
Tak terasa tujuh tahun telah berlalu, waktu berjalan begitu cepat, Nang In sudah tinggal bersama Zhou Jin dan Lin Yue hampir sepuluh tahun lamanya di Pulau Rempah.
Nang In tengah tumbuh menjadi lebih dewasa, mempunyai paras yang tampan serta pembawaan yang hangat, meski dengan raut wajah yang dingin.
Menjadi murid dari dua Jagoan aliran putih membuatnya memiliki banyak keahlian, selama tujuh tahun terakhir Nang In berkembang dengan sangat pesat, selain teknik Kultivasi yang meningkat hingga Qi Gathering 12, keahlian Nang In dalam membuat pill sebanding dengan Alchemis tingkat Gold, bahkan kandungan pill yang diciptakan Nang In mengandung 50% qi murni, membuat Lin Yue geleng - geleng kepala dengan perkembangannya!
Kualitas tubuh Nang In yang semula berada ditingkat Mind Scattering Medium - Tier, meningkat hingga ke tingkat Mortal Flash High - Tier, selangkah lagi akan mencapai tingkat Nirvana, Kualitas tubuh terkuat pada Cultivator.
Demon Jade yang diperkirakan akan terbangun empat tahun kemudian ternyata sampai detik ini belum menunjukkan reaksi apa pun, hal ini membuat kedua Gurunya khawatir, jadi mereka memberi beberapa saran kepada Nang In agar bisa mengatasi Demon Jade jika sewaktu - waktu bangkit.
Beberapa tahun terakhir Nang In tidak hanya melakukan Kultivasi atau membaca buku, dia lebih sering pergi ke hutan untuk bertarung dengan demonic beast, tujuannya untuk mencari pengalaman bertarung dan meningkatkan keahlian bertarungnya. Karena jika berfokus pada pengembangan diri tanpa adanya pengalaman yang nyata, semua ilmu yang dipelajari akan mati atau lupa, maka sensasi pertarungan hidup dan mati sangat dibutuhkan oleh seorang Cultivator.
**
Di tengah Gunung Kekosongan, terlihat seorang anak sedang bertarung sengit dengan beberapa ekor Demonic Beast Blue Crow.
Dengan mengandalkan pedang es ditangan kanan dan perisai es di tangan kiri, dia menangkis lalu menyerang balik, pola itu dia lakukan berulang kali, meski sederhana. Namun sangat mematikan, terbukti belasan kepala Blue Crow yang terpisah bergeletakan di tanah.
Menghela nafas panjang, uap dingin keluar dari mulut anak itu, meski suhu disekitarnya normal, namun tubuh anak itu begitu dingin, hal itu membuatnya sedikit tidak normal.
Benar, anak itu adalah Nang In, Heaven Seal dari Ruler Of Ice.
__ADS_1
Saat ini dia tengah berada di Gunung Kekosongan untuk mengambil harta yang tersimpan di puncak Gunung, ketika sampai di sana Nang In langsung disambut oleh puluhan Blue Crow, demonic beast tingkat Qi Gathering 6, selain jumlahnya yang mencapai puluhan, cairan asam yang dimuntahkan mulutnya patut diwaspadai.
Dari arah utara terdengar pekikan kawanan Blue Crow, mengetahui beberapa ekor Blue Crow mengincarnya, Nang In melakukan kuda - kuda, dengan tatapan acuh tak acuh dia mengayunkan pedang hingga menimbulkan udara dingin.
Swoshh!
Ketika kawanan Blue Crow terkena udara dingin tersebut, seketika mereka membeku seperti patung es yang dipahat. Meski telah mengalahkan demonic beast yang mengincarnya, hal itu tidak menurunkan kewaspadaannya, karena tau bahwa itu hanya awalan, terbukti saat melihat langit terlihat puluhan Blue Crow terbang ke arahnya, mengetahui hal itu Nang In langsung bersiap.
"Sepertinya ini akan segera dimulai"
Setelah mengatakan itu, Nang In menciptakan bongkahan es dibawah kakinya lalu melesat dengan cepat menuju kawanan Blue Crow.
Tangan kanan menciptakan busur es sedangkan tangan kirinya menciptakan anak panah, Nang In melaju dengan kecepatan tinggi lalu memanah Blue Crow dengan cepat secara beruntun.
Ice Magic - Streak Arrows
Nang In melepaskan anak panah dengan ukuran yang lebih besar, ketika mencapai langit, anak panah tersebut terbagi menjadi puluhan anak panah berukuran kecil lalu menghujani puluhan Blue Crow dengan sadis.
Puluhan Blue Crow mati menciptakan hujan darah, beberapa Blue Crow yang masih selamat berhasil mendekat ke arah Nang In, namun Nang In dengan sigap mengubah busur es ditangannya menjadi pedang es, bersiap untuk pertarungan jarak dekat.
Dari arah depan dua ekor Blue Crow melesat ke arahnya sambil memuntahkan cairan asam yang panas, Nang In menghindar lalu menyerang dengan Sakura Blossom Technique.
__ADS_1
"Sakura Blossom Technique, tarian ke 9"
Swosh!
Seketika tubuh dua ekor Blue Crow terbelah menjadi dua, Nang In mendarat lalu kembali melaju dengan berseluncur menggunakan bongkahan es yang dia ciptakan.
Di sepanjang perjalanan, Nang In diserang oleh berbagai jenis demonic beast namun berhasil dia tangani dengan membekukan mereka semua. Setelah beberapa saat melaju dengan cepat, Nang In tiba di kaki gunung Kekosongan, seperti namanya, di puncak gunung tersebut tidak ada makhluk hidup sama sekali, hanya ada kabut pekat dan tanah yang tampak subur.
Nang In kembali mempertanyakan ucapan Zhou Jin yang mengatakan bawah terdapat harta tersimpan di Gunung Kekosongan, matanya menjelajah ke seisi Gunung namun tidak menemukan apa pun hanya tatapan haus darah yang mengarah padanya?
Merasakan hal itu Nang In langsung bersiap, dari arah belakang suhu perlahan menjadi naik.
Woshh!
Tiga bola api raksasa raksasa terbang padanya, Nang In langsung melompat menghindari bola api tersebut.
Sepasang mata merah menatap Nang In dengan tatapan penuh kebencian, Nang In dapat merasakan kehadiran sosok makhluk tersebut, setelah beberapa saat hawa keberadaan makhluk tersebut menghilang, hal ini membuat Nang In bingung dan mengurangi kewaspadaannya.
Sampai tanah yang dia pijak tiba - tiba bergetar, menengok ke atas, dia melihat sosok demonic beast raksasa sedang menjatuhkan diri ke arahnya.
Dari pada merasakan takut, Nang In justru tersenyum lebar, hawa dingin merembes keluar dari tubuhnya.
__ADS_1
"Sepertinya ini akan menarik"