Road To Immortality

Road To Immortality
Kebangkitan Demon Jade


__ADS_3

keesokan paginya, mentari pagi menyinari Heaven Moont Sect yang terlihat begitu mengerikan, mayat berserakan di mana - mana membentuk darah yang menggenang di jalanan setapak.


Hwang Guo dan beberapa Tetua yang berkhianat telah tewas, sisanya ditangkap dan dihukum mati, sedangkan para pembunuh bertopeng hampir semua dari mereka mati dengan keadaan mengenaskan karena berhadapan dengan Nang In.


Pihak Heaven Moont Sect sendiri, menderita korban yang tidak sedikit, berapa murid telah tewas, sisanya terluka parah, sedangkan para Tetua hanya menderita luka ringan, kecuali Patriack Ming yang kondisinya sempat kritis karena racun yang ada di dalam tubuhnya mulai bereaksi. Hwang Yuan yang merupakan cucu Hwang Guo sama sekali tidak terlihat saat malam penyerangan, dikabarkan bahwa dia sudah tidak ada di dalam sekte.


Penyerangan yang terjadi pada Heaven Moont Sect tidak jarang terjadi, meskipun masuk dalam perlindungan Kekaisaran Black Sun, namun mengingat bahwa sekte ini terletak pada jalur perbatasan antara dua kekaisaran, membuat sekte ini sangat sering diserang oleh Cultivator aliran hitam yang berasal dari Kekaisaran Blue Diamond.


**


"In' gege sadarlah, kumohon!"


Nang In membuka mata, hal yang pertama kali dia lihat adalah seorang gadis cantik dengan rambut berwarna biru gelap menampar pipinya.


ketika Nang In ingin bergerak, ia terkejut karena kedua tangan dan kakinya kini dirantai, melihat ke sekitarnya ia baru menyadari bahwa saat ini ia berada di ruangan kecil yang sekilas mirip seperti penjara. Tidak, ini memang penjara!


"Kenapa aku berada di dalam sel!?" ucap Nang In sambil menarik kedua tangannya.


Rantai yang mengikat Nang In merupakan spirit tool yang berbentuk rantai besi, rantai ini dapat melenyapkan sumber qi, dengan kata lain rantai ini mampu merubah Cultivator menjadi manusia biasa tanpa qi.


"Apa kau benar tidak mengingatnya sama sekali In' gege tentang kejadian kemarin malam?" tanya Qiau Mey nampak ragu.


Bukan Nang In yang menjawab melainkan suara lain, "Dia tidak akan mengingatnya Nona Qiau"


Menoleh ke sumber suara ia melihat Liang Chou yang bersandar di pintu ruangan.


"Apa maksud anda Tetua?"

__ADS_1


"Sepertinya kemarin In' er sedang dikendalikan oleh sesuatu yang membuatnya sedikit..." Liang Chou memutar jari telunjuknya disekitar jidat.


"Gila?" setelah mengatakan itu Qiau Mey menutup mulutnya.


Nang In terdiam, ia mengingat sesuatu, "Aku ingat malam itu aku dikalahkan oleh Hwang Guo, bahkan rubah tua itu berhasil menusuk jantungku, lalu setelah itu aku tidak mengingat apa pun"


Liang Chou menghela nafas, "Baiklah akan ku ceritakan apa yang terjadi padamu kemarin malam"


Liang Chou menceritakan kepada Nang In apa yang terjadi pada dirinya, malam itu Nang In seperti orang yang sangat berbeda, mata hitam dengan pupil merah darah, bagi siapa pun yang melihatnya pasti dapat menebak bahwa dia adalah seorang maniak yang sangat menikmati pembunuhan, tidak peduli itu rekan maupun kawan, aura pembunuh yang keluar dari tubuhnya pun begitu menakutkan.


Namun beruntung karena aura pembunuh yang begitu pekat itu berhasil menarik perhatian Wang Lu dan Han Mei yang sempat berjalan tidak jauh dari sekte, keduanya pun membantu melawan para pembunuh bertopeng dan berhasil menghentikan Nang In meski dengan cara kasar.


Mendengar penjelasan Liang Chou ekspresi Nang In kian berubah, ia sadar apa yang terjadi pada dirinya disebabkan oleh bangkitnya Demon Jade, salah satu dari Six Divine Weapon. Nang In sedikit menyesali karena yang lebih dulu bangkit bukanlah kekuatan Ruler Of Ice, melainkan giok terkutuk milik Manusia Dewa.


Namun ia juga tidak bisa berjanji jika yang bangkit adalah kekuatan Ruler Of Ice ia dapat mengendalikannya, lagi pula dua kekuatan itu merupakan kekuatan yang sangat tidak normal untuk remaja seusianya!


"In 'gege sebenarnya apa yang terjadi pada mu, apakah itu semacam penyakit?" Qiau Mey bertanya dengan ekspresi khawatir, Nang In sempat menyelamatkan hidupnya, jika ada hal yang bisa ia lakukan untuk membantu Nang In, tentu akan ia lakukan.


Sebelum Nang In ingin menjawab, salah seorang murid masuk ke dalam penjara lalu berteriak, "Tetua Liang, Nona Qiau, keadaan Patriack Ming semakin memburuk"


Kabar itu membuat semua yang mendengarnya terkejut, terutama Qiau Mey, gadis itu spontan berlari ke luar ruangan dengan dua garis air mata yang membasahi pipi.


Liang Chou ingin pergi namun Nang In mencegahnya, "Tetua Liang! biarkan aku melihat keadaannya!"


Liang Chou berbalik arah, "Apa yang kau rencanakan?"


Melihat Liang Chou masih meragukannya, Nang In menghela nafas, "Aku memahami sedikit ilmu pengobatan, mungkin aku bisa membantu memulihkan keadaan Patriack Ming"

__ADS_1


Liang Chou menatap kedua mata Nang In dengan tajam, "Baiklah, tapi jika kau berbuat macam - macam, aku tidak akan segan untuk memotong salah satu tanganmu!"


"Sepakat!" ucap Nang In dengan tatapan penuh keyakinan, ia bisa memahami kenapa sikap Liang Chou berubah kepada dirinya, namun ia tidak terlalu peduli dengan itu bahkan jika pria itu membencinya hal itu bukan masalah baginya.


"Baiklah akan ku bu-"


Crack!


Sebelum Liang Chou membuka rantai yang mengikat Nang In, pemuda itu lebih dulu meloloskan diri dengan cara menarik paksa rantai dari dindingnya. Lalu pergi begitu saja meninggalkan Liang Chou yang terdiam di tempat.


Terdiam dengan raut wajah yang kosong seakan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya, jika mengingat wajah Nang In, hanya ada satu kata yang tepat menggambarkan bocah itu.


'Monster!'


**


Sementara Nang In terus berlari dengan rantai yang terikat di kedua tangan dan kakinya, meskipun rantai yang mengikatnya mampu menyegel aliran qi, namun mengingat kualitas tubuh Nang In yang mencapai tingkat Nirvana Mid - Tier, ia tentu dapat meloloskan diri dari rantai itu dengan mudah murni menggunakan kekuatan fisiknya.


Tentu jika Cultivator lain mungkin belum tentu mampu melakukan apa yang Nang In lakukan, hal ini tergantung seberapa kuat kualitas tubuh mereka, kembali lagi ke dasar bahwa meningkatkan kualitas tubuh untuk seorang Cultivator merupakan hal yang sangat penting.


Masuk ke dalam kamar Patriack Ming, ia melihat beberapa orang yang ia lihat sebelumnya, seorang wanita cantik dengan rambut dan wajah yang hampir sama seperti Qiau Mey namun lebih tua, wanita itu adalah Qiau Han, ibu dari Qiau Mey.


Tentu Qiau Mey berada di sana, pasangan ibu dan anak itu hanya bisa menunggu sang Tabib memeriksa kondisi sosok yang selama ini menjaga menjadi tulang punggung mereka berdua.


Di sekitarnya duduk Wang Lu dan Han Mei yang sedang memeriksa kondisi tubuh Patriack. Wanita itu ternyata seorang Tabib, bahkan termasuk Tabib yang sangat terampil, hal itu dilihat dari bagaimana cara dia melakukan pertolongan pertama pada Patriack Ming, sedangkan Wang Lu, pria itu hanya membantu Han Mei


Wang Lu melirik ke arah Nang In yang baru datang dengan tatapan rumit, sementara Nang In, ia sedang fokus pada keadaan Patriack yang setengah tubuhnya membiru. Matanya melebar saat lebih fokus melihat kejanggalan pada tubuh Patriack.

__ADS_1


"I - Itu Paralyzing Frog Poison?!"


__ADS_2