
Di depan pintu masuk, telah berbaris puluhan orang yang hendak masuk ke dalam Kota Blackrock, ketika ingin masuk mereka harus membayar sepuluh spirit stone perorang kepada kedua Cultivator Sky Fondation yang menjadi penjaga gerbang kota.
Namun hal ini tidak berlaku untuk kreta kuda yang membawa Xuan Li dan rombongannya, ketika melihat lambang Star Alchemist Association kedua penjaga gerbang langsung mempersilahkan mereka untuk masuk tanpa dikenai biaya, hal ini membuat iri para pengantri yang sudah menunggu dengan waktu yang lama.
Masuk ke dalam kota, Nang In langsung disuguhkan dengan suasana perkotaan yang begitu maju dari kota - kota yang sebelumnya ia datangi.
Mulai dari pijakan tanah yang beralaskan batu yang berwarna - warni, juga ada satu air mancur raksasa ketika masuk ke dalam kota, bangunan - bangunan yang menjulang tinggi dengan cerobong yang menempel di atasnya menambah kesan unik.
Kepadatan qi di Kota Blackrock begitu banyak karena banyak, itu sebabnya banyak Cultivator yang berlalu - lalang dengan berbagai jenis pakaian sekte, tidak sedikit dari mereka yang membawa berbagai bentuk spirit beast mereka.
Terlebih lagi turnamen muda yang akan dilaksanakan tiga hari ke depan membuat banyak para pengunjung yang berasal dari kota lain memenuhi Kota Blackrock agar dapat menyaksikan turnamen Cultivator muda.
"Pengawal, apa ini pertama kalinya kau mengunjungi Kota Blackrock?" ucap Niiu yang sejak tadi penasaran karena gelagat Nang In seperti terkejut dan kagum melihat pemandangan di depannya.
"Benar sekali Senior, aku baru pertama kali mengunjungi kota ini dan melihat Kota sebagus ini" ucap Nang In canggung sambil menggaruk kepalanya.
"Cih dasar orang desa!!" celetuk Xuan Li sembari menopang dagunya ke arah jendela, gadis itu memasang ekspresi bosan seakan kemegahan Kota Blackrock bukan sesuatu yang Mengesankan.
Hal ini membuat Nang In mengerutkan keningnya, "Memang apa urusannya denganmu Gadis Manja!" Nang In balas mengejek Xuan Li.
Bukannya kesal atau marah Xuan Li justru tersenyum lalu memeluk Niiu, "Aku memang gadis manja kenapa? apa kau iri? sejak kecil aku sudah mendapatkan semua yang ku inginkan berbeda dengan orang desa sepertimu yang harus berusaha keras untuk mendapatkan sesuatu, itu pun belum tentu kau dapatkan jika berusaha sekali pun, benar - benar pecundang hahaha!" ucap Xuan Li dengan tatapan merendah.
Nang In mengerutkan keningnya ketika melihat gadis di belakangnya, "Hey apa kau tidak malu, semua kekayaan dan kenyamanan yang saat ini kau rasakan itu milik ayahmu! Tanpanya kau hanya gadis bodoh yang hanya bisa bersikap manja dan tidak pernah berusaha mendapatkan sesuatu dengan tanganmu sendiri, bukankah itu yang seharusnya di panggil dengan sebutan pecundang!?" balas Nang In dengan perkataan hinaan.
"K - Kau...! Kau! beraninya kau bersikap seperti itu kepada orang yang menyewamu!" Xuan Li menunjuk Nang In dengan ekspresi kesal, wajah gadis itu memerah karena tersinggung dengan perkataan Nang In.
Melihat pertengkaran mereka membuat Niiu tersenyum kecil, wanita itu mengelus lembut rambut keduanya, "Apa kalian ingin bertengkar sepanjang hari? kenapa kita tidak menikmati megahnya Kota ini?" Niiu tersenyum sembari menunjuk ke luar jendela.
__ADS_1
"Tidak tertarik!" ucap Xuan Li dengan singkat, ia kembali menopang dagu ke depan jendela dengan ekspresi wajah kesal.
Sedangkan Nang In membuang muka, memilih untuk fokus mengendarai kreta kudanya.
Melihat sifat keduanya yang acuh tak acuh, Niiu masih tersenyum lembut, ia memahami keduanya memang membutuhkan waktu untuk akrab.
Lagi pula tujuannya menjadikan Nang In sebagai pengawal untuk menjadi teman Xuan Li, karena sifatnya yang keras kepala gadis itu sama sekali tidak mempunyai teman dan hal ini membuat Niiu menjadi khawatir bahwa ketika dewasa nanti Xuan Li akan terus tidak mempunyai teman.
"Nona apa anda ingin mampir di Toko Permata?" Niiu mencoba mengubah suasana hati Xuan Li yang sedang kacau menjadi agar menjadi senang.
"Tidak tertarik!"
"Ayolah bukankah anda sangat menyukai permata? lihat cincin mahal di jari kelingking? apa anda tidak ingin menambah koleksi lagi?" Niiu membujuk Xuan Li dengan penuh semangat.
"Pengawal berhenti di toko depan"
"Sudah kubilang aku sedang tidak- Niiu!"
Nang In pun menghela nafas lalu ikut turun mengikuti mereka yang menuju ke sebuah toko perhiasan.
Nang In tidak masuk ke dalam toko dan hanya menunggu di luar sembari melihat orang - orang yang berjalan dengan ramainya, namun di tengah keramaian itu terdengar suara keributan di tempat yang dekat dengan Nang In berada.
Entah itu manusia biasa atau para Cultivator berkumpul menyaksikan keributan itu, Nang In masuk ke dalam kerumunan dan melihat seorang gadis bertudung biru dengan cadar menutupi setengah wajahnya mengalahkan empat pria yang diduga sebagai kelompok pencuri.
Apa yang membuat Nang In terkejut adalah gadis itu menggunakan basic spirit es untuk melumpuhkan para pencuri, ini pertama kalinya Nang In menemukan cultivator yang mempunyai basic spirit es selain Zhou Jin.
Salah satu dari keempat pencuri itu masih sadar, saat ingin melarikan diri gadis bercadar itu melempar beberapa belati es ke arah kaki pencuri itu hingga membuatnya terjatuh.
__ADS_1
"Apa kalian tidak malu mencuri sesuatu dari wanita rentan sepertinya? atau kalian perlu merasakan sakit yang teramat sakit agar sadar jika perbuatan kalian merupakan perbuatan tidak manusiawi!!!" ancam gadis bercadar itu sembari menusukkan belati es di punggung pencuri lalu memutarnya membuat pencuri itu menjerit kesakitan.
"Ma - Maafkan saya Nona....saya meminta ampunan anda- ukhh!!!" pencuri itu berteriak semakin kencang karena melihat belati es lainnya yang menancap di perut, lengan dan pinggangnya masih begitu sakit.
Gadis bercadar menggelengkan kepala, "Tidak tidak tidak! orang - orang seperti kalian tidak akan pernah berubah, kecuali!" niat membunuh keluar bersama dengan senyuman menawan dari balik cadarnya, "Kecuali jika aku mengiris - iris setiap bagian inci tubuhmu, merobeknya, menghancurkannya sampai tidak tersisa sedikit pun!!!"
Gadis itu memancarkan aura pembunuh yang membuat tubuh pencuri gemetar hebat. Para penduduk yang menyaksikan aksinya pun ikut terkena dampak dari aura pembunuh itu membuat mereka memundurkan langkahnya.
Gadis bercadar menciptakan sebilah pedang, saat ia hendak mengayunkan pedangnya, seorang pemuda menerobos masuk ke dalam kerumunan langsung menggenggam pedang itu agar tidak melesat.
"Apa yang kau lakukan?" ucap gadis bercadar tanpa menoleh, di belakangnya berdiri seorang pemuda yang mengenakan seragam sekte.
"Tidak seharusnya Cultivator aliran netral sepertimu bersikap seperti Cultivator aliran hitam yang kejam dan gemar menyiksa korbannya, kau bisa mempermalukan nama sekte kita!!!" ucap pemuda itu yang ternyata adalah Zhou Luong.
Sedangkan jika mempertanyakan identitas dari gadis bercadar biru di depannya ia adalah Bai Luinha. Jenius dari Frozen Island yang masuk ke dalam salah satu 11 Golden Stars, selain itu ia merupakan satu dari Four Angles, empat wanita tercantik di Benua Surga Utara.
"Lepaskan atau kau yang akan ku tebas selanjutnya!" di balik cadar Bai Luinha tersenyum ramah, namun ia seperti bersungguh - sungguh ingin menebas pemuda di depannya.
"Hey gadis nakal jaga sikapmu! kita sedang di wilayah orang lain!" seorang wanita paruh baya masuk ke dalam kerumunan menghampiri keduanya, ia adalah Fuan Yu yang mengenakan pakaian khas Frozen Island.
"Dasar nenek tua! apa kau tidak tau jika b-jingan ini mencuri uang dari wanita tua ini?" ucap Bai Luinha sembari menunjuk ke arah wanita tua yang hendak ia tolong.
"Kau bisa melumpuhkan tanpa harus menyiksanya bukan?kenapa kau lebih memilih untuk menyiksanya dan mempermalukanku!!!" ucap Fuan Yu dengan tidak puas.
"Cih, kenapa aku harus peduli!" Bai Luinha berjalan namun berbalik badan, "Satu hal lagi, kalian benar - benar cocok menjadi nenek dan cucu!" setelah mengatakan itu dengan ekspresi kesal, Bai Luinha berjalan santai menjauhi kerumunan.
Mendengar ejekan gadis di depannya Fuan Yu hendak marah namun terkejut ketika merasakan aura yang begitu familiar baginya di tengah - tengah kerumunan.
__ADS_1
"Aura ini...?" segera pandangan Fuan Yu menyapu bersih orang - orang yang berkerumun dan sepintas melihat pemuda bertopeng yang menjadi letak aura tersebut. Namun ketika Fuan Yu hendak melihatnya lebih dekat sosok pemuda itu telah menghilang seperti hantu.
"Aura ini sama seperti aura yang dimiliki Ice Master?" ucap Fuan Yu dengan eskpresi tanya