Road To Immortality

Road To Immortality
Pengawalan


__ADS_3

Tepat di bawah rembulan biru yang menyinari gelapnya malam, terlihat kereta kuda yang berjalan menyusuri jalanan setapak.


Di dalamnya terdapat dua orang perempuan yang masing - masing dari mereka mempunyai kecantikan di atas rata - rata, sedangkan orang yang mengendalikan kereta kuda adalah seorang pemuda bertopeng yang tengah memasang wajah bosan sekaligus tertekan.


Alasan pemuda itu tertekan jelas karena gadis di belakangnya!


"Niiu kenapa kau membawa orang aneh ini ke dalam kereta kita!" Xuan Li berdecak tidak puas, "Lihat topeng jeleknya, benar - benar orang yang memiliki selera yang buruk!"


"Belum lagi jubah bau yang ia kenakan membuatku susah untuk bernafas!" Xuan Li menutup hidungnya dengan ekspresi jijik.


"Dengarkan jika ia bicara, jelas orang ini berasal dari desa kumuh yang bahkan tidak pernah melihat ratusan koin emas"


"Bah, aku bahkan tidak bisa tidur nyenyak jika orang yang tidak memerhatikan kebersihan sepertinya berada di dekat ku!"


Berbagai macam ocehan yang lebih tajam dari anak panah menghujani Nang In secara bertubi - tubi, meski pemuda itu bisa bertahan namun mendengarkan ocehan gadis itu secara terus menerus membuatnya hampir naik pitam, jika saja ia tidak melihat spirit herb yang akan ia terima, pemuda itu enggan untuk menerima pekerjaan ini!


Niiu tersenyum kecil melihat tingkah Xuan Li, menurutnya gadis kecil itu akan semakin menggemaskan ketika cemberut atau sedang kesal.


"Hari sudah semakin gelap, aku sarankan untuk kalian menginap, kebetulan di depan sana terdapat sebuah penginapan" ucap Nang In menunjuk penginapan di depannya.


"Apa maksudmu, aku harus bermalam di penginapan kumuh seperti itu?!" Xuan Li bertanya dengan ekspresi jijik.


"Jika kau ingin tidur di tengah hutan untuk dimangsa demonic beast, maka silahkan saja" ucap Nang In dengan nada datar, ia sama sekali tidak peduli Xuan Li mau mengikuti sarannya atau tidak, lagi pula ia biasa tidur beralaskan tanah jadi tidak masalah tidur di tempat mana pun.

__ADS_1


"Niiu, orang aneh ini berlaku tidak sopan! aku ingin menendang orang ini sekarang juga!" Xuan Li menunjuk Nang In dengan ekspresi kesal.


"Nona, kita masih membutuhkan tenaga pemuda ini, setelah kita sudah menggunakannya anda boleh menendang bahkan membuangnya di tempat mana pun anda suka" ucap Niiu sambil tersenyum ramah.


"Jika begitu aku ingin menyiksa, memotong dan memutilasi setiap inci bagian tubuhnya lalu aku berikan kepada demonic beast peliharaan ayahku haha!" ucap Xuan Li dengan senyuman jahatnya.


Melihat senyuman jahat gadis disampingnya yang justru menggemaskan, Niiu spontan memeluknya dengan erat, "Lucunya! Tentu Nona, anda bebas melakukan apa pun pada orang aneh ini"


Mendengar ucapan dua perempuan di belakangnya yang menganggap dirinya sebagai barang sekali pakai membuat sudut bibir pemuda itu berkedut, benar - benar tidak menyangka bahwa mereka memiliki pikiran jahat seperti itu!


**


Setelah berhasil membujuk Xuan Li untuk menginap, akhirnya kereta kuda berhenti di depan penginapan yang terlihat sederhana namun begitu bersih di sepanjang jalannya.


"Maaf Tuan dan Nyonya semua, adakah yang bisa wanita tua ini bantu?" wanita tua itu bertanya dengan ramah.


"Kami hendak menyewa kamar di penginapan ini Nyonya, apakah anda tau siapa pemilik penginapan ini?"tanya Niiu dengan sopan.


"Kebetulan saya sendiri pemiliknya"


"Kebetulan sekali, kami hendak memesan kamar, apa masih ada dua kamar yang kosong?"


"Tentu ada Nyonya, mari ikut saya!" ucap wanita tua itu.

__ADS_1


Wanita tua itu menuntun mereka ke dalam penginapan, di lantai pertama banyak para pengunjung yang sedang makan atau minum, naik ke lantai dua, wanita tua itu menunjukkan kamar yang akan ditinggali Xuan Li dan Niiu dan kamar berikutnya yang akan ditempati oleh Nang In.


"Ini dia kuncinya" wanita tua itu memberi kuncinya kepada Niiu dan Nang In lalu pamit untuk mengerjakan hal lain.


"Terima kasih" ucap Niiu dengan sopan, kemudian ia dan Xuan Li masuk ke dalam kamar untuk beristirahat.


Nang In pun masuk ke dalam kamar untuk berkultivasi sekaligus mengurus hal yang sejak tadi mengganggunya, hal itu adalah aura pembunuhnya.


Nang In sudah lumayan banyak membunuh makhluk hidup, demon jade akan menyerap aura pembunuh tersebut, sehingga aura yang menyelimuti tubuh Nang In tidak jauh berbeda dengan aura cultivator aliran putih pada umumnya.


Namun kali ini Nang In berencana untuk menggunakan aura pembunuh itu untuk digunakan dalam pertarungan, selain digunakan untuk menakuti musuh, aura pembunuh bisa digunakan untuk menekan gerakan musuh.


Nang In memejamkan mata mulai berkonsentrasi, ia fokus mencari inti demon jade di dalam dantiannya untuk mengeluarkan aura pembunuh dalam giok itu.


Perlahan aura pembunuh yang begitu tipis merembes keluar dari tubuh Nang In, beberapa detik kemudian aura pembunuh memenuhi seisi ruangan.


"Aura pembunuh ini bahkan dapat membuat gentar Cultivator Qi Gathering 5, namun untuk tingkat yang lebih tinggi sepertinya aku harus mengeluarkan lebih banyak!" Nang In menghela nafas lalu menarik kembali aura pembunuhnya.


Pemuda itu cukup puas dengan aura pembunuh yang ia miliki, namun jika mengeluarkan lebih banyak hal ini khawatir akan mengundang hal buruk padanya.


"Kalau begitu aku akan berjaga di luar, lagi pula sekarang aku adalah seorang pengawal" Nang In melepas jubahnya lalu keluar dari kamar.


Beberapa saat setelahnya, tiba - tiba muncul aura pembunuh yang mengarah padanya, sontak Nang In langsung bersiap ke segala arah menyambut serangan musuhnya.

__ADS_1


__ADS_2