
Pagi harinya di sebuah hutan, terlihat Nang In dan Niiu yang saling berhadapan. Keduanya berpenampilan tertutup dan serba hitam.
Dini hari tadi mereka meninggalkan penginapan setelah berpamitan kepada Nenek penjaga penginapan, Xuan Li mengatakan jika akan mengirimkan bantuan berupa keamanan dan beberapa bahan makanan, tentu saja dia akan menggantikan kerusakan yang terjadi di penginapan. Karena wanita tua itu tidak memberitahukan keberadaannya dari perusuh sebelumnya.
Di pohon yang terletak tidak jauh dari lokasi mereka, tepatnya di atas dahan Xuan Li sedang duduk sembari memakan buah yang ditusuk menjadi sate namun dilumuri gula merah dengan campuran rempah yang dicairkan. Gadis itu terlihat begitu menyukai makanan ringan buatan Nang In.
"Hey kau! buatkan aku sate buah ini lagi?!" teriak Xuan Li sambil melempar tusuk sate kepada Nang In.
Menengok ke arah gadis itu Nang In memiringkan kepalanya, "Bukankah ini sudah ke sepuluh kalinya kau memakannya?" Nang In tidak habis pikir, Xuan Li sudah memakan banyak sate buah buatannya.
Sejak gadis itu makan masakan Nang In malam kemarin, ia menjadi penikmat masakan Nang In, termasuk Niiu meski enggan mengakuinya namun masakan yang Nang In buat sama enaknya dengan buatan koki handal dari restoran besar.
"Senior, bagaimana jika kita mulai?" ucap Nang In.
Sesuai kesepakatan sebelumnya jika yang menang akan mendapatkan sesuatu dari yang kalah, karena sebelumnya masakan Nang In lebih enak dari masakan Niiu, sebagai gantinya Nang In meminta untuk diajarkan salah satu jurus assassin, seperti kemampuan kamuflase.
Sebagai seorang Assassin yang terpilih menjadi pengawal pribadi milik putri dari Patriack Star Alchemist Association, pastinya Niiu mempunyai kemampuan dan pengalaman yang sangat hebat hingga dapat diakui oleh sekte bintang 10 tersebut.
Tentunya Niiu didukung secara penuh dengan berbagai sumber daya dari Star Alchemist Association hingga membuatnya menjadi sosok yang sekarang.
__ADS_1
"Kenapa kau tidak meminta diajarkan jurus - jurus mematikan lainnya, karena jika berkamuflase, sepertinya kau sudah mempunyai kemampuan itu?" tanya Niiu dengan heran, ia mengatakan seperti itu karena melihat Nang In mampu menutupi tingkat kultivasinya
Wanita itu berpikir bahwa Nang In akan memintanya diajarkan jurus - jurus mematikan yang dapat membunuh musuh dalam sekali serang, namun dugaannya salah, karena Nang In justru memintanya diajarkan cara berkamuflase.
Tentu tidak salah jika mempelajari kamuflase, lagi pula meski bukan jurus yang kuat namun jurus ini dapat menjadi kemampuan pendukung yang baik, khususnya untuk menyelinap dan melarikan diri.
"Kalau begitu perhatikan baik - baik apa yang ku lakukan" ucap Niiu lalu perlahan tubuhnya memudar dan menyatu dengan pohon di belakangnya.
Nang In tidak dapat merasakan hawa keberadaan Niiu sama sekali, aura cultivator Sky Fondation High - Stage benar - benar menghilang tanpa jejak!
"Ini menakjubkan!" ucap Nang In dengan mata yang berbinar.
Namun meski jurus ini sangat bagus untuk bersembunyi dan melarikan diri, kamuflase dapat dirasakan oleh cultivator yang sudah mencapai ranah atas atau sensor cultivator.
Sensor Cultivator adalah cultivator yang mempunyai kemampuan pelacak yang baik, mereka cenderung mempunyai indra yang lebih peka dari cultivator pada umumnya dan keberadaannya banyak namun tidak sebanyak cultivator biasa.
"Kalau begitu perhatikan langkah - langkah yang ku ajarkan" ucap Niiu lalu mulai menerangkan langkah - langkah yang akan dipelajari oleh Nang In.
**
__ADS_1
Di siang hari yang begitu mendung, melintas kreta kuda dengan hiasan mencolok. Di dalamnya terdapat Niiu yang selalu menempel kepada Xuan Li dan Nang In yang menjadi kusir.
"Bagaimana bisa dia mempelajari jurus yang aku pelajari selama satu minggu lebih dalam waktu sekejap mata?" gumam Niiu melirik ke arah Nang In dengan tatapan heran. "Apakah semua cultivator muda di generasi ini memang begitu berbakat? atau mungkin bocah ini saja yang berada di atas rata - rata?!"
Niiu tidak habis pikir bahwa Nang In dapat mempelajari kemampuan kamuflase yang ia ajarkan hanya dengan hitungan detik, bahkan dirinya yang dikatakan jenius dari generasinya memerlukan waktu seminggu lebih hanya untuk mempelajari kemampuan berkamuflase.
"Hujan mulai turun, kapan kita akan sampai di Kota Blackrock?" Xuan Li yang sejak tadi menopang dagu dengan ekspresi bosan bersuara, gadis itu merasa bosan karena sejak pagi hanya duduk tanpa bisa melakukan apa - apa.
Nang In menaikkan alisnya ketika melihat pemandangan gapura besar yang menjadi pintu masuk Kota Blackrock, terlebih lagi banyak orang yang hendak mengantri masuk ke dalam meskipun hujan mulai berjatuhan.
"Kebetulan beberapa saat lagi kita akan sampai di Kota Blackrock" Nang In menunjuk gapura yang terlihat dari kejauhan.
Xuan Li melihat dari jendela, sebuah gapura besar yang dihiasi berbagai macam bebatuan yang berkilauan terlihat, Kota Blackrock terkenal dengan hasil tambang yang begitu melimpah dan salah satu tempat yang kaya akan elixir berupa batu yang mengandung qi di dalamnya.
Kota Blackrock menjadi salah satu kota terbesar yang ada di Kekaisaran Black Sun, banyak Cultivator dari berbagai wilayah yang datang jauh - jauh menuju Kota Blackrock untuk membeli batu - baru yang menyimpan qi untuk digunakan sebagai peningkat tingkat kultivasi mereka.
Selain itu Kota Blackrock menjadi tempat tinggal satu - satunya Heaven Seal wanita yang ada di Benua Surga Utara sekaligus Cultivator wanita terkuat yang mempunyai julukan Phonix Master.
Nang In tersenyum karena menebak ia pasti menemukan petualangan yang menarik di Kota Blackrock.
__ADS_1