Road To Immortality

Road To Immortality
Babak Penyisihan


__ADS_3

Dua pemuda maju ke atas arena, keduanya berasal dari sekte kecil, satu menggunakan pedang dan satu lagi menggunakan tongkat, setelah aba - aba, keduanya mulai bertarung satu sama lain.


Nang In mengamati para peserta yang duduk di kursi khusus, ia menebak bahwa kebanyakan dari mereka berusia 16 sampai 17 tahun, kecuali Qiau Mey yang berusia 13 tahun dan menjadi peserta termuda yang mengikuti Turnamen Cultivator Muda tahun ini.


Meski kebanyakan dari mereka terdiri dari remaja berusia belasan tahun, namun paling rendah diantara mereka mempunyai Qi Gathering tingkat 7 dan paling tinggi di tingkat Earth Fondation. Hal ini menunjukkan bahwa generasi cultivator pada zaman ini lebih berbakat dari cultivator generasi sebelumnya.


Saat sedang mengamati wajah - wajah para peserta pandangan Nang In bertemu dengan Zhou Luong, pemuda itu duduk di podium Frozen Island bersama Fuan Yu, Zhou Luong menatap Nang In dengan tatapan penasaran, pemuda itu berpikir bagaimana Nang In dapat mengenali Bai Luinha, meskipun gadis itu tipe gadis yang aktif namun Bai Luinha tidak akan tertarik dengan seseorang kecuali dia mempunyai sesuatu yang menarik.


Melihat Nang In duduk di podium Star Alchemist Association, pemuda itu menebak bahwa Nang In mempunyai identitas yang tidak biasa, bukan hanya Zhou Luong yang memerhatikan Nang In namun Fuan Yu pun sejak tadi memandanginya dengan tatapan menelisik, seperti sedang memastikan sesuatu terhadap Nang In.


'Apa Wanita Tua itu merasakan qi Ruler Of Ice di dalam diriku?'


Nang In mengingat perkataan Zhou Jin jika para cultivator Frozen Island memiliki kepekaan terhadap cultivator yang memiliki basic spirit es, terutama jika itu sekelas jagoan Nascaen Soul seperti Fuan Yu. Maka akan sangat mudah merasakan qi dari tubuh seseorang. Selain itu Fuan Yu merupakan salah satu jagoan Frozen Island yang terkenal dengan keterampilannya dalam bermain tombak.


'Sebaiknya aku berhati - hati kepada mereka!'


Ruler Of Ice bagi cultivator Frozen Island dianggap sebagai sosok yang memakmurkan tanah mereka, itu sebabnya Zhou Jin begitu dihormati oleh para penduduk karena menjadi Heaven Seal dari Ruler Of Ice. Ketika Zhou Jin memutuskan untuk mencari pewaris, banyak para petinggi Frozen Island yang mengajukan calonnya masing - masing untuk dijadikan Heaven Seal.


Namun karena Zhou Jin memilih pewaris bukan berasal dari dalam sekte, tentu banyak yang tidak akan menyukai jika mengetahui bahwa Nang In adalah orang yang dipilih oleh Zhou Jin untuk menjadi Heaven Seal berikutnya.

__ADS_1


"Akhirnya pertandingan pertama selesai...!" Nang In menghela nafas, Pertandingan pertama berlangsung hanya sekitar sepuluh menit dan dimenangkan oleh pemuda yang membawa tongkat, ia tidak terlalu memperhatikan pertandingan pertama karena tidak terlalu menarik bahkan Zihan Shi tidak segan - segan untuk menguap karena merasa bosan.


Zihan Shi meminta dua peserta selanjutnya untuk masuk ke dalam arena, kali ini para penonton dikejutkan dengan salah satu peserta yang masuk, sosok pemuda berambut kuning dengan tubuh sebesar beruang berdiri di tengah arena, pemuda itu diam namun para penonton menyorakinya.


Benar, orang itu adalah Weiheng, para penonton terutama beberapa cultivator dari sekte kecil dan menengah tidak terima jika Weiheng yang dicap sebagai pembuat onar atau kriminal diizinkan untuk mengikuti Turnamen. Hal ini yang membuat Zihan Shi berbicara...


"Tuan dan Nyonya semuanya harap tenang! aku menerima pemuda ini sebagai peserta karena aku tidak mempunyai alasan untuk melarang pemuda ini ikut Turnamen, lagi pula selain identitas tidak ada yang aneh dari pemuda ini!"


Zihan Shi meluruskan keluhan para penonton, ia menerima Weiheng sebagai peserta karena tidak ada yang salah dalam identitasnya, kecuali riwayat kekacauan yang ia buat. Namun hal itu bukan hal yang bisa dijadikan alasan untuk melarangnya ikut bertanding. Lagi punya pula tidak ada larangan bagi Rouge Cultivator jika ingin mengikuti Turnamen Cultivator Muda. Selama mempunyai identitas yang jelas.


"Jadi lawan pertama ku adalah Pria kasar yang suka menghancurkan sesuatu?" pemuda tampan dengan rambut berwarna merah muda memasuki arena, pemuda itu menatap Weiheng dengan tatapan merendah, "Kurasa harus ku korbankan tanganku untuk membersihkan kotoran satu ini ini!"


Weiheng sama sekali tidak menanggapi ucapan pemuda tampan di depannya dan hanya sibuk membersihkan kotoran telinga dengan jari kelingkingnya.


"Benarkah, bagaimana kau bisa tau?" tanya Xuan Li.


"Hmm ini hanya firasat saja" ucap Nang In sambil tersenyum. Lagi pula selain firasat, Nang In pernah bertarung dengan Weiheng, jadi ia cukup yakin bahwa Weiheng tidak akan kalah jika tidak melawan Jian Long, Bai Luinha atau Song Zixin.


Zihan Shi memberikan aba - aba lalu pertandingan kedua di mulai!

__ADS_1


Sedetik pertandingan di mulai Weiheng menyeringai. Menekan kakinya di lantai hingga hancur lalu melesat dengan kecepatan tinggi.


"Apa - apaan dia..!?"


Pemuda tampan yang belum siap langsung panik ketika sebuah kepalan tangan mengarah ke arahnya dan menghantam wajahnya dengan sangat keras.


BANG!


Pemuda tampan itu terhempas keluar dari arena hingga membenturkan dinding, wajahnya kini berlumuran darah dengan gigi yang hampir semuanya rontok. Pemuda itu akhirnya tidak sadarkan diri.


"Lemah! sangat lemah!" Weiheng mencibir pemuda tampan itu dengan tatapan merendah lalu berbalik badan meninggalkan arena pertarungan.


Melihat pertarungan yang begitu singkat membuat para penonton melongo sedangkan Cultivator yang memiliki hubungan dengan pemuda tampan itu tidak terima dengan hasil dan menilai bahwa apa yang dilakukan Weiheng melanggar aturan.


Hal itu membuat Zihan Shi terkekeh dan harus kembali menjelaskan bahwa Weiheng sama sekali tidak melanggar peraturan. Yang ada pihak mereka tidak terima jika pemuda tampan itu dikalahkan oleh Rouge Cultivator.


'Sudah jelas dia akan menang dengan mudah, lagi pula perbedaan pengalaman keduanya begitu jauh!'


Nang In menggelengkan kepala, sejauh yang ia dengar dari rumor yang beredar bahwa Weiheng berkeliling tempat dari tempat lainnya untuk mencari lawan yang kuat, meski ia akan dikalahkan dengan memalukan bahkan hampir terbunuh dan selamat berulang kali, pengalaman dan sensasi hidup dan mati yang ia dapatkan berbeda dengan pemuda manja yang hanya bisa meminta elixir dari orang tua dan berjalan dengan penuh rasa bangga!

__ADS_1


Pada saat Nang In melirik satu persatu penonton yang ada ia merasa hawa membunuh yang begitu pekat mengarah padanya, saat mencari asal dari hawa pembunuh tersebut ia menemukan sosok berjubah merah yang sedang duduk di bangku penonton.


'Sebenarnya siapa, kenapa aku merasa orang itu mempunyai niat buruk kepadaku?!'


__ADS_2