Road To Immortality

Road To Immortality
Privilion Pill


__ADS_3

Pada pagi hari saat matahari baru memunculkan kehangatannya, terlihat Nang In sedang berjalan di tengah - tengah kerumunan banyak orang, karena penampilannya yang tertutup, sontak membuatnya terlihat mencolok.


Nang In tidak terlalu mempedulikannya, lagi pula ia cukup nyaman dengan penampilannya yang tertutup, selain itu alasan ia harus berpakaian seperti itu karena ingin menyembunyikan identitasnya.


Saat ini ia sedang berada di tengah pasar Kota Green Sky, pemuda itu memilih kembali ke tempat itu, karena sebagai tempat yang begitu ramai dikunjungi oleh banyak orang, pasar merupakan salah satu tempat yang paling tepat untuk mengumpulkan informasi terkait keadaan dunia cultivator.


Terbukti saat ini ia mendapatkan banyak informasi, salah satunya adalah sayembara gila yang dilakukan Black Skull Valley untuk menangkap dirinya, Black Skull Valley akan memberikan hadiah yang sangat besar bagi siapa pun yang berhasil menangkap dirinya, bahkan setelah 10 tahun berlalu, Black Skull Valley masih berambisi menargetkannya!


Nang In kini harus berhati - hati karena hampir seluruh sekte aliran hitam sedang mencari dirinya, karena informasi ini telah bocor, beberapa sekte aliran putih ikut mencarinya, selain penasaran dengan benda yang Black Skull Valley cari, mereka lebih memilih benda itu jatuh ke tangan mereka dari pada harus jatuh ke tangan aliran hitam.


Menurutnya cukup wajar karena benda yang Nang In curi merupakan satu dari Six Divine Weapons, meski tidak ada sejarah yang menjelaskan kekuatan dari Six Divine Weapons, tetapi para Cultivator meyakini bahwa itu adalah senjata yang sangat kuat.


Tentu para Cultivator Tua dan Cultivator yang mempunyai latar belakang khusus mengetahuinya, namun informasi itu ditutup rapat - rapat, karena jika terungkap pasti akan menimbulkan gejolak yang sangat besar di Benua Surga Utara.


Nang In menghela nafas panjang, ia sungguh merasa sial dengan masalah yang menimpa dirinya, selain itu dirinya mempunyai masalah yang tidak kalah penting yaitu yaitu...


"Kriiiiiuuuuukkkkk....!!!"


Suara perut Nang In terdengar keras di tengah - tengah pasar, para pengunjung yang mendengarnya hanya bisa menutup mulut, menahan tawa mereka.


"Sungguh aku punya kebiasaan yang buruk!" Nang In berjalan sambil memeganginya perutnya.


Saat ini ia sama tidak mempunyai satu pun spirit stone, bahkan satu koin perunggu pun tidak, sebelumnya Qiau Han sempat ingin memberi Nang In ratusan spirit stone sebagai imbalan karena telah membantu mereka, tetapi Nang In menolak dengan alasan bahwa Heaven Moont Sect pasti lebih membutuhkan dari pada dirinya.


Sebagai gantinya, Nang In meminta salah satu dari harta sekte, para Tetua dengan jelas menolak dengan keras, mereka merasa bahwa pemuda itu sedang memeras mereka, meski terkesan tidak tahu diri dan seenaknya, Nang In tetap harus mendapatkannya, setidaknya dengan spirit tool itu ia bisa menjadi lebih kuat untuk melindunginya dari musuh yang mengincarnya.


Ming An setuju menyerahkan salah satu harta sekte itu, namun dengan syarat jika mereka dalam masalah Nang In mau datang dan membantu, tentu pemuda itu menyetujuinya.


'Menukar ratusan spirit stone dengan sebuah spirit tool tingkat tinggi, bukannya rugi, justru hal itu sangat menguntungkan!'


Nang In berseru dalam hati, ia cukup senang dengan spirit tool yang baru saja ia dapatkan.


Tidak jauh dari tempat lokasi ia berdiri, terjadi keributan yang tanpa sadar membuat dirinya menaikkan satu alisnya, merasa bahwa keuntungan yang sangat besar akan datang kepadanya.


**

__ADS_1


"Senior Gong! bukankah kemarin aku memesan Previlion Pill dengan tingkat kemurnian 30%, kenapa Pil ini hanya sampai 10%, selain itu dua dari Pil ini telah hancur sebelum digunakan!?" seorang Cultivator dengan badan gempal berteriak tidak puas ke arah pria paruh baya di depannya.


Selain tubuh gempalnya, pria itu mempunyai kumis tebal yang hampir menutupi mulutnya, rambutnya tipis mengarah ke samping, pria itu mempunyai perangai licik yang seakan mampu menipu sana - sini.


"Apa anda ingin menipuku?!" Pria berbadan gempal melanjutkan sembari meletakkan satu botol yang berisi sepuluh pil di atas meja dengan kasar.


"Mo - Mohon untuk tenang dulu Senior!"


Pria paruh baya itu berusaha menenangkan pria dihadapannya agar tidak menarik banyak perhatian. "Semuanya bisa dibicarakan baik - baik, silahkan anda masuk terlebih dahulu!"


"Setelah anda menipu saya, anda pikir saya bisa tenang!"


Bukannya Cultivator bertubuh gempal itu tenang, justru teriakannya semakin kencang, sehingga mereka menjadi pusat perhatian para pengunjung pasar.


"Anda menjual satu buah Prevliion Pill kualitas buruk dengan harga dua spirit stone, bukankah anda terlalu tamak!?" Pria berbadan gempal kembali mencemooh sambil melotot.


Previlion Pill merupakan pill yang digunakan untuk mengobati racun tingkat dua, selain itu pil ini dapat membersihkan aliran darah yang kotor.


Beberapa pengunjung yang melihat kejadian itu mulai menggunjing tentang pria tua di depannya, biasanya satu buah pil di jual dengan harga satu buah spirit stone, jadi saat mendengar bahwa pria tua itu menjual dengan harga dua buah spirit stone, para pengunjung yang mendengarnya menggelengkan kepala, jelas harga itu terlalu mahal!


Tentu pria tua itu mempunyai alasan kenapa harganya begitu mahal, ia memang seorang penjual pil namun hanya Qi Forging Pill, Cleansing Pill dan Body Strengthening Pill yang ia jual. Namun pria gempal di depannya memaksanya untuk membuat Privilion Pill bahkan dengan kualitas tinggi, pria tua itu menyanggupi namun membutuhkan waktu, lagi pula yang pria gempal beli adalah barang yang tidak ia jual jadi wajar harganya sedikit mahal.


Sebelumnya ia sudah memastikan bahwa apa yang ia berikan sesuai dengan pesanan pria di depannya, namun kenapa sekarang apa yang dia dengar berbeda.


"Anda tetap tidak ingin mengaku meski sudah tertangkap basah? jika Wali Kota tau akan hal ini anda mungkin akan mendapat masalah!"


Mendengar Cultivator berbadan gempal ingin melaporkannya kepada wali kota, pria tua itu menjadi panik, meski ia tidak bersalah, namun tetap jika Wali Kota mengetahui hal ini, ia tetap akan mendapatkan masalah.


"Tolong Senior, semuanya bisa diselesaikan dengan ba-"


"Jika sekarang anda mengganti dua pil yang rusak dengan yang baru, dengan senang hati saya akan melupakan permasalahan ini" setelah mengatakan itu, pria gempal menyeringai.


Mendengar permintaan pria gempal, ekspresi pria tua itu menjadi pucat, jelas membuat Privilion Pill membutuhkan waktu yang cukup lama, belum lagi kemampuannya yang begitu minim membuatnya semakin sulit.


Melihat pria tua di depannya yang terdiam, Cultivator berbadan gempal tersenyum lalu melanjutkan, "Jika anda tidak mampu, anda bisa memberikan pengganti pil yang rusak itu besok pagi tentu dengan dua pil tambahan karena telah menyita waktu saya!"

__ADS_1


Mendengar ucapannya, pria tua sadar bahwa pria gempal di depannya ingin memerasnya, sadar akan hal itu membuat tubuh pria tua itu bergetar karena marah, dirinya yang telah mencapai Earth Fondation High - Stage bisa dengan mudah membunuh pria gembal yang hanya Qi Gathering tingkat 5, meski begitu ia tetap menahan diri karena saat ini banyak pengunjung yang memperhatikan mereka, bahkan kelihatannya mereka lebih mempercayai pria gempal di depannya!


Pria berbadan gempal tersenyum seakan penuh kemenangan, rencananya untuk membuat rusak citra pria tua di depannya berhasil, dirinya yang merupakan seorang pedagang pil jelas sangat tidak senang dengan keberadaan pria tua itu, jadi ia membuat rencana ini untuk membuat citranya buruk sekaligus mempermalukannya, namun saat itu seorang remaja datang menghampiri mereka berdua.


"Guru, kau melupakan empat Privilion Pill" salah seorang menerobos masuk kerumunan sambil membawa empat pil bewarna ungu.


Pria tua itu nampak kosong, jelas ia tidak pernah mempunyai murid sama sekali, namun kenapa remaja di depannya mengaku sebagai muridnya, Nang In memberi isyarat mata, seakan sadar pemuda di depannya sedang menolongnya, buru - buru pria tua itu berkata.


"A - Apakah murid yang membuatnya sendiri?" tanya pria tua itu sedikit gagap, lagi pula keduanya tidak saling kenal.


"Apakah Guru lupa, Guru sendiri yang membuatnya dan meletakkan sembarangan di laci meja!" Nang In berseru tidak puas lalu memberikan Privilion Pill kepada pria tua di depannya.


"Maaf Muridku, Guru memang pelu-", pria tua itu menghentikan ucapannya karena terkejut, ekspresinya berubah ketika mengecek kemurnian pil tersebut, "I - ini, pil ini kemurniannya mencapai 40% bahkan hampir menembus 50%!?" teriak pria tua itu dengan terkejut membuat beberapa pengunjung penasaran dengan kualitas pil itu.


"Kualitas pil ini jauh lebih baik dari pil yang ku beli kemarin!"


"Bagaimana bisa aromanya begitu memikat!"


"Setidaknya yang menciptakan pil ini merupakan Alchemist tingkat Golden!"


"Bukankah harga dua spirit stone dengan kualitas pil ini harga yang wajar!?"


Satu persatu pengunjung memeriksa kemurnian pil tersebut dan terkejut dengan kualitasnya jika Privilion Pill dengan tingkat kemurnian 20 - 30% dapat menetralisir racun kelas dua, maka Privilion Pill dengan tingkat kemurnian 40 - 50% dapat menyembuhkan racun di tingkat tiga, harga dua buah spirit stone untuk satu pil tentu sangatlah wajar, karena semakin besar tingkat kemurnian sebuah pil maka akan semakin mahal harganya.


"Uhhuk - uhhuk!" pria tua itu mengambil Privilion Pill dari tangan pengunjung lalu menyerahkannya kepada pria berbadan gempal, "Senior, ini untuk menggantikan dua pil anda yang rusak, itu artinya masalah kita telah selesai bukan?"


"Tentu benar Senior, namun-"


Pria gempal itu ingin kembali mengoceh namun ucapannya tercekat karena pria tua di depannya mengeluarkan aura Earth Fondation tingkat High - Stage, membuat para pengunjung menjadi terkejut, sedangkan Nang In, tubuhnya bergetar hebat.


"Tentu saya akan memberikan sisa pil ini, namun anda harus membayarnya dengan kepala anda!" pria tua mendengus dingin hawa pembunuh merembes keluar dari tubuhnya, ia sudah tidak tahan dengan sikap pria gemuk jelek di depannya!


"Ti - Tidak usah Senior! terima kasih banyak, kalau begitu saya pergi!" pria gempal ketakutan dan langsung melarikan diri.


Setelah melepas hawa pembunuhnya, Nang In dan beberapa pengunjung bisa bernafas lega. Saat tu salah seorang pengunjung berteriak.

__ADS_1


"Senior! jika anda menjual Privilion Pill dengan harga satu spirit stone, aku ingin membeli 100 pil hari ini juga!?"


Pria Tua itu mengangkat satu alisnya lalu melirik ke arah Nang In yang tersenyum, pemuda itu mengangguk seperti sudah tau hal ini akan terjadi!


__ADS_2