannya, Liiu Xingsheng menusuk dada pemuda itu dengan taring besar miliknya.
"Kau tidak perlu repot - repot untuk membunuh dirimu sendiri" mata Liiu Xingsheng berkilat dingin, "Karena aku yang akan melakukannya sendiri!"