
"Berhenti berbuat onar dasar bocah - bocah kurang ajar!"
Wanita tua itu menjewer telinga Bai Luinha dan Zhou Luong membuat mereka berdua berteriak kesakitan.
"Malam kemarin kalian menghancurkan empat rumah dan hampir melukai wanita hamil" wanita tua itu memutar pergelangan tangannya, membuat teriakan keduanya makin kencang "Sekarang kalian ingin menghancurkan apa lagi?"
"Maafkan aku Nek, aku berjanji tidak akan mengulangi lagi!" Zhou Loung berteriak kepada Fuan Yu yang ternyata adalah neneknya.
"Bibi Yu aku sama sekali tidak bersalah, cucumu terlebih dahulu yang menantangku bertarung!" Bai Luinha melakukan pembelaan.
"Aku sama sekali tidak peduli dengan alasan kalian-"
Situasi bertambah rumit ketika tekanan qi yang begitu besar tiba - tiba menekan Fuan Yu, membuat para penduduk yang berada di sekitar mundur sedangkan Bai Luinha dan Zhou Luong keduanya hampir kehilangan kesadaran.
"Apa maksudmu melakukan ini!?" Fuan Yu melirik ke arah Zhou Kun yang mengarahkan qi dalam jumlah besar ke arahnya.
"Bukankah tadi kau dengar sendiri jika Luong-er yang lebih dulu mencari masalah dengan cucuku, lalu kenapa kau tidak melepaskan tanganmu?"
Zhou Kun dan wanita tua itu saling menatap tajam, keduanya memancarkan aura permusuhan yang begitu pekat, namun saat itu juga suara lain terdengar.
"Kalian berdua sudah hidup lebih dari seratus tahun, tapi kelakuan kalian seperti seorang bocah benar - benar memalukan!"
Melirik ke sumber suara Zhou Kun dan Fuan Yui tertegun melihat wanita tua yang berjalan santai ke arah mereka, keduanya langsung menarik aura besar mereka. Fuan Yui buru - buru melepaskan tangannya dari Bai Luinha dan Zhou Luong.
Zhou Kun dan Fuan Yu berekspresi pucat karena wanita tua itu menatapnya dengan tajam, setelah beberapa saat akhirnya Zhou Kun membuka mulut.
"Istriku aku bisa jelaskan semuanya" ucap Zhou Kun dengan eskpresi pucat.
"Benar Kak, izinkan kami menjelaskan semuanya" Fuan Yu ikut berbicara berusaha menahan agar kakaknya tidak marah.
__ADS_1
Wanita tua yang baru datang tersebut bernama Fuan Lui, kakak dari Fuan Yu sekaligus istri dari Zhou Kun, semenjak masih remaja Fuan Lui orang yang selalu memberi hukuman kepada Zhou Kun dan Fuan Yu yang berseteru, hal itu berlaku sampai sekarang.
"Jelaskan apa yang terjadi" Fuan Lui melipat tangannya di dada sambil menatap tajam keduanya.
Zhou Kun menghela nafas panjang lalu menceritakan permasalahan mereka, Fuan Lui mengerutkan kening mendengar permasalahan sepele mereka, wanita tua itu melirik ke arah Bai Luinha dan Zhou Luong lalu berbicara.
"Kalian berdua benar - benar bertolak belakang. Di kekaisaran Black Sun lebih tepatnya Kota Blackroock akan diselenggarakan turnamen muda, kurasa ini waktu yang tepat bagi kalian untuk menjelajah dunia Cultivator"
Mendengar saran dari Fuan Lui membuat Zhou Kun dan Fuan Yu menganggukkan kepala, jelas mengikuti turnamen muda adalah saran yang tepat, selain untuk mengasah kemampuan hal ini dapat menambah pengalaman mereka tentang seberapa luas dunia cultivator.
Zhou Luong menatap neneknya dengan mata penuh bintang, sedangkan Bai Luinha berekspresi buruk ia langsung menoleh ke kakeknya lalu menggeleng - geleng kepala.
"Kau harus ikut!" ucap Zhou Kun spontan.
"Aku menolak! Kakek tau bukan jika aku benci tempat keramaian seperti itu?!" tolak Bai Luinha.
"Justru karena itu kau harus ikut!" ucap Zhou Kun tidak ingin mengalah.
"Gadis ini!"
"Tua Bangka ini!"
Zhou Kun dan Bai Luinha saling melotot satu sama lain, keduanya memancarkan aura permusuhan, sedangkan mereka yang menonton hanya bisa menggeleng kepala karena setiap bertemu keduanya pasti bertengkar.
"Tidak ada pilihan lain, kurasa aku harus melaporkan ini kepada ibumu"
"Kenapa harus melibatkan ibu Kek!" Bai Luinha berdecak tidak puas, sudah setahun ibunya melakukan latihan tertutup, namun jika ibunya tau soal turnamen maka dia akan memaksanya untuk ikut.
"Kau tidak ingin ibumu menghukummu lagi bukan?" Zhou Kun tersenyum lebar.
__ADS_1
Mendengar itu ekspresi Bai Luinha menjadi buruk, jelas kakeknya sedang mengancamnya, mengingat bagaimana ibunya jika marah membuat gadis itu bergidik ngeri, ia masih mengingat bagaimana ibunya menghukumnya dengan sadis ketika ketahuan membolos latihan.
"Baiklah - baiklah aku ikut, tapi untuk kali ini saja" ucap Bai Luinha sambil memutar bola matanya.
**
Keesokan harinya di tepi pulau, para penduduk berkumpul untuk mengantar Zhou Kun dan Bai Luinha yang ingin mengikuti turnamen muda di Kekaisaran Black Sun, untuk keselamatan mereka Zhou Kun mengutus Fuan Yu untuk mengawasi termasuk memenuhi segala kebutuhan mereka.
Fuan Yu termasuk salah satu dari 5 cultivator terkuat di Frozen Island, ketiganya menempuh perjalan air menunggangi seekor demonic beast berbentuk penyu raksasa milik Fuan Yu.
"B - o - s - a - n, bosan!"
Di atas penyu raksasa Bai Luinha memandangi lautan dengan ekspresi bosan, selama perjalanan gadis itu mengeluh tanpa henti membuat Fuan Yu dan Zhou Luong yang sedang bermeditasi terganggu.
"Apa tidak ada kejadian yang menarik, serangan bandit, serbuan demonic beast, tsunami, apa tidak ada kejadian semacam itu!?" Bai Luinha berteriak kesal. Memikirkan kedepannya ia hanya duduk diam dan melamun tidak jelas membuatnya begitu kesal.
Bai Luinha mengharapkan sesuatu yang lebih agar perjalanan yang mereka lalui sedikit berbeda.
"Kau ingin sesuatu yang menarik bukan? bagaimana dengan ini!" Fuan Yu yang sudah begitu kesal langsung menjewer telinga Bai Luinha, "Apa ini yang kau inginkan dasar gadis nakal!?"
"Aw, apa yang kau lakukan bi?!" Bai Luinha terkejut ketika telinganya ditarik kencang.
"Seharusnya kau bersyukur jika perjalanan kita sama sekali tidak ada gangguan, tapi kau malah mengharapkan kita tertimpa hal - hal buruk!"
"Bukan seperti itu bi, aku hanya ingin-"
"Tidak usah banyak alasan kau gadis nakal!"
Di saat dua perempuan itu sibuk bertengkar, tepat dibawah laut terjadi guncangan besar yang menghantam mereka, sebelum mereka menyadari penyebab guncangan itu, sebuah tentakel raksasa muncul dari bawah laut.
__ADS_1
Satu demi satu tentakel raksasa muncul dari dalam laut, terakhir muncul seekor demonic beast berbentuk gurita berwarna merah darah membuat Zhou Luong dan Fuan Yu terkejut sementara Bai Luinha tersenyum penuh makna melihat kedatangan makhluk tersebut.
"Ini baru menarik!"