
Keesokan harinya, Nang In menghela nafas panjang, ia hampir mendekap kembali di penjara karena pembantaian yang ia lakukan sebelumnya, meskipun pada malam penyerangan Nang In berperan besar dalam melenyapkan para pengkhianat dan pembunuh bertopeng.
Para Tetua tetap ingin mengintrogasinya karena aura pembunuh yang dimilikinya, menurut mereka sangat tidak wajar jika seorang remaja berusia 15 tahun memiliki aura pembunuh yang bahkan lebih pekat dari Cultivator aliran hitam mana pun.
Mereka ingin mendengarkan alasan yang jelas tentang Nang In yang berubah menjadi sosok yang bengis, gila membunuh.
Namun saat itu Qiau Han melarangnya, meski jika Nang In adalah sosok yang berbahaya, namun ia telah menyelamatkan suaminya dan murid - murid Heaven Moont Sect, dari pada menyebutnya dengan sosok yang berbahaya, ia lebih menyerupai sosok penyelamat yang dikirim dari surga.
**
"Ayunkan lebih kuat, menjadi tenang bukan berarti melemah!"
"Gunakan hati disetiap serangan!"
"Kuatkan kaki kanan, seimbangkan kaki kiri!"
Tepat di belakang kediaman Patriak Ming, terlihat Qiau Mey sedang berlatih pedang bersama Nang In.
Saat mengetahui bahwa Qiau Mey memiliki salah satu dari 17 Magic Eye, Han Mei memberikan penawaran khusus pada Qiau Mey, jika dalam sebulan ia dapat meningkatkan tingkat kultivasinya hingga Qi Gathering tingkat 10, maka ia akan membawa Qiau Mey masuk ke dalam sekte mereka, Golden Sword Sect.
Bakatnya akan menjadi sia - sia jika Qiau Mey tetap berada di Heaven Moont Sect, selain kurangnya sumber daya yang mendukung, gadis itu tidak dapat berkembang karena tidak menemukan guru yang cocok.
Oleh sebab itu Qiau Mey meminta Nang In untuk menjadi gurunya dan membantunya menaikkan tingkat kultivasinya. Awalnya Nang In menolak, namun karena gadis itu bersikeras untuk menjadi muridnya, ia pun tidak punya pilihan lain selain menerimanya.
"Latihan pagi cukup sampai di sini"
Qiau Mey menghentikan gerakannya, nafasnya terengah - engah, meski keringat bercucuran deras disekujur tubuhnya, namun hal itu tidak mengurangi kecantikannya.
"Bukankah itu curang"
"Apa maksudmu?"
__ADS_1
"In' gege, gerakan yang kau lakukan sebelumnya sangat mencerminkan gaya berpedang Heaven Moont Sect, padahal jelas - jelas belum seminggu kau tinggal di sini namun kenapa kau bisa melakukannya"
Qiau Mey mengingat jelas gerakan Nang In saat berduel dengan Hwang Yuan, begitu halus dan lentur, Qiau Mey merasa frustasi, padahal dirinya telah berlatih sangat keras namun belum mampu melakukan apa yang Nang In lakukan.
Nang In menggeleng ringan, "Mey 'er, setidaknya kau harus mengerti inti dari gaya pedang Heaven Moon Sect itu sendiri"
Nang In menjelaskan bahwa setiap sekte di dunia, berjuang untuk semakin mirip dengan alam yang menjadi ciri sekaligus keyakinan mereka, seperti Frozen Island yang mengambil ciri khas dari basic spirit es, mereka pasti mempunyai keyakinan dari gaya bertarung mereka yang berhubungan dengan es.
"Sedangkan eksistensi gaya berpedang Heaven Moont Sect adalah berpedang dengan ketenangan dan keindahan, seperti bulan yang menyinari gelapnya malam, setidaknya kau harus memahami arti dari ketenangan dan keindahan itu sendiri"
Mendengar penjelasan Nang In, bintang bersinar di kedua mata Qiau Mey, gadis itu menyadari kenapa aura pedang yang dimiliki Nang In begitu tajam, hal ini disebabkan oleh pemahamannya yang begitu tinggi terhadap ilmu pedang.
"In' gege, apa kau mengetahui bahwa auramu bewarna putih?"
Di mata Qiau Mey, aura berwarna putih yang memancar dari tubuh Nang In sungguh tidak biasa, ia merasa seperti sedang berhadapan dengan sosok yang membuat siapa saja tunduk padanya.
Nang In mendekat lalu menyentil dahi Qiau Mey, membuat pipi gadis itu merah merona.
Selain berlatih pedang, Nang In sesekali menyelingi melatih Qiau Mey mengendalikan basic spirit nya. Gadis itu mempunyai dua basic spirit, angin dan api. Setelah latihan, Nang In memberikan ramuan Golden Grass berusia 5 tahun kepada Qiau Mey, gadis itu meminum ramuan setiap pagi setelah latihan dan malam sebelum tidur.
Tidak terasa satu bulan telah berlalu.
Qiau Mey terus fokus berlatih pedang dengan Nang In dan rutin meminum ramuan Golden Grass untuk meningkatkan tingkat kultivasinya, alhasil kini gadis itu telah menembus Qi Gathering tingkat 10 dalam waktu sebulan, tentu hal ini membuat Wang Lu dan Han Mei senang, sesuai kesepakatan bahwa Qiau Mey akan ikut mereka hari ini juga.
Namun keduanya nampak kecewa ketika Nang In menolak untuk bergabung dengan Golden Sword Sect. Pemuda itu berkata bahwa ia masih ingin menjelajahi Benua Surga Utara, tentu dengan tujuan utama mencari keberadaan pamannya.
Saat ingin berangkat, seluruh murid dan Tetua mengantar kepergian Qiau Mey, Liang Chou pun terlihat bahkan sudah memaafkan perbuatan Nang In. Qiau Mey berpamitan dengan keluarganya, saat itu orang yang paling bahagia sekaligus sedih adalah Qiau Han, sambil menangis, wanita itu memeluk anak perempuannya dengan sangat erat seakan tidak ingin pisah.
"Ibu sudahlah, Putrimu ini sudah dewasa, aku akan baik - baik saja" Qiau Mey balas memeluk ibunya dengan sangat erat.
"Benar, Putriku sudah dewasa, jadilah gadis yang kuat, hingga mampu membanggakan orang tua dan sektemu" meski berat melepaskan anak perempuannya, Qiau Han tetap berusaha untuk kuat.
__ADS_1
"Mey' er, Putriku"
Suara yang tak asing terdengar, menengok ke belakang mereka melihat pria kurus dengan ekspresi dengan ekspresi sedih diwajahnya, pria itu adalah Ming An.
"A - Ayah!"
Melihat keadaan Ming An yang sudah membaik, Qiau Han dan Qiau Mey seketika menangis dan langsung memeluk pria itu.
"Maaf karena selama ini Ayah bersikap dingin padamu Mey' er" Ming An meneteskan air matanya.
Qiau Mey menggeleng, "Tidak apa - apa Ayah, aku berjanji akan menjadi Cultivator hebat yang mampu membuat kalian bangga!"
"Tentu, Ayah dan Ibu percaya akan hal itu"
Perpisahan antar anak dan orang tua ini membuat yang melihatnya meneteskan air mata, kecuali Nang In, pemuda itu cuma tersenyum, nampak lega bahwa hubungan Qiau Mey dan ayahnya kian membaik.
Setelah berpamitan, Qiau Mey pergi bersama Wang Lu dan Han Mei menuju Golden Sword Sect. Tentu Nang In ikut bersama mereka, namun hanya sampai kota Green Sky, setelah itu mereka akan berbeda jalan.
"Sepertinya kita akan berpisah di sini" ucap Nang In dengan nada datar, ia saat ini mengenakan jubah hitam yang hampir menutupi tubuhnya.
"Tentu In' er, jaga dirimu" Wang Lu tersenyum, ia berpesan agar Nang In berlatih untuk mengendalikan sisi lain dirinya. Tentu yang ia maksud adalah Demon Jade. Sedangkan Han Mei, wanita itu memberi botol ramuan yang ketika dihirup akan membuat siapa saja pingsan, tentu ramuan itu dimaksudkan untuk dirinya sendiri.
Nang In melirik ke arah Qiau Mey yang terdiam nampak ragu untuk bicara, "Tidak ingin mengucapkan salam perpisahan?"
Qiau Mey masih terdiam, namun tiba - tiba gadis itu berlari dan melompat memeluk Nang In. Sontak perbuatannya membuat Wang Lu dan Han Mei terkejut, sedangkan Nang In, ia tersenyum.
"Terima kasih In' gege, aku berjanji suatu saat nanti, aku akan menjadi orang yang akan melindungimu" Qiau Mey tersenyum lembut dalam dekapan Nang In.
Nang In tersenyum sambil mengelus rambut gadis itu, "Dasar bodoh, tentu saja hal itu tidak akan pernah terjadi, karena akulah yang akan selalu melindungimu"
Setelah berpelukan cukup lama, mereka akhirnya berpisah menempuh jalan yang berbeda.
__ADS_1
Qiau Mey memandangi punggung Nang In yang semakin menjauh, entah kenapa ada rasa sesak di dadanya yang tidak bisa ia jelaskan, namun senyuman tulus terukir di wajahnya, ia begitu beruntung bisa bertemu dengan Nang In, kedepannya ia berjanji akan menjadi lebih kuat hingga mampu berjalan berdampingan dengannya.