
"Lihat, benar bukan Zhou Luong yang akan memenangkan pertandingan?" ucap Nang In seraya tersenyum percaya diri.
Niiu menghela nafas sambil tersenyum, "Harus ku akui sejauh ini penilaianmu tidak pernah salah"
Keduanya kembali fokus pada arena, pertandingan dimenangkan oleh Zhou Luong, meski diawal pemuda itu sempat Kesulitan melawan Xuahou namun dimoment terakhir pemuda itu dapat mengelabui Xuahou kemudian melepaskan serangan telak ke arahnya.
Kekalahan Xuahou membuat kecewa para pendukungnya, karena berbeda dengan Frozen Island yang mempunyai dua perwakilan, Wind Spear sect hanya mendaftarkan Xuahou sebagai satu - satunya perwakilan mereka.
Mengingat harga tiket yang begitu tinggi jika ingin mengikuti Turnamen Muda membuat sekte - sekte berhati - hati dalam mengatur jumlah perwakilan yang ikut. Khususnya sekte tingkat bawah, biaya tiket mengikuti Turnamen Muda tidaklah murah bagi mereka. Namun itu sepadan dengan apa yang akan didapatkan jika dapat menjadi pemenang, selain mendapatkan banyak spirit stone dan elixir, tentu dapat menaikkan derajat dari sekte itu sendiri.
Xuahou kembali ke pintu keluar dengan ekspresi kecewa, raut wajah berat dan putus asa pemuda itu tidak bisa di sembunyikan, sedangkan melihat ekspresi Zhou Luong membuat Nang In mengerutkan keningnya, pemuda itu memasang ekspresi kesal yang tidak jauh berbeda dengan ekspresi yang ditunjukkan Xuahou.
"Masih belum! jika dibandingkan dengan pemuda itu kemampuan pengendalian es ku masih sangat kurang..!" Zhou Luong berdecak tidak puas, mengingat pada saat ia melawan Nang In, pemuda itu menggertakan giginya karena jika dibandingkan dengan pemuda itu, dirinya masih sangat kurang!
Menengok ke arah Nang In yang duduk di podium Star Alchemist Assosiasiation, pemuda itu bergumam dengan sorot mata yang tajam, "Tunggu saja! Setelah ini dirimu!"
Menyadari bahwa Zhou Luong menatapnya seperti orang yang mempunyai dendam tujuh turunan padanya, Nang In tidak bisa tidak mengutuk dalam hati. "Ada apa dengan orang aneh itu! apa dia masih merasa jadi korban dengan kejadian kemarin? jika iya, majulah, aku akan membuatmu merasakan rasa sakit yang sesungguhnya!"
Ekspresi Nang In menjadi buruk ketika melihat Zhou Luong yang berjalan menuju pintu keluar, melihat itu Xuan Li tidak bisa tidak bertanya, "Apa kau masih kesal dengan kejadian kemarin?"
"Sama sekali tidak, lagi pula kalian berdua tidak terluka" Nang In menggeleng ringan sembari menghela nafas.
"Jika begitu, kenapa raut wajahmu mendadak buruk ketika melihat Pemuda itu?" tanya Xuan Li.
"Aku hanya sedang memikirkan cara agar pemuda aneh itu tidak menunjukkan ekspresi menyebalkan seperti itu padaku!?" ucap Nang In dengan kesal, pemuda itu menggeleng nafas, "Lupakan ucapanku barusan, coba lihat siapa itu yang akan bertanding selanjutnya"
Niiu dan Xuan Li melihat ke arah Zihan Shi yang akan menyebutkan peserta yang akan bertanding selanjutnya.
"Baiklah setelah melihat pertandingan seru sebelumnya, kali ini kita akan menyaksikan pertandingan dua pemuda yang sama - sama mempunyai kekuatan yang tidak normal pada usianya yang sekarang, langsung saja mari kita sambut,
Jian Luo dari Great Monastery melawan Weiheng Si Penantang!" teriak Zihan Shi diikuti para penonton lainnya, mereka begitu penasaran jika kedua peserta yang sama - sama mempunyai kekuatan besar berduel pada hari ini.
"Akhirnya datang juga...!"
"Benar ini adalah pertandingan yang ku tinggu - tunggu!"
"Benar sekali, pasang kedua mata kalian, pertarungan ini akan menjadi pertarungan yamg sangat berdarah!"
"..."
Para penonton begitu bersemangat karena yang bertarung kali ini adalah salah satu dari 11 Golden Stars, Jian Long yang juga merupakan salah satu dari Golden Monk.
Dari pintu sebelah kiri muncul biksu muda dengan tongkat emas di tangannya, ia adalah Jian Long, pemuda itu begitu tenang selayaknya air di dalam kolam yang tenang, sedangkan dari pintu sebelah kiri muncul seorang pemuda dengan tinggi 2 meter seperti seekor beruang, tatapan tajam dengan seringai yang lebih seperti hewan buas. Ya. Dia adalah Weiheng!
Para penonton lebih antusias melihat Weiheng, karena cara dia menghabisi musuh sangat berutal dan begitu seru untuk sebagian penonton yang kerap menyukai kekerasan.
"Kedua peserta silahkan berjabat tangan!" ucap Zihan Shi disambung Jian Long bersalaman dengan Weiheng.
__ADS_1
"Hey botak! semoga kau tidak tumbang dalam sekali kali pukulan HAHAHAHAHA!!" ucap Weiheng kemudian tertawa lepas di tengah arena.
Jian Long diam tidak menjawab pertanyaan pemuda di depannya, mengabaikan ocehan Weiheng, Zihan Shi membicarakan aturan pertandingan kepada mereka. Setelah keduanya berjauhan, Zihan Shi memulai pertandingan.
"Baiklah, langsung saja! Pertandingan babak utama kedua akan dimulai dari...sekarang!" Setelah mengatakan itu Zihan Shi menjauh dari keduanya.
Weiheng menyeringai lalu menekan kakinya hingga lantai menjadi retak lalu melompat ke angkasa, sambil tersenyum dengan ekspresi gila, pemuda itu mengepalkan tangan kanannya kemudian melapisinya dengan qi bewarna kuning.
"Terima ini..!"
Jian Long tidak hanya diam, pemuda itu membuka mata kemudian mengayunkan tongkat emasnya menyambut serangan Weiheng.
BANG!
Ledakan yang begitu besar terjadi di tengah arena, asap mengepal menutup pandangan para penonton, Nang In menyipitkan mata melihat dua siluet yang berdiri di tengah arena, beberapa saat setelahnya kedua siluet itu menghilang bersamaan dengan asap yang memudar karena tertiup angin.
Swosh!Duar!
Setelah sama - sama melepaskan serangan, keduanya terhempas karena serangan satu sama lain.
"Ternyata kau boleh juga HAHAHA!" ucap Weiheng sembari mengusapkan darah yang ada pada bibirnya. Pria besar itu nampaknya begitu menikmati pertarungan saat ini.
Sangat berbeda dengan Jian Long, pemuda itu masih memasang ekspresi datar, selayaknya seorang biksu yang tidak terlalu tertarik dengan kenikmatan dunia, pemuda itu tidak begitu berlebihan dalam mengekspresikan perasaannya, namun bertarung dengan Weiheng membuatnya tertantang untuk memenangkan pertandingan.
"Hey cepat persiapkan dirimu!" Weiheng menyeringai, "Karena aku akan lebih serius mulai sekarang!"
Setelah mengatakan itu sosok beruang raksasa bertanduk ungu muncul di belakang Weiheng. Merasuki tubuhnya, pria itu langsung berubah menjadi lebih tinggi dan kekar dengan aura ungu yang menyelimutinya.
"Kekuatan yang menarik!" di podium Klan Song, Song Zixin tersenyum melihat kemampuan Weiheng. Pemuda itu merasa tertarik bertarung dengan Weiheng.
"Karena kau sangat serius dengan pertarungan ini, aku pun akan melakukan hal yang sama, izinkan aku untuk lebih serius lagi" ucap Jian Long dengan ekspresi lebih serius, aura berwarna kuning merembes dari tubuhnya, tongkat yang ia pegang ikut bercahaya.
"HAHAHAHA BAGUS, ITULAH YANG AKU INGINKAN!" Weiheng tertawa gila melihat Jian Long mulai serius, karena sama - sama bertipe kekuatan Weiheng begitu tertarik dengan Jian Long, "Ronde kedua di mulai..!"
Weiheng menyeringai lalu berlari dengan cepat hingga dalam hitungan detik pemuda itu sudah sampai di depan Jian Long dengan kepalan tangan yang dipenuhi urat - urat. Jian Long tidak tinggal diam, ia mengayunkan tongkatnya menyambut serangan Weiheng.
SWOSH!TING!
Suara besi dengan besi saling berbenturan terdengar, keduanya menekan satu sama lain dengan sengit, besarnya tubuh Weiheng tidak membuat Jian Long gentar, pemuda itu menahan dorongan Weiheng dengan tongkat emas pemberian gurunya tersebut.
"Ayo buat ini jadi lebih menarik!" Weiheng menyeringai kemudian hendak melakukan gerakan menyundul, "Coba tahan sundulanku HAHAHAHA!"
Jian Long yang terkejut langsung ingin mundur namun Weiheng menggenggam erat tangannya, pemuda itu langsung membesarkan tongkat yang ia pegang berubah berukuran raksasa.
BANG!
Kepala dengan logam saling berbenturan, selain suara dengungan yang terdengar, lantai yang dipijak ikut retak. Sadar serangannya ditahan dengan mudah, Weiheng melakukan kuda - kuda lalu melepaskan tendangan samping dengan keras membuat Jian Long terhempas ke samping arena.
__ADS_1
Weiheng tidak berhenti menyerang, kedua tangannya mencengkram lantai dibawah, selayaknya menggenggam kertas, pemuda itu mengangkat batu besar kemudian melemparnya ke arah biksu muda itu.
Jian Long dapat menghancurkan batu itu dengan mudah, pemuda itu mengecilkan tongkatnya kemudian memanjangkan mengarahkannya pada Weiheng yang sudah menyilangkan kedua tangannya.
DUAR!
"Apa kau pikir serangan remeh seperti ini dapat mengalahkanku?" Weiheng dapat menahan serangan Jian Long dengan mudah, "Serangan kecil seperti ini bahkan tidak akan bisa menggoresku HAHAHA!"
"Tentu saja serangan ini tidak akan menggoresmu, lagi pula itu tujuanku yang sebenarnya adalah..." Jian Long menatap tajam, kemudian menggenggam erat tongkatnya, "Mengeluarkanmu dari arena!,
Seni Tongkat Emas - Tusukan Pilar!"
Swosh!Bang!
Tongkat yang mendorong Weiheng membesar menjadi tongkat raksasa kemudian menghempaskannya hingga hampir keluar arena.
"Sial!" Weiheng menggertakan giginya sembari menahan tongkat raksasa yang mendorongnya keluar arena, "Jangan meremehkanku sialan!"
Pemuda itu mengangkat tongkat yang menekannya kemudian melemparnya ke samping membuat lantai arena hancur seketika karena tidak bisa menahan beban berat tongkat emas milik Jian Long.
"Sepertinya melawanmu akan membutuhkan waktu yang tidak sebentar!" Jian Long menatap tajam Weiheng kemudian mengecilkan kembali ukuran tongkatnya.
"Pertarungan yang cukup menyenangkan tapi masih kurang! aku masih menginginkan pertarungan yang lebih kejam dari ini!" Weiheng melotot ke arah Jian Long, pemuda itu berjalan santai ke arah biksu muda di depannya dengan tangan yang mengepal.
Jian Long menghela nafas namun ikut mendekat ke arah Weiheng, "Seharusnya kau perbaiki nafsu membunuhmu terlebih dahulu sebelum menjadi seorang Cultivator!"
"Cih jangan berani - berani menceramahiku biksu bodoh!" Weiheng berdecak tidak puas, "Apa yang ku butuhkan hanyalah pertarungan nyata!" Weiheng menggenggam erat tangannya melancarkan pukulan kanan.
Swosh!Bang!
Jian Long mengayunkan tongkatnya menahan serangan Weiheng, keduanya terhempas satu sama lain.
"Bertarung denganmu memang menyenangkan tapi sepertinya aku harus memenangkan pertandingan ini...!" Weiheng menyeringai kejam, seluruh tubuhnya mengeluarkan qi berwarna ungu terutama di bagian tangan kanan, nampaknya pemuda itu memfokuskan sebagian qi nya di tangan kanan.
"Maaf karena harus merusak harapanmu namun yang akan memenangkan pertandingan ini adalah aku...!" Jian Long tidak tinggal diam, pemuda itu segera memainkan tongkatnya membuat aura kuning menyelimuti tubuhnya.
"Kalau begitu mari kita lihat, siapa yang akan menang sebagai dan siapa yang kalah sebagai pecundang!"
Swosh!
Setelah mengatakan itu Weiheng bergegas ke arah Jian Long dengan tinju kanan yang siap diarahkan padanya.
"Seni Tongkat Emas - Hantaman Keadilan!"
Swosh!Blar
Kedua serangan bertabrakan menghasilkan dampak serangan yang besar, seisi arena dikelilingi asap yang menutupi pandangan, para penonton begitu penasaran dengan siapa yang menenangkan pertandingan.
__ADS_1
Beberapa saat setelah asap tebal menghilang, selain arena yang hancur, Weiheng dan Jian Long tidak lagi terlihat di arena karena keduanya kini sama - sama terhempas keluar arena.
Zihan Shi yang melihat hasil pertandingan spontan, berteriak, "Hasil pertandingan kali ini adalah seri, karena keduanya sama - sama tidak sadarkan diri!"