Road To Immortality

Road To Immortality
Pertarungan di Eternal Flame Clan II


__ADS_3

"Bagaimana kau bisa lepas dari pengaruh racun milik Sua Bo!?" teriak Gung He dengan kesal karena Zihan Shi dapat menahan serangannya. Padahal pria tua itu sudah terkena racun serangga milik Sua Bo, Namun hal itu belum cukup untuk bisa melumpuhkannya.


"Tidak ku sangka kalian begitu pengecut karena mengincar para bibit - bibit berbakat!" ucap Zihan Shi sembari mengeluarkan tongkat merah dari space ring miliknya, "Kini Blood Mist Sect secara resmi mengibarkan bendera perang melawan sekte aliran putih dan aliran netral, tinggal masalah waktu sampai kehancuran kalian tiba!"


Zihan Shi memberi kode mata kepada Qiau Mey untuk langsung bergegas pergi, namun Gung He yang mengetahui niat mereka bersiap untuk menghadang Qiau Mey.


"Apa yang kau lakukan! bocah itu salah satu daftar nama yang harus ku bunuh!" teriak Gung He sembari menunjuk Qiau Mey, sebelumnya Blood Mist Sect telah memberitahukan siapa saja bibit unggul yang harus dibunuh. Namun membunuhnya tentu tidak akan mudah.


"Apa kau pikir aku akan membiarkannya begitu saja!?" teriak Zihan Shi dengan ekspresi yang begitu tajam, namun keterkejutan tidak bisa disembunyikan dari wajah Zihan Shi ketika melihat Nang In berlari ke arahnya, "Bocah itu kenapa berlari kemari!?"


Pria tua itu cukup terkejut karena Nang In dapat bertahan melawan Dung Ha, padahal tingkat kultivasi keduanya sangat jauh.


"Mey'er apa kau baik - baik saja!" tanya Nang In dengan panik kepada Qiau Mey karena sebelumnya ia melihat gadis itu terkena serangan milik Gung He.


"In'gege, aku baik - baik saja, tidak ada luka yang serius" jawab Qiau Mey menenangkan Nang In. Meski gadis itu terluka di bagian lengan dan perutnya namun dilukanya masih tergolong ringan, jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan.


"Nak segeralah kalian cari tempat yang lebih aman!" ucap Zihan Shi begitu melihat Nang In menghampiri Qiau Mey, pria tua itu merogo saku kantungnya lalu memberikan pill kepada Nang In dan Qiau Mey,, "Makan ini, pill ini akan memulihkan tenaga kalian"


"Terima kasih Senior! kalau begitu kami akan pergi, semoga Senior dapat kembali dengan selamat!" ucap Nang In sambil menerima pill pemberian Zihan Shi, "Mey'er ayo kita pergi dari sini"


"Ba - Baik In'gege! Senior Zihan terima kasih karena sudah menyelamatkanku" ucap Qiau Mey sambil memberi hormat kepada Zihan Shi kemudian melarikan diri bersama Nang In.


Di tengah jalan keduanya berhenti karena dihadang oleh beberapa Cultivator aliran hitam, diantara mereka terdapat para pengkhianat dari Klan Song dan dua orang yang tidak asing bagi Nang In, mereka adalah Xuo Duo dari Night Dagger Sect dan Sosok berjubah merah.


"Hey bocah kiita bertemu lagi!" ucap Sosok berjubah merah.


"Apa kau mengenalnya?" tanya Xuo Duo.


"Bukankah kau salah satu peserta Turnamen! ternyata kau bagian dari mereka!" Nang In sama sekali tidak terkejut ketika tau bahwa Xuo Duo salah satu dari mereka.


"Ah benar juga, aku belum memperkenalkan diriku, perkenalkan namaku adalah Bong Lan" setelah mengatakan itu tubuhnya perlahan bertambah tinggi dan terjadi perubahan di bagian dadanya, wajahnya berubah seperti seorang wanita namun otot - otot besarnya seperti seorang pria, kini wajahnya berubah sepenuhnya menjadi wanita berumur 40 tahun, "Dunia Cultivator lebih mengenalku sebagai Bong Lan Si Pedang Pemenggal, salah satu Tetua Blood Mist Sect" ucap Bong Lan memperkenalkan diri dengan hormat.

__ADS_1


Bong Lan mendapat julukan Pedang Pemenggal karena pada saat perang aliran putih melawan aliran hitam ia memenggal banyak kepala musuh - musuhnya, Bong Lan merupakan Tetua termuda di Blood Mist Sect. di usianya yang belum 40 tahun wanita itu telah sampai di tingkat Sky Fondation Mid - Stage.


"Aku pernah bertarung dengan pemuda itu sekali, dia bahkan lebih berbahaya dari Song Zixin maupun Jian Long" ucap Sosok berjubah merah, "Kita harus membunuhnya di sini, jika tidak, dia akan menjadi masalah untuk kita di masa depan!"


"Jarang sekali kau memuji seseorang, aku jadi penasaran untuk memujinya" ucap Bong Lan sambil mengelus dagu, wanita itu mengeluarkan pedang besar dari space ring miliknya lalu mengarahkannya pada Nang In, "Bersiaplah bocah, kuatkan kuda - kudamu!"


Setelah mengatakan itu Bong Lu melesat ke arah Nang In dengan cepat, pemuda itu segera menciptakan pedang dari es lalu mengayunkan dengan kencang.


Swosh!Klang!


Logam dengan es keras saling berbenturan, Bong Lu kembali mengayunkan pedangnya dan Nang In langsung menangkisnya.


"Hahaha lumayan, kau kuat bocah!" Bong Lu menyeringai kejam lalu mengayunkan pedangnya lebih keras lagi.


Swosh!Klang!


"Kuat sekali...!" Nang In menahan serangan Bong Lu namun karena terlalu kuat, pemuda itu terhempas beberapa meter ke belakang.


"Ingin pergi kemana gadis kecil? sebaiknya kau jangan ikut campur dengan pertarungan Tetua Bong!" ucap salah satu pengkhianat sambil menghunuskan pedangnya, "Teman - teman bunuh gadis itu untuk Tetua...!"


"YAA...!"


Para pengkhianat langsung bergerak ke arah Nang In, meski kebanyakan dari mereka adalah Cultivator Qi Gathering tingkat 2, namun karena jumlahnya yang tidak sedikit, mereka tetap tidak boleh diremehkan.


"Seni Pedang Emas - Tebasan Cahaya!"


Slash!


Sekali ayunan Qiau Mey dapat membunuh dua orang, gadis itu tidak mempunyai pilihan lain selain melawan mereka.


"Sial! padahal dia sama sekali tidak menggunakan qi nya, namun tenaganya berada di tingkatan yang berbeda!" Nang In mendengus kesal, setelah memuntahkan darah berulang kali, pemuda itu kembali bangkit.

__ADS_1


"Karena kau sudah bangun, aku akan kembali mengujimu bocah!" ucap Bong Lu kemudian melesat dengan cepat ke arah Nang In.


"Teknik Bunga Sakura - Tarian kedua!"


Swosh!Klang!


Nang In menahan serangan Bong Lu dengan gerakan seperti tarian, pemuda itu kembali melanjutkan tariannya membuat Bong Lu terkejut karena mengenali teknik yang dipakai oleh Nang In.


"Teknik Bunga Sakura - Tarian Kesatu!"


Nang In mengubah gaya pertarungan pedangnya menjadi lebih cepat dan lentur, sontak gaya berpedangnya dapat membuat Bong Lu sedikit kewalahan, karena selain unggul di tingkat kultivasi, wanita itu sama sekali bukan tandingan Nang In dalam hal teknik pedang.


"Bagus bocah! kau sangat menghiburku!" Bong Lu menyeringai gila lalu mengeluarkan qi dari Cultivator Sky Fondation. Hal ini membuat Nang In tertekan karena tidak dapat menahan auranya.


"Sihir Es - Dinding Es!"


Swosh!


Nang In mengayunkan tangannya menciptakan bongkahan es raksasa yang menabrak Bong Lu, pemuda tidak menurunkan penjagaannya karena ia yakin Bao Lu akan lolos dari jurusnya. Benar saja beberapa detik setelahnya, terjadi ledakan di bongkahan es yang Nang In ciptakan, Bao Lu dapat meloloskan diri dengan mudah.


"Seni Pemenggal Kepala - Tebasan Pemenggal!"


Bao Lu mengayunkan pedangnya membuat Nang In terpental dengan mudahnya, perbedaan tingkat kultivasi mereka yang begitu jauh membuat Nang In kesulitan untuk mengimbangi Bong Lu.


"Tidak ada hal menarik yang bisa kau tunjukkan lagi? baiklah waktunya kau mati!" setelah mengatakan itu tekanan qi Cultivator Sky Fondation Mid - Stage menekan tubuh Nang In, Bong Lu menyeringai kejam sambil berjalan santai ke arah Nang In.


"Seni Pemenggal Kepala - Tebasan Pemeng-"


Ucapan Bong Lu tersangkut di kerongkongan karena merasakan aura pembunuh yang begitu pekat dari arah Nang In.


"Ini bukan waktunya untuk ragu, hadapi orang itu dengan semua kekuatanmu, termasuk kekuatan Demon Jade...!" Nang In menatap Bong Lu dengan tajam, "Untuk melindungi Mey'er, aku butuh kekuatanmu Demon Jade!"

__ADS_1


__ADS_2