
"Bocah sombong!"
Hwang Guo menghampiri Nang In dengan pedang yang terselimuti qi berwarna biru.
Swosh! Klang!
Bentrokan pedang Hwang Guo dan Nang In tercipta, Hwang Guo yang telah mencapai Earth Foundation Mid - Stage sedikit mendorong Nang In ke belakang, andaikan dirinya tidak mempelajari True Emperor Manual maka ia akan dengan mudah dihempaskan beberapa meter oleh Hwang Guo.
Namun Nang In yang telah mempelajari True Emperor Manual membuatnya bisa menandingi Cultivator yang mempunyai tingkat Kultivasi diatasnya, tentu Nang In hanya bisa menandingi Cultivator Earth Foundation Low - Stage, sedangkan untuk Cultivator Earth Foundation Mid - Stage, ia harus bekerja cukup keras agar bisa mengalahkannya.
"Jika bukan karena bocah ingusan sepertimu, mungkin aku sudah membunuh Pria Buta itu", Hwang Guo melapisi pedangnya dengan qi.
Hwang Guo mengayunkan pedangnya dengan ganas, Nang In hanya bisa menepis dan bertahan sebisa mungkin, perlahan langkahnya mundur hingga keluar aula.
Hwang Guo tidak diam disitu, seluruh kemarahannya di limpahkan kepada mantra tangan, kobaran api tersulut di pedangnya melakukan gerakan tusukan, hembusan api mengarah pada Nang In.
Nang In menekan kaki kanannya mengumpulkan es lalu melepaskannya, bongkahan es raksasa tercipta mengarah pada kobaran api tersebut. Kedua elemen yang saling bertolak belakang berbenturan, es milik Nang In berhasil menahan serangan api tersebut meskipun langsung meleleh.
Nang In bergerak mengendarai es yang tercipta di bawah kakinya lalu melesat ke arah Hwang Guo sambil menghunuskan dua pedang yang tercipta dari es.
Klang!
Hwang Guo dengan mudah menahan serangan Nang In, "Fire Magic - Flame Burst!", menghirup nafas, sedikit percikan api tercipta lalu ketika dihembuskan, kobaran api keluar dari mulut Hwang Guo menuju ke arah Nang In.
Posisi mereka tidak begitu jauh sehingga ketika Nang In terkena kobaran api tersebut bisa berakibat sangat fatal baginya.
Nang In menggertakan gigi sebelum melakukan hal yang serupa, namun yang ia hembusan dari mulutnya adalah hawa dingin, karena hawa dinginnya lebih lemah, maka ia spontan menghindar tetapi secara tidak langsung Nang In terkena kobaran tersebut di bagian lengan kirinya.
Membuang jubahnya Nang In melihat lengan kirinya memerah karena terbakar hangus, langsung ia mengeluarkan tiga buah healing pill dari space ring lalu menelannya.
__ADS_1
Seketika luka bakar tersebut langsung sembuh dan lengan kiri Nang In kembali seperti semula, melihat hal itu membuat Hwang Guo terkejut, selama ini ia tidak memperhatikan lebih jauh tentang pemuda di depannya, namun sekarang ia menilai bahwa pemuda itu memiliki latar belakang yang tidak biasa.
Umumnya healing pill banyak dimiliki oleh sekte menengah atau sekte besar, tentu sekte kecil pun memiliki pill tersebut namun jumlahnya tidak terlalu banyak selain karena harganya mahal, sekte kecil cenderung tidak memiliki Alchemist di dalamnya.
Bahkan dirinya selaku ketua dari keluarga Hwang, tidak selalu mengantongi pill - pill tersebut dan pemuda di hadapannya yang menelan tiga healing pill secara langsung seperti menelan kripik? benar - benar membuatnya iri!
Hwang Guo mengertakan gigi, qi berwarna biru merembes keluar dari tubuhnya berganti menjadi kobaran api yang menyelimuti tubuh pria tua itu.
"Sudah cukup bermain - mainnya akan ku bakar kau bocah tengik!"
Tidak tinggal diam, tubuh Nang In pun mengeluarkan hawa yang begitu dingin, "Coba saja jika bisa Pak Tua!"
**
Qiau Mey panik melihat racun yang mengidap di dalam tubuh ayahnya kini terus menyebar bahkan membuat tubuhnya membiru.
"Nona muda, silahkan bahwa Patriack ke dalam, di sini biar kami yang akan mengurusnya!" ucap salah seorang Tetua Earth Foundation Mid - Stage.
Qiau Mey menopang ayahnya, "Terima Kasih banyak Tetua, mohon untuk berhati - hati!" setelah mengatakan itu Qiau Mey menyeret ayahnya ke dalam ruangan.
Empat Tetua Earth Foundation Mid - Stage langsung menghadapi pembunuh bertopeng harimau, tidak jauh dari pertarungan mereka, Liang Chou terbaring tak berdaya, ia benar - benar dibuat habis oleh dua Tetua yang mengincar dirinya, jika itu adalah dirinya yang dulu mungkin ia dapat bertahan lebih lama bahkan membunuh satu satu dari mereka. Namun sekarang keadaan telah berbeda, kehilangan tangan dan mata kanannya sangat berdampak besar pada keterampilan bertarungnya.
Swosh Klang!
Setelah bertukar puluhan serangan, keduanya mundur beberapa langkah, tubuh Nang In dipenuhi luka dan nafasnya terengah - engah, sedangkan Hwang Guo, Pria tua itu hanya sedikit kelelahan masih baik - baik saja.
"Bagaimana bocah? di mana kesombongan mu yang katanya ingin membunuhku!" Hwang Guo tersenyum mengejek ke arah Nang In, kedua tangannya memegang pedang yang dialiri dengan basic spirit angin.
Hwang Guo bergerak cepat sembari mengayunkan kedua pedangnya.
__ADS_1
"Wing Magic - Wind Slash"
Bilah angin tercipta dari ayunan itu, jurus ini adalah jurus yang digunakan Hwang Yuan untuk melawan Nang in, namun Hwang Guo melakukannya lebih baik hingga membentuk puluhan bilah berukuran satu meter lebih.
Hwang Guo menciptakan segel tangan lagi, bola angin raksasa yang ukurannya empat kali lipat dari tubuh manusia memenuhi langit malam, lalu ditembakkan ke arah Nang In dengan kecepatan yang tidak normal
"Wind Magic - Crushing Pressure!"
Nang In yang mengetahui serangan tersebut dapat mengancam nyawanya, memfokuskan untuk bertahan, tubuhnya mengeluarkan hawa dingin hingga membekukan area disekitarnya, melakukan segel tangan.
"Ice Magic - Blue Lotus Flower!"
Bunga lotus berukuran raksasa tercipta dihadapan Nang In, bunga itu bermekaran memamerkan keindahan di setiap kelopak. Menjadi benteng Nang In dalam menghadapi serangan yang datang ke arahnya.
Puluhan bilah raksasa menghantam bunga lotus yang Nang In ciptakan namun tidak membuatnya bergeming sama sekali, meski hancur beberapa kelopak, Nang In kembali menciptakan lebih kokoh lagi.
Tidak memberikan Nang In ruang untuk bernafas, tekanan angin dalam jumlah besar menghantamnya dengan sangat keras, meski ia terus menguatkan bunga lotus di hadapannya, perlahan tekanan angin itu menghancurkan setiap kelopaknya hingga terus menerus menyayat dagingnya, darah keluar dari mulut dan hidung Nang In, dirinya sudah mencapai batas, akhirnya tekanan angin itu hilang bersamaan dengan hancurnya bunga lotus es tersebut.
Tubuh Nang In penuh dengan luka, pandangannya mulai kabur, namun saat itu juga...
JLEB!
Sebuah pedang menembus dadanya, beberapa suap darah keluar dari mulutnya, mendongak ke atas ia melihat Hwang Guo yang tersenyum kejam ke arahnya, rupanya pria tua itu sudah menunggu momen di mana Nang In lengah.
"Harus ku akui bahwa kau adalah pemuda jenius yang pernah ku temui!" Hwang Guo menekan pedang di dada Nang In, "Namun aku harus menghentikan pertumbuhanmu, sebelum kau benar - benar menjadi monster yang sesungguhnya!"
Andaikan bakat seperti itu dimiliki oleh cucunya, Hwang Yuan. Pasti dirinya akan sangat bahagia, namun takdir langit berkata lain, bakat itu harus jatuh pada anak yang tidak ia kenal, ia harus membunuh Nang In sebelum dia menjadi ancaman yang lebih besar.
Setelah mengatakan itu Hwang Guo mendorong tubuh Nang In hingga terjatuh ke tanah.
__ADS_1