
"Berikan lembar jawaban itu!"
Nang In menyerahkan lembar jawaban pada Wuan Yuan, wanita itu langsung memeriksa di tempat, ekspresi terkejut nampak di wajah Wuan Yuan begitu mengoreksi lembar jawaban Nang In.
"Ngomong - ngomong bisakah Senior melepaskan tekanan qi anda, itu benar - benar membuatku tidak nyaman" tanya Nang In karena sejak tadi Song Juji terus menekannya dengan tekanan qi miliknya.
"Bocah ini! beraninya kau-"
"Tetua Juji, lepaskan!" sela Wuan Yuan sambil melirik tajam membuat Song Juji menggertakan giginya sebelum melepaskan tekanan qi miliknya.
"Cih! Kau beruntung bocah!" ucap Song Juji dengan terpaksa, jika saja Wuan Yuan tidak membawa - bawa nama Song Qian maka pria gempal itu tidak akan menuruti perintah wanita itu begitu saja.
"Terima kasih banyak Nona" Nang In menangkupkan tinjunya kepada Wuan Yuan. Wanita itu mengangguk ringan lalu kembali mengoreksi lembar jawaban Nang In.
"Menarik! kau benar - benar luar biasa! semua jawabanmu benar tidak ada salah sedikit pun!" ucap Wuan Yuan membuat para peserta dan penonton yang mendengar terkejut dengan ucapan wanita itu.
"Nona Wuan, biarkan aku memeriksanya!" ucap Zihan Shi penasaran, ia belum mempercayai sebelum melihat secara langsung.
"Silahkan Senior Shi" Wuan Yuan memberikan semua lembar jawaban Nang In kepada pria tua di sampingnya.
Zihan Shi menerima kemudian membacanya dengan teliti setiap jawaban yang Nang In tulis, ekspresi terkejut tidak bisa disembunyikan dari wajah pria tua itu, "Luar biasa! ini benar - benar luar biasa!"
Jawaban dari Zihan Shi membuat semua yang mendengarnya terkejut, terutama Song Juji dan Song Lu, Haoucun Hai juga menunjukkan keterkejutan yang sama.
"Dia sudah mendapatkan pengakuan dari Nona Wuan, sekarang diakui oleh Senior Zihan Shi?"
Mustahil, apa benar pemuda itu dapat menjawab dengan benar semua soalnya?"
"Padahal rumornya jika soal tahun sekarang lebih sulit dua kali lipat dari soal sebelumnya!"
"..."
Para penonton langsung heboh karena Nang In berhasil mendapatkan pengakuan dari Wuan Yuan dan Zihan Shi.
__ADS_1
"Tidak hanya menjawab dengan bahasa yang mudah dimengerti, namun pemuda itu bahkan memberi jawaban yang lebih baik dari kami berlima!" gumam Zihan Shi dengan ekspresi kagum, ia melihat Nang In dari bawah hingga atas dan tidak menemukan sesuatu yang menarik dari penampilannya, kecuali wajahnya yang tampan "Pantas saja bocah ini sangat percaya diri dengan kemampuannya!"
"Senior izinkan aku untuk mengoreksinya" Song Lu yang tidak bisa menahan rasa penasarannya meminta Zihan Shi untuk memberikan lembar jawaban itu. "Aku ingin tau kenapa ekspresi yang kalian tunjukkan sangat berlebihan!" ucap Song Lu karena penasaran kenapa Wuan Yuan dan Zihan Shi berekspresi berlebihan.
"Hmm ini memang bagus, tapi tidak ada yang menakjubkan dari jawaban ini" ucap Song Lu sambil mengoreksi jawaban Nang In, namun setelah beberapa detik ekspresi pria itu semakin berubah seiring lembar jawaban yang ia baca, "Bagaimana bisa dia memberikan jawaban yang begitu kompleks dengan menggunakan sudut pandang yang berbeda?"
"Bahkan Manusia Jangkung! kau juga!?" ucap Song Juji karena melihat tiga juri lainnya yang berekspresi berlebihan setelah mengoreksi lembar jawaban Nang In.
"Biarkan aku untuk melihatnya!" merasa jika mereka bertiga berlebihan, Song Juji melihat sendiri lembar jawaban yang dipegang Song Lu.
"I - Ini bagaimana bisa!?"
"Bagaimana Senior, jawabanku?!" ucap Nang In sambil tersenyum kecil kepada Song Juji, pria gempal menggertakan gigi sebelum beranjak bangun lalu menatap Nang In dengan tajam.
"Kau! kau pasti mendapatkan bocoran jawaban bukan, siapa yang memberikan-"
"Tetua Juji!"
Belum sempat Song Juji menyelesaikan ucapannya, sebuah tekanan kuat dari jagoan Nascent Soul Low - Stage menimpa dirinya. Pandanganya terarah pada Zihan Shi yang sedang melotot ke arahnya.
"Tidak Senior! bukan itu yang aku maksud! aku sama sekali tidak menuduhmu!" ucap Song Juji dengan pundak yang sudah begitu lemas, meski Zihan Shi tidak mengeluarkan seluruh kemampuannya, pria gempal itu tetap merasakan sensasi kematian di seluruh tubuhnya.
"Senior sudah tolong tenang!" ucap Wuan Yuan kepada pria tua disampingnya, wanita itu hampir pingsan jika pengawal pribadinya tidak memberikan pelindung qi ke arahnya.
Semua orang yang berada di aula termasuk Song Li, Haoucun Hai merasakan tekanan yang memberatkan pundak mereka, Nang In yang berada di dekat Zihan Shi berlutut dengan keadaan lemas, pemuda itu tidak kuat menahan tekanan qi milik pria tua itu.
"Akhir - akhir ini perasaanku sedang buruk, itu sebabnya aku mudah emosi!" Zihan Shi menghela nafas sebelum melepaskan tekanan qi miliknya, "Maafkan aku" ucapnya karena merasa bersalah.
Setelah tekanan qi menghilang para penonton maupun peserta dapat bernafas dengan lega, Wuan Yuan segera meminta anggota Klan Song untuk merawat para peserta maupun penonton yang tidak sadarkan diri.
"Untuk para peserta, saya mewakili juri ingin meminta maaf karena terdapat gangguan yang mengganggu konsentrasi kalian, kami akan memberi waktu tambahan untuk kalian" ucap Wuan Yuan ke arah para peserta disetujui oleh keempat juri lainnya.
Para peserta merasa lega karena waktu yang sebelumnya terganggu dapat tergantikan, para peserta kembali mengerjakan soal ujian meski masih syok karena terkena sedikit tekanan qi milik Zihan Shi. Nang In sendiri begitu tertekan namun setelah mengatur nafas akhirnya pemuda itu bisa kembali tenang.
__ADS_1
Pandangan Wuan Yuan mengarah pada Nang In, "Semua jawaban yang kau tulis semuanya benar, untuk taruhan sebelumya akan kita bahas setelah perlombaan selesai, silahkan tunggu di luar" ucap Wuan Yuan meminta Nang In untuk keluar dengan sopan.
"Terima kasih Senior" Nang In menangkupkan tinjunya lalu keluar dari arena, disusul Niiu dan Xuan Li yang mengikuti pemuda itu dari belakang.
"Jadi dia mempunyai hubungan dengan Star Alchemist Assosiasiation, menarik!" gumam Wuan Yuan dalam hati, "Aku berhasil menemukan permata mentah diantara tumpukan sampah, tinggal bagaimana aku mendapatkannya lalu mempolesnya dengan baik" ucap Wuan Yuan sambil tersenyum menatap Nang In dari kejauhan.
**
"Hey bagaimana kau melakukannya?" tanya Xuan Li mengikuti dari belakang Nang In. Niiu yang berada di samping Xuan Li pun penasaran dengan jawaban yang akan Nang In ucapkan.
"Aku hanya melakukan apa yang harusnya ku lakukan" jawab Nang In dengan ekspresi datar. Jika bukan karena paksaan dari Xuan Li, Nang In tidak ingin mengikuti perlombaan yang terlalu mencolok tersebut.
"Bukan, bagaimana bisa kau mengerjakan semua soal dengan benar tanpa salah sedikit pun bahkan dalam waktu yang sangat singkat?" tanya Xuan Li sambil menarik - narik lengan bajunya.
Nang In menjadi peserta dalam sejarah lomba cerdas cermat yang dapat menyelesaikan 100 soal hanya dengan 30 menit, bahkan semua jawabannya benar tanpa sedikitpun kesalahan.
"Tentu saja karena aku sebelumnya sudah melakukan persiapan" jawab Nang In sambil memiringkan kepalanya, sebelum pergi berpetualang pemuda itu sudah mempelajari ratusan buku ketika berada di Pulau Rempah, hal itu yang membuatnya mempunyai wawasan pengetahuan yang sangat luas.
Selain melakukan persiapan, Nang In mempunyai kemampuan yang tidak sembarang orang bisa memilikinya. Ya, kemampuan Nang In dalam menyerap ilmu pengetahuan dapat dikategorikan sebagai sosok jenius yang sebenarnya.
"Bagaimana jika orang yang paling tidak berbakat sepertiku menjadi jenius seperti dirimu?"
Xuan Li berhenti berjalan kemudian menatap Nang In dengan serius, dalam hidupnya ia sangat sering bertemu dengan para jenius seperti kakaknya. Dalam hatinya ia ingin menjadi seperti kakaknya yang mempunyai bakat jenius dan membuat semua orang kagum padanya.
Namun kenyataannya gadis itu sama sekali tidak mempunyai bakat yang baik di bidang alchemy, bahkan ayahnya yang merupakan pemilik Star Alchemist Assosiasiation menyerah mengajarkan Xuan Li, jika bukan karena Nang In yang mengajarkan alchemy padanya, Xuan Li tidak akan sampai menjadi seorang Silver Alchemist.
Nang In menghela nafas sebelum berkata, "Semua orang mempunyai kemampuan yang berbeda - beda, jika kau merasa bahwa kemampuanmu buruk dalam bidang alchemy dibanding kakakmu, aku yakin kau mempunyai kelebihan lain yang tidak kakakmu miliki,
Lucu sekali jika kau membandingkan dirimu dengan dia, kalian berbeda, kalian unik dengan cara kalian sendiri, ayolah! menjadi seorang jenius yang menjadi Golden Alchemist dalam usia 15 tahun tidaklah hebat, apa kau pikir aku menganggap kakakmu hebat? tidak!
Menurutku hebat yaitu seseorang dengan bakat paling buruk namun mau berubah dan berusaha untuk menjadi lebih baik, itu baru hebat, bukankah itu dirimu" Nang In tersenyum lembut ke arah Xuan Li, membuat pipi gadis itu memerah.
"Kau hanya perlu menjadi dirimu sendiri dan terus berusaha sebisa mungkin. Ya, jangan lupa untuk menikmati hidup, lagi pula bersenang - senang itu penting" ucap Nang In dengan senyum cerianya.
__ADS_1
Melihat senyuman Nang In yang diiringi mentari hangat membuat Xuan Li tersenyum juga, gadis itu memejamkan mata sambil berkata.
"Terima kasih"