
Keesokan harinya, Nang In melakukan ritual di dalam hutan, tentunya bersama Zhou Jin dan Lin Yue.
Setiap ritual memiliki caranya sendiri tergantung tujuan dari pelaku ritual, untuk ritual yang akan dilakukan oleh Zhou Jin adalah memindahkan Divine Beast yang tersegel di dalamnya lalu diwariskan kepada Nang In.
Ritual ini mempunyai dua tahapan yaitu, tahap pertama dan akhir. Tahap pertama Zhou Jin mewariskan jiwa Divine Beast kepada Nang In melalui perantara jiwa, tahap ini sama sekali tidak berbahaya bahkan sangat mudah, sedangkan tahap terakhir?
Zhou Jin dan Lin Yue melakukan penggabungan antara jiwa Nang In dengan jiwa Divine Beast, proses ini akan membuatnya merasakan sakit seperti hilang akal dan mengamuk seperti hewan buas.
Tahap terakhir ini akan menjadi yang penderitaan paling menyakitkan!
Tepat di tengah hutan.
Tampak sebuah lingkaran sihir misterius dengan lambang hexagram yang tersusun oleh beberapa rune aneh, di pinggir lingkaran terdapat dua belas lilin menyala dan belati hitam di setiap sudut hexagram.
Di tengah lingkaran sihir, terlihat Nang In dan Zhou Jin sedang duduk sambil bertelanjang dada, keduanya masing - masing memegang pisau kecil di tangannya. Tepat di perut Zhou Jin, terdapat segel berbentuk tulisan kuno yang melingkar dan ditengahnya segel kuno yang membentuk tiga bilah cakar berwarna hitam.
"Aku mulai..."
Di luar lingkaran, Lin Yue melafalkan mantra aneh lalu melukai ujung jarinya dengan sebuah belati, darah segar menetes di lingkaran sihir, bersamaan dengan itu Zhou Jin dan Nang In pun melakukan hal yang sama, mereka melukai ujung jarinya lalu membiarkan darah mereka menetes ke tanah.
Setelah Lin Yue melakukan segel tangan, lingkaran sihir beserta rune - rune aneh memancarkan cahaya merah, bersamaan dengan itu hexagram ditengah berputar - putar dengan kencang hingga menimbulkan sedikit getaran pada permukaan tanah.
Meski begitu, Zhou Jin dan Nang In masih tetap terpejam seakan tidak terpengaruh oleh getaran tersebut. Seakan berpindah ke alam lain, jiwa Nang In dan Zhou Jin kini larut ke dalam dimensi yang berbeda.
**
"Di mana aku?"
Sejauh mata memandang, Nang In hanya melihat kegelapan tanpa batas, sunyi, sepi, tidak ada apa pun di sana selain warna hitam, tiba - tiba tubuhnya ditarik paksa ke bawah dan terhanyut oleh aliran air yang membawanya ke sebuah lorong yang disinari obor api berwarna biru, meski lorong itu dipenuhi air, namun api tersebut sama sekali tidak padam.
Nang In menahan nafas lalu terhanyut di dalam lorong, ia melihat ukiran yang tampak menceritakan kisah masa lalu, setelah beberapa saat, akhirnya ia sampai di sebuah pintu raksasa dengan ukiran kuno.
Ketika Nang In menyentuhnya, seketika pintu itu terbuka dan menyedotnya masuk. Nang In baru menyadari walaupun berada dalam air namun ia masih bisa bernafas.
Lagi - Lagi dia berada di dalam lautan kegelapan!
__ADS_1
Setelah beberapa saat di dalam lautan kegelapan, tiba - tiba berkobar api biru yang begitu panas. Suasana menjadi lebih mencekam ketika kedalaman air berubah warna menjadi merah darah, gelembung - gelembung naik ke atas seakan berada di dalam air yang mendidih.
Tersorot api biru, di depan wajah Nang In terlihat seekor harimau raksasa berbulu putih, dua taring tajam keluar dari mulutnya, tubuh kekar dengan loreng hitam yang menghiasi sedang tertidur pulas disebuah singgasana yang dihiasi dengan obor dan tengkorak hewan.
Di sekitar singgasana tersebut berserakan tulang belulang raksasa yang tak terhitung jumlahnya. Meskipun tertidur pulas, namun itu tidak mengurangi aura keagungan dan kesombongannya sebagai seekor Raja.
Melihat makhluk di depannya membuat lutut Nang In menjadi lemas, lagi pula baru kali ini ia melihat makhluk hidup sebesar itu!
"Ja - Jadi dia salah satu dari 7 Divine Beast?" ucap Nang In dengan wajah penuh keringat karena takut.
Dari belakang, seseorang memijat pundak Nang In, "Lemaskan bahumu Nak"
Nang In menoleh ke belakang, "Guru Zhou?"
"Tidak perlu takut, temanku ini masih dalam tidur panjangnya" Zhou Jin melayang menuju harimau raksasa lalu mengelus lembut bulunya.
"Teman?" Nang In memiringkan kepalanya.
"Tentu saja, lagi pula sudah berabad - abad dia selalu bertarung bersamaku, bukankah tidak aneh jika aku menyebutnya sebagai seorang teman?" Zhou Jin ikut memiringkan wajahnya.
"Benar sekali, dia mempunyai banyak julukan seperti Lord Of The West, Lord Of The South Pole, True King Of Ice, King Of Demon Beast, umumnya dia terkenal dengan sebutan Ruler Of Ice, tetapi nama aslinya adalah..." Zhou Jin menghentikan ucapannya lalu mengelus jenggot seperti berusaha mengingat sesuatu.
Nang In menunggu kelanjutan ucapan Zhou Jin, "Namanya?"
"Namanya tentu kau harus mencari tahu sendiri hehe" Zhou Jin tertawa sembari menepuk - nepuk pundak Nang In.
Nang In menatap Zhou Jin dengan tatapan datar, dia sebenarnya tau mengapa Zhou Jin tidak ingin memberitahukannya.
Hal penting yang dibutuhkan untuk menjadi seorang Heaven Seal selain kekuatan adalah kemampuan untuk dipercayai atau diakui.
Mengapa demikian?
Meskipun secara kasar Heaven Seal adalah majikan dan Divine Beast merupakan budak, tentunya Heaven Seal tidak mudah untuk mendapatkan kekuatan dari Divine Beast begitu saja, perlu adanya kepercayaan dari Divine Beast agar mampu mendapatkan kekuatannya.
Meskipun dalam beberapa sejarah dikatakan bahwa ada beberapa Heaven Seal yang mengambil paksa kekuatan Divine Beast, namun jelas itu adalah cara yang salah dan tentunya tidak mudah!
__ADS_1
Bentuk kepercayaan Divine Beast biasanya berbentuk pengakuan nama, Karena nama menurut mereka adalah sesuatu yang sangat vital, bahkan bisa dikatakan sebagai harga diri!
Jika Divine Beast memberitahukan namanya, menandakan Divine Beast tersebut telah percaya pada Heaven Seal dan telah mengakui sebagai tuan atau teman mereka. Jika tidak, maka Heaven Seal tersebut belum mendapatkan pengakuan dan tidak akan mampu mengeluarkan kekuatan sejati dari seorang Heaven Seal.
"Jadi berapa lama lagi ia akan terbangun Guru?" Nang In memberanikan diri untuk mendekat ke arah monster raksasa itu.
"Hmmm itu sesuatu yang tidak bisa ditebak In'er, namun satu hal yang harus kau ingat, sebaiknya kau berhati - hati karena temanku ini sedikit tidak ramah kepada orang baru"
Entah kenapa mendengar kalimat 'sedikit tidak ramah' membuat Nang In mengartikan makna yang sebaliknya!
"Jadi apa yang harus aku lakukan agar dia memperlakukanku dengan ramah?"
"Menghiburnya"
"Meng - Menghiburnya? apa aku harus membuat lelucon lucu agar dia tertawa? atau menari - nari sambil menggoyangkan pa-tat agar dia tersipu malu?" tanya Nang In dengan nada bercanda.
"Hahaha ide yang bagus Nak, namun maksud dari menghibur adalah kau harus memberikan tontonan yang menarik untuknya, lagi pula dia sangat mudah bosan"
"Hmm begitu" Nang In mengelus dagu tampak mengerti sesuatu.
"Tetapi Guru, jika aku tidak mampu memberikan tontonan yang menghibur?"
"Tentu saja" raut wajah Zhou Jin berubah menjadi serius, lalu melanjutkan, "Dia yang akan menggantikan peranmu!"
Deg!
Tubuh Nang In seketika tersentak, pasalnya Zhou Jin yang biasanya memasang wajah ceria kini menunjukkan sosok yang membuatnya merasakan takut, itu artinya Ruler Of Ice yang menggantikan perannya merupakan mimpi buruk yang tidak boleh terjadi!
"Tentu saja aku akan mengajarimu agar kau menjadi penghibur yang baik" ekspresi Zhou Jin kembali ceria.
"Syukurlah" Nang In mengelus dada.
"Berikan tanganmu, kita akan mulai proses pemindahannya" Zhou Jin menyodorkan tangannya.
"Baik Guru", Nang In menjabat tangan Zhou Jin.
__ADS_1
Dari tangan yang berjabat tersebut muncul cahaya suci yang perlahan membesar dan menyinari lautan kegelapan hingga merubahnya menjadi dimensi putih.