
Di tengah lebatnya hujan di sebuah hutan yang terletak di pinggiran jurang, nampak empat Cultivator dengan jubah yang bersimbol bulan sabit sedang berlari dengan ekspresi takut setengah mati, dari arah belakang, puluhan sosok berpakaian hitam sedang mengejar mereka.
Meski nafasnya habis atau rasa lelah yang membuat kakinya ingin patah, keempat Cultivator itu terus berlari seakan tidak merasakan lelah, tentu karena nyawa mereka yang sedang dipertaruhkan.
"Kenapa jadi seperti ini?!" salah seorang Cultivator bermata satu berteriak dengan nada putus asa.
Cultivator dengan setengah lengan kanan yang berlari disampingnya ikut berteriak, "Simpan tenagamu! kita akan melarikan diri, lalu membalas dendam kepada-"
Jleb!
Belum sempat Cultivator berlengan satu menyelesaikan ucapannya, sebuah dagger menembus kepalanya.
Melihat salah satu rekannya tewas, Cultivator Bermata Satu berteriak, namun dirinya kembali dikejutkan dengan kedua rekannya yang tewas karena ditikam oleh beberapa sosok berpakaian hitam.
"SI-LAN! AKAN KU BUNUH KALIAN!"
Melihat ketiga rekannya dibunuh, membuat Cultivator bermata satu murka lalu hendak membalas dendam, namun sebelum itu terjadi.
Sebuah lengan terjatuh tepat di di sampingnya, beberapa detik setelahnya, ekspresi Cultivator itu menjadi terkejut sekaligus takut, karena lengan tersebut merupakan lengannya.
Cultivator tersebut berteriak kesakitan, darah terus mencucur keluar namun dengan tekad hidup yang kuat, dia berlari dengan sekuat tenaga, karena kehilangan satu lengan membuatnya tidak seimbang, dia terjatuh di tanah yang penuh dengan lumpur.
Salah seorang Sosok Berpakaian Hitam menyodorkan pedang di leher Cultivator tersebut, "Serahkan kotak itu!"
__ADS_1
Cultivator tersebut menatap sosok di depannya dengan tatapan kebencian sambil berkata, "Apakah Red Scorpion begitu miskin, hingga mau menjadi budak dari Tua Bangka Hwang itu!?"
Sosok Berpakaian Hitam tersenyum tipis, "Jadi kau sudah mengetahuinya?" Sosok berpakaian Hitam mendengus dingin, "Tidak apa, lagi pula kau akan segera mati"
Cultivator Bermata Satu menggigit bawah bibirnya, tidak menyangka bahwa misi yang dia jalani merupakan misi yang dirancang untuk membunuh dirinya sendiri, bahkan direncanakan oleh seseorang yang dia kenal.
"Satu lagi, ternyata kabar bahwa Putri dari Patriack Heaven Moon Sect mempunyai tubuh yang bagus itu benar hehehe" Sosok Berpakaian Hitam tersenyum dengan ekspresi cabul sekaligus gila.
Menyadari hal itu Cultivator Bermata Satu berteriak penuh emosi, "B-JINGAN, JIKA SAMPAI KAU BERANI MENYENTUH-"
Jleb!
Ucapan Cultivator bermata satu tercekat karena pisau kecil menancap di bahu kirinya.
"UGKKH!"
Cultivator Bermata Satu merintis kesakitan, matanya memerah karena marah, Cultivator tersebut tentu tidak ingin menyerahkan harta itu kepada mereka, selain merupakan tanggung jawabnya sebagai Pemimpin Misi, indentitas dan masa depan benda ini memengaruhi masa depan sektenya, belum lagi misi pengawalan Putri Patriack yang menjadi tanggung jawabnya.
Pikirnya dengan membawa beberapa Tetua dari dalam sekte, membuat misi pengawalan kali ini berjalan lancar meski memperkirakan jika ada beberapa bandit yang menghadang, tentu mereka dapat mengatasinya.
Namun kejadian yang tak terduga terjadi, setengah Cultivator yang ikut dalam misi, ternyata berkhianat dan bekerja sama dengan Organisasi Pembunuh Bayaran, Red Scorpion.
Para Pengkhianat bersama Pasukan Red Scorpion menginginkan harta dan Putri Patriack yang sedang mereka kawal, menyadari situasi yang semakin memburuk, mereka membagi menjadi dua kelompok, Cultivator Bermata Satu yang merupakan seorang Tetua mendapat tugas untuk mengamankan harta Sekte, sedangkan Tetua lainnya mengamankan Putri Patriack ke dalam Hutan.
__ADS_1
Para Tetua dan murid yang ikut dengannya telah tewas, tersisa dirinya yang harus mempertahankan harta tersebut, namun jangankan mempertahankan harta, mempertahankan nyawa sendiri pun sepertinya sangat mustahil.
"Waktumu sudah habis" Sosok yang menjadi Pemimpin Red Scorpion mendengus dingin lalu mengayunkan pedangnya.
Cultivator bermata satu sudah memejamkan mata, pasrah jika dirinya akan mati, sebuah ingatan hangat terlintas jelas, di mana dia sedang makan bersama dengan istri dan anak perempuannya, Cultivator Bermata satu tersenyum sambil berkata, "Maafkan aku", nampak sudah pasrah dengan kematiannya.
Namun sebelum pedang mengenainya lehernya, sebilah pisau melesat dari dalam hutan.
Wosh!
Klang!
Pedang dan pisau berbenturan, menyadarkan Cultivator bermata satu, sadar bahwa ada seseorang yang menyelamatkan nyawanya, dia berpikir bahwa bala bantuan dari Sekte nya telah datang.
"SIAPA KAU!?" Pemimpin Red Scorpion berteriak kesal karena diserang secara tiba - tiba.
Terlihat dari kedalaman hutan yang diburamkan deras air hujan, sosok berjubah hitam berjalan dengan santainya.
Pasukan Berpakaian Hitam waspada dengan kedatangan sosok dihadapannya tersebut, karena selain auranya yang berbeda, mereka merasakan sesuatu yang lain dari sosok tersebut.
Namun karena jumlah mereka yang lebih banyak, mereka merasa diatas angin sampai akhirnya.
"BUNUH DIA!" teriak Pemimpin dari Pasukan Red Scorpion.
__ADS_1
Pasukan Red Scorpion menyerbu Sosok Berjubah Hitam di depannya.