
Perlombaan Cerdas Cermat dan Turnamen Muda diadakan secara bersamaan setiap 10 tahun sekali, kedua acara ini tidak bisa dipisahkan namun terkadang pelaksanaan acaranya berbeda - beda tergantung keinginan dari tuan rumah sendiri.
Untuk mempersingkat waktu Klan Song memutuskan untuk melaksanakan Perlombaan Cerdas Cermat setelah babak penyisihan, setelah selesai, maka turnamen muda akan kembali berlanjut ke babak selanjutnya.
Untuk yang menjadi juri ada 5 orang, dua diantara mereka berasal dari Klan Song, yaitu Song Juji Si Badak Besi dan Song Lu Si Jerapah Hitam. Selain keduanya Cultivator di ranah Soul Wondering, mereka dipastikan mempunyai pengetahuan yang begitu luas.
Selain Song Juji dan Song Lu, ada Zihan Shi yang selain menjadi wasit, pria tua itu kini menjadi juri perlombaan cerdas cermat, mengingat jika dia Alchemist terbaik nomor 3, tentu tidak ada yang meragukan ilmu pengetahuannya.
Sedangkan dua juri lainnya berasal dari Sky Treasure House, mereka adalah Wuan Yuan dan Haoucun Hai. Jika Nang In bertemu dengannya, pasti ia mengetahui Haoucun Hai karena pernah bertemu di Kota Green Sky sebagai Owner di salah satu cabang Sky Treasure House di kota itu.
"Nona Wuan, menurutmu berapa banyak peserta yang akan gagal pada babak pertama ini?" tanya Zihan Shi sambil melihat beberapa peserta yang terlihat kebingungan ketika mengerjakan soal.
"Setengah, tidak! Lebih dari setengah perserta akan gugur pada babak pertama ini" ucap Wuan Yuan dengan nada datar. Wanita nampaknya tidak terlalu berharap banyak kepada para peserta yang sedang melakukan ujian.
"Alasannya?" tanya Zihan Shi sambil mengelus janggut putihnya.
"Itu karena sebagian besar soal yang mereka kerjakan hasil buatanku, tentu saja mereka akan kesulitan" jawab bangga pria berbadan bulat dengan kulit hitam, pria itu adalah Song Juji Si Badak Besi, mendapatkan julukan Badak Besi karena terkenal dengan ketahanan tubuhnya yang begitu kuat.
"Apa yang kau ocehkan Babi Jelek? bukankah kau yang memberikan soal paling sedikit di antara kita berlima?" ucap ketus pria tinggi di sebelah Song Juji, ia adalah Song Lu si Jerapah Hitam, ia mendapatkan julukan itu karena tingginya yang mencapai hampir 3 meter dan satu - satunya anggota Klan Song yang mempunyai rambut berwarna hitam.
"Jangan memutar balikkan fakta dasar manusia jangkung! keberadaanmu mengganggu pandanganku bodoh!" ejek Song Juju dengan ekspresi kesal di wajahnya.
"Bukankah tubuh bulatmu itu yang terlalu makan banyak tempat!?" balas Song Lu dengan ketus.
"Apa kau bilang!?"
"Tidak terima!?"
"..."
Keduanya memancarkan aura permusuhan yang begitu sengit, namun saat itu juga perkataan Wuan Yuan membuat mereka berhenti bertengkar.
"Para Tetua yang terhormat, apakah aku perlu mengundang Nona Qian untuk menjadi juri keenam?" tanya Wuan Yuan tanpa menoleh ke arah keduanya.
Mendengar ancaman yang keluar dari mulut wanita cantik itu membuat Song Juji dan Song Lu menggertakan gigi sebelum memalingkan wajah satu sama lain.
Sedari dulu mereka memang tidak pernah akur dan orang yang biasanya memisahkan mereka selain Song Guo adalah Song Qian, wanita yang dijuluki Phonix Master itu tidak hanya memisahkan mereka, namun menghajar mereka hingga biru!
"Nona Wuan, bukankah anda terlalu kaku?" celetoh Song Lu dengan ekspresi jengkel.
__ADS_1
"Benar sekali, mungkin itu alasan anda kenapa belum menikah sampai sekarang- hup" sadar jika salah bicara Song Lu langsung menutup mulutnya.
"Sepertinya aku memang harus memanggil Nona Qian untuk menjadi juri keenam" ucap Wuan Yuan sembari tersenyum ramah, namun entah kenapa senyumannya mampu membuat Song Juji dan Song Lu gemetaran.
Haoucun Hai hanya diam menyimak pembicaraan ketiganya, ia tidak berani berbicara seenaknya karena adanya Wuan Yuan selaku atasannya. Meskipun sudah sepuh, namun jika dirinya sampai duduk bersama keempat juri lainnya, menandakan pemahaman pengetahuannya telah diakui oleh mereka.
"Aku yakin banyak peserta yang akan gagal pada babak pertama, lagi pula pengetahuan yang selama ini mereka pelajari sama sekali tidak keluar dalam soal ujian" ucap Wuan Yuan sambil tersenyum santai.
Hal itu terbukti dengan ekspresi para peserta yang begitu tertekan begitu melihat soal - soal di depan mereka, jika terdapat 100 soal dalam batas waktu 100 menit, maka untuk menyelesaikan tepat waktu para peserta harus menyelesaikan 1 soal selama 1 menit.
Hampir 40% dari 100 soal berisi tentang sejarah, 30% berisi soal pengetahuan umum dan 30% berisi tentang soal penalaran, para peserta dituntut untuk berpikir dalam soal penalaran terkait permasalahan yang ada di sekitar mereka.
Selama proses perlombaan akan ada anggota Klan Song yang berkeliling untuk memastikan tidak ada peserta yang mencontek, bagi yang ketahuan tentu akan langsung didiskualifikasi.
Kebanyakan dari para peserta merupakan para sarjana yang terdidik, namun ada beberapa sekte kecil maupun sekte besar yang mengirimkan satu perwakilan mereka, karena Nang In menjadi pengawal Xuan Li, maka pemuda itu mewakili Star Alchemist Assosiasiation. Sedangkan dari Eternal Flame Clan, mereka mengirimkan salah satu dari Flame Warrior yaitu Song Huan.
Song Huan adalah Cultivator yang paling lemah dalam hal kekuatan namun terpintar diantara kelima Flame Warrior, kepintarannya lebih tinggi dari kebanyakan sarjana pada umumnya. Dan kerap pada usianya yang masih muda, Song Guo menggunakan kepintarannya untuk mengatasi masalah yang terjadi pada Klan.
"Hmm ini sedikit lebih mudah dari yang ku bayangkan" ucap seorang pemuda berambut merah yang duduk berseberangan di depan Nang In, pemuda itu adalah Song Huan, perwakilan dari Eternal Flame Clan.
Ekspresinya berbeda dengan para peserta lainnya yang terlihat kebingungan, Song Huan nampaknya begitu santai mengerjakan soal seperti bukan sesuatu yang sulit baginya.
"Apa - apaan dengan orang itu?" gumam Song Huan dalam hati, meski dirinya dapat mengerjakan soal dengan mudah, namun mengerjakan dengan cepat dan santai seperti itu ia belum tentu bisa. "Kesampingkan apakah jawabannya benar atau salah, pemuda itu lumayan menarik"
Song Huan tersenyum kecil, berbeda dengan para peserta lainnya yang begitu serius mengerjakan ujian, Nang In nampak begitu santai bahkan terkesan menganggap remeh ujian yang sedang ia kerjakan.
**
"Sepertinya aku terlalu tinggi berharap pada perlombaan ini"
Nang In sangat terkejut begitu menatap beberapa lembar soal di depannya, ia berharap soal yang keluar memiliki tingkat kesulitan yang mampu membuatnya tertantang. Namun justru sebaliknya.
"Soal ini terlalu mudah!" ucap Nang In dengan raut wajah malas, pemuda itu tidak mengira jika soal yang diberikan akan semudah yang ia kira.
Mendengar perkataan Nang In membuat para peserta yang mendengarnya merasa kesal, secara tidak langsung mereka mengira Nang In mengejek mereka.
Mengabaikan tatapan tidak senang para peserta lainnya, Nang In beranjak bangun dari tempat duduk lalu menuju kelima juri.
Melihat pemuda berambut hitam yang sudah mengerjakan 100 soal dengan dalam waktu kurang dari 30 menit, membuat kelima juri terkejut, mereka mengira bahwa Nang In tidak menganggap serius perlombaan yang mereka buat.
__ADS_1
Song Juji bangun dari duduk lalu menatap Nang In dengan tajam, pria gempal itu langsung mengeluarkan aura miliknya untuk menekan Nang In.
"Apa yang kau lakukan bocah! apa kau pikir perlombaan ini adalah main - main!?" tanya Song Juji dengan tubuh yang diselimuti qi bewarna biru gelap.
Para peserta disekitarnya seperti terkena gaya gravitasi yang membuat tubuh mereka menjadi berat, sedangkan pada sarjana yang hanya seorang manusia biasa seketika langsung pingsan.
"Apa yang aku lakukan? bukankah sudah jelas ingin mengumpulkan lembar jawaban?" jawab Nang In dengan santai, membuat para juri mengerutkan kening mereka, sedangkan para penonton hanya bisa geleng - geleng kepala karena menganggap Nang In terlalu berani bahkan sangat gila.
"Bagaimana bocah ini tidak terpengaruh oleh tekanan qi milikku?" gumam Song Juji dalam hati, meski ia tidak mengeluarkan semua kemampuannya, seharusnya tekanan itu bisa membuat Cultivator di ranah Earth Fondation High - Stage gemetaran hebat.
"Aku baru sadar jika pemuda ini tidak bisa dibaca tingkat praktisinya, apakah dia berasal dari sekte besar? meski begitu, jika aku berhenti sekarang harga diriku bisa jatuh sebagai Tetua Eternal Flame Clan!" gumam Song Juji tidak mau kalah dari Nang In, meski jika Nang In berasal dari sekte besar pun ia tidak akan melepaskan pemuda itu begitu saja.
"Bukankah bocah ini yang pernah membeli spirit herb dalam jumlah banyak di Kota Green Sky? bahkan berdebat dengan putri Patriack Star Alchemist Assosiasiation?" Haoucun Hai mengerutkan keningnya ketika melihat Nang In, ia mengingat pemuda itu karena membeli spirit herb dalam jumlah banyak pada saat itu.
"Nak sepertinya kau benar - benar menganggap remeh perlombaan kali ini" Zihan Shi menghela nafas, "Yah pemuda zaman sekarang memang-"
"Senior bisa memeriksa jawabanku" ucap Nang In dengan singkat, meski dibawah tekanan qi milik Song Juji, pemuda itu tidak terlihat takut sedikit pun justru pemuda itu tersenyum, "Tapi karena sebelumnya kalian meremehkanku, bagaimana jika kita melakukan pertaruhan?"
"Pertaruhan?" Song Li dan keempat juri lainnya menaikkan satu alis mereka.
"Benar, jika semua soal yang aku kerjakan semuanya benar, aku ingin masing - masing dari kalian memberikanku sesuatu, entah apa pun itu namun harus mempunyai nilai" ucap Nang In dengan percaya diri.
"Jika ada satu jawabanmu yang salah?" tanya Zihan Shi sembari mengelus janggutnya.
"Kalian boleh melakukan apa pun padaku sepuasnya" ucap pemuda itu tanpa sedikitpun rasa takut.
Para penonton termasuk Song Huan yang melihat aksi Nang In hanya bisa menggelengkan kepala, merasa jika pemuda itu sudah gila karena membuat perjanjian seperti itu.
"Menarik! orang itu benar - benar menarik!" ucap Song Huan sambil menyeringai, ekspresi pemuda itu seperti begitu tertarik dengan Nang In.
"Apa yang dilakukan anak nakal itu?!" ucap Niiu dengan kaget, Xuan Li menunjukkan ekspresi yang sama, mereka benar - benar tidak habis pikir dengan sikap Nang In yang terlalu nekat.
Melihat bagaimana Nang In menjadikan dirinya sebagai bahan taruhan tanpa sedikitpun rasa takut, membuat sudut bibir Wuan Yua berkedut.
"Menarik! benar - benar menarik! sepertinya aku menemukan permata mentah yang belum diasah!" Wuan Yuan menyeringai membuat keempat juri disampingnya terkejut, "Setuju!" ucap wanita itu sambil menyodorkan tangannya.
Mengabaikan tatapan terkejut semua orang, Nang In menjabat tangan Wuan Yuan, menyetujui pertaruhan yang mereka buat.
Jangan lupa like dan Coment ^_^
__ADS_1