Road To Immortality

Road To Immortality
Madam Dark Orphanage


__ADS_3

Liiu Xingsheng bersama Liiu Yaoshan masuk ke dalam ruangan pribadi Madam, di dalamnya terdapat sebuah pintu tipis di tengah ruangan sebagai pembatas, di balik pintu tipis itu terlihat siluet seorang wanita yang sedang duduk.


Hanya sedikit orang yang mengetahui sosok madam karena jarang memperlihatkan rupanya, ia selalu memerintah dibalik bayang - bayang para bawahannya, banyak yang berpendapat jika madam menunjukkan kekuatannya maka dapat menjadi salah satu dari Five Monarch.


"Madam..." Liiu Xingsheng dan Liiu Yaoshan berlutut hormat di hadapan siluet tersebut.


Liiu Xingsheng sedikit menengok ke depan namun Liiu Yaoshan menyenggolnya karena hal itu tidak sopan. Pemuda itu begitu penasaran dengan sosok Madam Dark Orphanage sekaligus ibunya.


Karena semenjak ia berusia 6 tahun ibunya tidak lagi menampakkan wajahnya dan begitu tertutup karena menjadi pemimpin organisasi, sejak saat itu hubungan mereka berdua menjadi renggang dan berubah selayaknya atasan dan bawahan, meski Liiu Xingsheng mendapatkan hak - hak khusus dibandingkan murid lainnya, namun tetap hal itu membuatnya tidak nyaman karena harus bersikap formal kepada ibunya sendiri.


"Aku tau kau terluka setelah menjalankan misi, untuk itu aku tidak akan menyita banyak waktu dan akan memberikan hadiah yang pantas untukmu, tapi sebelum itu ada beberapa hal yang harus aku tanyakan" ucap madam dari balik pintu.

__ADS_1


Madam kembali melanjutkan, "Apa kau berhasil mendapatkan manual yang telah dicuri itu?


Mendengar pertanyaan itu Liiu Xingsheng langsung bersujud tiga kali sebagai permintaan maaf lalu menjelaskan semua yang dialaminya tanpa mengurangi sedikit pun termasuk pertemuannya dengan Nang In, pemuda yang diduga seorang Heaven Seal dan tewasnya beberapa pengawal setianya.


Setelah mendengar penjelasan dari Liiu Xingsheng madam terdiam, hal itu membuat Liiu Xingsheng merasa khawatir jika ibu nya akan marah.


"Pemuda pengendali es dengan perubahan wujud seperti seekor harimau, jika secara ciri - ciri memang mirip seperti Ruler Of Ice, namun aku belum dapat menyimpulkan bahwa pemuda itu seorang Heaven Seal"


"Namun jika benar Ice Master telah mewariskan divine beast milikinya kepada pemuda itu, bukankah dia sudah tewas?" tanya Liiu Yaoshan tanpa mengurangi rasa hormat.


Sudah menjadi pengetahuan umum jika Heaven Seal yang mewariskan Divine Beast kepada orang lain maka nyawa mereka akan menjadi taruhannya, namun madam mempunyai firasat lain bahwa Ice Master masih hidup.

__ADS_1


"Meski dalam puluhan tahun terakhir tidak ada kabar apa pun tentang Ice Master, kita tidak boleh bertindak gegabah. Tidak! sebelum kita memastikan kematian Ice Master itu sendiri atau memastikan bahwa pemuda itu benar seorang Heaven Seal!"


"Baik madam" Liiu Xingsheng dan Liiu Yaoshan menjawab secara bersamaan.


"Untuk kali ini aku memaklumi kegagalanmu karena lawanmu adalah Heaven Seal, tetapi untuk selanjutnya tidak ada kegagalan lagi, mengerti?" ucap madam.


"Mengerti! terima kasih atas kemurahan hati anda madam" Liiu Xingsheng menunduk lebih dalam bersyukur karena ibunya tidak memberinya hukuman.


"Kalau begitu bagaimana tentang pemuda itu madam, apakah kita harus-"


"Untuk saat ini kita fokus untuk mencari pencuri yang telah mengambil harta kita! sedangkan untuk pemuda itu, tentu kita harus segera menghabisinya jika tidak dia akan menjadi ancaman untuk kita!" ucap madam dengan nada dingin.

__ADS_1


"Baik madam" Liiu Yaoshan dan Liiu Xingsheng mengangguk dengan hormat.


__ADS_2