
"jadi dia Zhou Luong dari Frozen Island?"
"Dan bukankah dia Xuahou?!"
Para penonton memberikan teriakan yang meriah untuk mereka, keduanya pengguna tombak yang sangat berbakat dan masing - masing dari mereka memiliki keunikan sendiri.
"Keduanya sama - sama pengguna tombak yang berbakat, kira - kira diantara mereka siapa yang akan menang In'er?" tanya Niiu kepada Nang In, wanita itu penasaran dengan penilaian pemuda berambut hitam di sampingnya.
"Hmm keduanya sama - sama tidak bertanding banyak pada babak penyisihan karena semua lawan mereka menyerah sebelum bertanding, hal itu yang membuat keduanya tidak mengetahui kelebihan atau kekurangan satu sama lain..." Nang In mengelus dagu sedang menganalisa dua pemuda yang saat ini berdiri di tengah arena.
Pada babak penyisihan, lawan Zhou Luong menyerah sebelum bertanding, begitu pun dengan Xuahou, keduanya sama - sama belum menunjukkan kemampuan mereka, menurut rumor meski keduanya bukan termasuk ke dalam 11 Golden Stars, namun keduanya sangat jenius dalam memakai tombak dan merupakan kebanggaan dari sekte mereka masing - masing, tentunya hal ini yang membuat para penonton penasaran dengan kemampuan mereka.
"Meski bocah dari Frozen Island itu cukup hebat, namun lawannya adalah Xuahou, pemuda itu cukup berpengalaman di medan pertempuran" ucap Niiu menyipitkan mata ke arah pemuda berambut hijau, "Bahkan menurut rumor, Wind Spear Sect begitu keras dan kerap melakukan pelatihan yang begitu kejam kepada para muridnya"
Nang In mengangguk membenarkan pendapat Niiu, namun jawaban pemuda itu mengejutkannya, "Pertandingan kali ini sepertinya akan di menangkan oleh Zhou Luong" ucapnya sambil tersenyum.
"Apa alasanmu, apa karena kau sudah bertarung langsung dengan pemuda itu?" tanya Niiu, ia tau dari Xuan Li jika Zhou Luong hendak mengancam gadis itu dan Qiau Mey jika Nang In tidak bertarung serius melawan Zhou Luong.
Mendengar bahwa gadis kesayangannya ingin dicelakai Niiu hendak memberi pelajaran pada Zhou Luong namun saat itu Xuan Ki memberitahukan bahwa pemuda itu sudah diberi pelajaran oleh Nang In. Alhasil Niiu mengurungkan niatnya, namun dalam hati ia tetap akan membalasnya.
"Tidak ada alasan khusus, ini hanya firasatku"
Berbeda dengan Zhou Luong yang berlatih secara tertutup di dalam pulau, Xuahou pernah beberapa kali terjun ke medan perang secara langsung membuat pemuda itu lebih unggul secara pengalaman, Ya. Meski begitu Nang In lebih yakin jika Zhou Luong memenangkan pertandingan.
Di tengah lapangan Zihan Shi melakukan aba - aba, "Baiklah pertandingan babak utama pertama, dimulai...!"
Begitu Zihan Shi memulai pertandingan, Zhou Luong dan Xuahou langsung berlari ke arah satu sama lain dengan cepat, dengan tombak di masing - masing tangannya mereka melompat lalu mengayunkan serangan secara bersamaan.
Swosh!Klang!
__ADS_1
Suara logam dengan logam saling berbenturan membuat percikan api, Zhou Luong dan Xuahou saling menekan satu sama lain, keduanya mempunyai sorot mata yang menunjukkan kegigihan.
"Seperti rumor yang beredar, kau memang kuat!" Xuahou tersenyum lebar menunjukkan kekagumannya kepada Zhou Luong. Pemuda itu melancarkan serangan tombak dan tendangan secara bergantian.
"Kuat? kau saja yang lemah!" balas Zhou Luong sembari menghindari semua serangan Xuahou dengan mudah. Pemuda itu melepaskan beberapa tusukan mengarah ke titik vital namun Xuahou bisa menangkisnya dengan tusukan yang sama.
"Kau juga seperti rumor, begitu sombong dan dingin namun...!" Xuahou menjaga jarak lalu mengganti kuda - kudanya, "aku tetap menghormatimu sebagai Cultivator yang sama - sama menggunakan tombak!" Pemuda itu tersenyum, sorot matanya menunjukkan kerendahan hati yang luar biasa.
"Kau sangat berisik, membekulah...!" Zhou Luong menggertakan gigi, hawa dingin menutupi beberapa bagian tubuhnya, pemuda itu mengayunkan tombaknya.
Swosh!
Bongkahan es berbentuk runcing langsung menyerang Xuahou, jika tidak ada pelindung qi yang diciptakan oleh para Tetua Klan Song, sudah dipastikan para penonton akan terluka.
Arena hening sesaat karena Xuahou membeku di dalam bongkahan es, Zhou Luong masih berdiri dengan tenang, ia tau bahwa ia tidak akan menang sesingkat ini. Para penonton semuanya terdiam, Cultivator dari Wind Spear Sect tidak panik sedikit pun.
Crack!
"Harus ku akui kau memang hebat" Mount tersenyum lalu memutar tombaknya, "Tapi aku juga tidak kalah hebat darimu!"
"Apa kau hanya bisa mengoceh!? tunjukkan padaku semua yang kau bisa!" ucap Zhou Luong dengan tatapan tajam, es di tubuh pemuda itu mulai kembali muncul. "Sihir Es - Gelombang Es-"
Swosh!
Sebelum Zhou Luong menyelesaikan segel tangannya, terpaan angin yang cukup besar menabraknya hingga terpundur beberapa meter, belum sempat Zhou Luong kembali bereaksi, tarikan angin yang begitu besar mendorongnya hingga hampir keluar arena.
"Ingin membuatku keluar arena! jangan harap!" Zhou Luong menggertakan giginya sebelum menciptakan es di belakang punggungnya untuk mencegahnya keluar dari arena.
"Aku tau kau akan melakukan itu!" Xuahou tersenyum lebar lalu disekitar pemuda itu muncul gelombang angin yang mengerucut membentuk beberapa bor angin. Mengayunkan tombak di tangan kanannya, beberapa bor angin yang berada di dekat Xuahou langsung melesat cepat.
__ADS_1
"Sihir Angin - Bor Penghancur Bukit!"
Wush!!Duar!
Lima bor angin melesat ke arah Zhou Luong, salah satu bor angin mengenai dinding arena membuat retak dengan bentuk putaran, Zhou Luong menggigit bawah bibirnya melihat hal itu, menghindari semua bor angin, pemuda itu masih terkejut dengan dampak serangan jika dirinya sampai terkena serangan barusan, bukan tidak mungkin jika organ dalam tubuhnya hancur berantakan.
"Sial, tidak boleh seperti ini!" Menyadari bahwa momentum pertarungan kini lebih condong ke Xuahou, Zhou Luong mengepalkan erat tangannya, pemuda itu menciptakan bongkahan es di belakang kakinya lalu melesat dengan cepat.
Melihat Zhou Luong mendekatinya, Xuahou tersenyum, "Apa menurutmu aku sudah selesai?" pemuda itu kemudian kembali melakukan segel tangan, "Tentu saja tidak!Sihir Angin - Amukan Badai!"
Wush!
Setelah mengatakan itu angin disekitar pemuda itu bertambah kencang, para penonton yang berada di sekitar sedikit terkena dampaknya, hampir seluruh barang milik para penonton terbang terbawa angin.
"Cih, angin - angin ini semakin menyebalkan!" Zhou Luong berdecak tidak puas, mengayunkan tombaknya, beberapa bongkahan es mengarah ke arah Xuahou
Swosh!Crack!
Xuahou melakukan beberapa tusukan sehingga menghancurkannya dengan mudah, asap dingin kembali menyelimuti, ia sadar bahwa Zhou Luong tengah melakukan sesuatu yang berbahaya untuknya.
Menghentakkan tongkatnya ke lantai, seluruh asap dingin yang menutupi pandangan menghilang, pemuda itu terkejut ketika Zhou Luong ternyata sudah berada di belakangnya, dengan cepat Xuahou memutar tubuhnya melakukan serangan.
Swosh! Klang!
Posisi Zhou Luong yang lebih diuntungkan membuatnya dapat menahan serangan Xuahou dengan mudah, menyeringai dengan sorot mata yang tajam, Zhou Luong menyentuh menggunakan telapak tangannya tepat di dada Xuahou, detik itu juga.
Crack!
Di tatapan terkejut semua orang Xuahou seketika berubah menjadi patung es. Kali ini Zhou Luong langsung mengalirkan hawa dinginnya ke arah tombaknya.
__ADS_1
"Pertandingan ini aku yang akan menang!" Zhou Luong melakukan tusukan ke arah patung es Xuahou, namun sebelum itu terjadi, Zihan Shi menahan ujung tombak pemuda itu menggunakan satu jari.
"Sudah cukup, pertandingan selesai, pemenangnya adalah Zhou Luong dari Frozen Island!" ucap Zihan Shi diiringi sorak meriah para penonton.