Road To Immortality

Road To Immortality
Tabib Nang In


__ADS_3

Mendengar perkataan Nang In sontak membuat kaget semua yang ada di dalam ruangan.


"In' er apa kau mengetahui sesuatu tentang Paralyzing Frog Poison?" Han Mei lebih dulu bertanya kepada Nang In.


Nang In mengangguk, "Meski ini pertama kalinya aku melihat racun itu, jika dilihat dari tubuh Patriak Ming yang membiru, tidak salah lagi pasti ini racun Paralyzing Frog Poison"


Nang In jelas mengetahui tentang Paralyzing Frog Poison, lagi pula ia mengetahuinya lewat buku yang ia baca saat berada di Pulau Rempah, berasal dari bangkai Paralyzing Frog, racun ini cenderung menyerang saraf atau otot makhluk hidup, membuat si penderita kehilangan fungsi tubuh melumpuhkan secara perlahan lalu membunuh secara tiba - tiba.


Racun ini termasuk racun tingkat empat, meski perkembangannya begitu lambat, namun jika tidak ditangani dengan cepat, maka akan menjadi sangat berbahaya.


Mendengar perkataan Nang In membuat Qiau Han khawatir, "Apakah racun itu sungguh mematikan Saudari Han, bisakah anda mengobati Suamiku?"


Han Mei menghela nafas, "Jika saja racun itu belum menyebar terlalu dalam, maka akan sangat mudah untuk mengobatinya, namun racun ini telah menyerang saraf - saraf penting Patriak Ming, membuatnya kehilangan fungsi tubuh, jika tidak diobati secara langsung, keadaannya akan semakin parah dan tidak bisa diselamatkan"


Kondisi Patriack Ming sendiri sungguh memperhatikan, selain kepala hingga perut yang membiru, wajahnya kerap memucat dan tubuhnya yang semula kekar terlatih kini menjadi kurus kering seperti tengkorak yang mempunyai kulit.


Han Mei menghela nafas, "Maafkan aku, meski telah mengetahui penyakit yang diderita Patriak Ming, namun spirit herb untuk menetralisir racun ini begitu langka di Kekaisaran ini, jika membeli dari kekaisaran lain, tentu membutuhkan waktu yang sangat lama"

__ADS_1


Mendengar hal itu Qiau Han nampak panik ia memegang tangan Han Mei dengan erat, "Tolong Saudari Han, tolong obati suamiku, tidak peduli berapa pun harganya pasti akan aku bayar"


Han Mei menggeleng ringan, "Saudari Qiau ini bukan tentang itu, satu - satunya spirit herb yang digunakan sebagai penawarnya adalah Purple Jasmine dan itu tidak ada di Kekaisaran Black Sun"


Purple Jasmine merupakan salah satu spirit herb tingkat lima yang sangat langka, tanaman itu tidak tumbuh di Kekaisaran Black Sun melainkan hanya tumbuh di Kekaisaran Heaven Gold, karena selain membutuhkan tanah dan cuaca yang begitu cukup, tanaman itu memerlukan perawatan yang cukup merepotkan.


Bahkan jika mencari ke Kekaisaran Heaven Gold belum tentu akan mendapatkannya, selain harganya yang begitu mahal, setidaknya seseorang yang membelinya bukanlah orang yang sembarangan.


Ditengah - tengah situasi genting itu Nang In melakukan hal yang sama sekali tidak terpikirkan, ia mengeluarkan beberapa spirit herb tingkat sedang yang ia dapatkan dari Pulau Rempah.


Mengabaikan tatapan heran semua orang, Nang In sibuk menyiapkan beberapa spirit herb tingkat sedang, "Enam tangkai Black Jasmine, sepuluh batang Purple Charcoal dan lima lima gelas sari Swollen Pineapple seharusnya cukup"


"In' er yang kita butuhkan adalah Purple Jas-" ucapan Han Mei terhenti karena menyadari sesuatu, "Tunggu, semua elixir ini jangan bilang?"


Nang In tersenyum, "Benar, jika menggabungkan semua elixir ini khasiatnya akan sama dengan rebusan Purple Jasmine usia sepuluh tahun"


Nang In mengetahui resep itu karena ketika masih di Pulau Rempah, ia diperintahkan Lin Yue untuk menghafalkan lebih dari seratus resep spirit herb hingga kepalanya serasa ingin pecah!

__ADS_1


Semua orang yang ada di dalam ruangan terkejut, Qiau Mey lebih dulu mendekat ke arah Nang In.


"In' gege apa kau bisa menyembuhkan Ayahku?" Qiau Mey memegang tangan Nang In lalu bertanya dengan ekspresi penuh harap.


"Kurasa aku bisa, Tabib Han maukah anda membantuku?"


"Tentu saja aku siap membantu" ucap Han Mei dengan antusias.


Nang In dan Han Mei memulai proses pengeluaran racun di dalam tubuh Patriak Ming, Qiau Mey dan Qiau Han pun ikut membantu, tentu dengan arahan yang benar dari Nang In, sedangkan Wang Lu bersama beberapa murid sekte, pergi ke Kota Green Sky untuk membeli beberapa spirit herb dengan jenis yang sudah di tentukan.


Setelah enam jam berlalu barulah mereka berhasil mengeluarkan racun yang ada di dalam tubuh Patriak Ming, tentu tidak semuanya, lagi pula elixir yang mereka gunakan merupakan elixir tingkat sedang, namun jika dikonsumsi secara rutin tentu akan mengembalikan kondisi Patriak Ming seperti dulu.


Selesai mengobati Patriak Ming, Nang In dan Han Mey tidak langsung istirahat, melainkan keluar untuk mengobati murid - murid sekte yang masih terluka, perlahan tapi pasti, semua orang yang terluka berhasil keduanya obati, tentu dengan bantuan yang lainnya.


Baik para murid maupun Tetua, mereka terkejut dengan Nang In yang mempunyai kemampuan pengobatan yang sangat baik, bahkan beberapa kali mereka mendapatkan pelajaran yang begitu berharga dari Nang In, Wang Lu kerap menanyakan dirinya berasal dari sekte apa dan terkejut ketika Nang In mengatakan bahwa ia seorang Rouge Cultivator atau Cultivator yang tidak bergabung dalam sekte mana pun.


Padahal melihat kemampuan Nang In yang di atas rata - rata, ia pikir remaja itu berasal dari sekte besar, belum lagi kemampuan pengobatannya yang begitu tinggi, namun ketika mengetahui bahwa Nang In merupakan Rouge Cultivator, hal itu cukup membuat pria itu terkejut!

__ADS_1


__ADS_2