
Bumi yang diguyur air hujan menyisakan jalanan yang penuh dengan kubangan, di setapak jalan yang penuh dengan lumpur, nampak dua orang melesat dengan cepat menggunakan ilmu meringankan tubuh yang tinggi.
Dua orang itu adalah Nang In dan Liang Chou, Nang In memakai jubah hitam agar identitasnya tidak diketahui, sedangkan Liang Chou, dia tetap mengenakan seragam sektenya.
Selama beberapa waktu terakhir, Liang Chou diracuni oleh para Pengkhianat Sekte hingga membuat tingkat Kultivasinya turun drastis. Hal ini yang membuatnya dengan mudah dikalahkan oleh pasukan Red Scorpion.
Mengetahui hal itu Nang In memberikan penawar yang dia buat menggunakan beberapa tanaman herbal, alhasil racun dalam tubuh Liang Chou dapat dikeluarkan seluruhnya.
Meskipun kehilangan salah satu lengan dan matanya, Liang Chou nampak tidak kesulitan untuk bergerak, mungkin karena dirinya merupakan salah satu Tetua dari Heaven Moon Sect.
Beberapa waktu sebelumnya, Nang In dan Liang Chou mengintrogasi Pria Botak yang dia tangkap, ia hanya bisa menghela nafas panjang, bukannya melawan atau memberontak, Pria Botak itu justru membocorkan letak markas Red Scorpion dengan mudah, benar - benar takut untuk disiksa!
Setelah menyiksa Pria Botak itu Nang In dan Liang Chou langsung bergegas pergi menuju markas Red Scorpion yang merupakan sebuah gua raksasa, tidak butuh waktu lama bagi mereka untuk menemukan markas mereka yang dijelaskan oleh Pria Botak, karena gua yang menjadi markas mereka terlihat begitu mencolok di pinggir Hutan.
Di depan pintu gua terdapat tiga orang yang berjaga dengan menenteng pedang dan juga pisau, Nang In dan Liang Chou langsung melesat lalu melumpuhkan ketiga Penjaga tadi dengan mudah.
Masuk ke dalam gua, mereka langsung meningkatkan kewaspadaannya, gua tersebut lebar dengan bebatuan runcing yang menghiasi, tidak terlalu lembab, karena lubang yang berada di langit gua membuat matahari masuk ke dalamnya, sangat cocok untuk dijadikan sebuah markas atau tempat persembunyian.
Berjalan terus ke dalam, mereka dihentikan dengan dua cabang pintu gua, Nang In dan Liang Chou saling memandang, seakan paham apa yang akan mereka lakukan selanjutnya.
"Aku akan mengambil arah kanan Paman" Nang In menunjuk ke arah pintu gua sebelah kanan.
"Kalau begitu aku akan ke arah kiri, tolong jika bertemu Putri Patriack selamatkan dia" ucap Liang Chou lalu melangkah ke arah kiri.
__ADS_1
"Serahkan padaku Paman" jawab Nang In tanpa menoleh.
Keduanya masuk ke cabang gua yang berbeda.
**
Di salah satu cabang gua yang sama, namun ukurannya sedikit lebih besar, terlihat puluhan orang sedang berpesta ria, berkerumun dengan arak sebagai pemanis, berpakaian hitam dengan simbol kalajengking merah di dada mereka. Benar, mereka adalah kelompok Red Scorpion.
Tepat di paling ujung kerumunan itu terlihat seorang Pria bertubuh kekar dengan bekas luka yang terpajang di sekujur tubuh, satu mata tertutup, kulit hitam dan muka kasar, nampak seperti Pelaku kriminal yang melarikan diri dari penjara. Di kanan kirinya berdiri beberapa orang yang menjadi kepercayaannya.
"HEY - HEY BAWAKAN AKU LEBIH BANYAK ARAK!!" teriak seorang Pria bertubuh Kekar itu.
Salah seorang anak buahnya menghampiri sembari membawa sebotol arak, "Ini dia Ketua"
"YAA!"
Puluhan orang itu bersorak ria atas kelahiran kelompok baru mereka, merasa bangga dengan pencapaian mereka.
Red Scorpion baru terbentuk beberapa waktu lalu, namun dapat memperbanyak anggota dan menyebarluaskan teror di desa - desa terpencil di dekatnya, beberapa dari mereka merupakan Cultivator dari fraksi hitam dan sisanya cuman kroco yang biasa dijadikan sebagai tameng hidup.
Melihat bagaimana banyaknya pasukan yang sudah dia kumpulkan, Pria Berbadan kekar tersenyum puas, dalam waktu dekat ia berencana untuk merampok sebuah Sekte kecil yaitu, Heaven Moon Sect.
Selain percaya diri karena jumlah, mereka lebih percaya diri karena telah didukung oleh beberapa pengkhianat sekte yang ingin memonopoli Heaven Moon Sect.
__ADS_1
Pria Berbadan Kekar melirik ke orang anak buah di samping kanannya, "Bagaimana keadaan gadis itu?"
"Dia sudah sadar ketua" jawab Pria yang berada di sampingnya.
Pria Berbadan Kekar itu menjilat mulutnya, tatapannya nampak begitu haus, "Waktunya bersenang - senang HAHAHAH!"
Pria itu beranjak pergi masuk ke dalam pintu gua disebelahnya, di dalamnya terdapat sebuah ruangan yang digunakan untuk menyekap sandra untuk dijual atau dipergunakan oleh diri mereka sendiri. Beberapa penjara yang berisi wanita, Pria dan anak kecil yang baru saja tertangkap tersekap di dalamnya.
Berjalan melewati para tahanan dengan santai tanpa mempedulikan tatapan kebencian yang diarahkan padanya, Pria itu sampai di sebuah sel yang di dalamnya terdapat seorang Gadis yang terborgol tangan dan kakinya.
Gadis itu mempunyai rambut biru gelap bagai malam, disinari sepasang mata biru yang bercahaya, kulit putih seperti susu dan tubuh yang diinginkan banyak wanita, membuatnya tampak sempurna bak seorang Putri.
"Sungguh kecantikan yang tiada tara, beruntung sekali aku menemukanmu HAHAHA" Dibatasi dengan sel yang terkunci, Pria Berbadan Kekar menatap Gadis di depannya dengan tatapan tidak biasa, sebuah niat buruk terlintas di benaknya namun sebelum niat itu terlaksana.
BOOM!
Sebuah ledakan tercipta menciptakan getaran yang mengguncang seisi gua, reruntuhan berjatuhan membuat panik para tahanan di dalamnya.
Salah seorang anak buah masuk lalu berteriak, " Ketua, markas kita telah diserang!"
Mendengar itu urat - urat muncul di dahi Ketua Red Scorpion, "SIAPA CEC*NGUK YANG BERANI MEMGUSIK MARKASKU!" Segera dia berlari keluar dengan wajah memerah karena marah.
Ketika Ketua Red Scorpion itu sudah keluar, Gadis Berambut Biru membuka matanya, tanpa sadar air matanya berlinangan membasahi pipi.
__ADS_1
"Siapa pun tolong aku!"