Road To Immortality

Road To Immortality
Awal Kebangkitan


__ADS_3

Menengok ke sumber suara, mereka melihat empat sosok asing yang mengenakan jubah hitam, salah satu dari mereka berbicara kepada Poison Cultivator yang berlutut dengan luka disekujur tubuhnya.


"Menyedihkan, bagaimana bisa kau dikalahkan oleh mereka?" sosok berjubah hitam memandang rendah Poison Cultivator yang tengah terluka.


Tubuh Poison Cultivator sedikit bergetar tapi berusaha menjawab, "Tuan, aku bisa jelas-"


"Di mana Syaoran?"


Pertanyaan selanjutnya dari sosok itu membuat Poison Cultivator menundukkan kepala dengan lemas, ketakutan yang begitu berlebihan tersirat jelas di wajahnya.


Melihat itu membuat Miang Hao dan yang lainnya menjadi terkejut, jelas sosok yang mereka lawan sebelumnya begitu kejam hingga memenggal kepala seseorang dengan mudah, namun dihadapan sosok berjubah, pria itu begitu ketakutan.


"Sosok itu mempunyai identitas yang tidak wajar" gumam Miang Hao dalam hati, menelisik keempat sosok di hadapannya, "Setidaknya mereka di ranah Earth Fondation"


Menyadari lawannya bukanlah Cultivator biasa, membuat Miang Hao begitu khawatir, ia mengirim telepati kepada Bao Yu dan lainnya untuk bersiap melarikan diri.


"Di mana Syaoran?" sosok berjubah mengulangi pertanyaannya.


"Maaf Tuan muda, ka - kami berdua terpisah" ucap Poison Cultivator dengan ragu karena takut sosok di depannya akan marah padanya.


"Sekarang!" Miang Hao tiba - tiba berteriak lalu berlari, sontak membuat Bao Yu dan yang lainnya ikut melarikan diri, sedangkan tiga Cultivator Earth Fondation Low - Stage bersiap bertarung, mereka hendak mengulur waktu sampai mereka semua keluar dari hutan.


"Bunuh mereka" ucap singkat sosok berjubah hitam membuat dua sosok berjubah hitam di belakangnya bergerak.


"Tidak akan kami biarkan!" salah satu Cultivator Earth Fondation ingin menghadang dua sosok yang bergerak cepat ke arahnya, namun sebelum mereka bereaksi salah satu dari dua sosok itu muncul di depan ketiganya dengan cepat.


"Jangan remehkan kami!" ketiga Cultivator Earth Fondation melakukan segel tangan bersiap menyiapkan jurus mereka, namun sosok berjubah hitam itu lebih cepat mengarahkan tinjunya membuat ketiga Cultivator Earth Fondation terpental beberapa meter ke belakang.

__ADS_1


"Kekuatan macam apa itu!" salah satu Cultivator Earth Fondation terkejut, kedua tangannya nyaris hancur karena satu pukulan tersebut.


Sosok berjubah hitam membuka tudungnya, seorang pria kekar dengan tinggi 2 meter menampakkan wajahnya, kulitnya yang coklat begitu berlawanan dengan rambut merahnya, pria itu bernama Taoran.


**


Sementara itu Miang Hao yang hendak melarikan diri berhasil dikalahkan dengan mudah oleh sosok berjubah hitam yang mengejar mereka, membuka tudungnya, pria berkulit hitam dengan rambut putih terungkap, fisik yang ia punya hampir sama dengan milik Taoran bahkan tampak sedikit lebih besar, pria itu bernama Genjou.


"Kaibo, bagaimana bisa kau dikalahkan oleh bocah - bocah lemah seperti mereka?" Genjou menatap Poison Cultivator yang bernama Kaibo itu dengan tatapan merendah.


Kaibo menggerutukan giginya, jika saja ia sedang tidak terluka dan qi nya tidak terkuras habis ketika pertarungan sebelumnya, sudah pasti ia dengan mudah membunuh para Cultivator Southern Spear Sect, namun saat ini hanya bisa menahan kekesalan karena memang kenyataannya ia telah dikalahkan.


Meraih leher kecil Bao Yu yang tergeletak di tanah, Genjou menekannya hingga Bao Yu berteriak kesakitan, melihat itu membuat Miang Hao mengaum marah, ia bergegas menyerang, namun saat itu juga tinju yang dilapisi qi bewarna hijau gelap menghantamnya hingga terpental beberapa meter ke belakang.


"Bersabarlah, setelah gadis ini kalian berikutnya" Genjou menatap Jun Hei dan Mei Yin dengan dingin.


"Lucu sekali, kau ingin melawan?" Genjou melempar Bao Yu ke tanah lalu tersenyum meremehkan, "Kalau begitu serang aku sepuasmu"


"Kau akan menyesal karena telah melepaskanku" Bao Yu memegangi lehernya yang hampir hancur, gadis itu mengambil kuda - kuda, basic spirit petir keluar dari tubuhnya, ia berlari menghampiri Genjou dengan tombak di tangannya.


"Southern Spear Art - Stab the Storm !" Basic spirit petir menyelimuti tombak Bao Yu, gadis itu menguatkan qi nya lalu menusukkan tombaknya tepat di dada Genjou.


Bukannya meneteskan darah, namun suara logam yang saling bertubrukan terdengar, tombak itu berhasil mengenai tubuh Genjou namun kulitnya seakan mengeras seperti logam membuat serangan Bao Yu tidak berdampak apa pun.


"Body Cultivator?" gumam Bao Yu dengan terkejut, melihat lawannya seorang Body Cultivator, ekspresi gadis itu memburuk, Body Cultivator jelas lawan yang merepotkan untuknya, karena selain tubuh mereka yang keras, kekuatan mereka lebih besar dari Cultivator pada umumnya.


"Serangan lemah seperti itu tidak akan bisa menggoresku" Genjou mengibaskan tangannya seperti membersihkan debu, melirik ke arah sosok berjubah hitam di belakangnya ia kembali berkata, "Saat ini Tuanku sedang terburu - buru, jadi aku akan menyelesaikan ini dengan cepat"

__ADS_1


Setelah mengatakan itu Genjou melesat ke arah Bao Yu dengan tangan kiri yang dialiri qi hijau, mengayunkan tinjunya dengan ganas, "Body Enhancement Art - Cracking Punch!"


Duar!


Ledakan yang begitu besar terjadi, asap tebal menyelimuti area sekitar, pukulan tadi membuat tanah menjadi gemetar bahkan hancur lebur, mendengar suara pukulan yang begitu besar membuat para Cultivator yang berada di sana melihat dibalik asap tebal tersebut.


"Satu telah mati, selanjutnya kali-"


Belum sempat melanjutkan ucapannya Genjou dibuat terkejut dengan pemandangan dibalik asap tersebut, gadis tadi yang menjadi sasaran pukulannya telah menghilang dari tempat.


Tidak jauh dari tempat mereka berdiri, seluruh Cultivator yang berada di sekitar begitu terkejut karena melihat Bao Yu yang masih baik - baik saja bahkan tanpa luka sedikitpun, gadis itu digendong layaknya seorang putri oleh seorang pemuda tampan.


"He - Hei-gege?"


Bao Yu terkejut karena yang menyelamatkan nyawanya adalah Jun Hei, pemuda penakut yang dijuluki sampah di Southern Spear Sect, dibalik tatapan terkejut semua Cultivator di sana, Jun Hei membawa Bao Yu ke tempat yang lebih aman.


"Hei-gege bagaimana bisa kau, tidak! apa yang kau lakukan, seharusnya kau ikut lari bersama Mei Yin, di sini sangat berbahaya!!"


Bao Yu terkejut karena Jun Hei kembali ke lokasi pertarungan, mengelus kepala gadis itu Jun Hei tersenyum lembut.


"Yu'er maaf karena aku lemah, maaf karena aku tidak berdaya, tapi untuk kali ini saja" Jun Hei menatap mata Bao Yu lekat - lekat, "Kali ini aku tidak akan melarikan diri lagi, kali ini aku akan melawan dan melindungi orang - orang yang berharga bagiku"


Setelah mengatakan itu, Jun Hei bangkit lalu berjalan ke arah Genjou dengan tenang, ekspresinya tidak menunjukkan ketakutan justru menunjukkan tekad dan keberanian terpancar jelas di sorot matanya.


Bao Yu terkejut melihat Jun Hei seolah menjadi orang berbeda, tapi yang paling membuatnya terkejut adalah kedua mata Jun Hei yang tampak berbeda dari biasanya, berwarna kuning cerah dengan pupil berbentuk persegi.


Jelas itu adalah Future Eyes, salah satu mata terkuat yang mampu menembus hukum ruang dan waktu, melihat masa depan!

__ADS_1


__ADS_2