Road To Immortality

Road To Immortality
Terlalu Liar


__ADS_3

Nang In telah menyiapkan peralatan masak berupa kompor dan alat - alat memasak lainnya, dia memanaskan dua air di panci lalu menumis halus bawang putih, bawang merah, laos, cabai kering dan lada putih kemudian masukkan ke dalam panci hingga harum.


Mengambil paha Purple Chicken lalu cuci bersih agar tidak berbau anyir. Siapkan pisau lalu potong daging menjadi 8 - 12 bagian, taburkan garam dan kunyit bubuk lalu pijat agar rempah menempel.


Setelah selesai, Nang In memasukan daging ayam di panci yang sudah tersedia bumbu agar aromanya menyatu, sembari menunggu daging ayam menjadi empuk dan lembut.


Nang In memanaskan minyak di wajan lalu menambahkan kuah yang sudah panas dan menumis halus bawang putih, bawang merah, laos, cabai kering, pala dan lada putih. Taburkan dounbanjiang, serai, lengkuas, semua rempah daun, kayu manis, cengkeh, dan asam kandis. Aduk rata hingga harum.


Setelah tekstur ayam menjadi empuk, keringkan lalu rendam di air es hingga daging menjadi kenyal. Masukkan ke dalam wajan yang sudah diisi bumbu lalu diamkan hingga warna daging berubah atau airnya habis.


Selagi menunggu kuah meresap, Nang In menambahkan bawang bombay, pok coy, jamur tiram, ang co, goji berry agar lebih nikmat ketika matang.


Setelah kuah meresap sepenuhnya ke dalam ayam, ia menuangkan ayam beserta bumbu - bumbunya ke dalam piring panjang dengan motif bunga anyelir.


Meletakan bawang goreng, irisan tomat, seledri, timun, kentang lalu menatanya dengan rapi membuat masakan Nang In lebih indah untuk dipandang.


Setelah membereskan semua peralatan masak yang sudah tidak dibutuhkan, meletakkan masakannya di mangkuk dan sendok porselin, sumpit, pisau kecil dan peralatan masak lainnya.


Langkah terakhir pemuda itu mengeluarkan sebuah botol kecil dari space ringnya lalu menaburkan isi dari botol ke dalam masakan membuat aroma yang begitu harum memenuhi ruangan.


Glup!


Suara menelan ludah terdengar.


Menoleh ke arah Niiu dan Xuan Li yang tampak linglung. Pemuda itu memiringkan kepalanya lalu menyodorkan makanan yang ia buat kepada mereka berdua.


"Rendang Purple Chicken siap dinikmati!" ucap Nang In dengan nada semangat, ia meletakkan masakannya di samping makanan Niiu.


Melihat masakan Nang In yang menggugah selera dengan olahan bumbu dan ayam yang menyatu, membuat keduanya berdecak kagum, lagi pula sangat jarang seorang Cultivator mempunyai kemampuan memasak, terlebih lagi jika itu seorang laki - laki yang belum menginjak usia 20 tahun, namun keduanya tidak mengekspresikan kekaguman secara langsung karena terlalu malu.

__ADS_1


Sedangkan masakan Niiu yang terdiri dari irisan daging ayam yang berantakan dengan bumbu yang dimasukkan secara acak, membuat Xuan Li tersenyum pahit, jelas dari segi penampilan masakan keduanya sangat jauh berbeda.


"Senior Niiu bagaimana jika kita menentukan pemenang lomba masak hari ini?" ucap Nang In dengan senyum percaya diri, "Tentu tidak masalah bukan?"


"Te - Tentu tidak masalah, lagi pula aku yakin dengan rasa makananku akan sangat enak!" Niiu memandang masakan buatannya lalu bergumam pelan, "Semoga"


"Kenapa kau gugup Senior, apa kau takut jika kalah?" ucap Nang In.


"Si - Siapa yang takut! ayo kita tentukan makanan siapa yang lebih enak!" ucap Niiu dengan semangat yang nampak dipaksakan.


"Bagaimana jika menentukan pemenangnya lewat ekspresi yang ditunjukkan Nona Xuan? karena jika dengan ucapan Nona Xuan jelas akan mengatakan anda sebagai pemenangnya" ucap Nang In memberi saran.


"Baiklah tidak masalah! lagi pula tujuanku memasak adalah untuk dinikmati Nona Xuan!"


"Sepakat!"


"Tunggu, kenapa harus aku yang menentukan!?" Xuan Li berseru tidak puas karena dirinya ikut terseret dalam permasalahan mereka.


"Emm...aku" Xuan Li nampak ragu namun melihat ekspresi pengawal setianya yang memandangnya dengan penuh harap membuat gadis itu tidak tega.


"Baiklah, karena aku gadis baik, aku akan mencoba masakan kalian" Xuan Li menghela nafas lalu mengambil sumpit. Menuangkan beberapa iris daging ke dalam piringnya lalu memakannya dengan ragu - ragu.


Setelah mengunyahnya perlahan, ekspresi Xuan Li berangsur berubah menjadi gelap namun tetap memaksakan untuk tersenyum.


"Bagaimana? masakanku enak bukan? benarkan Nona?" Niiu langsung bertanya kepada Xuan Li dengan penuh semangat.


"Te - Tentu saja enak Niiu..." ucap Xuan Li tersenyum yang nampak dipaksakan.


Melihat ekspresi Xuan Li membuat Niiu puas, ia melirik ke arah Nang In lalu tersenyum bangga.

__ADS_1


Nang In tersenyum ringan lalu mendekatkan masakannya kepada Xuan Li, "Sekarang giliranku, silahkan cicipi masakanku", ucap Nang In dengan senyum percaya diri.


"Cih, ternyata kau sangat percaya diri, padahal bisa saja masakan Niiu jauh lebih enak dari punyamu!" ejek Xuan Li sembari mengaduk ayam di dalam bumbu lalu memakannya.


Satu gigitan membuat ekspresi Xuan Li terkejut, ia kembali mengambil beberapa irisan ayam lalu memakannya membuat dirinya semakin terkejut. Tanpa sadar gadis itu mengambil lebih banyak potongan ayam lalu memakannya dengan sangat lahap.


"Bagaimana dengan masakanku? enak bukan?" Nang In tersenyum ke arah gadis di depannya.


Mendengar ucapan Nang In membuat gadis itu menghentikan makannya, ia terkejut dengan dirinya yang makan hingga mulutnya belepotan, meski tidak mengatakannya secara langsung Xuan Li menikmati hidangan yang Nang In buat.


"Mes - Meski....aku memakannya belum tentu aku- !" ucapan Xuan Li tercekat karena melihat Xuan Li yang bisa menangis kapan saja, "Niiu! tenanglah, kenapa kau menangis, ma - masakanmu jelas yang paling enak!" Xuan dengan panik menghampiri Niiu untuk menenangkannya.


"Aku ingin tau apakah masakanmu benar - benar enak atau...!" Niiu mengambil sumpit lalu mencicipi sedikit masakan Nang In, saat itu juga wanita itu terkejut dan paham kenapa Xuan Li makan dengan lahap.


Niiu mengambil masakannya sendiri lalu mencobanya, meletakkannya sumpit di meja, wanita itu menggigit bawah bibirnya lalu melirik ke arah Nang In dengan mata yang berkaca - kaca.


"Kau...! kau..! kali ini kau menang, tapi selanjutnya aku yang akan menang!" ucap Niiu sambil menunjuk Nang In dengan kesal.


"Tentu aku akan menunggu hari di mana kau akan mengalahkanku" ucap Nang In kemudian pemuda itu tersenyum, "Sesuai kesepakatan orang yang menang akan mendapatkan sesuatu yang berharga bagi yang kalah bukan?"


Nang In tersenyum lebar sembari memandang Niiu membuat wanita itu sedikit merinding, namun Xuan Li tidak membiarkan hal itu terjadi dalam waktu yang lama.


"Apa yang kau inginkan!" Xuan Li berdiri di depan Nang In sambil menatap tajam ke arahnya, "Jika kau menginginkan hal - hal buruk kepada Niiu, akan ku pastikan ayahku akan menghancurkan hidupmu hingga berkeping-keping!!"


Melihat gadis di depannya yang menatap tajam ke arahnya, Nang In menggeleng ringan, "Sebenarnya apa yang kalian pikirkan, kenapa kau berpikir bahwa aku akan meminta hal - hal yang buruk kepada Senior Niiu?"


"Kalau begitu kenapa kau memandangi Niiu dengan tatapan seperti-"


"Tidak! sedikit pun aku tidak pernah berpikir seperti itu!" Nang In langsung menyela ucapan Xuan Li, jelas keduanya salah paham, "Apa penampilanku seperti orang yang seperti itu atau imajinasi kalian berdua saja yang terlalu liar?"

__ADS_1


Lagi pula Nang In tidak cukup bodoh untuk meminta hal - hal aneh kepada Cultivator Sky Fondation High - Stage seperti Niiu, selain dapat membunuhnya dengan mudah, wanita itu tidak akan mengizinkannya mati dengan cara normal, paling tidak salah satu bagian tubuhnya akan terpotong - potong baru kemudian dibunuh dengan sangat kejam. Memikirkannya saja membuat Nang In merinding.


Menyadari bahwa pemikirannya keduanya salah membuat pipi Xuan Li dan Niiu memerah karena malu, benar - benar memikirkan hal - hal yang liar kepada pemuda di depannya!


__ADS_2