
"SERAHKAN SELURUH HARTA KALIAN, UNTUK PARA WANITA, JANGAN MELAWAN DAN IKUT KAMI!"
Mendengar teriakan pria yang membawa gada raksasa sontak membuat panik para pengunjung di dalam ruangan, terutama para wanita yang menjadi incaran mereka menjadi sangat takut, tentu mereka paham dengan nasib mereka jika sampai tertangkap dengan para perampok itu.
Beberapa perampok mulai menyebar ke sudut ruangan, para pengunjung yang ketakutan sudah gusar ingin melarikan diri, namun tertahan karena para perampok mengancam mereka dengan pedang dan pisau.
Salah seorang perampok melirik ke arah Qiau Mey yang jelas memiliki kecantikan yang berlebihan, mendekat dan berteriak dengan kencang.
"LIHAT INI BOSS, AKU MENEMUKAN PERMATA KECIL YANG BEGITU INDAH KAKEKEK!"
Teriak salah seorang perampok dengan ukuran tubuh yang begitu besar menuju ke arah Qiau Mey, gadis itu sudah bersiap untuk melawan, namun Nang In menyuruhnya untuk tetap tenang tidak bergerak, suara teriakan kembali terdengar.
"HEY - HEY, PERMATA YANG KAU TEMUKAN ITU BUKAN APA - APA, LIHATLAH YANG AKU TEMUKAN!"
Teriak salah seorang perampok sembari melirik ke arah seorang wanita berambut hitam dengan tatapan gila.
Wanita itu bersama seorang pria yang sama - sama mengenakan jubah berwarna coklat, meskipun ditutupi oleh tudung, namun tidak menghalangi kecantikan wanita itu yang kerap mengundang iri hati bagi para wanita yang memandangnya.
"Aku peringatkan kepada kalian untuk berhenti, jika tidak, nyawa kalian mungkin menjadi taruhannya!" pria berjubah yang berdiri di depan wanita berambut hitam itu berteriak lantang.
Pria itu berekspresi penuh emosi, namun berusaha untuk tetap tenang, lagi pula para perampok di depannya menganggap wanita sebagai barang temuan.
Salah seorang perampok mendekat dengan memainkan pisau di jarinya, "Ingin terlihat keren di hadapan wanitamu? tidak akan membuat nyawamu selamat!"
Nang In mengerutkan dahi melihat kebodohan perampok itu, jelas mereka merampok orang yang salah.
Perampok itu melesat menusukkan pisaunya tepat di leher pria itu, saat mengira bahwa serangannya berhasil, ia terkejut bahwa leher pria itu dilapisi oleh logam.
Saat hendak menarik kembali pisaunya, kepala perampok tersebut sudah terpisah dari tubuhnya lalu terjatuh di lantai, hal ini sontak membuat terkejut para pengunjung bahkan para perampok itu sendiri.
"Sial seorang Cultivator! semuanya bunuh dia!" perintah pria dengan gada raksasa dengan penuh emosi.
__ADS_1
Namun sebelum mereka bergerak, sebuah tekanan besar menimpa para perampok tersebut hingga membuat mereka berlutut bahkan tidak sedikit dari mereka yang pingsan.
"Silahkan bagi yang ingin mati, mendekatlah!" Pria itu mengeluarkan pedang dari balik jubahnya, tekanan yang menimpa para perampok itu semakin berat, membuatnya mustahil untuk bergerak.
Semua perampok tidak bergerak sedikit pun, mereka terkunci dengan aura misterius yang menahan tubuh mereka, satu - satunya perampok yang masih tersisa adalah pria yang membawa gada raksasa, dia adalah pemimpin dari mereka semua.
"Sekarang hanya tersisa dirimu! ingin mati sekarang atau mati membusuk di penjara?!" Pria dengan jubah coklat mendekat ke arah pria yang membawa gada raksasa sambil menodongkan pedangnya.
Memundurkan langkahnya, pria dengan gada itu nampak ketakutan, namun pada saat itu pandangan terarah pada Qiau Mey, "Sial semuanya berantakan! kalau sudah begini setidaknya akan ku seret satu gadis bersamaku"
Pria yang membawa gada melesat dengan cepat ke arah Qiau Mey, gadis itu bersiap dengan pedang yang ia keluarkan dari space ring nya, namun saat itu juga…
Plak!
Nang In melakukan tamparan yang lambat mengenai pemimpin perampok itu hingga terpental membentur dinding, perampok itu mati ditempat dengan wajah yang begitu hancur, kejadian itu sontak membuat semua orang yang ada di dalam ruangan menjadi terkejut, lagi pula perampok yang terpental itu mempunyai ukuran tubuh yang begitu besar dan berat.
Nang In langsung menjadi pusat perhatian, sekaligus membuat peringatan bagi para pengunjung yang menyaksikan agar tidak berurusan dengan pemuda itu, Qiau Mey yang dekat dengan kejadian itu berekspresi tidak biasa, lagi pula pemuda tampan yang berumur belasan tahun itu mempunyai kekuatan yang tidak masuk akal, hal itu kerap mengundang perhatian pria dan wanita berjubah coklat tadi.
Para perampok yang sudah tidak berdaya pasrah dirinya di dimasukkan ke dalam penjara dari pada harus mati konyol karena ditampar pemuda gila!
Setelah para perampok berhasil ditangkap dan dibawa pergi oleh penjaga keamanan kota, para pengunjung bisa bernapas lega, mereka tidak henti - hentinya berterima kasih kepada pria dan wanita yang mengenakan jubah coklat, tidak lupa juga berterima kasih kepada Nang In yang telah menumbangkan pemimpin perampok.Ya, meski dengan cara yang sedikit tidak biasa!
Selain itu Pemilik rumah makan Happy Vegetables memberikan apresiasi berupa makan gratis selama satu bulan dan bonus lencana tamu terhormat kepada mereka berempat, hal ini membuat Qiau Mey senang, lagi pula ia tidak melakukan apa - apa dan mendapatkan banyak keuntungan.
Selesai makan Nang In dan Qiau Mey hendak pergi namun saat itu, pria dan wanita berjubah coklat yang sebelumnya menyapa mereka.
"Kalian berdua!" pria dengan rambut berwarna coklat berjalan melambaikan tangan ke arah Nang In dan Qiau Mey, disampingnya wanita berambut hitam mengikutinya.
"Iya Paman?"
"Punya waktu sebentar, kami ingin berkenalan dengan kalian"
__ADS_1
"Tentu" meski kedua orang itu mengenakan jubah, Nang In yakin bahwa mereka mempunyai latar belakang yang tidak biasa.
"Perkenalkan namaku Wang Lu, wanita di sampingku adalah Han Mei ia adalah Istriku" ucap Wang Lu dengan sopan.
"Is - Istri?", mendengar kata 'istri' wanita bernama Han Mei seketika terkejut, nampak malu.
"Memang ada yang salah Mei er? bukankah kita sudah berkali - kali melaku-"
Ucapan Wang Lu tercekat karena Han Mei menutup mulutnya.
"Lu Gege, jangan membicarakan hal seperti itu di depan mereka!" ucap Han Mei dengan malu hingga wajahnya memerah.
Mendengar pembicaraan keduanya, Nang In berekspresi datar nampak tidak peduli, sedangkan Qiau Mey, mata gadis itu berbinar, benar - benar membuatnya heran!
"Perkenalkan namaku Nang In dan gadis ini Qiau Mey" Nang In memperkenalkan dirinya dan Qiau Mey dengan sopan.
Wang Lu menatap Nang In dan Qiau Mey dengan teliti berulang kali, "Kalian sepasang Kekasih?"
"Pffttt-" Nang In yang sedang minum menyemburkan minumannya karena terkejut.
Sedangkan Qiau Mey, pipi dan telinga gadis itu merah seperti tomat, nampak begitu malu tetapi terlihat senang.
"Tidak Paman, kami hanya berteman tidak lebih, lagi pula kami masih sangat muda, belum saatnya memikirkan hal seperti itu" perjelas Nang In, lagi pula ia ingin berkelana ke tempat - tempat yang belum pernah ia kunjungi, belum terpikir untuk menjalin hubungan seperti itu.
Entah kenapa ucapan Nang In membuat hati Qiau Mey sedikit sakit, ia sedikit murung namun memaksa untuk tetap tersenyum.
"Ayolah nak, pada aku seusiamu, aku sudah tergila - gila dengan kecantikan Han Mei" Wang Lu melirik ke arah Han Mei dengan mengedipkan mata.
"Lu Gege…" ucap Han Mei sambil menyenggol bahu Wang Lu, nampak salah tingkah, wajahnya merah padam karena malu.
Melihat keduanya bermesraan seperti tidak mempunyai salah dan menganggap bahwa dunia milik mereka, Nang In meraung dalam hati, benar - benar membuatnya merasa tidak nyaman!
__ADS_1