Road To Immortality

Road To Immortality
Arc 1 - Awal Kebangkitan - End


__ADS_3

"Sialan! para b-jingan itu berhasil melarikan diri!" Jun Hei berteriak marah karena Liiu Xingsheng dan para pengawalnya berhasil melarikan diri.


Setelah menciptakan ombak yang terbuat dari jarum es, Nang In kemudian mengayunkan cakarnya dengan gila membuat bilah raksasa mengiris - iris bukit dan badai es memporak-porandakan hutan, sekilas kejadian ini seperti bencana alam yang sedang mengamuk!


Jun Hei bertahan di sebuah bongkahan batu bersama Mei Yin yang tidak sadarkan diri, menatap sosok pemuda yang menjadi sumber bencana tersebut membuat Jun Hei bergidik ngeri, ia benar - benar tak menyangka jika pemuda yang berusia hampir sama dengannya mampu membuat bencana yang begitu dahsyat!


Menatap lekat - lekat sosok Nang In yang mengamuk menghancurkan segalanya, Jun Hei terkejut melihat perubahan yang terjadi pada pemuda itu, sosoknya kini lebih liar dari sebelumnya dengan dua telinga mirip kucing dan di beberapa bagian tubuhnya tumbuh bulu putih berloreng hitam, sosok pemuda itu kini lebih menyerupai manusia setengah harimau!


Mengambil posisi seperti seekor harimau yang hendak menerkam mangsa, energi bewarna putih dan hitam perlahan terhisap di mulut Nang In, perlahan energi hitam dan putih itu membentuk sebuah bola yang semakin membesar kemudian di titik tertentu bola energi itu tiba - tiba mengecil dengan sendirinya, dengan sorot mata yang begitu ganas Nang In menelan bola kecil itu.


Detik setelahnya pipi Nang In mengembung seperti terlalu banyak menampung energi, Nang In menyemburkan energi tersebut dari mulutnya seolah menembakkan air ludah.


Duar!

__ADS_1


Bukit yang menjadi sasaran tembakan Nang In langsung lenyap membuat lautan yang berada di belakangnya meluber memenuhi hutan membentuk bencana tsunami!


"Bukankah itu bom yin - yang?!" mata Gong Mu membelak kaget melihat serangan Nang In yang begitu familiar dengannya.


Bom yin - yang adalah gumpalan energi langit dan bumi dalam jumlah besar yang dipadatkan di satu titik lalu dilepaskan secara bersamaan dalam waktu yang relatif singkat.


Pada saat perang besar antara aliran putih dan aliran hitam, masing - masing dari kedua belah pihak bertarung serius mengeluarkan segenap kekuatannya, termasuk para Heaven Seal yang saling menembakkan bom yin - yang membuat kota - kota yang terkena dampaknya seketika hancur dalam sekian detik, hal itu menjadi penyebab kenapa Heaven Seal begitu ditakuti oleh seluruh Cultivator di Benua Surga Utara!


"Roar!"


"Kali ini apa lagi!?" Gong Mu mendadak panik karena merasakan sesuatu yang berbahaya akan datang kembali.


Kewaspadaan Gong Mu benar karena Nang In mengaum kencang membuat badai es susulan yang membentuk tornado raksasa menarik paksa segalanya, baik itu Jun Hei, Mei Yin maupun Gong Mu ikut terseret di dalamnya.

__ADS_1


Melakukan gerakan yang sama seperti sebelumnya, Nang In hendak menembakkan bom yin - yang yang kedua, namun sebelum itu terjadi segel cakar yang berada di dada Nang In melebar membentuk rune - rune aneh yang menjalar di sekitar tubuhnya.


Rantai bewarna ungu keluar dari segel tersebut lalu mengikat tubuh Nang In dengan kencang, rantai tersebut menyerap habis qi milik pemuda itu membuat penampilannya perlahan berubah seperti sedia kala.


Nang In terjatuh tidak sadarkan diri, tornado es yang berputar menghancurkan segalanya pun seketika lenyap, meski begitu dampak serangan Nang In telah mengubah seluruh keadaan hutan secara drastis, menjadi hutan es yang segalanya tertutupi udara dingin!


"Cih bahkan Tua Bangka itu tidak memberiku kebebasan sedikit pun untuk bernafas lega!" Ruler Of Ice di dalam tubuh Nang In berdecak tidak puas karena terdapat segel yang mengekangnya, jelas segel ini dipasang Zhou Jin untuk mencegah dirinya merebut tubuh Nang In.


"Untuk kali ini saja akan ku biarkan kau lolos!" Ruler Of Ice menatap tajam ke arah Nang In yang tengah mengambang tak sadarkan diri di depannya, "Tapi untuk selanjutnya, tidak akan ada hari esok karena kau akan menjadi milikku, tubuhmu itu! akan menjadi awalan yang bagus untuk balas dendam ku!"


Setelah mengatakan itu Ruler Of Ice kembali memejamkan mata menuju ke alam mimpi yang begitu panjang!


Arc 1 - Awal Kebangkitan - End

__ADS_1


__ADS_2