
Shaosheng dan Yuan Yua masuk ke dalam Kota Green Sky, penampilannya yang tertutup membuat mereka menjadi pusat perhatian, berjalan masuk ke dalam mereka memasuki kawasan pasar.
"Bagaimana bisa hanya kota ini yang musim dingin?" gumam Yuan Yua sembari melirik bangunan sekitar yang tertutupi salju.
"Kita akan mengetahuinya setelah masuk ke dalam" Shaosheng menunjuk sebuah bangunan yang paling mencolok dari bangunan yang lainnya.
"Sky Treasure House? jadi mereka juga membangunnya di kota kecil ini?" Yuan Yua mengerutkan kening ketika melihat bangunan megah di depannya, meski tertutupi salju namun hal itu tidak menutupi keindahan bangunan itu.
Masuk ke dalam Sky Treasure House keduanya langsung disambut hangat oleh para pelayan wanita di sana, penampilannya yang tertutup membuat para pelayan beranggapan bahwa mereka mempunyai identitas yang tidak biasa sehingga harus disembunyikan.
"Ada yang bisa saya bantu Tuan tampan?" salah seorang pelayan wanita yang mempunyai paras cantik menghampiri mereka, sontak kedatangannya membuat para pelayan yang sedang mengerumuni Shaosheng perlahan mundur.
"Aku menginginkan informasi" ucap Shaosheng tanpa menoleh.
"Baik Tuan, silahkan ikuti saya" pelayan wanita tersenyum centil lalu mempersilahkan mereka berdua untuk mengikutinya.
Yuan Yua berdecak kesal karena pelayan wanita tersenyum centil kepada Shaosheng, namun beruntung pemuda itu tidak terlalu mempedulikannya, mereka masuk ke dalam ruangan khusus yang cukup tertutup.
"Silahkan duduk Tuan"
Ketiganya duduk saling berhadapan, Shaosheng mengeluarkan kantung yang berisi beberapa spirit stone sebagai pembayaran awal, pelayan wanita mengambilnya lalu tersenyum menawan.
"Jadi informasi apa yang anda butuhkan tuan?"
"Aku ingin semua informasi yang terjadi pada kota ini dalam waktu dekat"
Pelayan wanita menuangkan minuman di depannya lalu mulai menceritakan semua kejadian yang terjadi di Kota Green Sky dalam waktu dekat, berbeda dengan Yuan Yua yang selalu berubah - rubah ekspresi ketika mendengarkan cerita, ekspresi Shaosheng sama sekali tidak berubah.
Setelah beberapa saat akhirnya pelayan wanita selesai menceritakan semua yang terjadi di kota dalam waktu dekat.
"Terima kasih untuk informasinya, ini sebagai bonus" Shaosheng meletakkan beberapa spirit stone namun pelayan wanita itu menolaknya.
"Bukankah anda terlalu terburu - buru Tampan?" meletakkan tangannya di dagu, pelayan wanita itu tersenyum genit, "Kenapa Tuan tidak tinggal lebih lama, aku bisa melakukan sedikit pijatan untuk anda"
Yuan Yua berekspresi buruk melihat pelayan wanita di depannya, sedangkan ekspresi Shaosheng masih datar, merogoh sakunya ia memberikan spirit stone dengan jumlah yang lebih banyak.
"Aku tidak punya waktu untuk melakukan itu" setelah meletakkan kantung di meja Shaosheng keluar diikuti Yuan Yua dengan ekspresi cemberut.
"Hee sayang sekali~" pelayan wanita menghela nafas melihat Shaosheng keluar dari ruangan.
__ADS_1
"Kenapa kau tidak menanyakan tentang pemuda yang kita cari?" tanya Yuan Yua ketika sudah keluar dari ruangan.
"Apa kau bodoh? kita sudah mendapatkan informasi tentangnya"
Melihat Yuan Yua yang masih bingung Shaosheng menghela nafas lalu menjelaskan.
"Salju ini adalah bukti bahwa pemuda yang kita cari sempat berada di kota ini"
"Maksudmu, pemuda itu yang membuat seluruh kota tertutupi salju! omong kosong apa itu!?" Yuan Yua berteriak membuat para pengunjung melirik ke arah mereka, spontan gadis itu menutup mulutnya.
"Memang tidak masuk akal namun berdasarkan informasi, satu - satunya Cultivator yang mempunyai basic spirit es hanyalah pemuda itu, sementara gurunya Black Golden Alchemist tidak mempunyai basic spirit es"
"Jika dia bisa mengubah kota ini hingga tertutupi es, bukankah sangat berbahaya jika memaksa bertarung dengannya?" tanya Yuan Yua.
"Memang benar, setidaknya mengubah seluruh kota hingga tertutupi es merupakan perbuatan Cultivator Soul Wondering, kita hanya akan mengantar nyawa jika bertarung dengannya"
"Kalau begitu kita-"
"Untuk itu kita tetap harus mencari pemuda itu, bukan untuk menangkapnya, namun hanya memastikan kebenarannya" ekspresi Shaosheng menjadi serius.
"Baiklah - baiklah" Yuan Yua memutar bola matanya, "Kalau begitu kita akan pergi kemana?"
**
Sementara di pegunungan yang dipenuhi jurang curam, di tengah gunung tersebut terdapat sebuah bangunan besar yang dikelilingi tembok besar, banyak penjaga berpakaian khusus yang menjaga tempat itu.
Sebuah portal berbentuk kubik muncul dari ruang kehampaan lalu Genjou dan Luoyu yang sedang memapah Liiu Xingsheng keluar dari portal tersebut.
"Penjaga - penjaga! panggilkan seorang tabib!" Luoyu berteriak spontan membuat penjaga yang mendengarnya bergerak cepat.
"Tuan tolong bertahanlah, para tabib akan segera datang!" ucap Luoyu dengan raut wajah yang khawatir dengan keadaan tuannya.
Tubuh Liiu Xingsheng mengeluarkan banyak darah, ini pertama kalinya ia dibuat sekarat bahkan dipaksa untuk melarikan diri oleh lawan yang seusia dengannya.
Pandangan pemuda itu mengenai dunia sedikit berubah, dirinya yang dulu merasa paling jenius kini mengetahui bahwa banyak Cultivator seusianya yang lebih hebat darinya, selain Nang In yang ia lawan sebelumnya, nama - nama khusus seperti Chao Jiazhen dari Thousand Flower Montain, Chan Fan dari Beast Soul Island dan Cultivator misterius yang berasal dari Black Skull Valley, mereka merupakan pemuda paling jenius di alirannya masing - masing.
Dari balik lorong yang gelap muncul salah seorang pemuda bersama satu orang di belakangnya, dia bernama Liiu Shengxua adik bungsu Liiu Xingsheng, rambut panjang dengan mata sipit membuatnya seperti seorang penipu ulung!
"Apa yang terjadi pada Kakak, siapa orang yang berani-!"
__ADS_1
"Menyingkir!"
Liiu Xingsheng langsung menyela ucapan adiknya membuat semua orang terkejut. Liiu Shengxua tersenyum hangat mempersilahkan kakaknya untuk di bawa masuk bersama para pengawalnya.
"Ba - Baik Kak"
Genjou dan Luoyu membawa pergi Liiu Xingsheng, menurut tuannya adik keduanya ini adalah orang yang sangat licik dan pandai memanipulasi. Liiu Xingsheng merasa bahwa adik bungsunya sedang merencanakan sesuatu yang buruk kepadanya, itu sebabnya pemuda itu menjaga jarak dengannya.
Ketika Liiu Xingsheng menghilang dari pandangan, senyum hangat yang ditampilkan Liiu Shengxua berganti dengan ekspresi dingin acuh tak acuh.
"Tuan bukankah ini saat yang tepat untuk kita bergerak?" tanya pengawal yang berada di belakangnya.
"Belum saatnya, kita harus bersabar sedikit lebih lama" Liiu Shengxua menyeringai kejam, "Setelah itu kau akan mati di tanganku, kakakku yang tercinta!"
**
Di ruang pengobatan Liiu Xingsheng, Genjou dan Luoyu tengah diobati secara langsung oleh beberapa tabib, dari ketiganya yang mempunyai luka yang paling parah adalah Liiu Xingsheng, sementara Genjou dan Luoyu tidak terluka cukup parah karena keduanya memenangkan pertarungan.
Sedangkan Ming Hao setelah terkena badai es ia tidak sadarkan diri namun kondisinya paling baik diantara Liiu Xingsheng dan para pengawalnya.
"Sial! aku bersumpah demi apa pun akan membalaskan dendam saudara - saudaraku!" Genjou berteriak marah membuat para tabib tertekan dengan pancaran qi nya.
Ketika adiknya yang terakhir yaitu Syaoran tidak dapat dirasakan Dark Worm miliknya, membuat ekspresi Genjou menjadi gelap, status hidup dan mati Cultivator Dark Orphanage dilihat dari Dark Worm yang bersarang dalam tubuh mereka, jika parasit tersebut tidak dapat dideteksi itu artinya penggunanya telah mati.
Kehilangan tiga saudaranya sekaligus membuat Genjou dan Luoyu begitu terpukul, mereka tidak bisa seenaknya bergerak ingin membalas dendam karena peraturan dalam organisasi, namun ketiganya bertekad untuk berlatih lebih serius untuk membalaskan dendam saudara - saudaranya.
"Genjou tenanglah! Tuan sedang beristirahat!" Luoyu menenangkan adiknya.
"Benar maafkan sikap saya yang telah lancang tuan" Genjou menundukkan kepalanya, Liiu Xingsheng tidak terlalu mempedulikan karena sedang memikirkan hal lain.
"Bagaimana keadaanmu?"
Masuk ke dalam ruangan, pria dengan rambut belah dua menyapa Liiu Xingsheng, dia bernama Liiu Yaoshan, paman dari Liiu Xingsheng, dia merupakan salah satu Tetua terkuat yang dimiliki Dark Orphanage.
Liiu Xingsheng membuang muka tidak ingin menjawab pertanyaannya. Pria itu menghela nafas melihat ponakannya yang begitu terpukul karena kekalahannya.
"Baiklah aku paham keadaanmu, kau pasti butuh waktu untuk sendiri, aku hanya ingin menyampaikan bahwa kau diperintahkan madam untuk menghadapnya" ucap Liiu Yaoshan.
"Baiklah aku akan menemuinya" ucap Liiu Xingsheng lalu beranjak bangun dari tidurnya.
__ADS_1