
"Bukankah itu terlalu berlebihan?"
"Benar sekali, padahal pemuda itu sudah hampir mati, namun tetap gadis itu tidak mau melepaskannya!"
"Lagi pula apa kalian lihat, ekspresi gadis itu benar - benar kosong, menyeramkan sekali!"
"..."
Para Cultivator dari White Cloud Sect melakukan protes kepada Zihan Shi karena Sung Ling melanggar peraturan bahkan membahayakan nyawa tuan muda mereka, para penonton pun mendukung White Cloud Sect karena yang dilakukan Sung Ling sangat berlebihan.
Meskipun ada beberapa Cultivator yang tidak mempermasalahkan apa yang dilakukan Sung Ling, namun setelah berunding dengan anggota keluarga Song. Zihan Shi akhirnya mendiskualifikasikan Sung Ling dari turnamen muda.
Meskipun Sung Ling telah didiskualifikasi namun para Cultivator dari White Cloud Sect masih tidak terima dengan perlakuan murid dari Blood Mist Sect kepada tuan muda mereka. Sedangkan dua perwakilan dari Blood Mist Sect lainnya sama sekali tidak memberi tanggapan, seperti sudah memperkirakan hal ini akan terjadi.
Zihan Shi menggeleng ringan karena menyadari bahwa api permusuhan telah terjadi, hal semacam ini sering terjadi di Dunia Cultivator.
"Baiklah - baiklah, masih ada dua pertandingan menarik lagi, kita akan menyaksikan kemampuan hebat dari salah satu murid Purple Spear Sect, mari kita sambut Sua Luan...!"
Dari arah pintu masuk sebelah kiri, muncul seorang gadis cantik dengan rambut dikepang dua mengenakan seragam sekte berwarna ungu dengan tombak yang memantulkan cahaya matahari.
Para penonton bersorak ria melihat gadis cantik tersebut, Sua Luan melambaikan tangannya sembari sesekali mengedipkan mata membuat para lelaki semakin bersemangat menyorakinya.
Melihat para penonton yang begitu antusias seperti monyet di musim kawin, Nang In menggelengkan kepala, benar - benar tidak habis pikir dengan tingkah aneh mereka. Xuan Li pun kerap menunjukkan ketidaksenangan terhadap tingkah aneh para penonton, jika dirinya disoraki seperti itu mungkin dia akan merasa jijik.
"Baiklah yang akan menjadi lawannya adalah..." Zihan Shi mengerutkan kening ketika menyadari orang yang akan dilawan Sua Luan, "Gomuy dari Blood Mist Sect!"
Mendengar nama sekte Blood Mist Sect kembali disebutkan para penonton spontan mengingat pertarungan Sung Ling yang hampir membunuh Mung Ha, beberapa Cultivator menyarankan Zihan Shi untuk lebih waspada terhadap pertandingan kali ini agar kejadian sebelumnya tidak terulang kembali.
Dari arah pintu sebelah kanan seorang pemuda bertudung merah muncul, berbeda dari Sung Ling yang berekspresi kosong seperti boneka, Gomuy justru pemuda dengan tatapan penuh semangat. Kulit coklat dengan tato garis berwarna merah darah sangat serasi dengan kedua matanya yang merah bagaikan batu delima.
Keduanya berdiri di samping kanan dan kiri arena, seperti biasa Zihan Shi menyebutkan larangan - larangan ketika pertarungan berlangsung, setelah keduanya telah siap, pria tua itu memulai pertandingan diiringi dengan sorakan meriah dari para penonton.
Sua Luan langsung memasang kuda - kuda siaga menggunakan tombaknya, gadis itu tidak langsung menyerang karena sadar bahwa lawan yang berada di depannya sangat kuat. Lagi pula aura yang dipancarkan Gomuy sama dengan aura Cultivator di ranah Earth Fondation, hal ini membuat gadis itu bertanya - tanya kenapa pemuda berbakat sepertinya tidak terkenal dan tidak masuk ke dalam 11 Golden Stars.
__ADS_1
"Tidak perlu tegang, aku tidak akan bersungguh - sungguh melawan gadis kecil sepertimu" melihat Sua Luan yang terlalu waspada, Gomuy tersenyum kepada gadis itu untuk mencairkan suasana.
Entah kenapa maksud baik dari Gomuy justru membuat Sua Luan salah paham, gadis itu menggertakan gigi karena menangkap ucapan Gomuy yang terkesan merendahkan dirinya, gadis itu langsung berlari ke arah Gomuy sambil menusukkan tombaknya, pemuda itu menghindari serangan Sua Luan dengan mudah bahkan dengan kedua tangan yang masih terlipat di dada.
Tidak sampai situ Sua Luan terus menghujani Gomuy dengan serangan beruntun ke segala arah, namun seberapa cepat serangannya Gomuy masih bisa menghindarinya dengan mudah.
"Seranganmu hanya cepat namun tidak bertenaga!"
"Menggunakan tombak pun harus menggunakan hati, tidak bisa menggunakan emosi semata!"
"Turunkan sedikit kanan kirimu, lebarkan kaki kananmu!"
Gomuy menghindari semua serangan Sua Luan sembari mengajarkan keterampilan permainan tombak kepadanya, hal ini membuat Sua Luan menggertakan gigi, merasa dirinya direndahkan sedemikian mungkin.
"Apa yang kau lakukan, kenapa kau mengajari lawanmu!?" Sua Luan memainkan tombaknya dengan lebih cepat, pusaran angin kecil menari - nari di ujung tombaknya. "Apa kau meremehkanku!"
Wush!
Perlahan angin kecil yang menari - nari di pucuk tombak Sua Luan semakin membesar membentuk pusaran angin yang melingkari gadis itu, debu - debu yang berada disekitar berputar mengelilingi arena.
Melihat pemuda di depannya yang tersenyum dan tidak menjawab pertanyaannya, gadis itu semakin kesal. Ia memutar tombaknya ke kanan dan ke kiri membuat tornado berukuran sedang mengelilinginya.
"Sihir Angin - Tornado Membelah Gunung!"
Mengayunkan tombaknya tornado yang mengelilinginya lenyap berganti dengan bilah - bilah angin yang melesat ke arah pemuda itu.
Wish!
"Masih seratus tahun seranganmu dapat melukaiku gadis kecil!" Gomuy menggeleng ringan lalu melepaskan sedikit qi miliknya, memasang kuda - kuda dasar yang sangat kokoh, tubuh pemuda itu mengeluarkan uap panas.
Ketika bilah - bilah angin itu hendak mengenainya, Gomuy melepaskan pukulan dasar membuat tekanan udara muncul dari pukulannya melenyapkan serangan yang dikeluarkan oleh Sua Luan.
Dalam sekejap, tornado yang diciptakan Sua Luan seketika lenyap, hal ini membuat para penonton yang menyaksikan kejadian itu menjadi sangat terkejut karena hanya pukulan yang terlihat begitu ringan mampu melenyapkan badai angin dengan mudah.
__ADS_1
"Bagaimana bisa pukulan ringan itu dapat sekuat itu?!" Xuan Li terkejut dengan apa yang dia lihat.
Nang In menggeleng ringan, "Meski pukulan itu nampak ringan nyatanya pemuda itu mengerahkan banyak tenaga untuk pukulan tadi, mengumpulkan qi dalam jumlah besar ke tangan kanan lalu melepaskannya secara bersamaan, hal itu membuat serangan kuat yang begitu cepat hingga tidak dapat dilihat oleh mata biasa" ucap Nang In sembari mengelus dagu. Niiu tersenyum karena kagum dengan penilaian Nang In.
Setidaknya serangan seperti itu dilakukan oleh Cultivator yang sangat berbakat dalam mengendalikan tekanan qi miliknya, karena jika menyalurkan banyak qi namun tidak dapat mengendalikannya dengan baik justru akan berakibat fatal kepada tubuh.
Mendengar penjelasan Nang In, Xuan Li mendengarkan dengan baik tanpa menyela sedikit pun, lagi pula sebelumnya ia telah menerima banyak ilmu tentang alchemist dari Nang In. Jadi mendapatkan pengetahuan baru dari pemuda bukanlah hal yang memalukan.
"Haish...kau sudah kelelahan?" Gomuy memiringkan wajahnya melihat nafas Sua Luan yang sudah memburu.
Gadis itu menghabiskan banyak qi untuk serangan tadi, ia pikir dengan jurus yang ia latih sesering mungkin dapat mengalahkan Gomuy dengan telak, namun justru serangannya ditahan dengan sangat mudah, hal ini cukup membuatnya tertekan.
"Lebih baik kau menyerah gadis kecil, jangan terlalu memaksakan dirimu" ucap Gomuy sembari menggelengkan kepala, meski ucapannya terkesan baik namun jejak merendahkan masih tertangkap jelas dari ekspresi wajahnya.
"Menyerah? jangan bercanda, aku adalah murid jenius dari-"
Ucapan Sua Luan tersangkut ditenggorokan karena merasakan suhu udara yang kian meninggi, reruntuhan kecil disekitar arena mengeluarkan asap kecil seperti terkikis oleh panas yang muncul secara tiba - tiba, saat itu ia melihat Gomuy yang tersenyum ke arahnya.
"Basic spirt api?" saat itu Sua Luan langsung sadar jika melanjutkan pertandingan, dirinya akan dikalahkan dengan telak bahkan tidak menutup kemungkinan dirinya akan terluka parah.
Menggertakan giginya, Sua Luan berkata, "Baiklah aku menyerah!!" ucapnya sembari mengangkat tangan.
"Keputusan yang bagus" Gomuy tersenyum ringan.
Banyak penonton yang terkejut dengan tindakan Sua Luan dan menyoraki gadis itu, namun banyak juga yang berpendapat pilihan yang diambil Sua Luan merupakan tindakan yang benar mengingat keselamatan nyawa lebih penting dari pada harga diri semata.
Zihan Shi segera mengumumkan bahwa pemenang pertandingan ini adalah Gomuy dari Blood Mist Sect.
"Baiklah para penonton semuanya, pertandingan setelah ini adalah pertandingan terakhir di babak penyisihan, pastinya kalian tidak sabar bukan menyaksikan pertandingan selanjutnya?" teriak Zihan Shi yang dijawab meriah oleh para penonton, meski sudah memasuki usia yang sangat tua nyatanya pria itu sangat cocok sebagai pembawa acara.
"Yang akan bertanding kali ini adalah salah satu dari Four Angels, Bai Luinha dari Frozen Island....!"
Setelah nama itu disebutkan seluruh penonton khusus nya para lelaki berteriak dengan penuh semangat, teriakan mereka lebih keras pada saat menyoraki peserta - peserta sebelumnya. Lagi pula mereka semua mengetahui jika Four Angels merupakan empat wanita tercantik di seluruh Benua Surga Utara!
__ADS_1
Melihat hal itu Nang In mengerutkan keningnya, ia mengingat sosok gadis yang sok kenal dengannya, "Meski tampak aneh, nyatanya gadis itu mempunyai banyak penggemar juga"