Road To Immortality

Road To Immortality
Babak Utama di Mulai


__ADS_3

Esok hari saat matahari memancarkan kehangatannya, Bai Luinha terbangun karena mendengar kicauan burung kecil di dekatnya, mengusap matanya, gadis itu tertegun melihat Nang In yang tertidur tepat di sampingnya.


"A - Apa yang terjadi? kenapa aku bisa- ah benar, sepertinya aku ketiduran" ucap Bai Luinha yang baru teringat jika semalam dirinya meminta Nang In untuk menceritakan kisahnya hingga dirinya mengantuk lalu tertidur.


Gadis itu langsung bangun sambil menutupi wajahnya yang memerah dengan kedua tangannya, "Semalam aku tidak melakukan hal aneh - aneh bukan?"


Menatap Nang In dengan wajah memerah, gadis itu menghela nafas, berusaha menenangkan dirinya, "Terima kasih, sekarang perasaanku jauh lebih tenang dari sebelumnya"


Mengelus rambut Nang In sebentar, gadis itu tersenyum lembut kemudian beranjak bangun meninggalkan Nang In yang tertidur lelap seorang diri.


**


Sedangkan di podium khusus Star Alchemist Assosiasiation, Niiu dan Xuan Li digantungkan dengan Nang In yang hilang entah kemana.


"Di mana bocah itu, bagaimana bisa dia menghilang tanpa jejak?"


Niiu merasa bingung karena sejak pagi hari ia tidak menemukan Nang In di kamar dan di area penginapan, ia menebak bahwa Nang In keluar pada saat malam hari, meskipun ia tertidur pulas, Niiu masih bisa merasakan hawa keberadaan makhluk hidup di sekitarnya, namun anehnya ia sama sekali tidak bisa merasakan hawa keberadaan Nang In.


"Bocah itu hanya ku ajarkan teknik dasar tapi bisa berkembang sejauh ini, benar - benar mengerikan" gumam Niiu dalam hati, wanita itu hanya mengajarkan teknik dasar kamuflase kepada Nang In, namun pemuda itu justru berkembang dan dapat menyembunyikan hawa keberadaannya dengan sangat baik.


"Niiu, bukankah itu In'gege?" Xuan Li menunjuk salah seorang pemuda yang berjalan di tengah keramaian penonton.


"Benar sekali Nona" ucap Niiu menyipitkan matanya, "Aku penasaran dari mana saja dia pergi"


Di tengah keramaian terlihat Nang In yang berjalan berdesak - desakan karena padatnya arena pada pagi ini, jumlah penonton bertambah banyak karena turnamen muda memasuki babak utama, selain itu beberapa peserta yang kalah kini duduk di kursi penonton membuat podium bertambah sesak dan padat.

__ADS_1


"Sial, tidak ku sangka aku justru ketiduran bersama gadis menyebalkan itu" Nang In berdecak tidak puas sembari mengacak - acak rambutnya.


Nang In terbangun selang Bai Luinha pergi, pemuda itu tersadar karena suara - suara bising dari para pengunjung yang hendak pergi ke arena pertandingan. Setelah bersiap - siap, pemuda itu langsung berangkat menuju arena pertandingan. Meski mengalami kesulitan karena berjalan berdesak - desakan dengan para pengunjung, namun akhirnya pemuda itu sampai sebelum pertandingan di mulai.


"Sepertinya ada beberapa perubahan..."


Nang In berhenti sejenak dan menyadari ada beberapa perubahan yang terjadi, pemuda itu melihat puluhan anggota Klan Song yang setidaknya berada pada tingkat Earth Fondation hingga Sky Fondation kini bertugas sebagai penjaga keamanan.


"Tidak mungkin juga Cultivator sekelas Phoenix Msster tidak menyadarinya...." Nang In terkekeh, pandangannya mengarah pada Song Qian yang berada di podium utama namun tidak dikawal oleh kelima Flame Warrior.


Saat memperhatikan dengan lebih teliti, dia menemukan Flame Warrior kecuali Song Zixin yang bersembunyi di posisi tertentu, memastikan kelancaran pertandingan.


Nang In menebak bahwa Song Qian menyadari ada sesuatu yang ganjal pada Sung Ling dari Blood Mist Sect, selain karena jurusnya yang begitu mematikan, ia merasa bahwa Blood Mist Sect terlalu misterius, untuk itu ia bersiap siaga mengantisipasi jika ada hal yang tidak diinginkan datang.


Nang In pun melihat beberapa Tetua Klan Song seperti Song Juji, Song Lu bahkan Haoucun Hai dan beberapa Cultivator dari Sky Treasure House tidak berkumpul pada satu tempat, melainkan terpisah, namun tetap dengan jarak yang tidak terlalu jauh.


"Seharusnya keamanannya sudah pasti aman bukan?" gumam Nang In dalam hati, seharusnya musuh akan waspada atau berpikir beberapa kali jika ingin menyerang kediaman Klan Song mengingat di sini banyak para jagoan yang mempunyai kemampuan di luar nalar.


Pandangan Nang In menyapu pada seluruh peserta, terlihat para peserta yang dikatakan calon juara sedang mempersiapkan diri mereka masing - masing, Song Zixin sibuk melakukan pemanasan, Jian Long sedang bermeditasi sedangkan Weiheng, pemuda itu tidak terlihat di sudut mana pun.


Nang In menggelengkan kepalanya, "Cih, peduli apa aku dengan pria otot tidak berotak itu?" pandangan Nang In sekali lagi menyapu pada para peserta dan ketika berfokus pada podium Frozen Island, pemuda itu mengerutkan kening melihat ketiga perwakilan Frozen Island menatapnya dengan cara yang berbeda - beda.


Fuan Yu memandang Nang In dengan tatapan serius atau menyelidiki sesuatu, namun dari pada itu Nang In sepintas berpikiran aneh tentangnya, "Wanita tua itu tidak menyukaiku kan?" membayangkannya saja membuat tubuh Nang In bergetar, disukai oleh wanita tua berumur ratusan tahun lebih? yang benar saja!


"Hey - hey! apa - apaan dengan tatapan tidak biasa itu? bukankah sebelumnya dia yang mencari masalah denganku? kenapa sekarang dia terlihat begitu marah, seolah - olah aku pelakunya dan dia yang menjadi korban?!" Nang In berdecak tidak puas melihat Zhou Luong menatapnya dengan tatapan penuh kebencian.

__ADS_1


"Lalu ada apa dengan gadis itu?"


Sedangkan Bai Luinha tersenyum manis ke arah pemuda itu, bukannya terpesona, pemuda itu justru merasa heran dan menganggap bahwa Bai Luinha aneh. Nang In benar - benar bingung harus bagaimana ia merespon ketiganya!


Nang In menggeleng ringan mengabaikan ketiga orang yang memandanginya dengan tatapan aneh, Nang In kemudian kembali berjalan menuju podium Star Alchemist Assosiasiation.


"In'gege dari mana saja kau? kata Niiu kau pergi dari malam, benar?" tanya Xuan Li.


"Semalam aku pergi latihan di tengah..." Nang In menggaruk belakang kepalanya, "Dan tanpa sadar tertidur hingga pagi datang" ucap Nang In berbohong kepada keduanya, jika Niiu dan Xuan Li mengetahui jika semalam ia bersama Bai Luinha, tentu mereka akan langsung mengintrogasinya.


Sedangkan Niiu hanya memandangi Nang In dengan tatapan menelisik, nampaknya ia mengetahui jika Nang In berbohong kepada mereka, namun entah kenapa wanita itu hanya diam.


Mengabaikan sikap aneh Niiu, Nang In duduk lalu menengok ke arah arena, "Apa sudah di mulai?" ucapnya sembari mengalihkan topik pembicaraan.


Pada saat itu mereka mendengar suara Song Qian yang menggema di seluruh arena, "Para penonton semuanya, kemarin kita telah menonton babak penyisihan yang sangat menegangkan dari para peserta, sekarang saatnya babak utama yang pastinya lebih seru lagi, langsung saja, pertandingan babak utama pagi hari ini aku buka!" teriak wanita itu dengan tatapan penuh semangat.


"YEAEHHH....!"


Para penonton bersorak ria menanggapi ucapan Song Qian, iringan musik dan para penari di samping arena kerap meramaikan acara pada pagi itu. Sesaat sebelumnya Zihan Shi berjalan ke tengah - tengah arena. Berdehem beberapa kali kemudian pria tua itu berteriak.


"Baiklah tanpa basa - basi lagi, mari kita sambut kedua peserta pertama kita yaitu, Zhou Luong dari Frozen Island melawan Xuahou dari Wind Spear Sect...!"


"YEAHH..!"


"HUOOO...!"

__ADS_1


Setelah nama mereka disebutkan, beberapa saat setelahnya dari lorong kiri dan kanan muncul kedua pemuda yang sama - sama memegang tombak tajam bermata dua.


Menatap Nang In dengan tatapan tajam, Zhou Luong menggenggam erat tombaknya, "Lihat saja, pertemuan selanjutnya aku tidak akan kalah!"


__ADS_2