Road To Immortality

Road To Immortality
Perlombaan Cerdas Cermat


__ADS_3

"In'gege bukankah itu terlalu berbahaya, bagaimana jika Tetua Fuan marah dan mengincar dirimu?" ucap Qiau Mey dengan nada cemas.


Setelah Nang In melepaskan serangan es dengan skala besar, ia langsung melarikan diri bersama Qiau Mey dan Xuan Li, lagi pula meski ia dapat mengalahkan Zhou Luong, pemuda itu tidak mendapatkan keuntungan apa pun selain mendapat musuh baru yang merepotkan.


"Tenang saja, aku akan mencari cara untuk menghindari Wanita Tua itu" ucap Nang In, Xuan Li yang berada di samping pemuda itu ikut berbicara.


"Menurutku tidak mungkin Tetua Fuan mengincarmu, lagi pula yang memulai pertarungan adalah cucunya sendiri" ucap Xuan Li, lagi pula jika Fuan Yu mengincar Nang In maka Cultivator sekelas dirinya dapat mengejar mereka dengan mudah.


"Tapi apa kau lihat, bukankah Tetua Fuan hanya diam membiarkan Nang In dan cucunya bertarung, padahal jelas - jelas In'gege tidak ingin bertarung, bukankah itu egois?" ucap Qiau Mey dengan nada tidak puas, jelas ia tidak menyukai cara Fuan Yu yang memaksa Nang In untuk menunjukkan basic spirit es nya.


"Benar sekali, tapi aku yakin Tetua Fuan mempunyai alasan kenapa ia bersikap seperti itu" ucap Xuan Li, karena


"Alasan? aku yakin dia hanya tidak senang jika In'gege mempunyai kemampuan es lebih baik dari cucunya" ucap Qiau Mey dengan raut wajah tidak senang.


"Memang sikap cucunya begitu buruk, namun Tetua Fuan tidak seburuk yang dikira" ucap Xuan Li mengutarakan pendapatnya, meskipun Fuan Yu memang memaksa Nang In, namun ia yakin bahwa wanita itu mempunyai alasan.


"Saudari Li, kau tidak membela mereka hanya karena Tetua Fuan sahabat nenekmu bukan?" tanya Qiau Mey kepada Xuan Li, ia tidak senang jika Xuan Li membela Fuan Yu.


"Tentu aku mengatakan seperti itu karena aku mengenal Tetua Fuan" sedangkan Xuan Li


"Hentikan" ucap Nang In menghentikan perdebatan yang hampir terjadi diantara kedua gadis di depannya, ia tidak menyangka jika persoalan seperti itu dapat membuat hubungan yang baru terjalin mendadak berantakan.


Qiau Mey jelas tidak terima jika ada seseorang yang membuat Nang In tidak nyaman, bagaimanapun ia mempunyai hutang budi kepada Nang In karena telah menyelematkan sektenya dari ambang kehancuran.


Sedangkan Xuan Li memang tidak membenarkan tindakan Fuan Yu yang memaksa Nang In, namun ia yakin bahwa Fuan Yu melakukan itu pasti mempunyai alasan, lagi pula ia sudah mengenal Fuan Yu sejak kecil, jadi sedikitnya ia dapat mengetahui kepribadian wanits tua itu.


"Keduanya mempunyai penilaian mereka sendiri, ya itu tidak salah" Nang In menghela nafas, "Lebih baik kita lupakan saja permasalahan tadi, bukankah kita berjalan - jalan ingin menenangkan pikiran?"


"Aku ingin sekali berjalan - jalan dengan kalian, tapi aku harus sudah kembali" ucap Qiau Mey dengan wajah lesu, nampak tidak ingin pergi menjauh dari Nang In.


Nang In tersenyum kecil, "Kalau begitu pergilah, aku yakin Gurumu sedang menunggumu"


"Tapi aku masih ingin menghabiskan waktu bersamamu In'gege" Qiau Mey menatap Nang In dengan ekspresi sedih.


"Tentu saja boleh, tapi sekarang kau harus bersiap untuk bertanding selanjutnya, bagaimana jika setelah turnamen selesai kita bertemu lagi?" ucap Nang In sambil tersenyum ke arah Qiau Mey.


Gadis itu mengangguk menyetujui, ia mendapatkan sedikit saran dari Nang In tentang beberapa gerakan yang menurutnya harus diperbaiki, Qiau Mey tersenyum lembut lalu meninggalkan Nang In dan Xuan Li.


Kali ini tinggal berdua, Nang In dan Xuan Li, jika sebelumnya gadis itu hanya diam dan merespon jika ditanya, kali ini ia berinisiatif untuk mengajak Nang In ke suatu tempat.

__ADS_1


Pemuda itu menyetujuinya lagi pula ia ingin tau lebih banyak tempat - tempat bagus yang ada di Eternal Flame Clan. Ketika mengikuti arahan Xuan Li, mereka berdua sampai di depan aula milik Klan Song.


"Ternyata ada pertandingan seperti ini?" Nang In menaikkan satu alisnya ketika melihat banyak para pengunjung yang lalu lalang di sekitar aula.


"Benar, sebagai hiburan atau pengisi senggang waktu, disaat jeda pertandingan babak selanjutnya, Klan Song bekerja sama dengan Sky Treasure House untuk membuat perlombaan cerdas cermat untuk para sarjana atau Cultivator yang mempunyai kelebihan pengetahuan.


Perlombaan cerdas cermat dibuka untuk umum, entah itu manusia biasa, Cultivator bisa mengikuti perlombaan ini, meski tidak semegah dan semeriah turnamen muda, namun nyatanya ketika Nang In dan Xuan Li masuk ke dalam aula, di dalam sudah ramai dengan penonton.


"Hey aku sudah mendaftarkan namamu di perlombaan cerdas cermat ini" ucap Xuan Li sambil tersenyum kecil.


"Aku? ikut perlombaan ini?" Nang In menunjuk dirinya sendiri, "Tidak, aku menolak-"


"Tidak bisa!" Xuan Li menyela ucapan Nang In, "Aku sudah mengeluarkan 300 spirit stone untuk mendaftarkan dirimu!"


"Tunggu, apa aku pernah memintamu untuk melakukan itu?" Nang In memiringkan wajahnya.


Mendengar jawaban cuek dari Nang In, Xuan Li menunjuk wajah Nang In dengan tatapan tajam, "Tidak ada yang boleh membantah perintah Xuan Li Putri dari Patrick star Alchemist Assosiati-"


"Ya ya ya!" Nang In memutar bola matanya membuat Xuan Li menyikut perutnya, "Aduh! jadi sebenarnya apa yang kau inginkan?!" Nang In kembali bertanya dengan ekspresi datar.


"Cepat ikuti perlombaan ini, bukankah kau aku sewa untuk menjadi pengawalku, jadi seharusnya kau turuti permintaanku!?" ucap Xuan Li dengan wajah ketus.


"Aku disewa untuk menjadi pengawalmu, bagaimana jika ketika aku ikut lomba ada orang yang mengincarmu?" tanya Nang In kepada gadis berambut hitam disampingnya.


"Baiklah, ayo masuk" ucap Nang In dengan raut wajah sedikit terpaksa, namun jika dipikirkan lagi, perlombaan ini dapat menjadi ajang bagi Nang In untuk mengeluarkan potensi yang ia pelajari dari Lin Yue di Pulau Rempah.


"Bagus, kau tidak punya alasan untuk menolak perintahku haha!" Xuan Li tertawa bahagia,


Masuk ke dalam aula ia terkejut karena sudah banyak para pengunjung yang memenuhi bangku penonton, terdapat 4 podium yang melingkar, 1 podium bisa diisi sekitar 30 penonton, meski begitu banyak para penonton yang berdiri karena tidak kedapatan kursi duduk. Sedangkan untuk peserta lomba duduk di depan 4 podium menghadap 5 juri yang berada di tengah.


Di sudut ruangan para Cultivator dari Klan Song maupun Cultivator Sky Treasure House berdiri menjadi petugas keamanan perlombaan cerdas cermat, meskipun kemungkinan sangat kecil jika ada serangan dari musuh namun Klan Song dan Sky Treasure House dengan gencar - gencarnya melakukan keamanan untuk kelancaran acara.


Ketika masuk ke dalam, Nang In dan Xuan Li langsung melihat Niiu yang sudah menyiapkan tempat yang mereka gunakan untuk menonton di lantai 2, seperti biasa Star Alchemist Assosiasiation perlakuan khusus dari Klan Song.


Keduanya tidak langsung menuju ke tempat Niiu melainkan ke tempat pendaftaran ulang, setelah diberi nomor peserta Nang In dipersilahkan untuk duduk di bangku yang sesuai dengan nomor yang didapatkan beserta peserta lainnya.


Sedangkan Xuan Li menuju tempat Niiu untuk menonton perlombaan yang akan segera dimulai. Niiu membawa banyak makanan untuk menjadi teman santai bagi keduanya.


Setelah terkumpulnya semua peserta, acara akan segera dimulai, para penyanyi mulai melantunkan syairnya, penari langsung melakukan berbagai pose yang menarik untuk menyambut kedatangan keempat orang yang akan menjadi juri pada perlombaan tahun ini.

__ADS_1


Keempat Cultivator muncul secara bersamaan membawa Cultivator kepercayaan mereka masing - masing, kedua dari mereka seorang pria tua dan pria muda sedangkan kedua juri lainnya seorang wanita yang berasal dari Sky Treasure House dan Klan Song.


"Hey bukankah itu Nyonya Wuan?"


"Woah jadi dia yang akan menjadi salah satu jurinya?"


"Menurutku sangat wajar, lagi pula dia adalah wanita yang sangat jenius dan berpendidikan tinggi!"


"Benar sekali, aku jadi tidak sabar ingin segera menyatakan perasaanku padanya!"


"..."


Para penonton dibuat terkejut dengan kedatangan salah satu juri yaitu Wuan Yuan, putri dari pemilik Sky Treasure House bersama pengawal setianya yaitu pria yang dijuluki Tombak Kematian, Wuan Yuan memang dirumorkan memiliki kepintaran yang tidak mempunyai tandingan di Benua Surga Utara, itu sebabnya wanita itu menjadi juri cerdas cermat terlepas dari usianya yang begitu muda.


Sebelum di mulai, seorang wanita yang menjadi pembawa acara membacakan peraturan perlombaan, setiap sekte yang berpartisipasi mengirimkan satu orang untuk menjadi peserta. Total yang mengikuti perlombaan sekitar 40 peserta, termasuk manusia biasa dan beberapa Rouge Cultivator.


Untuk babak penyisihan, 40 peserta akan mengerjakan tes tulis 100 soal dalam waktu 100 menit, sedangkan untuk babak selanjutnya akan diadakan secara lisan atau menggunakan kumpul poin. Jika ketahuan ada yang mencontek atau mendapatkan jawaban dari pihak lain maka akan langsung didiskualifikasi.


Jika membicarakan tentang hadiah maka tidak perlu dipertanyakan lagi, pemenang pertama akan mendapatkan tujuh ribu spirit stone beserta spirit tool khusus, juara kedua akan mendapatkan lima ribu spirit stone dan terakhir juara ketiga akan mendapatkan tiga ribu spirit stone.


"Gila, bukankah hadiahnya sangat tidak masuk akal!?"


"Benar, jika aku mendapatkan spirit stone sebanyak itu aku akan di menjadi kaya raya!"


"Jika tau sebesar ini hadiahnya, maka aku akan langsung mengikuti lomba ini!"


"..."


Mendengar perkataan Wuan Yuan sontak membuat para penonton menjadi ribut karena banyak hadiah yang akan diterima oleh pemenang, tentu mendapatkan juara ketiga sudah mampu untuk mencukupi kebutuhan sekte kecil selama satu bulan lebih. Hadiah ini akan diberikan langsung kepada sang juara bukan kepada sekte yang berada di belakangnya.


Setelah para panitia dari Klan Song membagikan soal kepada para peserta, mereka menghitung dari angka tiga sampai satu perlombaan akan langsung di mulai.


"Semua peserta bersiap! tiga...dua...satu...mulai!"


Para peserta langsung melihat soal yang dibagikan di depan mereka dengan cepat, beberapa dari mereka yang sebelumnya memasang ekspresi sombong karena mengira dapat mengerjakan soal dengan mudah langsung berekspresi buruk.


Karena melihat 100 soalnya di depan mereka yang mempunyai tingkat kesulitan diluar nalar!


Begitu pula dengan Nang In, menatap beberapa lembar kertas di depannya, Nang In menjambak rambutnya dengan ekspresi frustasi. Pemuda itu terlihat sangat pucat dan lemas, nampak tidak mempunyai semangat hidup begitu melihat soal - soal di depannya.

__ADS_1


"Celaka! ini benar - benar celaka!"


Jangan lupa Like dan Coment :)


__ADS_2