
Demonic Beast berbentuk kadal raksasa terjatuh dari langit, memamerkan gigi tajamnya lalu menggigit tempat Nang In berdiri, seketika tanah tersebut hancur sekaligus terbakar.
Nang In yang sudah menghindari serangan tersebut menyipitkan mata, bukan terkejut karena serangan Kadal Berapi yang mematikan, melainkan di dahi hewan tersebut terdapat delima merah berukuran kepala orang dewasa melekat padanya.
Nang In tersenyum seakan menyadari sesuatu, "Jadi ini harta tersimpan yang dimaksudkan oleh Guru?"
Fiery Lizard menggelengkan kepala membersihkan reruntuhan di kepalanya, mata haus darahnya melirik ke arah Nang In yang berdiri tepat di depannya dengan tenang, sangat tenang.
"Khuaakkk!"
Dengan mulutnya yang dipenuhi taring berliur sekaligus percikan api, Fiery Lizard melesat dengan ganas ke arah Nang In, ketika beberapa jengkal lagi menyentuh Nang In.
Swosh!
Suhu udara di tempat itu turun dengan sangat drastis, uap dingin memenuhi daratan, dalam sekejap tubuh Fiery Lizard berhenti bergerak seakan membatu, hewan tersebut berubah menjadi patung es yang seperti dipahat oleh seniman berbakat.
Nang In menghela nafas, uap dingin keluar dari mulutnya, menatap kadal raksasa di depannya dengan tatapan heran, "Ayolah, apakah demonic beast tingkat Earth Foundation selemah ini?"
Fiery Lizard merupakan demonic beast tingkat Earth Foundation Low - Stage, mempunyai ukuran 20 meter dengan kulit hitam tebal dihiasi loreng berwarna merah berapi, selain giginya yang keras seperti logam, mulutnya mampu menyemburkan api yang bisa melelehkan batu, hewan iblis tersebut dikatakan sebagai penguasa Gunung Kekosongan, tentu lebih kuat dari Fire Monkey, jadi dia yakin serangan es lemah seperti itu tidak akan membuatnya tumbang.
Dan benar, beberapa saat kemudian, patung es Fiery Lizard sedikit bergetar lalu retak dan hancur, memperlihatkan ekspresi murka sekaligus lapar Kadal jelek itu!
"Khuakkkkk!"
Nang In tersenyum kecil, sesuai dugaannya, Penguasa Gunung Kekosongan tidak mungkin selemah itu.
Fiery Lizard membuka mulutnya, bola api raksasa memenuhi rahangnya, seketika hewan itu memuntahkannya ke arah Nang In.
Wosh!
__ADS_1
Nang In dengan mudah menghindar dengan melompat ke belakang, namun serangan berikutnya datang. Puluhan bola api berukuran kecil melayang disekitar Kadal Berapi lalu menghujani Nang In dengan cepat.
Duar! Duar! Duar!
Bagaikan meteor yang menghantam bumi, bola api Fiery Lizard meledakan segalanya yang berada di bawah.
Setelah rentetan ledakan telah berakhir, kabut menghilang berganti dengan asap tebal yang menutupi, puluhan kawan berukuran kecil terbentuk karena ledakan tadi.
Dengan tatapan haus darah, Fiery Lizard menelisik ke dalam asap hitam mencari keberadaan Nang In.
"Ssssstttt!"
Fiery Lizard mendesis pelan, meski dengan penglihatannya yang menembus asap dan indra penciuman yang tajam, hewan iblis tersebut jelas merasakan Nang In ada disekitarnya namun tidak bisa menebak keberadaannya, hal itu membuatnya bingung.
Di tengah kebingungan itu suara nampak dingin terdengar, Nang In seketika muncul disebelah kepala Fiery Lizard, "Mencariku?"
"Khuakk!"
Nang In tersenyum mengejek sembari Mengalirkan qi di tangan kanannya, "Tentu tidak semudah itu"
Duar!
Sebelum bola api itu dimuntahkan keluar, Nang In lebih dulu memukul pipi kadal raksasa tersebut hingga tersungkur membentur tanah.
Fiery Lizard yang dipukul begitu keras merasakan sakit langsung bangkit untuk menyerang balas, namun detik itu juga Nang In kembali menghilang dari penglihatannya.
Beberapa saat kemudian Nang In muncul tiba - tiba, kali ini dia muncul dari atas kepala Fiery Lizard lalu.
"Fire Magic - Meteor Kick"
__ADS_1
Duar!
Kaki Nang In yang terselimuti api menghantam keras kepala Fiery Lizard hingga membentur tanah, bahkan terdengar suara retakan dari kepalanya.
Sebenarnya Nang In tidak benar - benar menghilang atau bergerak dengan cepat, dia hanya menyelimuti kedua tangan dan kakinya dengan api lalu terbang ke tempat titik buta Kadal Berapi, tentunya dia melakukan semua ini tidaklah mudah, namun tujuh tahun telah berlalu dan dia berhasil terbang hanya dengan meningkatkan suhu tinggi, menciptakan jurus seperti itu diusianya yang belum dewasa, merupakan prestasi yang luar biasa, tentu membuat kedua Gurunya tercengang!
Selain itu jurus tendangan yang Nang In gunakan barusan terinspirasi dari jurus Fiery Lizard yang memunculkan puluhan meteor lalu menjatuhkannya dengan gila, Nang In menirunya dengan menjadikan dirinya sebagai meteor itu sendiri. Melompat ke udara, bermanuver lalu menukik tajam dengan memfokuskan basic spirit api di kakinya, tekanan udara membuat api dan kekuatan tendangannya meningkat drastis.
Melihat Kadal Raksasa tersebut tergeletak tak sadarkan diri, Nang In memunculkan sebilah pedang lalu memotong leher Fiery Lizard dengan cepat dan rapi.
Tidak lupa Nang In mengambil permata merah di dahi Fiery Lizard, "Bahkan dengan serangan tadi sama sekali tidak menggores batu ini?"
Serangan terakhir Nang In sengaja mengarahkan pada kepala Fiery Lizard, lebih tepatnya mengarah pada permata merah di dahinya, dengan alasan memastikan ketahanan permata tersebut.
Jika benar delima merah itu adalah harta tersimpan yang dimaksudkan oleh Zhou Jin, tentu kualitasnya jauh lebih keras dari demonic core biasa dan terbukti. Delima merah ini memang bukan permata biasa!
"Hmm Guru pasti bangga dengan-"
Ucapan Nang In tercekat karena terkejut dengan apa yang dia lihat di depannya.
Asap hitam yang menghilang memperlihatkan portal raksasa berwarna biru berputar di pintu gua yang membentuk sebuah gerbang, gua tersebut dihiasi dengan akar - akar menjalar di mana - mana, di samping pintu gua terdapat dua kristal berukuran tubuh anak kecil yang memancarkan qi berwarna biru.
Nang In jelas mengetahui portal tersebut karena tujuan utama dirinya menaiki Gunung Kekosongan adalah untuk portal ini.
"In'er"
Perhatian Nang In terpecahkan ketika terdengar suara yang memanggil namanya. Nang In jelas mengetahui suara siapa itu, melirik ke sumber suara, dia melihat kedua Gurunya yang berjalan ke arahnya.
"Kau sudah siap?" Lin Yue bertanya dengan senyum di wajahnya.
__ADS_1
Nang In sedikit menunduk, tangannya sedikit mengepal, "Apa memang harus seperti ini Guru?"
Entah kenapa ekspresi Nang In mengisaratkan kesedihan yang mendalam.