
"Silahkan mulai dulu" ucap Nang In sambil mempersilahkan Qiau Mey untuk menyerang lebih dulu, karena menggunakan pedang terlalu berbahaya maka mereka menggunakan ranting sebagai pengganti pedang.
"Baiklah, jangan menyesal jika kau kalah karena meremehkanku" Qiau Mey tersenyum percaya diri lalu berlari ke arah Nang In, menggenggam erat pedang kayunya, gadis itu mengayunkan tidak terlalu cepat namun cukup bertenaga.
Klang!
Nang In dapat menahan serangan dengan mudah, "Apa hanya ini?" Nang In memiringkan kepalanya, meski perkataannya terkesan meremehkan, namun jejak kekaguman nampak jelas di wajah pemuda itu.
"Tentu saja tidak!" Qiau Mey tersenyum lalu kembali melancarkan serangan, serangannya perlahan semakin cepat dan bertenaga namun sangat teratur.
Qiau Mey melancarkan tebasan bertubi - tubi, gadis itu mengincar beberapa titik vital yang diselingi dengan serangan tipuan, membuat Nang In menaikkan satu alisnya karena kagum dengan kreatifitas Qiau Mey dalam melakukan serangan.
"Bagus, ada lagi?" Nang In mengikuti kecepatan permainan pedang Qiau Mey. Pemuda itu juga balas menyerang dengan kecepatan yang semakin bertambah.
Pertarungan diungguli oleh Qiau Mey karena Nang In sepertinya hanya ingin menguji seberapa pesat perkembangannya, gadis itu beberapa kali melakukan jurus yang ia pelajari dari Golden Sword Sect.
Namun sayangnya semua serangan gadis itu ditahan dengan begitu mudah, Qiau Mey tidak merasa kesal, justru terlihat bahagia. Lagi pula gadis itu mengetahui kemampuan berpedang Nang In yang begitu hebat diusianya yang begitu muda.
"Ini baru dimulai In'gege!"
Pada saat itu Nang In terkejut melihat perubahan ekspresi Qiau Mey yang mendadak menjadi serius, tidak hanya itu, permainan pedang yang dilakukan oleh gadis itu mendadak berubah, jika sebelumnya Qiau Mey berfokus pada kecepatan dan kekuatan maka sekarang ia lebih berfokus pada kelenturan dan kelincahan.
"Gaya berpedangnya berubah...?" Nang In bergumam pelan, ia menangkis kemudian menyerang balas Qiau Mey dengan serangan beruntun, namun gadis itu dapat menahannya meski sedikit kesulitan.
Gaya berpedang cepat yang sebelumnya di lakukan Qiau Mey adalah ciri khusus Golden Sword Sect, sedangkan berpedang dengan kelenturan adalah eksistensi dari Heaven Moon Sect. Seharusnya mempelajari dua gaya berpedang yang berbeda secara bersamaan dapat menghambat perkembangan.
Namun melihat Qiau Mey yang berhasil menggabungkan gaya berpedang dari kedua sekte itu tanpa kesulitan membuat Nang In takjub. Kini gerakan gadis itu menjadi cepat dan begitu lentur.
Nang In mengikuti alur serangannya, sesekali ia melepaskan serangan yang mengarah titik vital, keduanya saling bertukar serangan lebih dari puluhan gerakan.
__ADS_1
"Seni Pedang Emas - Tebasan Membelah Awan!"
Mengalirkan sejumlah qi miliknya ke dalam ranting yang ia genggam, gadis itu melakukan gerakan tebasan yang menciptakan bilah bewarna biru terang melesat ke arah Nang In.
Nang In tersenyum kemudian menghindari semua serangan itu dengan mudah seolah bukan apa - apa.
"Tidak hanya cepat dan lincah, dia dapat mengendalikan qi miliknya dengan baik!"
Mengalirkan sejumlah qi ke dalam ranting pohon tanpa harus merusaknya, bukanlah sesuatu yang mudah dilakukan, jika tidak dapat mengendalikan energi qi nya dengan baik maka ranting itu akan langsung hancur, bahkan Nang In belum tentu bisa melakukannya karena ia mempunyai banyak energi qi.
"Meski sudah berkembang begitu pesat, masih ada beberapa kekurangan yang harus diperhatikan!" Nang In memasang ekspresi serius lalu menyerang Qiau Mey dengan pola yang sulit ditebak.
"Sakura Blossom Tekhnik - Tarian Ketiga!"
"Tekhnik ini?" Qiau Mey terkejut ketika Nang In menyerangnya dengan tekhnik yang mirip seperti tarian, gerakannya begitu luwes tapi sangat mematikan membuat gadis itu kesulitan untuk menahan serangan Nang In.
Nang In terkekeh dalam hati, tentu Qiau Mey kesulitan menahan serangannya, lagi pula jurus yang ia gunakan merupakan salah satu jurus milik Thousand Sakura Montain yang diajarkan oleh Zhou Jin.
"Jangan lupa libatkan hati di setiap ayunanmu" ucap Nang In sambil tersenyum ringan.
"Kali ini aku kalah, namun untuk selanjutnya tidak akan lagi" Qiau Mey tersenyum kecil, sama sekali tidak merasa kecewa dengan kekalahannya.
"Akan ku tunggu hari itu" Nang In tersenyum kecil, "Tapi aku benar - benar terkejut, hanya beberapa bulan kemampuanmu sudah berkembang begitu cepat?"
"Tentu saja, aku tidak memiliki waktu untuk bersantai sedetik pun" ucap Qiau Mey sambil tersenyum puas nampaknya ia menikmati berlatih di Golden Sword Sect.
"Tapi meski begitu, kesehatan tetap yang paling utama" ucap Nang In lalu menyentil dahi Qiau Mey membuat pipi gadis itu merah seperti tomat.
Qiau Mey mengangguk patuh, tatapan gadis itu berfokus pada Xuan Li, ketika ditatap Qiau Mey, gadis itu langsung membuang muka, nampak kesal karena suatu hal. Sedangkan Nang In buru - buru ke arah gadis itu.
__ADS_1
"Kalian belum saling mengenal bukan?" Nang In memegang tangan Qiau Mey lalu menariknya ke arah Xuan Li, "Nona Xuan, perkenalkan dia adalah Qiau Mey dari Golden Sword Sect, sedangkan Mey'er perkenalkan dia Xuan Li dari Star Alchemist Assosiasiation!"
Qiau Mey mendekat ke arah Xuan Li lalu menggenggam tangannya lalu tersenyum ramah ke arahnya, "Salam kenal aku Qiau Mey"
Xuan Li tidak menatap wajah Qiau Mey namun tetap menjawab dengan singkat, "Xuan Li..."
"Kau pasti seorang Alchemist bukan?" tanya Qiau Mey dengan antusias.
"Tentu saja, sekarang dia di peringkat Silver Alchemist" Nang In yang menjawab dengan senyuman yang nampak bangga.
"Benarkah?!" Qiau Mey menatap Xuan Li dengan mata berbinar, "Kau sangat hebat di usiamu yang masih begitu muda!"
Meski terdengar seperti melebih - lebihkan nyatanya menjadi seorang Silver Alchemist diusia belum genap lima belas tahun merupakan hal yang tidak bisa diraih oleh sembarang orang, itu sebabnya Qiau Mey takjub dengan Xuan Li.
Mendengar pujian dari Qiau Mey entah kenapa Xuan Li yang sebelumnya cuek terlihat senang, gadis itu tersenyum lebar lalu berkata, "Tentu saja, lagi pula kalian sedang berbicara dengan jenius dari Star Alchemist- eh...!"
Xuan Li segera menutup mulutnya karena mengungkapkan sesuatu yang memalukan, namun justru itu membuat Nang In dan Qiau Mey tertawa, benar - benar tidak habis pikir jika gadis yang berusaha bersikap dingin justru tidak bisa menahan diri ketika dipuji.
Benar - benar langsung terbang!
"Kalau begitu bagaimana jika kita melihat - lihat kediaman Klan Song?" tanya Nang In kepada keduanya.
Keduanya langsung terkejut, Qiau Mey tersenyum sembari mengangguk sedangkan Xuan Li membuang muka namun mengangguk pelan.
**
Ketiganya pun berjalan santai di kediaman Klan Song yang begitu ramai, mereka mengobrol satu sama lain, meskipun Xuan Li nampak cuek namun sebenarnya gadis itu merasa senang karena mendapatkan kenalan baru.
Saat di tengah jalan Nang In melihat Fuan Yu dan Zhou Luong dari kejauhan, pemuda itu sebisa mungkin ingin menghindari keduanya, namun mereka bertiga sudah dilihat oleh Fuan Yu jadi sangat tidak enak untuk berbalik arah.
__ADS_1
Menghela nafas panjang, Nang In tersenyum masam. Ia hanya berharap semuanya akan baik - baik saja!