
"Guru!"
Melihat Nang In terluka parah membuat Gong Mu ingin menghampirinya, namun Taoran yang menjadi lawannya tidak membiarkan itu terjadi.
"Apa aku tidak salah dengar, kau memanggil bocah itu dengan sebutan Guru?!" Taoran menaikkan satu alisnya sambil terus melancarkan serangan kepada Gong Mu.
Gong Mu berdecak tidak puas sembari terus menangkis serangan Taoran yang tidak ada habisnya, beberapa saat lalu Gong Mu unggul dalam pertarungan bahkan hampir membunuh Taoran, namun di detik - detik terakhir Taoran mengalami perubahan yang berhasil memutar balikkan keadaan, selain mempunyai tubuh logam, pria itu membesar seperti halnya Genjou, rambut panjang dan mata memerah seperti hewan buas, kekuatannya dua kali lipat dari sebelumnya.
Sedangkan pertarungan antara Heng Jian dengan Kaibo berlangsung sangat sengit, meski ketika tubuh Kaibo berubah karena efek Blood Worm pertarungan menjadi berat sebelah hal itu yang membuat Heng Jian kesulitan melawannya.
"Jadi itu yang dinamakan Blood Worm!" Heng Jian menyipitkan matanya ketika melihat tubuh Kaibo dan Luoyu.
"Haha ternyata kau mengetahuinya Pak Tua!", Kaibo mengeluarkan qi bewarna merah, tubuhnya membesar dan kulitnya berubah menjadi pucat diselingi urat - urat yang menggeliat, ekspresi pria itu nampak sangat gila dengan racunnya yang semakin kuat.
Blood Worm adalah parasit yang ditanamkan disetiap jantung anggota baru Dark Orphanage agar mencegah berkhianat dan menjaga loyalitas, jika mereka melanggar atau melakukan pengkhianatan maka Blood Worm akan menggerogoti tubuh mereka dengan ganas.
Ketika Blood Worm digunakan maka akan merubah penampilan penggunanya menjadi lebih menyeramkan dengan kekuatannya yang meningkat hingga dua kali lipat, tentu dengan batas waktu tertentu, karena jika menggunakan Blood Worm terlalu lama, maka parasit tersebut akan membebani tubuh pengguna, bahkan ketika sedang tidak digunakan, Blood Worm tetap berbahaya.
"Jika kau mengetahui tentang Blood Worm, harusnya kau tau bahwa kau tidak akan hidup setelah berhadapan denganku!"
Kaibo tersenyum gila lalu melepaskan banyak racun yang berhasil memukul mundur Heng Jian, selain tingkat kultivasinya yang menurun, kondisi pria tua itu sedang tidak keadaan prima, menyadari itu Bao Yu ingin membantu tapi melihat kondisinya ia hanya akan menjadi beban bagi kakeknya, sedangkan Miang Hao dan Jun Hei, mereka terluka parah dan hanya bisa menonton dari kejauhan.
"Kaibo, Luoyu cepat bereskan mereka! kita harus mencari keberadaan Syaoran dan menangkap orang itu!" ucap Liiu Xingsheng dengan dingin sambil mengeluarkan hawa membunuhnya.
"Baik Tuan!" Kaibo dan Luoyu menjawab bersamaan lalu berlari ke para Cultivator Qi Gathering.
Laoyu berlari ke arah belasan Cultivator Qi Gathering, menggunakan Blood Worm membuat penampilan Luoyu kian berubah menjadi pucat dan mata bewarna merah darah, belasan Cultivator menjadi waspada dengan kedatangan wanita tersebut namun masih merasa di atas angin karena unggul dalam jumlah, setelah suara dingin terdengar
"Sebaiknya kalian tidak melawan, karena aku akan memberi kematian yang cepat untuk kalian!" ucap Luoyu sembari mengeluarkan aura yang mengintimidasi.
Salah seorang Cultivator Qi Gathering menjawab, "Siapa manusia bodoh yang membiarkan dirinya dibunuh, lagi pula bukankah seharusnya kami yang mengatakan seperti itu?"
"Hanya karena jumlah, kalian merasa lebih baik, bodoh sekali! Blood Cubic Art - Trap Layer!"
__ADS_1
Luoyu melakukan segel tangan lalu qi berbentuk balok muncul dari tangannya, kemudian meluas menjadi balok berdiameter raksasa yang mengurungnya bersama belasan Cultivator Qi Gathering di dalamnya.
"Akan ku selesaikan ini dengan cepat!"
**
"Hahaha bagaimana rasa racunku Tua Bangka?!" Kaibo tertawa gila melihat kondisi Heng Jian yang semakin memburuk.
Heng Jian terlalu banyak terkena racun membuat tubuh pria tua itu semakin melemah, gerakannya melambat dan nafasnya terengah - engah, ia sama sekali tidak menemukan peluang untuk menang dari Kaibo.
Satu - satunya kesempatan bagi Heng Jian adalah bertahan sampai efek Blood Worm yang berada di dalam tubuh Kaibo menghilang, karena dengan menghilangnya efek parasit tersebut maka tubuh pengguna akan melemah setengah mati, hal itu menjadi kesempatan yang sangat besar untuk Heng Jian, tentu jika pria tua itu cukup mampu untuk bertahan!
"Poison Art - Paralyzing Stab!"
"Southern Spear Art - Lightning Strike!"
Pedang dengan tombak saling berbenturan menimbulkan bentakan energi antara racun dan petir, Kaibo melakukan gerakan menusuk berulang kali tetapi Heng Jian mampu menangkisnya dengan mudah bahkan mampu melancarkan serangan balik, kecepatan Kaibo mulai menurun selain itu tubuhnya berangsur - angsur berubah seperti semula.
"Jangan meremehkanku! aku idak akan kalah meski tanp-"
Jleb!
Teriakan Kaibo terhenti karena melihat ujung tombak Heng Jian menembus perutnya, pria tua itu tersenyum lalu mengayunkan tombak merobek perut Kaibo membuatnya berteriak kesakitan, Kaibo tidak tinggal diam ia menusukkan dua pedang ke perut dan lengan Heng Jian, keduanya saling menekan satu sama lain.
"Menyerahlah Tua Bangka! matilah dengan cara yang menyakitkan!"
"Bodoh sekali! seharusnya kau yang mati dan membusuk di neraka!" Heng Jian terus menekan perut Kaibo dengan sekuat tenaga begitupun sebaliknya.
Melihat celah diantara keduanya membuat Miang Hao tergerak, namun tidak dengan Jun Hei, pemuda itu justru melihat masa depan yang begitu mengerikan, ia menatap Miang Hao dengan tatapan tidak percaya.
"B - JINGAN! APA YANG INGIN KAU LAKUKAN!" Jun Hei berteriak ke arah Miang Hao dengan tatapan kebencian.
Miang Hao menoleh sesaat menunjukkan senyuman kosongnya pada Jun Hei lalu berlari dengan tombaknya yang terselimuti petir ke arah Heng Jian dan Kaibo.
__ADS_1
Melihat kedatangan Miang Hao membuat ekspresi Kaibo memburuk, sedangkan Heng Jian tersenyum karena bala bantuan akan datang.
"Southern Spear Art - Lightning Stab!"
Jleb!
Hal yang tidak terpikirkan terjadi, Miang Hao tidak menusukkan tombaknya kepada Kaibo melainkan kepada Heng Jian, sontak perbuatannya membuat yang melihatnya terkejut, termasuk Kaibo dan Liiu Xingsheng sendiri.
"Hao-er apa yang kau-!" Heng Jian memuntahkan seteguk darah dari mulutnya, ia melirik ke arah Miang Hao dengan tatapan tidak percaya.
"Jangan memandangku seperti itu, ini kesalahan kalian karena tidak memberiku banyak kekuatan!" Miang Hao mencabut tombaknya, mendorong tubuh Heng Jian jatuh ke tanah lalu menusuk dadanya dengan kejam!
Mengabaikan tatapan terkejut semua orang, Miang Hao melirik ke arah Liiu Xingsheng lalu berlutut, "Tuan Muda yang terhormat! tolong izinkan aku bergabung ke dalam kelompokmu!" ekspresi Miang Hao berubah menjadi sangat bengis, "Aku membutuhkan kekuatan, berikan! berikan aku kekuatan! tidak peduli apa pun bayarannya aku akan membayarnya!"
"Menarik, kalau begitu aku akan memberimu kesempatan, buktikan kesetiaanmu"
Seakan paham apa yang dimaksud Liiu Xingsheng, Miang Hao bangkit lalu berjalan menuju Bao Yu dan Mei Yin.
"Hao-gege kenapa! kenapa kau melakukan ini?!" Bao Yu menangis menatap Miang Hao dengan tatapan tidak percaya begitu pun dengan Mei Yin, sedangkan Jun Hei, pemuda itu memaksa berdiri tetapi tidak bisa!
"Maafkan aku Yu'er, tapi kau harus mati!" Jun Hei menatap Bao Yu dengan tatapan haus darah.
"Kalau begitu aku juga tidak akan segan untuk membunuhmu!" Bao Yu bersiap dengan tombaknya menyambut serangan Miang Hao.
Keduanya beradu tombak dengan sengit tetapi karena perbedaan teknik dan tingkat kultivasi, di depan tatapan terkejut semua orang akhirnya Miang Hao berhasil menusukkan tombaknya tepat di dada Bao Yu.
Bao Yu memuntahkan beberapa suap darah, ia memusatkan kekuatan terakhirnya untuk melirik ke arah Jun Hei lalu mengukir senyuman yang paling menawan lalu bergumam pelan.
"Maafkan aku"
Dibawah senja sore yang begitu redup dan rintikan hujan yang mengandung kesedihan mendalam, terlihat seorang pemuda yang menyaksikan langsung terbunuhnya orang yang ia cintai tepat di depan matanya, kedua pupil persegi milik Jun Hei berputar kencang sembari menampakkan gambaran masa depan yang begitu menyakitkan.
Pemuda itu kini benar - benar disadarkan dengan kehidupan dunia yang penuh dengan penderitaan dan kebencian!
__ADS_1