
Energi petir dalam jumlah besar menyambar Bong Lu hingga seluruh tubuhnya hampir terbakar sempurna. Wanita itu terjatuh dan pandangannya terarah pada seorang pemuda yang berdiri tidak jauh darinya sedang memegang busur bewarna hitam legam.
Bai Luinha yang terkejut dengan serangan tiba - tiba itu langsung menoleh ke sumber serangan, gadis itu langsung mengukir senyum manis diwajahnya.
"Kau sangat lama...!" setelah mengatakan itu Bai Luinha jatuh tidak sadarkan diri, Qiau Mey yang melihat teman barunya tidak sadarkan diri seketika ingin bergegas ke arahnya, namun karena dirinya yang sudah mencapai batas, gadis itu hanya bisa memasrahkannya kepada seorang pemuda berambut hitam.
Pemuda itu adalah Nang In, penampilannya sedikit berbeda dengan mata hitam dengan pupil bewarna merah darah, bagi Cultivator biasa, sosok pemuda itu seperti orang gila yang menggemari pembunuhan.
Selain qi berwarna merah hitam yang berkumpul disekelilingnya. Aura pembunuh yang begitu pekat menempel seolah - olah bagian dari dirinya.
"K - Kau! Bagaimana bi - bisa...!?" ucap Bong Lu dengan terkejut karena melihat Nang In yang berbeda dari sebelumnya, jika sebelumnya ia berada di Qi Gathering 12, kini pemuda itu sampai di titik Sky Fondation Mid - Stage, "Bagaimana bisa kau tumbuh secepat ini hanya dalam beberapa menit...!?"
Nang In tidak menjawab melainkan menghilang dari tempatnya dan muncul di depan Bong Lu sembari menendang perutnya.
"Apakah aku harus menjawab pertanyaan orang yang akan mati..?" dengan suara berat yang mengintimidasi, Nang In kembali muncul di depan Bao Lu lalu menginjak lengan kanan wanita itu.
"Meski aku tidak terlalu dekat dengan gadis aneh itu, namun dia menyelamatkan nyawa Mey'er, jadi sepertinya aku harus membalas budi...!" dengan tatapan dingin, Nang In menginjak lengan Bong Lu.
Crack!
"UKKHH...!" teriak Bong Lu dengan suara yang ditahan, kedua matanya melotot kepada pemuda yang menghancurkan tangan kanannya. "K - Kau akan tau akibatnya karena melakukan ini-"
Duar!
Nang In memukul wajah Bong Lu hingga tertanam di tanah, Nang In mengeluarkan pill buatannya kemudian memasukkannya ke dalam mulut Bai Luinha yang tidak sadarkan diri.
"Mey'er apa kau baik - baik saja?" ucap Nang In sembari mendekati Qiau Mey lalu memberikan healing pill kepada gadis itu.
__ADS_1
"In - In'gege, ada apa dengan aura seram yang begitu pekat itu...?" Qiau Mey terkejut dengan penampilan dan aura yang berbeda pada Nang In, namun gadis itu langsung teringat sesuatu saat berada di Heaven Moon Sect. "Jadi itu sosok lain dari In'gege yang sempat menciderakan para Tetua?" gumamnya dalam hati.
"Telan ini, pill ini akan menyembuhkan luka - lukamu" ucap Nang In sembari memberikan pill kepada Qiau Mey.
"Terimakasih In'gege..." Qiau Mey langsung menelan pill pemberian Nang In, "Apa yang ingin kau lakukan In'gege?"
"Membersihkan kekacauan ini" ucap Nang In tanpa menoleh. Menginjak kepala Bong Lu dengan tatapan merendah, pemuda itu bertanya dengan suara dingin.
"Ada kata - kata terakhir...?"
"Ciuh! beraninya bocah rendahan sepertimu mengancam - ukhgg...!" Bong Lu menjerit kesakitan karena Nang In menekan punggungnya hingga terdengar tulang yang tergeser dari tempatnya.
"Sepertinya aku harus menunjukkan kenyataan padamu saat ini...!" Nang In mengeluarkan sedikit qi bewarna merah gelap dari tangan kanannya.
Prok! Prok! Prok!
"Hebat, hebat, hebat! tidak ku sangka ada pemuda menarik sepertimu di tempat ini?" suara asing terdengar dari tempat kursi penonton, pemuda itu adalah Gomuy yang duduk santai dengan beberapa Cultivator aliran hitam yang berdiri di samping kanan dan kirinya.
"Benar Mey'er, dia juga pasti Cultivator aliran hitam yang sedang menyamar!" ucap Nang In dengan raut wajah serius, karena melihat riwayat pertandingan Gomuy yang jelas menyembunyikan kekuatannya.
Rupanya tatapan waspada tidak hanya ditunjukkan oleh Nang In, melainkan Bong Lu sendiri terang - terangan menunjukkan ekspresi ketidaksenangan melihat Gomuy, "Mau apa kau kemari!? bukankah kita sudah mendapatkan tugas masing - masing!? apa kau hendak berkhianat lagi...!?" teriaknya.
"Ayolah Tetua Bong, kau selalu curiga terhadapku?" Gomuy memiringkan wajahnya dengan ekspresi polos, "Sebenarnya kedatanganku kemari untuk menyelamatkanmu tapi, melihat sikap menyebalkanmu itu membuatku jadi berubah pikiran"
"Menyelamatkanku? dari pada aku melakukan itu lebih baik aku mati bodoh...!" ucap Bong Lu dengan kesal.
"Baiklah jika itu maumu, aku tidak masalah lagi pula kau akan mati di tangan bocah itu!" balas Gomuy sambil mengangkat bahunya.
__ADS_1
"Dari pada kau habiskan energimu untuk bertengkar, lebih baik kau habiskan untuk memohon ampun kepadaku, karena aku akan..." Nang In meletakkan kakinya tepat di atas kepala Bao Lu, dengan tatapan merendahkan, pemuda itu berkata dengan nada acuh tak acuh, "Membunuhmu"
Crunch!
Nang In menginjak kepala Bong Lu membuat tulang dan daging muncrat di sekitarnya, sontak pemandangan ini membuat Qiau Mey menutup mulutnya, sedangkan Gomuy hanya tersenyum kecil, nampak tertarik dengan apa yang dilakukan Nang In.
"Hahaha bagus - bagus! untuk menjadi lawanku kau harus membuang rasa kemanusiaanmu itu!" ucap Gomuy dengan raut wajah kejam, "Sebelum itu biar ku perkenalkan siapa diriku"
Gomuy melakukan sedikit segel tangan lalu tubuhnya membesar dan bertambah tinggi, wajahnya berubah menjadi lebih tua dan rambutnya bertambah panjang hingga sampai ke punggung, sosoknya bukan lagi seorang pemuda, melainkan seorang pria yang hampir menginjak masa tua.
"Perkenalkan namaku Zu Fan, orang - orang biasa menyebutku dengan sebutan Si Tinju Merah, senang bertemu denganmu anak muda...!" ucap Zu Fan dengan nada hormat.
"Nang In...!" ucap Nang In dengan singkat, pemuda itu tidak mempunyai banyak waktu untuk basa - basi karena harus menyelamatkan Bai Luinha yang sudah terluka.
"Mey'er jauhi pertarungan, namun usahakan tetap berada jarak pandang ku" ucap Nang In sambil melakukan peregangan.
"Aku dilindungi lagi...! bukankah sebelumnya aku berjanji akan melindungi In'gege" gumam Qiau Mey dalam hati, tangannya mengepal erat karena merasa kesal, andaikan lebih kuat, mungkin ia dapat membantu bahkan melindungi Nang In.
Nang In tersenyum ringan melihat ekspresi Qiau Mey yang bersedih, "Kerja bagus karena sudah mengulur waktu, sekarang ini giliranku!"
"Ba - Baik In'gege...!" ucap Qiau Mey dengan raut wajah yang tertunduk, ucapan Nang In membuat perasaannya sedikit lebih tenang dan semakin membuatnya bertekad untuk bertambah kuat.
Qiau Mey segera menghampiri Bai Luinha untuk mengobati pendarahannya, sekaligus membawanya ke tempat yang lebih aman dari pertarungan.
"Kalian sungguh lucu, apa kalian sepasang kekasih?" tanya Zu Fan sambil tersenyum kecil.
"Itu tidak ada hubungannya denganmu sama sekali, sialan...!" Nang In langsung melesat maju sembari mengayunkan pedang es nya.
__ADS_1
Klang!
Zu Fan menahan serangan Nang In dengan tangan kanan yang dilapisi basic spirit tanah, "Inilah sebabnya aku menyukai bertarung dengan anak muda, kalian sangat bersemangat HAHAHA...!"