
Di bawah tekanan sinar rembulan, di depan pintu masuk aula, terdapat puluhan patung es yang membentuk pembunuh bertopeng, diantara puluhan patung es tersebut terlihat seorang pemuda berjubah yang setengah tubuhnya tertutupi es berjalan mendekati sosok yang tengah menggigil ketakutan.
"Jangan mendekat! tolong jangan mendekat! ampuni nyawaku!"
Pemuda itu mendekat ke arah pembunuh bertopeng kucing yang berlutut ketakutan dengan ekspresi dingin nampak tidak peduli, bahkan jika sosok dihadapannya berlutut membenturkan kepalanya hingga pecah, Nang In tidak akan bergeming.
Menghela nafas, udara dingin keluar dari mulut Nang In, sambil meletakkan telapak tangannya di wajah pembunuh itu, ia berkata.
"Ini adalah penebusan dosa yang telah kau lakukan, matilah dengan tenang"
Krak!
Perlahan dari kepala lanjut ke seluruh badan, tubuh pembunuh itu membeku menjadi patung es.
"Serang anak itu!" perintah pembunuh bertopeng serigala setelah melihat Nang In membekukan setengah anak buahnya.
Nang In menduga bahwa bentuk hewan di topeng mereka menandakan pangkat dan kekuatan mereka.
Tujuh pembunuh bertopeng kucing berlari ke arah Nang In dengan membawa pedang maupun pisau, Nang In menciptakan sebilah pedang dari es lalu melesat dengan cepat.
Pertarungan Nang In dengan ketujuh pembunuh bertopeng seketika berlangsung, meski kalah jumlah, Nang In dapat menutupi celahnya dengan kelihaian berpedangnya.
Swosh! Klang!
Bentrokan es dan logam memercikan es yang seperti di parut, Nang In mundur beberapa langkah, tangannya membentuk sebuah segel.
"Fire Magic - Fire Ball!"
Lima bola api seukuran sedang muncul disekitar Nang In lalu melesat dengan cepat mengenai tiga pembunuh bertopeng kucing hingga mati terbakar.
Setelah serangan itu Nang In bergerak sedikit lebih cepat dari biasanya, melakukan gerakan zig - zag, menghindari setiap serangan yang mengarah padanya sambil menyerang para pembunuh bertopeng tepat di titik vitalnya, meskipun memakan banyak waktu namun ia berhasil membunuh mereka.
Para pembunuh bertopeng kucing berhasil diatasi, lagi pula mereka Cultivator tingkat Qi Gathering 3, jadi tidak sulit bagi Nang In untuk mengalahkannya.
__ADS_1
Qiau Mey masih sibuk bertarung dengan dua pembunuh bertopeng kucing lainnya, nampak kesulitan namun akhirnya mampu mengalahkan mereka berdua.
Di hadapan Nang In, tersisa pembunuh bertopeng harimau, dari auranya yang keluar setidaknya ia mempunyai tingkat Kultivasi Qi Gathering 11.
Setelah saling pandang, keduanya langsung melesat menghantam senjata masing - masing, pembunuh bertopeng harimau sedikit tertekan dengan kekuatan Nang In, namun berhasil ditutupi dengan pengalamannya sebagai seorang pembunuh, keduanya bertukar lebih dari puluhan jurus, pembunuh bertopeng harimau melakukan segel tangan, nampak percikan petir tercipta di sampingnya.
"Lightning Magic - Stinging Spear!"
Lima tombak yang terbuat dari petir tercipta lalu terbang ke arah Nang In dengan cepat, Nang In melompat ke arah samping menghindari serangan tersebut.
"Larilah seperti tikus, karena aku akan memburumu!
Lightning Magic - Ripping Spear!"
Bola dengan ukuran besar yang terbuat dari petir perlahan tercipta memanjang dan membuat sebuah tombak raksasa, pembunuh bertopeng mengayunkan tangannya, seketika tombak tersebut langsung melesat dengan kecepatan yang tidak biasa.
Serangan tersebut menarik perhatian Tetua dan pembunuh bertopeng hingga berhenti bertarung untuk melihat apakah Nang In dapat menahan serangan seperti itu atau tidak.
Nang In menyilangkan kedua tangannya, melakukan gerakan tangan seperti air yang mengalir lalu menyatukan kembali telapak tangannya.
"Ice Magic - Blue Lotus Flower!"
Perlahan sebuah bunga lotus berukuran raksasa tercipta dari es, bunga itu bermekaran memamerkan keindahan di setiap kelopaknya. Tombak petir menghantam perisai yang membentuk bunga lotus dengan sangat keras, cahaya petir yang dipantulkan oleh es membuat malam terang seketika, udara sekitar seakan mengamuk dan tanah bergetar hebat.
Dari bentrokan dua jurus itu menciptakan sebuah ledakan, asap tebal menyelimuti beberapa saat kemudian, asap menghilang.
Di hadapan tatapan terkejut semua orang Nang In berdiri dengan ekspresi acuh tak acuh, ia masih baik - baik saja bahkan bunga lotus di hadapannya hanya hancur beberapa kelopak, sedangkan pembunuh bertopeng itu terkejut melihat serangannya di tahan begitu saja.
"Sial! bagaimana bisa serangan terbaikku di tahan begitu saja oleh bocah itu!?" gumam pembunuh bertopeng harimau.
"Giliranku" ucap Nang In dengan nada datar, mengangkat tangan lalu mengibaskannya.
Swosh!
__ADS_1
Seketika bongkahan es yang sangat runcing melesat menembus dada pembunuh bertopeng yang berdiri beberapa meter darinya, lalu mati dengan tatapan tidak percaya bahwa ia dikalahkan oleh seseorang yang usianya lebih mudah darinya.
"In gege syukurlah, kau baik - baik saja!" Qiau Mey mendekat dengan ekspresi lega diwajahnya.
"Serangan lemah seperti itu tidak akan menggoresku! ayo masuk!"
Keduanya masuk ke dalam salah satu bangunan paling besar yaitu aula tempat pertemuan, ketika masuk mereka melihat Hwang Guo sedang mengayunkan pedang yang terselimuti api ke arah Liang Chou, segera Nang In menekan kaki kanannya mengumpulkan es lalu dilepaskan hingga membentuk bongkahan es bergerak mengincar Hwang Guo.
Pria tua itu mengertakan gigi lalu melompat ke belakang, menghindari serangan Nang In.
"Dasar - dasar bocah tidak berguna, beraninya kalian menghalangi jalanku!" teriakan Hwang Guo dengan marah.
"In'er, Mey'er, kenapa kalian kemari!" teriak Liang Chou terkejut karena melihat Nang In dan Qiau Mey hendak menyelamatkannya.
Menoleh ke sekitar mereka berdua cukup terkejut karena antar Tetua bertarung satu sama lain dan yang paling membuat mereka terkejut adalah Patriack Heaven Moon Sect terbaring di lantai tidak sadarkan diri.
Melihat ayahnya tergeletak lemah tidak sadarkan diri, Qiau Mey berteriak lalu mencoba mendekat, namun saat itu Nang In mencegahnya, karena kobaran api menghalangi jalannya.
"Ayah!"
Qiau Mey langsung menangis, meski jika ayahnya adalah orang yang dingin, terkesan tidak peduli pada putrinya, seburuk apa pun dia, tetap ia adalah ayah satu - satunya baginya.
"Hwang Guo! tolong lepaskan mereka, mereka sama sekali tidak terlibat dalam masalah ini!" Liang Chou yang sudah terluka tidak punya pilihan lain selain memohon agar Hwang Guo mengampuni mereka berdua.
Hwang Guo tertawa sambil menutupi mulutnya, "Fufufu mengampuni? dan membiarkan mereka membalas dendam di kemudian hari, jangan bercanda, malam ini seluruh anggota Heaven Moon Sect akan ku bunuh semuanya!"
"Jangan salah paham orang tua, sampai mati pun aku tidak akan meminta ampun padamu, tetapi sebaliknya..." tatapan Nang In berubah menjadi dingin, saat itu juga udara disekitarnya perlahan menurun, sambil menggerakkan tangannya ia berkata, "Kau yang akan meminta ampun padaku!"
Swosh!
Udara dingin menerpa seisi ruangan hingga perlahan membekukan lantai dan dinding, api yang ada di depannya langsung padam seketika, Hwang Guo dan siapa saja yang ada di dalam aula seketika terkejut dengan Nang In yang mempunyai basic spirit es.
"Masih terlalu awal untuk terkejut, bersiaplah, aku akan membunuh kalian semua, para b-jingan pengkhianat!"
__ADS_1