
"Hentikan! kau bisa membunuh bocah itu bodoh!?"
Teriakan dari arah lain terdengar, Song Guo mengingatkan kepada Song Zixin agar menghentikan serangannya, namun hal itu sudah terlambat karena pemuda itu telah melepaskan tebasannya dengan cepat hingga menciptakan bilah api ungu dengan ukuran yang sangat besar.
"Sial aku ceroboh!" Song Zixin lengah karena melepaskan jurus yang sangat kuat, karena jika Nang In terkena serangannya maka nyawanya bisa terancam, paling ringan akan mengalami luka yang dibutuhkan waktu sebulan lebih sebagai masa penyembuhan.
Disaat Song Zixin mengira bahwa Nang In akan terluka, sebuah ledakan uap dingin tiba - tiba meledak dan menerpa hingga membuatnya sedikit terdorong ke belakang.
"Es...?" Song Zixin merasakan udara yang begitu dingin, meski ia mempunyai basic spirit api namun uap yang menerpa dirinya membuatnya kedinginan.
Ketika asap menghilang Song Zixin terkejut melihat patung es bunga lotus raksasa yang beberapa kelopaknya telah hancur, muncul menghentikan tebasannya, Nang In berlindung dibalik bunga itu tidak terluka bahkan memasang ekspresi datar, seperti dapat menahan serangan darinya bukanlah sesuatu yang hebat, hal lain yang membuatnya terkejut setengah tubuh Nang In tertutupi es bahkan area tempat Nang In berdiri tertutupi oleh dinginnya es.
Saat itu juga suara dingin yang tak acuh terdengar, "Apa kau pikir serangan lemah seperti itu dapat melukaiku?!"
Melihat Nang In baik - baik saja membuat Song Zixin merasa melakukan kesalahan yaitu meremehkan lawannya, "Hahahaha benar sekali! seharusnya aku tidak boleh meremehkan rivalku!" Song Zixin kegirangan, "Kalau begitu aku mulai lagi...!"
Raut wajah Song Zixin kembali menjadi serius, api berwarna ungu kembali menyelimuti pedang yang digenggamnya hingga membuat udara disekitarnya menjadi sangat panas.
"Maju!" ucap Nang In dengan singkat, ia menciptakan pedang lalu menutup sebagian tubuhnya dengan es, udara disekitarnya menjadi sangat dingin.
Kedua basic spirit yang saling bertentangan saling menekan satu sama lain, ketika keduanya ingin sama - sama melepaskan serangan, Song Guo muncul dibelakang Song Zixin lalu memukul jidat pemuda itu membuat konsentrasi buyar.
"Bocah bodoh! kemarin kau membakar aula latihan, sekarang kau ingin menghancurkan tempat ini!" Song Guo langsung menjewer telinga Song Zixin hingga memerah panas. "Sepertinya aku terlalu lembek padamu bocah!"
"Sialan! A - Apa yang kau lakukan Pak Tua...!? lepaskan aku...kau membuatku malu di depan rivalku!?" Song Zixin berdecak tidak puas, ia meronta untuk lepas dari ayahnya namun tidak bisa.
"Bocah kurang ajar...! beraninya kau memanggilku dengan sebutan Pak Tua...!" Song Guo bertambah emosi karena putra nya tidak sopan, pria tua itu mengencangkan tangannya sat menjewer telinga Song Zixin.
"Dasar tua Bangka! ini menyakitkan kau tau!!"
__ADS_1
Melihat pertengkaran ayah dan anak di depannya, Nang In berekspresi datar, sama sekali tidak tau harus berekspresi seperti apa!
Menyadari tatapan Nang In yang memandang dirinya seperti memandang orang aneh, membuat Song Guo berdehem pelan, "Maafkan sikap bocah ini Nak, dia memang anak yang sangat bodoh, ceroboh dan sangat tidak sopan!" ucap Song Guo sembari menepuk pundak Song Zixin.
"Berhenti memanggilku bodoh Pak Tua..!" Song Zixin menyikut perut ayahnya. Membuat Song Guo ingin marah tetapi tetap tersenyum karena ada Nang In di depan mereka.
"Omong - omong bukankah kau pemuda yang datang bersama rombongan Star Alchemist Association?" tanya Song Guo mencari topik lain.
"Benar Senior, perkenalkan namaku Nang In" Nang In membungkuk hormat.
"Kau berasal dari Frozen Island Nak?" tanya Song Guo karena melihat Nang In mengeluarkan basic spirit es.
"Tidak, aku seorang Rouge Cultivator"
Ucapan Nang In membuat ayah dan anak itu terkejut, mereka mengira bahwa Nang In berasal dari Frozen Island, namun menyadari bahwa Nang In bersama dengan rombongan Star Alchemist Association bukan bersama Frozen Island membuat Song Guo percaya, tentu ada alasan kenapa Nang In menguasai pengendalian es dan ia tidak ingin menanyakannya.
"Hey rivalku! perkenalkan namaku Song Zixin! salah satu dari Flame Warrior sekaligus penerus Heaven Seal- uhuk!! Song Zixin memperkenalkan dengan bangga, namun ketika diakhir kalimat ayahnya menyikut perutnya.
"Aku bukan orang bodoh! Untuk apa menyembunyikan fakta bahwa aku adalah seorang penerus, lagi pula cepat atau lambat semua orang di Benua ini akan tau juga?" ucap Song Zixin memiringkan wajahnya.
"Bocah bodoh ini!" Song Guo sudah tidak tahan dengan pemikiran putranya, jika banyak yang mengetahui tentang dirinya yang akan menjadi penerus Phonix Master, maka akan banyak cultivator yang mencoba membunuhnya dan mencuri Divine Beast yang akan diberikan padanya.
"Kalau begitu ikut aku pulang, aku akan memberi pelajaran untukmu dasar bocah bodoh!" Song Guo meraih kera belakang pakaian Song Zixin lalu mengangkatnya seperti mengangkat seekor anak kucing.
"Tua Bangka apa yang kau lakukan!? lepaskan aku!" Song Zixin memberontak namun justru membuat ayahnya semakin marah.
"Sepertinya ibumu harus tau sikap putra kesayangannya!" Song Guo menatap putranya dengan kesal, lalu melirik ke arah Nang In dengan senyum diwajahnya.
"Nak, kami berdua pamit terlebih dahulu, jika kau ingin melihat - lihat silahkan saja" Song Guo tersenyum ramah lalu menyeret Song Zixin untuk menjauh dari Nang In sekaligus untuk memberi hukuman kepada putranya.
__ADS_1
"Terimakasih banyak Tetua" Nang In memberi hormat.
"Hey rivalku! lain waktu kita harus bertarung lagi!" teriak Song Zixin sambil tersenyum ceria, pemuda itu diseret tanpa bisa melawan oleh ayahnya.
Nang In tidak menjawab tantangan dari pemuda cerewet itu. Tetapi diam - diam ia menyayangkan karena gagal mendapatkan Mist Banana berusia 20 tahun. Nang In pun memutuskan untuk kembali ke tempat Niiu dan Xuan Li berada, lagi pula ia sudah berjanji untuk mengajarkan Xuan Li tentang ilmu Alchemiy kepada Niiu.
Song Guo yang sudah menyeret Song Zixin ke tempat yang lebih jauh melirik ke arah belakang, 'Selain dapat menahan serangan Zixin'er dengan mudah, perasaanku mengatakan jika aura yang dikeluarkan pemuda itu mirip dengan aura kakak?'
Meski bodoh dan ceroboh Song Guo mengetahui bahwa anaknya begitu berbakat untuk menjadi seorang cultivator, tetapi melihat serangan Song Zixin ditahan begitu mudah oleh Nang In, itu menunjukkan bahwa pemuda itu mempunyai kekuatan yang tidak jauh dari anaknya, terlebih lagi ia tidak merasakan tingkat kultivasi Nang In, hal ini membuatnya menjadi penasaran.
'Sebenarnya siapa pemuda itu, sepertinya aku harus menyelidikinya'
**
Sementara itu Nang In berjalan menyusuri jalanan yang ia lewati sebelumya, sampai di kazebo tempat Niiu dan Xuan Li berada, Nang In sedikit terkejut karena melihat Xuan Li yang sedang membuat pil padahal sebelumnya gadis itu sudah membuat pil dalam waktu yang sangat lama.
Melihat kedatangan Nang In ekspresi Xuan Li berubah menjadi canggung, gadis itu sepertinya bingung harus berekspresi seperti apa, lagi pula sebelumnya Xuan Li begitu memusuhinya namun setelah Nang In membantunya hingga naik ke tingkat Silver Alchemist, gadis itu merasa terbantu dan merasa berutang budi dan hal ini yang membuatnya bingung harus bersikap seperti apa.
"Jadi pil apa saja yang telah kau buat?" tanya Nang In.
"Umm... Bone Boster Pill, Privilion Pill, Cleansing Pill dan ada beberapa pil kelas rendah lainnya" ucap Xuan Li dengan ekspresi gugup.
"Kalau begitu aku ingin melihat Bone Boster Pill buatanmu?" ucap Nang In.
"Baiklah..."
Xuan Li memberikan Bone Boster Pill buatannya kepada Nang In, pemuda itu memeriksa kualitas pil tersebut dan mendapati memiliki tingkat kemurnian 20%. Nang In tersenyum ringan, meski bukan termasuk pil tingkat tinggi namun membuatnya pasti menggunakan tenaga dan waktu yang tidak sedikit.
"Kerja bagus" Nang In tersenyum lembut sembari menepuk kepala Xuan Li dengan ringan.
__ADS_1
"Te - Terimakasih...." ucap Xuan Li dengan sedikit malu - malu. Gadis itu terlihat begitu gugup membuat Niiu tertawa kecil.
"Kalau begitu sebaiknya kau istirahat karena besok turnamen akan dimulai" ucap Nang In sambil tersenyum.