
Umumnya ketika seseorang meletakkan tangannya di atas orb, biasanya akan memunculkan warna sesuai basic spirit miliknya, seperti warna merah menandakan seseorang mempunyai basic spirit api atau warna biru menandakan seseorang mempunyai basic spirit air.
Sedangkan untuk basic spirit yang memunculkan bentuk sangat jarang, karena biasanya dipengaruhi oleh bakat atau pun keturunan, contoh jika seseorang memunculkan basic spirit bentuk burung Phoenix, maka orang itu sangat cocok untuk membuat kontrak dengan hewan legenda tersebut.
Tetapi orb yang disentuh oleh Nang In sama sekali tidak memunculkan warna atau pun bentuk, hal itu membuat Zou Jin dan Lin Yue terkejut, karena orang paling tidak berbakat di Benua Surga Utara sekali pun setidaknya mempunyai basic spirit meskipun sedikit.
"Istriku, apa Orb milikmu ini sudah rusak?" Zhou Jin mengambil Orb tersebut lalu melihatnya dengan teliti.
"Tidak mungkin, kualitas Orb ini merupakan yang paling terbaik dan terakurat"
"Benar juga, itu artinya..." Zhou Jin dan Lin Yue menatap Nang In dengan tatapan tidak percaya sekaligus iba.
Nang In yang ditatap oleh kedua Gurunya seperti itu, memiringkan kepala sambil menggaruk pipinya dengan satu jari, "Apa ada yang salah Guru?"
Zhou Jin mendesah pelan lalu berkata, "In'er, kau sama sekali tidak mempunyai basic spirit di dalam tubuhmu"
"Sungguh? apakah itu bukan hal yang bagus Guru?" Nang In melirik ke arah Lin Yue menunggu jawaban darinya.
"Tentu saja itu bukan hal yang bagus" Lin Yue melanjutkan, "Tubuhmu tidak cocok untuk menjadi seorang Cultivator"
"Kenapa aku tidak bisa menjadi seorang Cultivator?"
"Kau masih bisa menjadi Cultivator, namun perkembanganmu mungkin akan sangat lambat" ucap Lin Yue dengan tegas, ia tidak mau menyembunyikan kenyataan pahit tentang ini kepada Nang In.
Bakat Nang In tergolong sangat rendah untuk menjadi seorang Cultivator, bahkan Zhou Jin dan Lin Yue baru menemukan seseorang yang tidak mempunyai basic spirit sama sekali.
Bahkan jika Nang In berhasil menjadi seorang Cultivator, ia hanya akan sampai ditingkat Earth Foundation itu pun membutuhkan keberuntungan dan waktu yang sangat lama.
"Apa karena In'er memakan Demon Jade, sehingga ia tidak mempunyai Basic Spirit?"
"Bisa jadi, tetapi selagi Demon Jade belum terbangun dari tubuh In'er, sebaiknya kita cepat memulai latihan" ucap Lin Yue sambil melangkah ke dalam hutan.
"Bagaimana jika kita melakukan Blood Cleansing?"
"Memang itu yang akan kita lakukan" jawab Lin Yue tanpa menoleh.
__ADS_1
"Hoo baiklah..." Zhou Jin tersenyum penuh makna lalu mendekat ke arah Nang In.
"Ada apa Gu-" belum sempat Nang In menyelesaikan ucapannya, pandangannya menjadi gelap dan akhirnya terjatuh tidak sadarkan diri.
"Istirahatlah" setelah mematok bagian belakang leher Nang In, Zhou Jin menggendongnya lalu masuk ke dalam Hutan.
Di dalam hutan, Lin Yue dan Zhou Jin masuk ke dalam gua lalu merebahkan tubuh Nang In di sebuah batu besar yang berbentuk persegi panjang.
Lin Yue memunculkan botol giok dan puluhan jarum panjang dari ruang kehampaan, lalu mulai mencelupkan semua ujung jarum tersebut ke dalam botol giok yang berisi cairan aneh.
"In'er, mulai sekarang kau akan mengalami penderitaan yang luar biasa, kau harus bertahan Nak"
Lin Yue mengalirkan qi nya ke dalam jarum tersebut dan menancapkan satu jarum tepat di dahi Nang In.
Jleb!
Seketika aura berwarna putih muncul dan menyebar ke seluruh tubuh Nang In, Lin Yue melanjutkan dengan menancapkan semua jarum itu ke beberapa titik penting tubuh Nang In.
Setelah menancapkan semua jarum itu, tubuh Nang In mengejang lalu perlahan memunculkan keringat dan bulir - bulir hitam yang memancarkan aroma tidak sedap, wajahnya memucat dan kerap mengeluarkan urat - urat kecil di beberapa area tubuhnya.
"Dengan senang hati Istriku~" Zhou Jin tersenyum sambil meletakkan tangan kanannya di dada.
**
Keesokan harinya, Nang In terbangun karena pancaran mentari pagi yang masuk lewat lubang - lubang Gua, kicauan burung dan suara hewan - hewan di luar gua pun kerap membantu membangunkannya.
"Ah sudah pagi, kenapa mimpi semalam terasa begitu mengerikan?" Nang In mengusap matanya yang masih ngantuk, jika mengingat kembali mimpi yang ia alami semalam, seketika membuat bulu kuduknya merinding.
Perlahan ia meregangkan tubuhnya yang terasa begitu segar, matanya menjelajah ke sekitar dan merasakan ada sesuatu yang berbeda...
"Tunggu, di mana ini?" Nang In sedikit panik, ia melirik ke segala arah berusaha mencerna kenapa bisa dia berada di sini, lalu pandangannya mengarah ke tubuhnya, seketika ia terkejut, karena....
"KENAPA AKU TELANJANG?!"
Nang In berteriak hingga terdengar sampai ke luar gua, ia spontan menutupi tubuhnya menggunakan kedua tangannya.
__ADS_1
"Kenapa bisa seperti ini, apa yang terjadi padaku!" Nang In menjadi sangat panik, ia melirik ke sekitar berharap menemukan sesuatu untuk menutupi tubuhnya, sampai sebuah tangan menepuknya...
"HIII SIAPA?!" Nang In terkejut sampai ia menoleh ke samping dan menemukan Zhou Jin di sampingnya.
"Ini aku" Zhou Jin tersenyum sambil mengangkat tangan kanannya.
"Guru, kenapa aku telanjang dan cairan lengket apa ini?!" Nang In tidak bisa tidak protes, ia menemukan tubuhnya terdapat getah kering berwarna hitam yang memancarkan bau busuk.
"Hahaha tenang Nak, cairan ini disebut lumpur qi, ngomong - ngomong bagaimana keadaan tubuhmu?"
Nang In menggerakkan tubuhnya, "Entah kenapa tubuhku terasa lebih ringan"
"Hmm sepertinya pengobatan Blood Cleansing berjalan cukup baik"
"Pengobatan?" Nang In memiringkan kepalanya.
'Blood Cleansing', merupakan pengobatan yang diciptakan langsung oleh Lin Yue, menitikberatkan pada pembersihan kotoran dan segala jenis racun yang ada di sekujur tubuh. Pengobatan ini membuat tubuh dan pikiran menjadi lebih ringan, juga memudahkan seseorang untuk menyerap qi dengan baik.
Keberhasilan pengobatan ini menjadi titik awal Nang In sebagai Cultivator tingkat Qi Gathering 1.
"Kemarin malam, aku dengan Istriku melakukan pembersihan pada tubuhmu"
"Caranya?"
Pertanyaan Nang In membuat Zhou Jin diam untuk sesaat, diamnya Zhou Jin menyadari Nang In akan satu hal.
"Tunggu Guru! semalam aku bermimpi sangat buruk, sekujur tubuhku seperti ditusuk oleh puluhan jarum yang sangat tajam, apakah mimpi buruk yang ku alami akibat cara Guru mengobati tubuhku?!" Nang In beranjak bangun dan langsung menunjuk wajah Zhou Jin, meminta penjelasan darinya.
Zhou Jin hanya tersenyum canggung sambil mengelus - ngelus rambutnya.
Nang In menepuk jidat, mimpi yang ia alami semalam merupakan mimpi yang sangat mengerikan, ia bermimpi seluruh tubuhnya diikat dan ditusuk oleh puluhan bahkan ratusan jarum berukuran kecil dan dari mimpi itu ia benar - benar merasakan apa itu 'rasa sakit'!
"Pengobatan yang diciptakan Istriku memang sangat mengagumkan, meskipun caranya sangat tidak manusiawi" Zhou Jin tertawa lepas sambil menepuk - nepuk pundak Nang In.
Sedangkan Nang In hanya bisa menghela nafas panjang, ia mulai mengkhawatirkan keselamatan dirinya jika dilatih oleh kedua Gurunya tersebut.
__ADS_1