
"Nona Xuan, ayo ikuti saya!"
Melihat kekacauan yang akan mulai terjadi Niiu langsung menarik tangan Xuan Li, berniat untuk keluar dari stadium pertandingan.
"Tapi bagaimana dengan In'gege...!?"
"Jangan khawatir Nona, In'er bukanlah pemuda lemah, dia pasti dapat bertahan dari pertempuran ini...!" Niiu membujuk Xuan Li agar mau meninggalkan stadium pertandingan. Bagaimana
Xuan Li melihat Nang In melindungi Qiau Mey dari serangan Sua Bo, tanpa diberitahu pun ia sadar bahwa dirinya akan menjadi beban bagi Nang In dan Niiu jika terus berada di lokasi pertempuran. Menggigit bibirnya gadis itu akhirnya mau ikut keluar dari stadium.
"Keberadaanku hanya akan menjadi beban untuk Niiu dan Nang In..." Xuan Li mengepalkan tangannya sebelum mengikuti Niiu.
Di saat yang sama para perwakilan muda seperti Zhou Luong, Song Zixin dan Jian Long nampak bingung dengan apa yang terjadi, sementara di tengah arena muncul beberapa Cultivator dengan aura membunuh yang tidak bisa dianggap remeh.
"Si - Siapa mereka!" Fuan Yu yang berdiri di tempat Frozen Island menjadi waspada, hal itu yang sama dilakukan oleh perwakilan Cultivator dari Great Monastery khususnya Jian Kun, pria tua itu mengenal beberapa sosok asing yang muncul dalam portal hitam tersebut.
Dari dalam portal muncul empat Cultivator misterius, paling lemah diantara mereka mempunyai kekuatan setingkat Sky Fondation High - Stage, kedatangan mereka membuat panik para penonton khususnya para orang biasa. Dua dari mereka adalah seorang wanita yang mempunyai wajah yang hampir sama.
Salah satu dari mereka merupakan pria kurus dengan dua sabit hitam menghampiri Sua Bo.
"Hei seruling gila! Kenapa kau sangat lama...?! bukankah kau tau jika aku sudah tidak tahan ingin membunuh hah...!?" ucap pria kurus dengan dua sabit hitam yang bernama Gung He.
__ADS_1
"Jangan banyak protes! seharusnya kau terima kasih karena berkat dia Tuan mengizinkanmu untuk ikut...!" seru seorang pria dengan kulit ungu yang membawa palu besar di belakangnya, pria itu bernama Dong Ha.
"Aku tidak mempedulikan jawabanmu otot busuk....!" Gung He berdecak tidak puas kepada pria besar di sampingnya.
"Apa aku tidak salah dengar Jangkung Tua! kau berani padaku...!?" Dong Ha melotot kepada Gung He.
"Mau ku bunuh kau...!"
"Coba saja jika bisa...!"
"..."
"Apa kalian datang ke sini untuk bertengkar satu sama lain?" Sosok Berjubah Merah memiringkan kepalanya melihat dua pria yang bertengkar seperti anak kecil, "Chu An, Chu Ei lakukan seperti rencana!"
"Baik Tetua..." ucap dua wanita kembar yang mempunyai nama Chu An dan Chu Ei, keduanya langsung menghilang begitu saja.
Sosok berjubah merah melihat ke arah Nang In yang berhasil melepaskan pengaruh jurus Sua Bo yang mengendalikan tubuh Qiau Mey.
"Untuk kalian berdua, bunuh dua bocah itu!"
"Baik Tetua...!" Dong Ha dan Gung He menyeringai kejam ke arah Nang In dan Qiau Mey.
__ADS_1
Melihat dua pria berbahaya yang berjalan ke arahnya, Nang In menyuruh Qiau Mey untuk melarikan diri terlebih dahulu namun gadis itu menolak dan tetap berada di dekat Nang In.
"Mey'er di sini sangat berbahaya, cepat pergi dari sini, aku akan menahan mereka!" teriak Nang In.
"Ti - Tidak In'gege! kali ini aku akan bertarung bersamamu...!" ucap Qiau Mey dengan kekeh, gadis itu menggenggam erat pedangnya bersiap bertarung.
Melihat sikap keras kepala Qiau Mey, Nang In menyetujuinya, "Baiklah, jangan menjauh dariku!"!
"Hey bocah apa kau pikir kau dapat menahan kami?" Dung Ha melotot tajam ke arah Nang In dan Qiau Mey.
"Hahahaha jangan bercanda! bocah ingusan sepertimu dapat ku cincang berapa kali pun...!" saut Gung He dengan senyuman gilanya.
Hawa dingin langsung menyelimuti tubuh Nang In, namun saat itu juga terdengar suara lantunan seruling dari arah Sua Bo. Mulai dari bangku penonton sekte kecil maupun sekte besar tiba - tiba terjadi pertarungan, terlihat banyak para penonton yang tiba - tiba berdiri dan menyerang satu sama lain.
Bahkan sebagian penjaga Eternal Flame Clan melakukan serangan dadakan kepada orang - orang di dekatnya, kini di kursi penonton terjadi kekacauan yang tidak biasa.
"Mereka bahkan mempunyai penyusup Eternal Flame Clan...!" gumam Nang In dalam hati melihat sebagian anggota Klan Song menyerang para penonton.
Menyadari ada pengkhianat di antara anggota klannya sendiri membuat Song Qian merasa sangat marah, sosok yang dijuluki Phonix Master itu memukul meja di depannya hingga hancur berkeping - keping, para jagoan dari Klan Song pun sama marahnya. Mereka tidak mengira akan mendapatkan penyerangan di tempat kediamannya sendiri, terlebih lagi kejadian itu terjadi ketika diadakannya Turnamen Muda.
"Jadi mereka menginginkan perang dengan kita...!? baiklah akan ku kabulkan...!" ucap Song Qian dengan seringai kejam di wajahnya, "KLAN SONG! BUNUH SEMUA MUSUH...!"
__ADS_1