Road To Immortality

Road To Immortality
Datang Tepat Waktu


__ADS_3

"Aku yang akan menjadi lawanmu" ucap Jun Hei dengan tenang, ia mengambil tombak milik salah satu murid yang terbunuh lalu mengacungkan pada Genjou.


Melihat pemuda di depannya yang berhasil lolos dari pukulannya, Genjou menaikkan satu alisnya, "Aku tidak tau kau mampu menghindari pukulanku murni karena keberuntungan atau memang karena kemampuanmu"


Memutar tombaknya dengan santai ia berkata, "Kalau begitu, kenapa kau tidak memastikannya sendiri?"


Setelah mengatakan itu, kedua mata Jun Hei bersinar cerah, dua pupil persegi yang menyilang muncul lalu berputar dengan cepat, setelah itu sebuah gambaran peristiwa yang akan terjadi terlintas di benak Jun Hei.


"I - Ini luar biasa!" Jun Hei tersenyum lebar karena begitu takjub dengan kekuatan vision miliknya, "Kalau dengan ini mungkin aku bisa bertahan, setidaknya sampai para Tetua datang!"


Jun Hei tidak cukup serakah untuk menang melawan sosok di depannya, meskipun ia mempunyai kemampuan melihat masa depan, tingkat kultivasi dan teknik bertarung keduanya terlampau sangat jauh.


"Kalau begitu aku akan membuktikannya sendiri!"


Genjou mengalirkan qi nya di tangan kanan, menekan kakinya seketika tanah yang berada di sekitar hancur, saat itu juga ia menghilang dari tempat semula dan muncul di depan Jun Hei dengan tangan kanan yang diayunkan dengan kencang.


Duar!


Gempa kecil tercipta karena pukulan tadi, tanah yang terkena pukulan itu hancur berkeping - keping menyebabkan asap yang mengepul, di depan tatapan terkejut semua orang, Jun Hei telah menghilang dari tempatnya lalu muncul di belakang Genjou sambil mengayunkan tombaknya.


"Southern Spear Art - Lightning Stab!"


Brat!


Basic spirit petir menyambar tubuh Genjou namun tidak membuat pria itu terluka justru tersenyum, membalas serangan Jun Hei, Genjou memutar tubuhnya melakukan tendangan lompatan.


"Di sana!" Jun Hei berseru dalam hati lalu bergerak sesuai vision yang tidak terjangkau serangan tersebut, tidak terlalu cepat namun pasti, ia mengayunkan kembali tombaknya, "Southern Spear Art - Kidney Slash!"

__ADS_1


Slash!


Percikan petir kembali menyambar tubuh Ginjou, membusungkan dadanya seketika percikan petir langsung lenyap.


"Hahaha!" Genjou tertawa gila sembari bertepuk tangan, "Mengesankan mengesankan, ternyata itu bukanlah sebuah kebetulan!"


Semua Cultivator yang menyaksikan di buat terpana karena Jun Hei dapat menghindari serangan Genjou berulang - kali, selalu memposisikan dirinya di tempat yang tidak terjangkau, meski tidak terlalu cepat namun pasti, seolah - olah pemuda itu berhasil menebak datangnya serangan, setidaknya itu yang mereka pikirkan karena tidak mengetahui keberadaan Future Eyes!


"Ba - Bagaimana bisa dia menghindari serangan itu tanpa terluka sedikit pun?" Miang Hao menatap Jun Hei dengan tidak percaya, serangan yang dilepaskan Genjou begitu cepat bahkan untuk dihindari olehnya.


Pertarungan Taoran dengan tiga Cultivator Earth Fondation pun terhenti karena melihat aksi Jun Hei, padahal tingkat kultivasinya hanya di Qi Gathering tingkat 3 namun dapat memberi perlawanan terhadap Cultivator di ranah Earth Fondation.


Salah satu dari dua sosok berjubah hitam yang menonton pertarungan dari kejauhan membuka tudungnya, memperlihatkan seorang wanita dengan penutup mata yang bernama Luoyu, "Gerakannya tidak terlalu cepat bahkan sangat berantakan, bagaimana bisa bocah itu menghindari serangan Genjou, seolah - olah dia-"


"Mengetahui arah serangan yang akan datang?" sosok berjubah hitam yang menjadi pemimpin mereka melanjutkan ucapan Luoyu, menyiapkan matanya ia bergumam, "Kemampuan melihat masa depan?"


"Dunia ini tempat yang jauh lebih besar dari yang pernah kau bayangkan, tentu tidak menutup kemungkinan jika kemampuan seperti itu memang ada" ucap sosok berjubah hitam dengan tenang.


Berbeda dengan tuannya yang cukup berpengalaman di dunia Cultivator, Luoyu tidak mempunyai pengalaman karena baru menjelajahi dunia Cultivator, menatap ke arah tuannya dengan tatapan kekaguman ia berkata, "Terimakasih atas penjelasannya Tuan"


Mengabaikan perkataan Luoyu, sosok yang dipanggil tuan tersebut menatap dua bawahannya dengan dingin, "Genjou Taoran! kecuali pemuda itu, bunuh semuanya!"


Mendengar perintah dari tuannya, membuat Genjou dan Taoran berekspresi dingin, keduanya melepaskan jumlah qi yang begitu pekat membuat semua Cultivator Southern Spear Sect berkeringat dingin.


Taoran menerjang ke arah tiga Cultivator Earth Fondation dengan cepat lalu menyerangnya dengan ganas.


**

__ADS_1


"Bersiaplah, kali ini aku akan sedikit lebih serius" setelah mengatakan itu Genjou mengalirkan qi di kedua tangannya, ekspresinya berubah menjadi lebih serius lalu mulai bergerak


Jun Hei mengaktifkan vision miliknya, keringat yang begitu deras langsung keluar di tubuhnya, "Tidak! tidak ada kesempatan untuk melarikan di-"


Duar!


Belum sempat menyelesaikan ucapannya sebuah kepalan tangan menyentuh perutnya, walaupun sudah terlebih dahulu menghindar Jun Hei tetap terkena serangan tersebut membuatnya terhempas beberapa meter ke belakang membentur pohon.


"Hei-gege!"


Melihat Jun Hei terpental, membuat Bao Yu dan Mei Yin spontan berlari ke arah pemuda itu dengan ekspresi khawatir.


"Walaupun sudah tau kemana dia akan menyerang, tetap serangannya terlalu cepat untuk dihindari!" gumam Jun Hei dalam hati, memuntahkan beberapa suap darah, seluruh tulang rusuknya patah, ia tidak bisa menggerakkan tubuhnya sama sekali.


Melihat kedua gadis mendekatinya, ekspresi pemuda itu menjadi stagnan, karena sosok yang baru saja menghantamnya muncul di belakang mereka sambil menyeringai kejam.


"Bagus! berkumpul seperti ini lebih memudahkanku untuk menghancurkan kalian", memusatkan qi nya di tangan kanan, Genjou mengayunkan pukulannya dengan ganas ke arah ketiganya, "Body Enhancement Art - Cracking Punch!"


Melihat pukulan mengarah padanya tidak ada ketakutan terpatri di wajah pemuda itu, itu karena bukan masa depan kematian yang dilihat oleh kemampuan visionnya, justru sebaliknya, secercah harapan akhirnya datang!


Swosh!Krack!


Udara rendah yang begitu ekstrem tiba - tiba menyapu bersih di hutan membuat tanah dan pepohonan tertutupi kabut dingin dan es, begitu pun dengan Genjou, pria ganas itu membatu menjadi patung es yang seperti dipahat oleh seniman paling berbakat.


Di tengah udara dingin itu, muncul sosok pemuda yang setengah tubuhnya diselimuti es, berjalan dengan santai di depan tatapan semua orang, pemuda itu bergumam.


"Ice Magic - Ice Waves!"

__ADS_1


__ADS_2