
Nang In langsung membaur dalam kerumunan ketika Fuan Yu menyadari keberadaannya, pemuda itu mengetahui bahwa wanita tua yang baru muncul merupakan salah satu Tetua Frozen Island yang sangat berpengaruh.
Karena sebelumnya Zhou Jin sudah menceritakan beberapa orang penting yang ada di Frozen Island kepadanya termasuk Zhou Luong dan Bai Luinha. Tapi ia tidak menyangka bahwa akan bertemu dengan mereka secepat ini.
Tebakan Nang In mereka akan ikut turnamen muda mewakili Frozen Island, meski sekte tersebut cenderung tertutup, namun jika ada acara - acara penting mereka pasti akan mengirimkan perwakilannya untuk memeriahkan atau menunjukkan kekuatan mereka.
Berjalan melewati kerumunan Nang In masuk ke dalam gang untuk menuju ke tempat Niiu dan Xuan Li yang sedang berada di toko perhiasan. Namun ketika perjalanan ia terkejut bahwa menyadari bahwa ada orang yang mengikutinya dari belakang.
Nang In masuk ke dalam gang kecil lalu berhenti di tengahnya, "Keluarlah! tidak perlu bersembunyi!" ucap Nang In tanpa menoleh. Karena sudah tau keberadaan orang yang mengikutinya.
Di atas rumah turun seorang gadis bercadar yang Nang In lihat sebelumnya, benar. Gadis itu adalah Bai Luinha dari Frozen Island.
"Fufu akhirnya kita bertemu"
Bai Luinha itu menangkupkan tudungnya memperlihatkan wajah cantik dengan rambut putih dan mata bewarna biru bak safir, gadis itu mengukir senyuman manis yang mampu membuat hati seorang para lelaki bergetar hebat.
Setidaknya itu untuk orang normal, namun tidak dengan Nang In yang sama sekali tidak bereaksi bahkan memasang ekspresi datar.
"Maaf apa kita pernah bertemu sebelumnya?" Nang In memiringkan kepalanya, ia berpura - pura tidak mengetahui tujuan Bai Luinha menemuinya yang pasti berhubungan dengan Ruler Of Ice.
Nang In menebak bahwa Bai Luinha merasakan aura Ruler Of Ice dalam dirinya sehingga ia tertarik kepadanya.
"Tidak, kita tidak pernah bertemu" Bai Luinha menggeleng ringan, "Tapi sepertinya aku mulai tertarik denganmu" gadis itu tersenyum kecil.
Alis Nang In berkerut sementara Bai Luinha terkikik melihat Nang In.
__ADS_1
"Berhenti basa - basi. Katakan tujuanmu?" kata Nang In dengan tatapan tajam.
"Tidak perlu terlalu waspada, aku tidak mempunyai niat buruk padamu" gadis itu mengibaskan tangannya.
"Lalu?"
"Aku hanya ingin berkenalan denganmu" ucap Bai Luinha.
Nang In memiringkan kepalanya dengan polos, sementara Bai Luinha tertawa kecil lalu melanjutkan.
"Namaku Bai Luinha, senang berkenalan denganmu" gadis itu menyodorkan tangannya bermaksud untuk bersalaman.
"Nang In" pemuda itu menyalami tangan Bai Luinha lalu berbalik badan, "Jika tidak ada kepentingan lain aku akan pergi"
Nang In ingin bergerak tapi...
"Kenapa kau memberitahukan ini kepadaku?" Nang In mengerutkan keningnya.
"Mungkin aku tertarik padamu dan tidak rela jika ada gadis lain dari Frozen Island yang merebutmu" Bai Luinha tersenyum lembut.
"Dasar gadis aneh!" celetuk Nang In lalu melangkah pergi menjauh dari gadis itu.
"Sampai bertemu lagi!" Bai Luinha tertawa kecil melambaikan tangannya, "Fufu pemuda yang menarik, bahkan baru sekali melihatnya aku langsung tertarik padanya"
Gadis itu menjilat bibirnya membuatnya nampak menggoda, "Tidak ku sangka pertemuan kita terjadi begitu cepat, aku tidak sabar untuk segera melawanmu, Heaven Seal"
__ADS_1
"Ternyata di sini kau berada?" Zhou Luong yang baru memasuki gang akhirnya menemukan Bai Luinha yang sempat menghilang, Fuan Yu muncul di belakang pemuda itu sambil melotot tajam.
"Dasar bocah kurang ajar! berhenti berkeliaran dan membuat repot wanita tua ini!" Fuan Yu berteriak kesal kepada gadis bandel di depannya.
Setiap beberapa saat sekali Bai Luinha pasti akan menghilang dari pandangannya, entah itu untuk membeli sesuatu atau melihat - lihat, gadis itu sangat suka mencari alasan untuk memisahkan darinya dan Zhou Luong, hal ini terkadang membuat pusing Fuan Yu karena tidak sedikit masalah yang terjadi jika membiarkan Bai Luinha jalan sendiri.
"Baik - baik maafkan aku, Bibi~" ucap Bai Luinha dengan senyum ramah sekaligus sedikit bersenandung.
Melihat perubahan tingkah laku Bai Luinha tentu membuat Fuan Yu dan Zhou Luong terkejut, jelas gadis ini sedang bahagia akan suatu hal. Namun tidak cukup penasaran untuk tau, karena yang paling penting bahwa gadis itu telah ditemukan.
**
Ketika sudah menjauh, barulah Nang In menurunkan kecepatan berjalannya, ia dengan sigap kembali ke posisi sebelumya di mana ia menunggu Niiu dan Xuan Li.
"Gadis itu sepertinya sudah menyadari bahwa aku seorang Heaven Seal, mulai sekarang aku harus lebih berhati - hati lagi" gumam Nang In dengan serius lalu beberapa saat kemudian Niiu dan Xuan Li keluar dari toko dengan raut wajah gembira.
"Bagaimana perasaan anda Nona, membaik bukan?" tanya Niiu dengan senyum ramah.
"Te - Tentu saja aku masih marah hmmp!" Xuan Li membuang muka dengan sombong namun ekspresi bahagia nampak jelas diwajahnya.
"Benarkah anda masih marah?~" ucap Niiu sambil menempelkan pipinya ke wajah Xuan Li, "Kalau begitu apa aku harus memberi pijatan kepada anda~" Niiu memeluk Xuan Li dari belakang membuat gadis itu terkejut, namun belum sempat melakukan sesuatu, suara Nang In terdengar.
"Senior, perlukan aku mencari penginapan terdekat di sini agar kalian bisa beristirahat?" tanya Nang In.
"Tidak perlu repot - repot, karena kita akan menginap di kediaman Eternal Flame Clan sampai turnamen selesai" ucap Niiu sambil terus menempel kepada Xuan Li.
__ADS_1
"Eternal Flame Clan?"