Road To Immortality

Road To Immortality
Spirit Stone


__ADS_3

Setelah beberapa lama berbincang akhirnya Wang Lu dan Han Mei memutuskan untuk pergi melihat - lihat kota Green Sky.


Nang In dan Qiau Mey pun sama namun berbeda arah, jadi mereka berpisah setelah keluar dari rumah makan Happy Vegetables, keduanya berjalan menuju pasar untuk melihat - lihat.


Sampai di pasar, mereka tidak lagi terkejut ketika mayoritas pedagang di sana berjualan sayuran, karena kota ini memang dikhususkan untuk itu.


Tidak hanya manusia biasa yang melakukan jual beli, Nang In melihat banyak Cultivator yang lalu lalang keluar masuk ke dalam pasar. Berjalan lebih jauh, mereka menjumpai area di mana banyak pedagang yang berjualan selain sayuran terpapang di pinggir jalan.


"SILAHKAN DI BELI SPRIT TOOL PEDANG MURAH MERIAH, AYO CEPAT BELI!"


Teriak salah seorang pedagang senjata dengan penuh semangat, memamerkan barang dagangannya.


Nang In mengelus dagu nampak tertarik, pedagang itu mengeraskan teriakannya menggunakan qi, sehingga suaranya begitu lantang dan menggema meskipun di tempat terbuka.


Para pengunjung yang penasaran langsung berkerumun di depan toko pedagang tersebut, Nang In pun tertarik jadi ia menarik Qiau Mey untuk ikut melihat - melihat.


"Tuan - tuan semuanya, spirit tool pedang ini dapat memotong kulit daging Demonic Beast Qi Gathering tingkat 5 dengan mudah, tentu dengan harga yang begitu murah, cuman 100 spirit stone!"


Pedagang itu menunjukkan pedang panjang dengan bentuk sedikit bergelombang, nampak begitu tajam juga terawat hingga memantulkan cahaya matahari.


"Cih, semua spirit tool ini berkualitas rendah!?" cibir salah seorang pengunjung yang memandang rendah barang dagangan di depannya.


"Tentu saja semua spirit tool ini berkualitas rendah, Tuan pikir mendapatkan spirit tool dengan kualitas High - Tier dapat dengan harga 100 spirit stone, bahkan dalam mimpi pun tidak akan bisa!" balas pedagang tadi dengan nada ketus.


"Kau berani berbicara seperti itu padaku!"


Pengunjung itu marah sembari memegang sarung pedangnya, namun melihat tingkat praktisi pedagang itu yang sampai di Qi Gathering tingkat 12, sedangkan dirinya yang hanya sampai di Qi Gathering tingkat 5, ia langsung mengurungkan niatnya untuk bertarung lalu pergi meninggalkan kedai tersebut.


Spirit Tool merupakan peralatan yang menyimpan qi di dalamnya, biasanya digunakan oleh para Cultivator namun jarang digunakan oleh manusia biasa, tentu karena Spirit Tool merespon keberadaan qi, terbagi menjadi tiga tingkatan yaitu, Spirit Tool Low - Tier, Medium - Tier dan High - Tier.


"In Gege, lihat ini..."

__ADS_1


Qiau Mey memperlihatkan sebuah belati dengan ukuran kuno dihiasi permata merah di gagangnya. Meski kurang tajam, belati tersebut memiliki aura yang tidak biasa, setidaknya di tingkat Spirit Tool Medium - Tier.


Namun dari pada itu Nang In terkejut dengan Qiau Mey yang memanggilnya dengan sapaan lebih tua, wajah gadis itu memerah karena malu, namun Nang In tidak membahasnya lebih jauh.


Melirik ke arah Qiau Mey, Nang In diam - diam mengagumi pengamatan gadis itu dalam memilih senjata, bahkan dirinya tidak menyadari kualitas belati tersebut.


Merasa Nang In menatapnya dengan tatapan aneh, gadis itu memiringkan wajahnya.


"Apa ada yang salah?"


Mengabaikan pertanyaan Qiau Mey, Nang In langsung berkata kepada penjual.


"Paman, berapa batu permata untuk belati ini?" Nang In memberikan belati tersebut kepada penjual.


"Hmm 110 Spirit Stone cukup untuk Spirit Tool Low - Tier satu ini, apakah mau Nak?"


Nilai tukar di dunia Cultivator menggunakan Spirit Stone, batu permata yang berwarna ungu gelap. Sedangkan di dunia manusia nilai tukar menggunakan koin, satu koin emas sama dengan seratus koin perak, sedangkan satu koin koin perak sama dengan seratus koin perunggu.


Nang In menggangguk lalu mengeluarkan satu ikat Golden Grass 10 tahun dari space ring nya, "Bolehkah aku membayarnya dengan elixir ini?"


"Spirit Herb itu bernama Golden Grass, elixir yang sangat langka, nilai khasiatnya dua kali lipat dari Blood Ginseng berusia 30 tahun dan tentu dapat membantu Paman untuk menerobos tingkat Earth Foundation" ucap Nang In dengan raut wajah yang meyakinkan.


Mendengar hal itu nafas pedagang tertahan, ia memang telah lama tertahan di Qi Gathering tingkat 12 dan belum ada tanda - tanda untuk naik, ucapan Nang In bagaikan penyelesaian masalah dalam hidupnya.


Blood Ginseng sendiri merupakan elixir yang begitu sulit untuk didapatkan, karena efeknya yang begitu baik untuk meningkatkan tingkat Kultivasi dengan cepat, tentu harganya terkadang sedikit tidak masuk akal namun kualitasnya tidak usah diragukan lagi.


Namun elixir di depannya bahkan dua kali lipat lebih baik dari Blood Ginseng 30 tahun? Cultivator mana yang akan menolak jika ada kesempatan ini, pikir pedagang itu.


Tanpa pikir bahwa Nang In menipu atau tidak, pedagang itu langsung menjabat tangan Nang In, "Baiklah Nak, terjual!"


Nang In tersenyum licik dalam hati, pedagang ini jelas buta dengan kualitas dagangannya sendiri, seharusnya jika dijumlahkan dengan harga nominal, harga dari Spirit Tool tersebut berkisaran empat ratus sampai lima ratus spirit stone .

__ADS_1


Lagi pula meski diletakkan ditumpukkan sampah sekali berlian tetaplah berlian!


Setelah membeli Spirit Tool belati dengan kualitas Medium - Tier, keduanya meninggalkan kedai.


"In gege, kenapa kau menukar belati itu dengan elixir yang begitu langka" Qiau Mey mengkerutkan alisnya.


Meski tidak tau elixir apa itu, Qiau Mey cukup yakin kualitas Spirit Herb tersebut begitu mahal dan sulit dicari, namun Nang In menukarnya dengan Spirit Tool Medium - Tier, hal itu membuatnya bingung.


Nang In tersenyum sambil menggeleng ringan, "Sebelum itu aku akan balik bertanya, kenapa kau menunjukkan Spirit Tool tersebut kepadaku?"


Qiau Mey diam sesaat lalu menjawab, "Hmm itu sederhana, karena belati tersebut mempunyai bentuk yang tidak biasa, tidak terlalu melengkung dan tidak terlalu tegak, sangat seimbang.


Selain itu, ukiran di gagangnya begitu unik karena menggunakan ukiran lama, jika membicarakan tentang ketajaman jelas sangat tajam, namun yang membuatku memilih belati ini karena batu permata yang terpasang di gagangnya, selain indah, batu ini memancarkan aura yang tidak biasa" ucap Qiau Mey panjang lebar yang membuat Nang In terdiam seribu bahasa.


Pemuda itu dibuat terkejut dengan penilaian Qiau Mey yang bahkan melebihi penilaiannya.


Melihat reaksi Nang In yang diam, Qiau Mey tidak bisa tidak bertanya, "Apakah ada yang salah In gege?"


"Matamu sangat jeli jika membicarakan soal senjata terutama pedang atau belati" Nang In tersenyum nampak terkesan dengan gadis di depannya.


Dipuji Nang In membuat Qiau Mey seperti terbang, menggosok hidungnya yang memerah, gadis itu berkata, "Hehehe terima kasih"


"Kalau begitu ambilah"


"Eh..." ucapan Nang In membuatnya terkejut.


"Ambillah, aku membeli ini untuk kuberikan padamu"


"Ah, aku tidak bisa.."


"Ah benar, pemberianku terlalu mura-"

__ADS_1


"Tentu aku akan dengan senang hati menerimanya, terima kasih banyak" Qiau Mey langsung menyela ucapan Nang In dan meraih belati dari tangan pemuda itu.


Melihat hal itu Nang In tersenyum puas. Pagi telah berganti sore, mereka putuskan untuk kembali ke sekte, lagi pula Nang In harus memberi kesaksian pada rapat nanti malam atas terbunuhnya beberapa Tetua dan peristiwa terculiknya Qiau Mey.


__ADS_2