
"Hey - hey apa yang ingin kau lakukan! aku hanya seorang penonton?" Sosok berjubah merah terkejut ketika Nang In menuju ke arahnya dengan niat yang kurang bersahabat.
Duar!
Nang In melepas pukulan yang menimbulkan ledakan yang begitu besar, membuat asap mengepul disekitarnya, setelah asap menghilang ia terkejut karena Sosok berjubah merah telah menghilang dari tempat berdiri sebelumnya.
"Kemana dia pergi?!" Nang In melirik ke arah sekitar mencari sosok tersebut.
"Mencariku?"
Menoleh ke sumber ia melihat orang yang ia cari sedang berjongkok di atas dahan pohon tidak jauh darinya.
Duar!
Sementara itu ledakan yang begitu dahsyat kembali terjadi tepat di belakang mereka, ledakan itu berasal dari Weiheng yang menghancurkan bongkahan es raksasa dengan sekali pukul.
"Kenapa?! kau menghindarinya!?" Weiheng berteriak kesal kepada Nang In.
"Manusia bodoh mana yang mau menerima serangan sadis seperti itu!" ucap Nang In sambil menggeleng ringan, "Kenapa kita tidak menghentikan pertarungan yang sia - sia ini?"
"Kenapa, bukankah ini menyenangkan?" Weiheng memiringkan wajahnya dengan ekspresi bodoh.
Nang In menghela nafas, "Apa kau tidak pernah berpikir, jika salah satu dari kita terluka parah, orang itu pasti akan mengambil kesempatan untuk membunuh kita?" Nang In menunjuk ke Sosok berjubah merah.
"Tidak! aku tidak pernah berpikir begitu, bagiku asalkan dapat bertarung, itu sudah cukup bagiku!" ucap Weiheng dengan santai, sama sekali tidak memikirkan konsekuensi yang akan diterima.
Melihat pria besar yang hanya mengandalkan otot namun tidak menggunakan otaknya membuat Nang In menghela nafas, jelas yang ada di isi kepala pria itu hanyalah pertarungan dan tidak mempedulikan apa pun.
"Kalau begitu kenapa kau tidak melawannya, orang itu mungkin jauh lebih kuat dariku" ucap Nang In menunjuk Sosok berjubah merah.
"Setelah memastikan kematianmu!" Weiheng menyeringai, "Giliran aku akan membunuh orang itu!"
"PFFFTT HAHAHAHAHA kau ingin membunuhku? konyol sekali!" Sosok berjubah tertawa namun kemudian ekspresinya menjadi lebih serius, ia melepaskan aura pembunuh yang membuat tubuh Nang In dan Weiheng berlutut dengan sendirinya, "Lakukan jika mampu!"
Weiheng yang ditimpa aura pembunuh yang begitu pekat berontak untuk bangun, begitu pun dengan Nang In, keduanya mengeluarkan aura nya yang berhasil mengalahkan aura Sosok berjubah merah.
"Hahahaha mengesankan! aku tertarik dengan kalian, bagaimana jika kalian masuk ke dalam sekteku?" Sosok berjubah merah melebarkan kedua tangannya, "Khususnya kalian para jenius, kami akan memperlakukan kalian sebaik mungkin, harta, wanita apa pun itu akan kami kabulkan asalkan-"
__ADS_1
"Tidak, terima kasih!" Nang In langsung menolak dengan ekspresi datar.
"Tentu aku menolak! apa yang aku inginkan adalah bertarung dan terus bertarung!" Weiheng menggeleng kepala, "Bergabung ke dalam sekte, jelas bukan gayaku!"
"Pria bodoh ini!" Nang In berseru dalam hati mendengar jawaban konyol dari pria besar di sampingnya.
"Jika itu mau kalian, maka!" Sosok berjubah merah melepaskan aura pembunuh yang lebih pekat dari sebelumnya, "Kalian akan mati!"
Nang In dan Weiheng langsung berlutut di tempat, sekujur tubuh mereka gemetar seperti ditindih batu yang begitu besar. Sementara para pengunjung yang melihat langsung melarikan diri tidak sedikit dari mereka yang pingsan akibat terkena aura tersebut.
"Ba - Bagaimana bisa dia mengumpulkan aura pembunuh sebanyak ini, seberapa banyak orang yang sudah ia bunuh!" Nang In mencoba untuk bangkit, ia mengeluarkan qi putihnya membuat perlahan dapat berdiri.
"HAHAHAHAHA menarik! aku bahkan tidak bisa berdiri! teruskan, tunjukan padaku lebih banyak kekuatanmu!" Weiheng tertawa lepas sambil mencoba untuk berdiri, ekspresi pria itu nampak begitu gila.
"Perlu kalian tau, aku tidak menerima penolakan jadi!" mata Sosok berjubah merah berkilat dingin, "Kalian punya dua pilihan, terima tawaranku atau mati!"
Sosok berjubah merah menambahkan aura pembunuhnya membuat Nang In yang hampir berdiri, kembali berlutut sementara Weiheng, pria itu sudah mencium tanah, namun tetap bersikeras untuk bangkit.
"Sudah ku bilang, aku menolak!" ucap Nang In dengan tegas, pemuda itu kembali memancarkan qi bewarna putih yang lebih besar dari yang ia keluarkan sebelumya.
"Tidak ada yang boleh mengaturku!" ucap Weiheng dengan ekspresi gila, di belakang pria itu kembali muncul sosok beruang yang terbuat dari aura ungu, setelah aura tersebut masuk, tubuh Weiheng bertambah besar dengan urat - urat yang menegang.
Namun meski Nang In dan Weiheng menggabungkan aura mereka, aura Sosok berjubah merah perlahan menekan aura keduanya.
"Ini tidak berhasil!" Nang In melirik ke arah Weiheng, "Hei pria bodoh, jangan menjadi beban! cepat kau tingkatkan qi mu hingga menyamai qi milikku!"
"Apa maksudmu?! apa kau tidak melihat pancaran qi milikku yang hebat ini!?" Weiheng berteriak kesal.
Pertengkaran keduanya membuat aura yang dilepaskan Sosok berjubah merah menjadi lebih unggul, namun pada saat sebelum aura Nang In dan Weiheng dilenyapkan.
Wush!
Muncul aura bewarna merah muda yang menghantam aura mereka bertiga hingga lenyap, aura tersebut kembali muncul dari dalam penginapan menekan ketiganya, aura itu berasal dari seorang Cultivator di tingkat Earth Fondation Low - Stage, perlahan meningkat hingga ke Earth Fondation - High - Stage, terus meningkat hingga Sky Fondation Low - Stage dan berhenti di ranah Sky Fondation Mid - Stage!
"Sepertinya ada ahli Sky Fondation yang sedang mengawasi kita!" ucap Sosok berjubah merah.
"Hahaha ternyata ada orang kuat lainnya, ini membuatku semakin bersemangat!" Weiheng berteriak dengan wajah yang penuh semangat.
__ADS_1
"Sepertinya kita kedatangan tamu yang tidak diundang" Sosok berjubah merah menengok ke arah tertentu membuat Nang In dan Weiheng menengok arah yang sama.
Mereka melihat wanita dengan pakaian tertutup berjalan keluar dari penginapan, rambut dengan cadar hitamnya membuat penampilannya semakin cantik dan terlihat semakin misterius, wanita itu adalah Niiu.
"Beraninya orang - orang rendahan seperti kalian membuat keributan di tempat ini, apa kalian tidak tau jika anakku sedang tertidur!?" ucap Niiu dengan nada kesal.
"Kenapa aku harus peduli dengan anakmu, lagi pula yang aku pedulikan hanyalah-"
BANG!
Niiu dengan cepat muncul di depan Weiheng lalu menendangnya dengan keras hingga terhempas sepuluh meter ke belakang.
"Kau!" Niiu melirik ke arah Sosok berjubah merah, "Sebaiknya tinggalkan tempat ini sekarang juga!"
"Hahahaha kenapa aku harus menuruti perkataanmu?" Sosok berjubah merah memiringkan kepalanya.
Kedua mata Niiu berkilat dingin, "Karena jika tidak, kau akan mati!" Niiu melepaskan aura pembunuh yang membuat Sosok berjubah merah berlutut.
Sosok berjubah merah melawan aura yang dikeluarkan Niiu dengan aura miliknya, namun ia sama sekali tidak mampu menandingi aura wanita tersebut, suara Niiu kembali terdengar.
"Ku bilang cepat tinggalkan tempat ini!" Niiu mengeluarkan lebih banyak aura pembunuh bukan hanya mengarahkan kepada Sosok berjubah merah namun kepada Nang In hingga membuatnya menempel di tanah.
"Baiklah, sepertinya ini hari keberuntunganmu karena aku memutuskan untuk tidak melawanmu" ucap Sosok berjubah merah lalu di belakang sosok itu muncul sebuah portal bewarna hitam dalam bentuk raksasa, "Tapi bukankah tidak sopan jika aku tidak memberi salam perpisahan?"
Wush!
Angin berhembus kencang dari dalam portal itu, pancaran qi yang begitu pekat memenuhi portal yang dipenuhi warna hitam.
Setelah beberapa saat sesuatu seperti kuku raksasa perlahan muncul dari kegelapan portal, bersamaan itu muncul bagian tubuh lainnya yaitu kepala makhluk yang mempunyai paruh tajam dan dua tanduk yang menjulang tinggi, kedua sayap raksasa yang lebar langsung membentang menutupi sekitarnya.
Sosok makhluk itu sepenuhnya keluar dari dalam portal, memperlihatkan seekor burung raksasa yang memekik begitu kencang membuat aura yang dilepaskan Niiu lenyap.
Kedua pupil merah langsung menatap Nang In dan Niiu, kemudian makhluk tersebut menatap ke arah Sosok berjubah merah seakan meminta izin.
"Tentu saja kau boleh memakan mereka Deisiy, justru itu tujuanku memanggilmu kemari" Sosok berjubah merah mengelus lembut dagu makhluk itu membuatnya mendengkur, nampak begitu menikmati.
"Sekarang turuti perintahku, bunuh mereka untukku!" setelah memberi perintah, Deisiy yang merupakan demonic beast berbentuk ayam langsung memekik dan menerjang ke arah Nang In dan Niiu.
__ADS_1
Sedangkan Sosok berjubah merah, ia memunculkan portal hitam di sampingnya, melakukan gaya pamitan khas bangsawan, lalu berkata.
"Selamat bersenang - senang!"