
Nang In berusaha untuk tetap tenang, namun aura pembunuh yang dikeluarkan sosok berjubah merah itu begitu kuat, hal ini yang membuat Niiu menyadari apa yang terjadi pada Nang In lalu melepaskan auranya untuk menetralisir aura pembunuh tersebut.
'Setidaknya sosok itu jagoan Soul Wandering Low - Stage!'
Di balik topeng putihnya, nafas Nang In tidak beraturan, di tekan oleh jagoan di ranah Soul Wondering tentu tidak membuatnya baik - baik saja. Setelah Niiu menetralkan aura pembunuh yang menekan Nang In, Sosok Berjubah Merah tidak lagi berfokus pada Nang In melainkan fokus pada pertandingan di tengah arena.
"Apa yang terjadi Niiu?" meski diarahkan kepada Nang In, namun karena terlalu kuat Xuan Li yang berada di samping Nang In ikut merasakan.
"Ada orang yang mengarahkan aura pembunuh ke arah In'er" Niiu melirik tajam ke arah sosok berjubah merah yang berada di seberang podium, "Aku yakin sosok itu yang mengirimnya!"
Niiu melirik ke salah satu podium yang dikhususkan untuk sekte menengah, sosok itu hanya seorang diri. Namun jika melihat ke arah kursi peserta terlihat dua murid yang sepertinya mempunyai hubungan dengan Sosok Berjubah Merah, itu karena salah seorang dari mereka mengenakan jubah yang sama, sementara satu lagi seorang gadis cantik dengan ekspresi kosong.
"Tunggu kenapa orang itu mengirim aura pembunuh ke arah Nang In?" ucap Xuan Li dengan ekspresi khawatir.
Niiu nampak memikirkan sesuatu, "Sepertinya ini ada hubungannya dengan pertarungan Nang In dengan Sosok Berjubah Merah ketika berada di penginapan"
"Sepertinya begitu!" Nang In mengangguk ringan, meski ia tidak tau siapa mereka, namun ciri jubah yang dipakai sosok itu sama dengan jubah yang dipakai sosok yang melawan Nang In ketika di penginapan.
"Pertarungan di Penginapan, kalian belum menceritakan itu padaku?" Xuan Li meminta Niiu untuk menceritakan apa yang terjadi ketika di penginapan.
Niiu menghela nafas lalu menceritakan apa yang terjadi pada malam itu, mulai dari keributan di dalam penginapan termasuk pertarungan Nang In dengan Weiheng dan bagaimana ia yang hampir melawan Sosok Berjubah Merah.
"Apa ini hanya firasat ku tapi sepertinya mereka mempunyai maksud terselubung selain mengikuti Turnamen Cultivator Muda!" ucap Niiu dengan ekspresi serius, meski kebanyakan sekte yang datang ke kediaman Eternal Flame Clan mempunyai masalah antar satu dengan yang lainnya, namun mereka tidak cukup bodoh untuk saling bertikai satu sama lain secara terang - terangan.
Namun Sosok Berjubah Merah itu secara terang - terangan mengirim aura pembunuhnya kepada Nang In, hal itu membuat Niiu berpikir bahwa sosok itu berasal dari aliran hitam dan mempunyai niat terselubung selain mengikuti Turnamen Cultivator Muda.
"Apa kita harus melaporkannya pada Keluarga Song?" tanya Nang In.
"Tentu tapi tidak sekarang, lagi pula aku yakin mereka tidak akan bergerak dengan sembrono selama ada Phonix Master dan para Jagoan Nascaen Soul di sekitar arena!" ucap Niiu sambil mengamati sekitar, setidaknya ada beberapa jagoan kuat di sekte aliran putih dan netral. Termasuk keberadaan Zihan Shi sendiri sebagai wasit seharusnya membuat tingkat keamanan semakin terjaga.
Nang In mengangguk menyetujui saran dari Niiu, seberapa kuatnya cultivator termasuk salah satu dari Five Monarch sekalipun tidak akan ceroboh untuk melawan langsung Phonix Master dan beberapa jagoan Nascaen Soul sekaligus. Tetapi meski begitu mereka tidak boleh lengah karena di dunia cultivator bahaya selalu mengintai mereka.
__ADS_1
Nang In dan lainnya memutuskan untuk melihat pertandingan agar situasi tidak lagi tegang, saat itu Nang In tidak bisa menutupi keterkejutannya ketika melihat gadis yang berdiri di arena dengan ekspresi gugup. Hal ini membuat Niiu dan Xuan Li langsung mengetahui jika Nang In mengenali gadis yang akan bertarung tersebut.
"Pertandingan selanjutnya kita akan melihat aksi Qiau Mey dari Golden Sword Sect....!"
Ketika nama itu disebutkan cultivator yang berasal dari Golden Sword Sect termasuk Wang Lu dan Han Mei bersorak, tentu banyak penonton pria yang bersorak ria memuji kecantikan Qiau Mey. Sedangkan penonton wanita hanya bisa berekspresi masam, ada beberapa mereka yang iri dengan wajah imut dan manis Qiau Mey.
Nang In tersenyum canggung ketika melihat gadis itu berdiri di arena dengan ekspresi gugup namun berusaha tetap tenang.
"Yang akan bertanding melawannya adalah, Cu Tiazing dari Red Ocean Sect!"
Setelah Zihan Shi mengatakan itu seorang pemuda dengan pakaian serba biru dan tombak di tangan kanannya masuk ke dalam arena pertandingan, para penonton khususnya Cultivator yang duduk di podium Red Ocean Sect bersorak sangat meriah.
Nang In mengingat perkataan Zhou Jin jika Red Ocean Sect adalah salah satu sekte bintang sepuluh yang letaknya di tengah - tengah danau, cultivator Red Ocean Sect lebih menekankan penggunaan basic spirit air sebagai elemen dasar dalam pertarungan.
"Kedua peserta bersiap...pertandingan di mulai!" teriak Zihan Shi memberikan kode tangan pertanda pertandingan di mulai.
Meskipun terlihat gugup Qiau Mey langsung berlari lebih dulu dengan sebilah pedang yang masih tersimpan di samping pinggangnya, Cu Tianzing masih berdiam diri di tempat, pemuda itu tidak menggerakkan tombaknya sedikit pun bahkan seperti meremehkan Qiau Mey.
Qiau Mey tidak menjawab namun mengeluarkan pedang dari sarungnya. Ia melompat dan melakukan beberapa putaran di udara lalu melancarkan tebasan pertama.
Klang!
Pedang dan tombak saling berbenturan, ekspresi Qiau Mey begitu serius sedangkan Cu Tianzing memasang ekspresi datar nampak begitu bosan. Setidaknya itu ekspresi terakhir yang bisa ia tunjukkan sebelum Qiau Mey menambah kekuatan di setiap ayunan pedangnya.
Crack!
"Bagaimana bisa kekuatannya bertambah!?"
Cu Tianzing begitu terkejut ketika dirinya di tekan ke bawah hingga lantai yang ia pijak ikut hancur, pemuda itu kini tidak lagi meremehkan gadis di depannya. Cu Tianzing hendak lolos dari serangan Qiau Mey namun gadis itu sama sekali tidak memberikan kesempatan justru terus menebas ke berbagai arah.
Swosh!Klang!
__ADS_1
"Jangan meremehkanku gadis lemah!" Cu Tianzing mendengus kesal.
Pemuda itu dapat menangkis serangan Qiau Mey namun perlahan langkah Cu Tianzing terdorong kebelakang. Ekspresi pemuda itu semakin buruk ketika permainan pedang Qiau Mey bertambah cepat hingga tidak dapat lagi dia tangkis membuat goresan di beberapa bagian tubuhnya.
Cu Tianzing mencoba menyerang balik namun Qiau Mey dapat menahan serangan pemuda itu dengan sangat mudah bahkan dengan gerakan seminimal mungkin.
"Gaya kedua Golden Sword - Cross Slash!"
Saat ujung pedang berjarak satu jengkal dari tubuh Cu Tianzing, pemuda itu mengangkat kedua tangannya lalu berteriak dengan kencang.
"Aku menyerah!"
Qiau Mey menghentikan ayunan pedangnya yang beberapa jengkal lagi dapat menebas tubuh Cu Tianzing, gadis itu menghela nafas lalu mundur beberapa langkah tetap pada posisi siaga.
"Pertandingan telah berakhir, pemenangnya adalah Qiau Mey dari Golden Sword Sect!" teriak Zihan Shi disusul teriakan para pendukung Qiau Mey yang bersorak ria. Sementara pendukung Cu Tianzing nampak kecewa, terutama para Tetua Red Ocean Sect yang memandangi Cu Tianzing dengan tatapan merendah karena pemuda itu kalah memalukan karena meremehkan lawannya.
"Akhirnya selesai juga, tadi hampir saja..." Qiau Mey menghela nafas lalu tersenyum puas. "Setidaknya pertandingan pertama ku tidak terlalu buruk...!"
"Kau luar biasa Mey'er!" terdengar teriakan dari arah podium Golden Sword Sect.
Menoleh ke sumber suara, ia melihat Han Mei yang tersenyum lebar kepadanya. Qiau Mey pun membalas senyuman Han Mei sambil melambaikan tangannya.
Melihat Qiau Mey bertambah kuat Nang In tersenyum dibalik topengnya, sebelumnya ia berpikir untuk menyapanya meskipun hanya sebentar, namun ketika mengetahui bahwa dirinya sedang berurusan dengan Sosok Berjubah Merah yang ia tidak ketahui identitasnya. Nang In mengurungkan niatnya, ia khawatir nyawa Qiau Mey dapat terancam jika Sosok Berjubah Merah tau gadis itu mempunyai hubungan dengannya.
Sementara Qiau Mey ketika hendak turun dari arena merasakan aura yang sangat ia kenal, selain tingkat kultivasinya yang meningkat selama beberapa bulan ini Qiau Mey melatih kekuatan matanya, sebagai gadis yang terlahir dengan salah satu dari 17 Magic Eyes, Alert Eyes.
Qiau Mey melatih kekuatan matanya hingga dapat merasakan orang - orang yang mempunyai aura pedang yang begitu tinggi dari jarak yang lumayan jauh.
"Aura pedang ini?"
Qiau Mey menelisik ke kursi penonton, podium sekte menengah hingga podium sekte besar, namun belum menemukan sosok yang memancarkan aura pedang yang begitu ia kenal, sampai ketika ia melirik ke podium Star Alchemist Association dan pandangannya bertemu dengan sosok bertopeng yang juga sedang meliriknya.
__ADS_1
"In' Gege!"