Road To Immortality

Road To Immortality
Hell Flame


__ADS_3

"Apa yang kau lakukan di sini? ini bukan tempat yang bisa kau masuki sesuka hatimu!"


Nang In berjalan menyusuri jalan setapak yang mengantarkannya ke arah bangunan yang di dalamnya digunakan sebagai tempat berlatih anggota inti Eternal Flame Clan. Nang In yang identitasnya adalah tamu tidak boleh sembarang memasuki tempat itu tanpa izin.


"Jika tidak mempunyai kepentingan serius, tanpa mengurangi rasa hormat mohon untuk pergi dari tempat ini"


Para murid senior Eternal Flame Clan yang kebanyakan dari mereka seorang pemuda memandang Nang In dengan tatapan merendah, mereka tidak peduli jika Nang In berasal dari sekte mana, karena mereka berpikir bahwa di Eternal Flame Clan mereka lebih berkuasa.


"Baiklah, aku akan pergi untuk melihat - lihat tempat lain" Nang In sedikit membungkuk sambil tersenyum hangat.


Pemuda itu tidak mempermasalahkan sikap mereka karena masih dibawah batas kewajaran, lagi pula seorang tamu memang seharusnya tidak boleh seenaknya keluar masuk di kediaman tuan rumah.


"Baiklah..."


Ucap salah satu murid senior Klan Song dengan tatapan sinis, Nang In hendak melangkah pergi namun di dalam bangunan di depannya terdengar suara kegaduhan yang cukup membuat para murid senior yang menahan dirinya terkejut. Belum sempat mereka masuk ke dalam ruangan, tekanan api muncul menembus dinding yang terbuat dari kayu mengarah pada mereka.


Menyadari jika serangan api terlalu besar untuk mereka tangani, para murid senior menjadi panik, mereka mengira bahwa akan terkena serangan api tersebut. Namun saat itu sosok Nang In berdiri di depan mereka lalu melakukan gerakan halus dengan kedua tangannya.


Dari telapak tangan Nang In muncul kobaran api yang menabrak tekanan api yang mengarah padanya, bentrokan api dengan api terjadi, karena kekuatan keduanya sama. Maka api yang saling berbenturan itu langsung lenyap.


"Sebenarnya siapa yang mengeluarkan tekanan api yang begitu kuat ini?" ucap Nang In setelah berhasil menghentikan serangan api tersebut.


Kemudian dari dalam lubang dinding yang dihasilkan dari serangan api itu, muncul seorang pemuda berambut merah yang memiliki sorot mata berapi - api. Meskipun kebanyakan anggota Eternal Flame Clan mempunyai rambut warna merah, namun nyatanya warna rambut tersebut dimiliki oleh anggota inti Klan Song.


Pemuda itu adalah Song Zixin, jenius dari Eternal Flame Clan yang juga termasuk salah satu 11 Golden Stars!


Selain itu yang membedakan Song Zixin dari pemuda lain dari Klan Song adalah terdapat tanda segel di dahi pemuda itu yang berbentuk kristal bewarna merah, tanda itu yang menunjukkan bahwa Song Zixin merupakan calon penerus Heaven Seal.


"Hahahaha hebat - hebat! jadi kau mampu menahan serangan apiku?!" ucap Song Zixin dengan ekspresi wajah yang tampak begitu terkejut sekaligus gembira.


"Jadi kau orang bodoh yang mengeluarkan kekuatan api sebesar itu? bagaimana jika jurusmu melukai anggota Klan mu sendiri?" Nang In memiringkan kepalanya karena tidak habis pikir dengan pemuda yang berada di depannya.


"Benar apa yang dikatakan Tuan muda ini! jika dia tidak melindungi kami, mungkin kami akan terbaring tidak sadarkan diri selama berminggu - minggu!"


"Apa perlu pertandingan persahabatan harus serius seperti itu!?"

__ADS_1


"Setuju, seharusnya anda lebih menahan diri jika bertarung dengan sesama anggota Klan sendiri Tuan Muda!"


Satu persatu murid senior berseru tidak puas kepada Song Zixin, meski usia mereka jauh lebih mudah darinya, namun karena status Song Zixin sebagai keluarga inti dan sebagai penerus Heaven Seal berikutnya maka mereka harus bersikap hormat padanya.


"Ayolah! Serangan seperti itu seharusnya mudah untuk kalian bukan? lagi pula aku hanya menggeluarkan sedikit kekuatanku hahahaha!" Song Zixin mengangkat sedikit kepalanya berkata dengan penuh percaya diri.


Mendengar perkataan pemuda di depannya para murid senior tidak bisa tidak mengeluh dalam hati, mereka begitu iri dengan bakat yang dimiliki Song Zixin karena pada usia 15 tahun pemuda itu sudah mencapai tingkat Earth Fondation Low - Stage. Selain itu perlakuan keluarga inti kepadanya menunjukkan seberapa besar dirinya dijunjung tinggi oleh para Tetua Klan Song.


"Hey kau berhasil menahan seranganku! bagaimana jika kita berta-"


"Tidak!"


Nang In langsung menyela ucapan Song Zixin, ia menduga bahwa pemuda berambut merah itu hampir mirip seperti Weiheng yang merupakan penggila pertarungan, menghadapi orang seperti mereka tidak akan ada habisnya jadi Nang In memutuskan untuk menjauh dari mereka sejauh mungkin.


Ya. Setidaknya itu yang Nang In pikirkan sebelum mendengar perkataan Song Zixin selanjutnya yang membuatnya tidak bisa berkutik!


"Hey! jika kau dapat mengalahkanku, aku akan memberikanmu Cave Banana bersia 20 tahun?!"


'Cave Banana? spirit herb itu sangat jarang ditemukan di Kekaisaran Black Sun, jika mendapatkannya, aku bisa membuat pil yang mampu menembus tingkat kultivasi ku? aku harus mendapatkannya!' Nang In berseru dalam hati, memikirkan bahwa ia mendapat spirit herb dengan kualitas tinggi membuatnya bersemangat.


"Kalau begitu ayo lakukan?" ucap Nang In dengan nada datar, namun api kecil keluar dari jari telunjuknya.


"Hahahaha bagus itu baru lelaki sejati!" Song Zixin tersenyum lebar, "Kalau begitu tanpa basa - basi...mari kita mulai!" teriak Song Zixin.


"Aku tidak akan menahan diri...!" tambah pemuda itu dengan kegirangan.


"Maju!" Nang In berkata dengan nada tak acuh. Jari telunjuknya mengeluarkan api kecil seakan menunjukkan bahwa ia akan mengeluarkan serangan api.


Mendengar ucapan Nang In, Song Zixin menyeringai. Pemuda itu tiba - tiba muncul di depan Nang In sambil mengayunkan tendangannya yang dipenuhi api ke arah wajahnya.


Sebagai balasan Nang In memiringkan kepalanya, serangan itu dapat dihindari dengan gerakan yang seminimal mungkin. Nang In belum sempat menyerang dan hanya menghindar.


"Bagaimana dengan ini...!"


Setelah kaki Song Zixin menginjak tanah pemuda itu langsung kembali menghilang dan sudah muncul di belakang Nang In sembari mengeluarkan api dari kedua telapak tangannya.

__ADS_1


Wush!


Kobaran api langsung menyelimuti tempat pertarungan mereka, Nang In dapat menghindari dengan mudah dengan melompat beberapa kali dan mendarat di dahan pohon.


"Apa akan terus menghindar kawan?" Song Zixin memiringkan kepalanya, ia heran kenapa Nang In hanya menghindar padahal mempunyai kesempatan untuk menyerang balik dirinya.


Sedangkan Nang In alasan dia tidak menyerang karena ingin mengamati pergerakan Song Zixin, ia tidak ingin terburu - buru karena serangan yang dilancarkan pemuda itu masih bisa ia atasi.


Song Zixin menatap Nang In dengan heran namun ekspresinya menjadi berubah terkejut seakan menyadari sesuatu, "Jadi aku belum cukup untuk membuatmu merasa serius? kalau begitu" Song Zixin mengeluarkan sebilah pedang lalu melapisinya dengan basic spirit api.


Namun warna api yang dikeluarkan Song Zixin berwarna ungu gelap.!


"Hell Flame! jadi dia sudah mencapai tingkat itu?" Nang In dibuat terpanah dengan api ungu di depannya.


Pada tingkatan tertentu cultivator dapat meningkatkan tingkat basic spirit mereka, seperti elemen api terbagi menjadi beberapa tahapan salah satunya adalah Hell Flame. Tahapan ini setingkat lebih tinggi dari basic spirit api biasa karena mempunyai warna api berwarna ungu gelap dan memikirkan hawa yang lebih panas dari api biasa.


Eternal Flame Clan merupakan Klan yang menekankan pada basic spirit api, jadi tidak heran jika Song Zixin mempunyai Hell Flame bahkan anggota Flame Warrior telah mempunyai tingkatan api pada Klannya.


"Kalau begitu aku mulai lagi!" ucap Song Zixin lalu mulai melakukan gerakan menebas beberapa kali membuat bilah yang terbentuk dari api bewarna ungu terbentuk.


Nang In mengeluarkan sebilah pedang lalu melakukan kuda - kuda. Melakukan gerakan menebas, bilah yang berasal dari basic spirit api langsung melesat menabrak serangan dari Song Zixin, namun jelas serangan api milik Song Zixin lebih kuat dari serangan api milik Nang In yang hanya menggunakan api biasa.


Setelah itu keduanya saling berhadapan satu sama lain memamerkan ketrampilan pedang yang mereka miliki, dalam ketrampilan ilmu pedang Nang In dapat bertahan bahkan lebih bagus dari ketrampilan milik Song Zixin.


Namun yang membuat Nang In kuwalahan adalah hawa panas yang dikeluarkan Song Zixin, seakan membakar kekuatan yang akan ia keluarkan.


Klang!


Setelah pertukaran beberapa serangan Nang In mundur sebanyak beberapa langkah untuk mengatur nafas dan menentukan strategi berikutnya untuk menang melawan Song Zixin tanpa menggunakan basic spirit es, alasannya karena Nang In menghindari perhatian Frozen Island kepadanya.


"Hebat! kau mampu bertahan dari Hell Flame milikku!" Song Zixin tertawa lebar, "Sepertinya kau memang pantas untuk menjadi rivalku!?"


"Ri - Rival!?" Nang In memiringkan kepalanya dengan ekspresi bodoh, "Tidak! aku menolak!"


"Tidak! aku tidak menerima penolakan! meski kau menolak aku tetap menganggap mu sebagai rival!" ucap Song Zixin menyeringai, tiba - tiba suhu yang berada di sekitar pemuda itu berubah menjadi lebih panas, Nang In melirik ke arah Song Zixin yang tengah mengumpulkan api ungu yang begitu besar di bilah pedangnya.

__ADS_1


"Karena kau adalah rivalku maka...!" Song Zixin melakukan gerakan menebas. "Aku tidak akan segan, Hellfire Magic - Tribulation Slash!"


__ADS_2