
Keesokan paginya, Nang In dan lainnya bangun lebih awal dari biasanya untuk berangkat ke tempat turnamen. Meski Eternal Flame Clan menyediakan kursi VVIP untuk Xuan Li dan rombongannya, gadis itu ingin berangkat lebih awal agar tidak terlalu berdesak - desakan.
Saat berangkat salah seorang Eternal Flame Clan mendatangi mereka dan menjadi petunjuk jalan. Memang Klan Song mengirimkan murid - murid mereka untuk melakukan tugas ini demi kelancaran acara agar semuanya datang tepat waktu.
Tidak butuh lama bagi mereka sampai di tempat turnamen, karena lokasinya yang tidak terlalu jauh namun jalannya yang begitu bercabang ketiganya terkejut ketika melihat turnamen sudah ramai di kunjungi para penonton.
"Bukankah ini masih pagi? kenapa sudah seramai ini!?" Xuan Li berdecak tidak puas, alasan ia berangkat awal adalah menghindari keramaian, namun ternyata banyak dari para penonton yang datang sejak pagi guna mendapatkan posisi yang nyaman untuk menonton.
"Hmm ini wajar Nona Xuan, lagi pula turnamen ini sangat dinantikan oleh para penonton di luar sana, tidak heran jika pagi begini sudah begitu ramai" ucap Niiu.
Karena turnamen muda terjadi dua tahun sekali banyak dari masyarakat yang sangat antusias untuk melihat pertarungan para cultivator muda, turnamen ini bisa dijadikan sebagai panggung atau ajang unjuk gigi bagi para peserta untuk memamerkan kekuatan mereka.
"Para peserta silahkan untuk mendaftar disini sementara penonton bisa memasuki arena dari pintu tersebut!"
Anggota murid Klan Song ditugaskan untuk mengatur jalannya acara, memastikan pendaftaran para peserta dan susunan para penonton berjalan dengan lancar.
Nang In yang datang bersama Xuan Li langsung disambut hangat oleh para anggota Klan Song lalu diarahkan ke kursi penonton VVIP, Eternal Flame Clan telah mengatur posisi duduk setiap tamu dari latar belakang mereka.
Bagi sekte kecil harus rela duduk berdesakan bahkan ada diantara mereka yang harus berdiri karena tidak dapat kursi. Berbeda dengan sekte menengah yang mendapatkan jatah kursi yang lebih baik dan leluasa, sekte besar akan dikhususkan ditempatkan dalam satu kelompok tempat duduk yang berisi tiga puluh penonton.
Nang In mengamati seluruh tempat duduk yang sebelumnya kosong kini mulai penuh dengan penonton, Nang In dapat mendengar mereka mengeluhkan tentang lokasi tempat duduk mereka sekaligus tiga podium yang menarik bagi para penonton.
Sedangkan tamu VVIP mendapatkan tempat duduk khusus agar mereka dapat menikmati jalannya pertandingan, selain rombongan Star Alchemist Association terdapat rombongan Frozen Island yang mendapatkan kursi VVIP karena mereka sekte aliran terkuat di Benua Surga Utara.
__ADS_1
'Gadis aneh itu!'
Di tempat VVIP Frozen Island Nang In dapat melihat Bai Luinha yang melambaikan tangan ke arahnya, disampingnya Fuan Yu, salah satu Cultivator kuat yang begitu ditakuti dari Frozen Island. Bersama cucunya Zhou Luong.
Mereka merasa heran karena gadis pembuat masalah itu melambaikan tangan ke arah pemuda bertopeng yang berada di tempat duduk Star Alchemist Association.
Mengabaikan gadis itu, pandangan Nang In terarah pada rombongan yang baru datang, mereka berasal dari Sky Treasure House, nampak wanita berusia 30 tahun dikawal oleh lima cultivator di ranah Sky Fondation sedangkan satu lagi yang paling mencolok dari mereka cultivator tingkat Soul Wondering, pria itu memiliki julukan Tombak Kematian. Karena telah merenggut banyak nyawa cultivator aliran hitam. Kedatangan mereka sebagai tamu VVIP disambut hangat oleh anggota Klan Song.
"Meski bukan yang terkuat, tetapi Sky Treasure House adalah asosiasi yang begitu penting di Benua Surga Utara, tidak heran jika mereka disejajarkan dengan sekte - sekte kuat" ucap Niiu.
Nang In mengangguk membenarkan, lagi pula kebutuhan cultivator sangat beragam, selain bergantung dengan elixir yang mereka konsumsi, para cultivator membutuhkan kebutuhan penting lainnya seperti manual, spirit tool, talisman dan berbagai macam kebutuhan lainnya. Karena itu Treasure House menjadi asosiasi yang paling penting di Benua Surga Utara selain Star Alchemist Association karena menyediakan itu semua.
"Hey - hey bukankah itu Nyonya Wuan, Salah satu dari lima orang terkaya di Benua Surga Utara?"
"Tidak hanya itu, bukankah bukankah dia sangat cantik?"
"Dia benar - benar tipeku!"
"Tipemu? ayolah berhenti bermimpi kawan hahaha!"
"Hahahaha..."
"..."
__ADS_1
Para penonton langsung membicarakan wanita cantik yang datang tersebut, selain mempunyai wajah cantik temperamennya yang tenang menambahkan kesan anggun padanya. Nama wanita itu Wuan Yuan, anak dari pemilik Sky Treasure House. Wanita itu dirumorkan sebagai orang yang sangat jenius dalam berniaga, tidak heran ia mempunyai banyak kekayaan yang mampu membuatnya hidup santai tanpa bekerja selama bertahun - tahun.
Mengalihkan pandangan ke arah lain, Nang In mengerutkan kening ketika melihat Weiheng dengan ekspresi bosan duduk di tengah - tengah penonton, tubuhnya yang seperti beruang membuat sesak penonton dikanan dan kirinya. Nampaknya pria itu sudah tidak sabar untuk mengamuk.
Tidak jauh dari tempat Weiheng, tepatnya di podium Golden Sword Sect ia melihat Wang Lu dan Han Mei, pasangan muda yang bertemu dengannya saat berada di Heaven Moon Sect. Pandangan mata Nang In tertuju pada seorang gadis yang duduk di samping keduanya.
Gadis cantik yang pernah membuat janji untuk melindunginya, gadis itu memiliki rambut biru gelap dengan mata berwarna ungu cerah, gadis itu adalah Qiau Mey, Putri Patriack Heaven Moon Sect.
"Gadis itu sudah tumbuh menjadi lebih kuat" Nang In tersenyum tipis ketika menyadari bahwa tingkat kultivasi Qiau Mey telah sama dengannya, Qi Gathering tingkat 12!
Nang In tidak berencana untuk menemuinya karena ia cukup senang karena Golden Sword Sect jelas merawat Qiau Mey dengan baik.
Pandangan Nang In kembali menyapu bangku penonton dan melihat Jian Long yang sedang memejamkan mata dengan tenang, ia duduk di podium yang dikhususkan untuk Great Monastery, selain itu sosok biksu tua yang menarik banyak perhatian karena seorang jagoan Nascaen Soul. Dia adalah Jian Kun, di dunia cultivator dia lebih dikenal dengan sebutan Si Tongkat Emas!
"Tidak ku sangka aku bisa melihat secara langsung para jagoan yang diceritakan oleh Guru"
Meski tidak semua cultivator hebat yang diceritakan oleh Zhou Jin dan Lin Yue muncul, namun Nang In merasa cukup senang karena melihat langsung, terutama melihat sosok cultivator terkuat di Kekaisaran Black Sun.
"Hey bukankah itu Phonix Master?!"
"Benar sekali! dia lebih muda dari yang ku kira?"
Di podium utama, muncul seorang wanita berusia 40 tahun dengan rambut merah bergelombang dan tatapan tajam yang begitu ganas, wanita itu adalah Song Qian, Sang Phonix Master.
__ADS_1
Di belakang Song Qian, enam sosok pemuda dengan rambut merah berjalan dengan gagah berani, masing - masing dari mereka memiliki segel kristal di dahi. Mereka adalah pengawal pribadi dari Phonix Master yaitu, Flame Warrior.